Pengertian, Iuran, Manfaat, Cara Daftar Program Jaminan Pensiun

Apa itu pengertian, besar iuran, manfaat, hingga cara daftar program Jaminan Pensiun / JP adalah? Bloghrd.com akan mengulasnya disini.

Setiap manusia pasti akan selalu bertambah tua, termasuk seorang karyawan.

Ada kalanya seorang karyawan akan pensiun saat sudah menginjak usia tua.

Kesejahteraan seorang karyawan, termasuk JP merupakan hal penting yang harus diperhatikan oleh perusahaan.

Sekarang, jaminan pensiun termasuk di dalam BPJS Ketenagakerjaan.

Pemerintah dalam hal ini mengatur hak karyawan dalam Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 45 Tahun 2015 tentang Penyelenggaraan Program Jaminan Pensiun.

Objek yang termasuk dalam peserta jaminan pensiun adalah karyawan yang bekerja di perusahaan ataupun orang perseorangan.

Peserta yang didaftarkan maksimal berusia satu bulan sebelum menginjak usia pensiun.

Usia pensiun yang ditetapkan di Indonesia awalnya adalah 56 tahun.

Mulai tanggal 1 Januari 2019, usia pensiun menjadi 57 tahun dan selanjutnya bertambah satu tahun untuk setiap tiga tahun berikutnya sampai mencapai Usia Pensiun 65 tahun.

Iuran jaminan pensiun langsung dipotong dari gaji karyawan per bulan.

Perusahaan akan mengambil langsung dari gaji karyawan dan menyetorkannya ke BPJS Ketenagakerjaan paling lambat tanggal 15 setiap bulan.

Potongan iuran JP pada slip gaji karyawan sebesar 3% dari gaji per bulan.

Karyawan hanya membayar 1% dan 2% sisanya ditanggung oleh perusahaan.

Pengertian Jaminan Pensiun (JP) Adalah Berikut

Pengertian, Iuran, Manfaat, Cara Daftar Program Jaminan Pensiun

Menurut Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 45 Tahun 2015 tentang Penyelenggaraan Program Jaminan Pensiun Pasal 1 Ayat 1, Jaminan pensiun (JP) adalah jaminan sosial yang bertujuan untuk mempertahankan derajat kehidupan yang layak bagi peserta dan/atau ahli warisnya dengan memberikan penghasilan setelah peserta memasuki usia pensiun, mengalami cacat total tetap, atau meninggal dunia.

Pihak yang berhak menerima manfaat pensiun adalah peserta atau ahli waris peserta yang berhak menerima manfaat pensiun.

Mereka berhak menerima jaminan berupa uang tunai setiap bulan.

Kepesertaan Program JP

Peserta Program Jaminan Pensiun adalah karyawan yang terdaftar dan sudah membayar iuran.

BACA JUGA :  Contoh Menghitung, Cara Perhitungan THR Lebaran dan Komponennya¬†

Peserta merupakan karyawan dari pemberi kerja selain penyelenggara negara, yang menerima upah dari perusahaan ataupun orang perseorangan.

Jika perusahaan pemberi kerja tidak mendaftarkan karyawannya dalam program Jaminan Pensiun, karyawan tersebut dapat mendaftarkan dirinya sendiri ke BPJS Ketenagakerjaan.

Jika seorang karyawan yang merupakan peserta program JP berpindah kerja, karyawan tersebut wajib menginformasikan kepesertaannya kepada pemberi kerja di tempat baru dengan menunjukkan kartu peserta BPJS Ketenagakerjaan yang sudah dimiliki sebelumnya.

Kepesertaan karyawan dalam program jaminan pensiun dapat otomatis diteruskan.

Iuran Program Jaminan Pensiun pada Slip Gaji

Iuran program JP pada slip gaji adalah sebesar 3% dari gaji per bulan dengan ketentuan 2% ditanggung oleh pemberi kerja dan 1% ditanggung oleh karyawan.

Gaji per bulan yang dijadikan dasar perhitungan iuran program jaminan pensiun adalah gaji pokok beserta tunjangan tetap.

Batas paling tinggi gaji yang digunakan sebagai dasar perhitungan untuk tahun 2019 ditetapkan sebesar 8.512.400 rupiah.

Artinya jika gaji karyawan lebih dari jumlah tersebut, maka perhitungannya tetap dianggap 3% dari 8.512.400 rupiah.

Contoh perhitungan iuran program jaminan pensiun yang tercantum di slip gaji adalah sebagai berikut.

Total gaji yang diterima Andi sebesar 7.000.000 rupiah setiap bulan. Iuran program jaminan pensiun yang perlu dibayarkan sebesar 3% dari total gaji per bulan:

7.000.000 x 3% = 210.000

2% ditanggung oleh perusahaan dan 1% ditanggung oleh karyawan. Jadi perusahaan membayar 140.000 dan Andi membayar 70.000.

Manfaat Program Jaminan Pensiun

Program jaminan pensiun memberikan manfaat bagi peserta atau ahli warisnya.

Manfaat tersebut di antaranya adalah sebagai berikut.

  1. Manfaat Pensiun Hari Tua berupa uang tunai bulanan yang diberikan kepada peserta yang memenuhi masa iuran minimal 15 tahun atau setara dengan 180 bulan saat memasuki usia pensiun sampai dengan meninggal dunia.
  2. Manfaat Pensiun Cacat berupa uang tunai bulanan yang diberikan kepada peserta yang mengalami cacat total tetap akibat kecelakaan dan tidak dapat bekerja kembali atau akibat penyakit sampai meninggal dunia. Kejadian yang menyebabkan cacat total tetap terjadi paling sedikit 1 bulan menjadi peserta dan density rate minimal 80%. Manfaat pensiun cacat ini diberikan sampai dengan meninggal dunia atau peserta bekerja kembali.
  3. Manfaat Pensiun Janda/Duda berupa uang tunai bulanan yang diberikan kepada janda/duda yang menjadi ahli waris dan terdaftar di BPJS Ketenagakerjaan sampai dengan meninggal dunia atau menikah lagi, dengan kondisi peserta meninggal dunia bila masa iuran kurang dari 15 tahun, di mana masa iuran yang digunakan dalam menghitung manfaat adalah 15 tahun dengan ketentuan memenuhi minimal 1 tahun kepesertaan dan density rate 80% atau meninggal dunia pada saat memperoleh manfaat pensiun hari tua.
  4. Manfaat Pensiun Anak berupa uang tunai bulanan yang diberikan kepada anak yang menjadi ahli waris peserta sampai dengan usia anak mencapai usia 23 tahun, atau bekerja, atau menikah dengan kondisi peserta meninggal dunia sebelum masa usia pensiun bila masa iuran kurang dari 15 tahun, masa iuran yang digunakan dalam menghitung manfaat adalah 15 tahun dengan ketentuan minimal kepesertaan 1 tahun dan memenuhi density rate 80% dan tidak memiliki ahli waris janda/duda atau meninggal dunia pada saat memperoleh manfaat pensiun hari tua dan tidak memiliki ahli waris janda/duda atau janda/duda yang memperoleh manfaat pensiun hari tua meninggal dunia. Jumlah maksimal anak yang bisa didaftarkan pada program pensiun adalah 2 orang anak.
  5. Manfaat Pensiun Orang Tua merupakan manfaat yang diberikan kepada orang tua (bapak/ibu) yang menjadi ahli waris peserta lajang, bila masa iuran peserta lajang kurang dari 15 tahun, masa iuran yang digunakan dalam menghitung manfaat adalah 15 tahun dengan ketentuan memenuhi minimal kepesertaan 1 tahun dan memenuhi density rate 80%.
  6. Manfaat Lumpsum berarti peserta tidak berhak atas manfaat pensiun bulanan, akan tetapi berhak mendapatkan manfaat berupa akumulasi iurannya ditambah hasil pengembangannya apabila:
    • Peserta memasuki usia pensiun dan tidak memenuhi masa iuran minimum 15 tahun.
    • Mengalami cacat total tetap dan tidak memenuhi kejadian cacat setelah minimal 1 bulan menjadi peserta dan minimal density rate 80%.
    • Peserta meninggal dunia dan tidak memenuhi masa kepesertaan minimal 1 tahun menjadi peserta dan minimal density rate 80%.
BACA JUGA :  Rekomendasi Software Pembayaran Gaji Terbaru Terbaik

Pembayaran manfaat pensiun baru bisa dibayarkan setelah dokumen pendukung sudah lengkap.

Pembayaran manfaat pensiun dibayarkan setiap bulan pada tanggal 1 dan apabila tanggal 1 jatuh pada hari libur, maka pembayaran dilakukan pada hari kerja berikutnya.

Jika peserta telah memasuki usia pensiun, tetapi yang bersangkutan diperkerjakan, peserta dapat memilih untuk menerima manfaat pensiun pada saat mencapai usia pensiun atau pada saat berhenti bekerja dengan ketentuan paling lama 3 tahun setelah menginjak usia pensiun.

Cara Mendaftar Jaminan Pensiun ( JP )

Sebenarnya setiap pemberi kerja, baik perusahaan atau orang perseorangan, wajib mendaftarkan seluruh karyawannya ke BPJS Ketenagakerjaan sebagai peserta program jaminan pensiun.

Masalah ini sudah diatur oleh pemerintah dan termasuk dalam ketentuan peraturan perundang-undangan.

Seorang karyawan juga bisa mendaftarkan dirinya menjadi peserta program JP dengan mengisi formulir pendaftaran dan membawa berkas-berkas seperti:

  • Perjanjian kerja, surat keputusan pengangkatan, atau surat keterangan karyawan.
  • Kartu Tanda Penduduk.
  • Kartu Keluarga.

Setelah karyawan melakukan pendaftaran, pihak BPJS Ketenagakerjaan akan melakukan verifikasi kepada perusahaan agar manajemen melakukan kewajiban pembayaran iuran BPJS program jaminan pensiun.

Jika perusahaan menolak membayar iuran JP untuk karyawannya, maka perusahaan akan dikenai sanksi administratif berupa teguran tertulis, denda, dan tidak mendapat pelayanan publik tertentu.

Jaminan Pensiun sangat penting bagi seorang karyawan karena dapat menjamin kehidupannya atau ahli waris saat memasuki usia pensiun, mengalami cacat total tetap, atau meninggal dunia.

Kita tidak pernah tahu apa yang akan terjadi dalam hidup ini.

Jadi persiapkan diri dengan mendaftar jaminan pensiun ke BPJS Ketenagakerjaan.

Program Jaminan Pensiun tidak hanya penting bagi karyawan, tapi juga menguntungkan bagi perusahaan.

Jika terjadi risiko yang menimpa karyawan, perusahaan tidak perlu menanggung seluruh biaya santunan karena karyawan tersebut menerima manfaat perlindungan sosial dan ekonomi dari pihak BPJS Ketenagakerjaan.

BACA JUGA :  Bingung Pilih Aplikasi HRD Terbaik? Catat, Harus Ada 8 Fitur Ini

Nah, seperti apa itu pengertian, besar iuran, manfaat, hingga cara daftar program Jaminan Pensiun adalah bagaimana telah Bloghrd.com ulas diatas. Semoga bermanfaat.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *