Cara Daftar NPWP Online dan Persyaratannya Di 2024

Bagaimana Langkah Cara Daftar NPWP Secara Online dan Apa Saja Persyaratannya Di March 2024? Bloghrd.com Akan Mengulasnya Di Sini!

Pada era digital seperti sekarang ini, berbagai proses administrasi dan pendaftaran menjadi lebih mudah dan efisien.

Salah satu contohnya adalah pendaftaran Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) secara online.

NPWP adalah nomor yang diberikan kepada wajib pajak sebagai sarana dalam administrasi perpajakan yang digunakan sebagai identitas wajib pajak dalam melaksanakan hak dan kewajiban perpajakan.

Dalam artikel ini, kita akan membahas secara rinci cara daftar NPWP online terbaru beserta persyaratannya.

Sekilas tentang Cara Daftar NPWP Online

Sebelum kita memahami lebih dalam tentang cara daftar NPWP online, penting untuk mengetahui apa itu NPWP dan mengapa diperlukan.

NPWP merupakan singkatan dari Nomor Pokok Wajib Pajak.

Ini adalah nomor identifikasi yang diberikan kepada individu atau entitas hukum yang memiliki kewajiban untuk membayar pajak di Indonesia.

Setiap warga negara Indonesia dan warga negara asing yang memiliki penghasilan yang wajib dikenakan pajak di Indonesia harus memiliki NPWP.

NPWP digunakan sebagai alat administrasi untuk memudahkan pengelolaan data pajak dan memastikan bahwa setiap wajib pajak mematuhi kewajiban perpajakan mereka.

Sebelum adanya sistem pendaftaran NPWP online, pendaftaran biasanya dilakukan dengan cara mendatangi Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama di daerah domisili wajib pajak.

Proses ini melibatkan pengisian formulir, pengumpulan dokumen-dokumen pendukung, dan interaksi langsung dengan petugas pajak.

Namun, dengan perkembangan teknologi dan kebijakan yang mengikuti situasi pandemi, pemerintah telah memungkinkan pendaftaran NPWP secara online.

Manfaat Gunakan Cara Daftar NPWP Online

Pendaftaran NPWP memiliki beberapa manfaat penting, baik bagi individu maupun badan usaha. Beberapa manfaat utamanya adalah:

  1. Memenuhi Kewajiban Perpajakan: Setiap individu atau badan usaha yang memiliki penghasilan yang wajib dikenakan pajak di Indonesia memiliki kewajiban hukum untuk mendaftar dan memiliki NPWP.
  2. Legalitas Transaksi Bisnis: NPWP seringkali menjadi persyaratan dalam transaksi bisnis dan kerja sama dengan entitas lain. Tanpa NPWP, beberapa transaksi bisnis mungkin tidak dapat dilakukan dengan legal.
  3. Kemudahan dalam Pelaporan Pajak: NPWP digunakan dalam proses pelaporan pajak tahunan. Dengan memiliki NPWP, wajib pajak dapat dengan mudah melaporkan pendapatan dan pembayaran pajak mereka kepada Direktorat Jenderal Pajak (DJP).
  4. Dapat Mengakses Fasilitas Perpajakan: Beberapa fasilitas perpajakan, seperti pengurangan pajak atau keringanan pajak, hanya dapat dinikmati oleh wajib pajak yang memiliki NPWP.
  5. Mempermudah Penerimaan Pajak: Pendaftaran NPWP dan pelaporan pajak yang akurat membantu pemerintah dalam mengumpulkan pendapatan pajak yang diperlukan untuk membiayai berbagai program dan proyek pembangunan.
BACA JUGA :  KPP Pratama Bandung Karees

Persyaratan Yang Diperlukan dalam Cara Daftar NPWP Online Di 2024

Sebelum Anda memulai proses pendaftaran NPWP online, Anda harus memastikan bahwa Anda memenuhi persyaratan yang diperlukan.

Persyaratan tersebut bervariasi tergantung pada jenis wajib pajak, baik itu individu maupun badan usaha. Berikut adalah beberapa persyaratan umum dalam membuat NPWP:

Wajib Pajak Orang Pribadi bukan Pengusaha:

  • Fotokopi Kartu Tanda Penduduk (KTP).
  • Fotokopi Kartu Izin Tinggal Terbatas (KITAS) atau Kartu Izin Tinggal Tetap (KITAP) bagi warga negara asing.

Wajib Pajak Orang Pribadi yang merupakan Pengusaha atau Melakukan Pekerjaan Bebas:

  • Fotokopi KTP.
  • Fotokopi KITAS atau KITAP bagi warga negara asing.
  • Dokumen izin kegiatan usaha yang diterbitkan oleh instansi yang berwenang atau surat keterangan tempat kegiatan usaha atau pekerjaan bebas dari Pejabat Pemerintah Daerah setempat, seperti Lurah atau Kepala Desa, atau lembar tagihan listrik dari Perusahaan Listrik atau bukti pembayaran listrik.
  • Fotokopi e-KTP bagi warga negara Indonesia dan surat pernyataan di atas materai dari wajib pajak orang pribadi yang menyatakan bahwa yang bersangkutan benar-benar menjalankan usaha atau pekerjaan bebas.

Wajib Pajak Orang Pribadi Wanita Kawin yang Dikenai Perpajakan Secara Terpisah:

  • Fotokopi KTP.
  • Fotokopi KITAS atau KITAP bagi warga negara asing.
  • Fotokopi NPWP suami.
  • Fotokopi Kartu Keluarga (KK).
  • Fotokopi surat perjanjian pemisahan penghasilan dan harta, atau surat pernyataan menghendaki melaksanakan hak dan memenuhi kewajiban perpajakan terpisah dari hak dan kewajiban perpajakan suami.

Wajib Pajak Badan Usaha:

  • Fotokopi akta pendirian atau dokumen pendirian dan perubahan badan usaha atau surat keterangan penunjukkan dari kantor pusat bagi bentuk usaha tetap.
  • Fotokopi kartu NPWP salah satu pengurus atau fotokopi paspor dan surat keterangan tempat tinggal dari Pejabat Pemerintah Daerah setempat, seperti Lurah atau Kepala Desa, jika penanggung jawab adalah warga negara asing.
  • Fotokopi dokumen izin usaha dan/atau kegiatan yang diterbitkan oleh instansi yang berwenang atau surat keterangan tempat kegiatan usaha dari Pejabat Pemerintah Daerah setempat, seperti Lurah atau Kepala Desa, atau lembar tagihan listrik dari Perusahaan Listrik atau bukti pembayaran listrik.

Perlu diingat bahwa persyaratan ini dapat berubah sesuai dengan peraturan perundang-undangan perpajakan yang berlaku, jadi selalu disarankan untuk menghubungi Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama terdekat atau mengunjungi situs web resmi Direktorat Jenderal Pajak (DJP) untuk informasi terbaru.

Tutorial Langkah Cara Daftar NPWP Online Di 2024

Setelah memastikan bahwa Anda memenuhi persyaratan yang diperlukan, Anda dapat memulai proses pendaftaran NPWP online.

Di bawah ini, saya akan menjelaskan langkah-langkahnya secara rinci:

1. Buat Akun di eReg Pajak:

Langkah pertama adalah membuat akun di laman registrasi online milik Direktorat Jenderal Pajak (DJP). Ikuti langkah-langkah berikut:

  • a. Kunjungi laman registrasi online DJP di https://ereg.pajak.go.id/ dan klik “Daftar” untuk membuat akun.
  • b. Masukkan alamat email yang aktif dan kode captcha yang terlihat di layar.
  • c. Setelah Anda mengklik “Daftar”, Anda akan menerima email konfirmasi yang berisi tautan untuk verifikasi akun Anda. Buka email tersebut dan klik tautan verifikasi.
  • d. Setelah akun Anda berhasil diverifikasi, Anda dapat login ke eReg Pajak menggunakan email dan password yang sudah Anda daftarkan.
BACA JUGA :  Apa itu e-Meterai, Manfaat dan Cara Beli Di Distributor Resmi?

2. Lengkapi Dokumen Persyaratan:

Setelah berhasil membuat akun dan login ke eReg Pajak, Anda harus melengkapi dokumen-dokumen persyaratan yang sesuai dengan jenis wajib pajak Anda. Berikut adalah beberapa dokumen yang mungkin Anda perlu siapkan:

  • Untuk wajib pajak orang pribadi bukan pengusaha: Fotokopi KTP.
  • Untuk wajib pajak orang pribadi yang merupakan pengusaha atau melakukan pekerjaan bebas: Fotokopi KTP, fotokopi KITAS atau KITAP (bagi WNA), dokumen izin kegiatan usaha, surat keterangan tempat kegiatan usaha, atau bukti pembayaran listrik.
  • Untuk wajib pajak orang pribadi wanita kawin yang dikenai perpajakan secara terpisah: Fotokopi KTP, fotokopi KITAS atau KITAP (bagi WNA), fotokopi NPWP suami, fotokopi Kartu Keluarga (KK), fotokopi surat perjanjian pemisahan penghasilan dan harta, atau surat pernyataan menghendaki melaksanakan hak dan memenuhi kewajiban perpajakan terpisah dari suami.
  • Untuk wajib pajak badan usaha: Fotokopi akta pendirian atau dokumen pendirian dan perubahan badan usaha, fotokopi kartu NPWP salah satu pengurus atau fotokopi paspor dan surat keterangan tempat tinggal (bagi WNA), dokumen izin usaha, surat keterangan tempat kegiatan usaha, atau bukti pembayaran listrik.

Pastikan Anda mengunggah dokumen-dokumen ini dalam format yang sesuai dan sesuai dengan persyaratan yang ditetapkan DJP.

3. Kirim Berkas Elektronik:

Setelah mengisi formulir pendaftaran online dan mengunggah dokumen persyaratan, Anda dapat mengirimkan berkas elektronik secara online. Berikut adalah langkah-langkahnya:

a. Setelah semua formulir telah diisi dan dokumen-dokumen terlampir, klik “Kirim Token” untuk mengirimkan nomor token ke alamat email yang telah Anda daftarkan.

b. Buka email tersebut dan salin nomor token yang telah diterima.

c. Kembali ke halaman dashboard e-Reg Pajak, masukkan nomor token yang telah Anda salin.

d. Terakhir, klik “Kirim Permohonan” untuk mengirimkan permohonan pendaftaran NPWP Anda.

Jika permohonan Anda berhasil dan disetujui, kartu NPWP akan dikirimkan ke alamat yang Anda daftarkan. Biasanya, proses ini memakan waktu beberapa minggu.

Cara Cek NPWP Online

Setelah Anda berhasil mendaftar dan menerima NPWP, Anda juga dapat memeriksa status NPWP Anda secara online. Berikut adalah langkah-langkahnya:

  1. Kunjungi laman https://ereg.pajak.go.id/ceknpwp.
  2. Masukkan 16 digit NIK sesuai dengan Kartu Tanda Penduduk (KTP) Anda.
  3. Masukkan 16 digit nomor Kartu Keluarga (KK) yang digunakan untuk membuat NPWP sebelumnya.
  4. Masukkan kode captcha yang terlihat di layar.
  5. Klik “Cari”.

Laman e-Reg akan menampilkan status NPWP yang Anda cari. Jika NPWP Anda sudah aktif, laman akan menampilkan nomor dan identitas NPWP Anda.

BACA JUGA :  Jurnal PPh Pasal 23: Ketentuan Pencatatan & Contoh Perhitungannya

Bagaimana Jika NPWP Online Bermasalah?

Tidak dapat dipungkiri bahwa dalam proses pendaftaran NPWP online, terkadang masalah atau kendala dapat muncul.

Berikut adalah beberapa masalah umum yang mungkin Anda alami beserta solusinya:

Gagal Daftar NPWP Online:

Ada beberapa alasan mengapa Anda bisa gagal saat mencoba mendaftar NPWP online.

Beberapa penyebab umumnya termasuk alamat email yang tidak aktif, alamat tempat tinggal tidak sesuai dengan KTP, salah memasukkan kombinasi password, belum memperbarui KTP dan KK, atau bahkan belum memenuhi persyaratan untuk membuat NPWP.

Solusi:

  • Pastikan Anda menggunakan alamat email yang aktif dan sering digunakan untuk keperluan surat-menyurat.
  • Isi formulir pendaftaran dengan informasi yang benar dan sesuai dengan KTP Anda.
  • Pastikan KTP dan KK Anda sudah diperbarui.
  • Pastikan Anda memenuhi persyaratan untuk membuat NPWP sesuai dengan jenis wajib pajak Anda.

Registrasi Ditolak:

Pendaftaran NPWP dapat ditolak oleh sistem atau petugas pajak.

Penyebab penolakan bisa bermacam-macam, seperti data yang tidak sesuai dengan KTP, kurangnya berkas atau dokumen pendukung, atau bahkan belum memenuhi persyaratan untuk membuat NPWP.

Solusi:

  • Ikuti instruksi yang tertera dalam pemberitahuan penolakan untuk mengulangi proses pendaftaran NPWP dengan benar.

NPWP Belum Sampai, Hilang, atau Rusak:

Setelah berhasil mendaftar, Anda seharusnya menerima kartu NPWP dalam beberapa minggu. Namun, terkadang masalah seperti NPWP yang belum sampai, hilang, atau rusak bisa terjadi. Berikut adalah solusi untuk masalah-masalah tersebut:

a. NPWP Belum Sampai

Jika NPWP Anda belum sampai dalam waktu yang diharapkan, Anda dapat menghubungi Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama terdekat atau mengunjungi situs web resmi DJP untuk memeriksa status pengiriman NPWP Anda.

b. NPWP Hilang

Jika NPWP Anda hilang, Anda dapat mengajukan permohonan penerbitan ulang NPWP di KPP Pratama terdekat. Anda mungkin perlu melengkapi dokumen-dokumen tertentu dan membayar biaya administrasi tertentu.

c. NPWP Rusak

Jika NPWP Anda rusak, Anda juga dapat mengajukan permohonan penerbitan ulang NPWP di KPP Pratama terdekat. Pastikan untuk membawa NPWP rusak asli sebagai bukti.

Kesimpulan: Cara Daftar NPWP Online dan Persyaratannya Itu Mudah

Pendaftaran NPWP online merupakan salah satu kemudahan yang diberikan oleh pemerintah Indonesia dalam rangka mempermudah proses administrasi perpajakan bagi wajib pajak. Dengan mengikuti langkah-langkah yang telah dijelaskan di atas, Anda dapat mendaftar NPWP secara online dengan mudah dan efisien.

Ingatlah bahwa memiliki NPWP adalah kewajiban perpajakan yang harus dipenuhi oleh setiap wajib pajak yang memenuhi syarat. NPWP tidak hanya penting untuk keperluan administrasi perpajakan, tetapi juga untuk melaksanakan berbagai transaksi bisnis dan mengakses berbagai fasilitas perpajakan yang mungkin tersedia.

Selalu periksa situs web resmi Direktorat Jenderal Pajak (DJP) untuk informasi terbaru tentang persyaratan dan prosedur pendaftaran NPWP. Jika Anda mengalami kendala atau masalah selama proses pendaftaran, jangan ragu untuk menghubungi KPP Pratama terdekat atau layanan bantuan pajak yang disediakan oleh DJP untuk mendapatkan bantuan lebih lanjut. Dengan memahami proses ini dengan baik dan mengikuti pedoman yang berlaku, Anda dapat dengan mudah memenuhi kewajiban perpajakan Anda dan menghindari masalah pajak di masa depan.

Ikuti terus bloghrd.com untuk mendapatkan informasi seputar HR, karir, info lowongan kerja, juga inspirasi terbaru terkait dunia kerja setiap harinya!


Putri Ayudhia

Putri Ayudhia

Putri Ayudhia adalah seorang penulis konten SEO dan blogger paruh waktu yang telah bekerja secara profesional selama lebih dari 7 tahun. Dia telah membantu berbagai perusahaan di Indonesia untuk menulis konten yang berkualitas, SEO-friendly, dan relevan dengan bidang HR dan Psikologi. Ayudhia memiliki pengetahuan yang kuat dalam SEO dan penulisan konten. Dia juga memiliki pengetahuan mendalam tentang HR dan Psikologi, yang membantu dia dalam menciptakan konten yang relevan dan berbobot. Dia memiliki keterampilan dalam melakukan riset pasar dan analisis, yang membantu dia dalam menciptakan strategi konten yang efektif.
https://bloghrd.com