Cara Membuat Faktur Pajak Keluaran di Aplikasi e-Faktur - bloghrd.com



Faktur pajak keluaran atau umumnya disebut juga dengan faktur pajak penjualan, merupakan dokumen yang diterbitkan oleh pihak penjual atas penyerahan barang kena pajak (BKP)/jasa kena pajak (JKP) kepada lawan transaksi. Sejak tahun 2015, pembuatan faktur pajak ini dilakukan secara digital menggunakan aplikasi e-Faktur DJP. Selain itu, pengusaha kena pajak (PKP) juga dapat membuat hingga mengelola faktur pajak elektronik menggunakan aplikasi e-Faktur Aplikasi Pajak.

Sekilas Faktur Pajak Keluaran

Faktur pajak keluaran adalah faktur pajak yang dibuat oleh Pengusaha Kena Pajak (PKP) yang melakukan penyerahan Barang/Jasa Kena Pajak (BKP/JKP) atau BKP yang masuk dalam golongan barang mewah.
Faktur pajak keluaran berhubungan dengan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) yang harus dipungut oleh PKP penjual saat melakukan penyerahan BKP/JKP kepada PKP pembeli.
Pembuatan faktur pajak keluaran ini merupakan konsekuensi logis dari perubahan sistem perpajakan Indonesia, yang mana sejak 1983 sistem pelaporan perpajakan Indonesia menggunakan sistem self assessment. Sistem ini mengharuskan pelaku usaha melakukan pemotongan, pembayaran, serta pelaporan pajak secara mandiri.

Informasi Pada Faktur Pajak Keluaran

Informasi yang tertera pada faktur pajak keluaran antara lain:

  • Identitas lawan transaksi (PKP pembeli)
  • Nama BKP atau JKP yang ditransaksikan
  • Harga jual/Penggantian Uang Muka/Termin
  • Dasar Pengenaan Harga (DPP)
  • PPN
  • Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM)

Semua informasi ini harus diisi, namun jika beberapa detail data tidak tersedia, dalam arti memang tidak ada transaksi yang melibatkan informasi tersebut, maka kolom informasi tersebut diisi dengan angka nol. Misalnya, kolom PPnBM ditulis nol, karena memang penyerahan BKP tidak termasuk barang mewah.
Setelah seluruh data faktur pajak keluaran selesai dibuat, PKP harus mengunggah atau upload untuk mendapatkan status approval dari Ditjen Pajak. Setelah mendapatkan approval, PKP baru dapat menyampaikan faktur pajak keluaran kepada lawan transaksinya.

BACA JUGA :  Struktur dan Skala Upah, Pahami Ketentuan dan Cara Buatnya di Sini!

Baca juga: Aplikasi Host to Host & Penerapannya dalam e-Faktur Aplikasi Pajak

Pembuatan Faktur Pajak Keluaran

Faktur pajak keluaran wajib dibuat pada saat:

  • Saat penyerahan BKP
  • Saat penyerahan JKP
  • Saat penerimaan pembayaran (dalam hal pembayaran diterima sebelum penyerahan BKP/JKP)
  • Saat pembayaran termin (dalam hal penyerahan sebagai tahap pekerjaan)
  • Saat lain yang diatur berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan (PMK)

Faktur pajak keluaran awalnya dibuat secara manual, namun sejak 2015 faktur pajak keluaran dibuat dengan menggunakan aplikasi e-Faktur.
Aplikasi e-Faktur adalah faktur pajak yang dibuat melalui aplikasi atau sistem elektronik yang ditentukan dan/atau disediakan Direktorat Jenderal Pajak (DJP). Adanya aplikasi e-Faktur memudahkan PKP membuat faktur pajak dengan format seragam yang sudah ditentukan DJP.
Perusahaan yang telah dikukuhkan sebagai PKP, wajib menggunakan aplikasi e-Faktur dan tidak diperkenankan lagi untuk membuat faktur pajak berbentuk kertas. Jika PKP tidak membuat faktur pajak berbentuk elektronik, maka PKP tersebut dianggap tidak membuat faktur pajak.
Selain menggunakan aplikasi e-Faktur DJP, PKP juga dapat menggunakan aplikasi e-Faktur Aplikasi Pajak. Sebagai mitra resmi DJP, Aplikasi Pajak menghadirkan sejumlah layanan dan fitur sebagai solusi dalam meningkatkan proses bisnis perusahaan.
Aplikasi e-Faktur Aplikasi Pajak memberikan kemudahan bagi PKP untuk membuat atau menerbitkan faktur pajak elektronik dan invoice, kemudian mengirimkannya langsung ke lawan transaksi. Tidak hanya itu, PKP juga dapat dengan mudah melakukan rekonsiliasi pembayaran hingga mengumpulkan nota kredit suatu transaksi.
Pelajari lebih lanjut manfaat dan keuntungan menggunakan aplikasi e-Faktur Aplikasi Pajak di sini.

BACA JUGA :  KPP Pratama Sukoharjo

Contoh Faktur Pajak Keluaran

Bagaimana contoh bentuk dan format faktur pajak keluaran? Berikut ini adalah contoh faktur pajak keluaran yang dapat diperhatikan.

Di dalam faktur pajak keluaran, tertera informasi penting seperti identitas pihak penjual dan pihak pembeli, detail transaksi (harga jual, uang muka, barang kena pajak/jasa kena pajak), jumlah PPN yang dipungut oleh pihak penjual, serta QR code.

Cara Membuat Faktur Pajak Keluaran di Aplikasi e-Faktur Aplikasi Pajak

Pada artikel ini, akan membahas secara lengkap cara membuat faktur pajak keluaran di aplikasi e-Faktur Aplikasi Pajak dengan mudah. Namun, pastikan PKP telah memiliki akun di Aplikasi Pajak.
Jika belum, silakan daftar sekarang dan selesaikan proses registrasi untuk menikmati kemudahan mengelola dan mengotomatisasi faktur pajak.
Berikut ini adalah langkah membuat faktur pajak keluaran.

  • Klik tombol “+Tambah” pada kolom e-Faktur, lalu pilih “Buat Faktur Pajak”.
  • Anda akan melihat format pembuatan dokumen untuk faktur penjualan, mulai dari commercial invoice hingga PPN/PPh Final. Isi kolom pada format commercial invoice dengan detail transaksi penjualan Anda.
  • Lalu, klik tab “PPN” untuk membuat faktur pajak PPN. Isi kolom pada format faktur pajak dengan informasi yang sebenar-benarnya.
  • Jika sudah, klik “Simpan” untuk menyimpannya sebagai draf saja, atau klik “Simpan dan Approve Draf” untuk segera mengubah status dokumen menjadi approved.

Invoice dan faktur pajak yang telah Anda buat akan muncul pada halaman Transaksi Penjualan. Jika sudah approved, invoice dan faktur pajak dapat dikirimkan langsung ke lawan transaksi Anda. Semua proses ini dapat dilakukan dalam 1 klik saja.
Kelola faktur pajak Anda dengan aplikasi e-Faktur Aplikasi Pajak sekarang. Hubungi tim sales Aplikasi Pajak untuk mempelajari lebih lanjut mengenai aplikasi dan sejumlah layanan yang dapat menjadi solusi kebutuhan bisnis Anda.

BACA JUGA :  Pajak Penghasilan Pasal 29 (PPh Pasal 29)



Ikuti terus bloghrd.com untuk mendapatkan informasi seputar HR, karir, info lowongan kerja, juga inspirasi terbaru terkait dunia kerja setiap harinya!


Putri Ayudhia

Putri Ayudhia

Putri Ayudhia adalah seorang penulis konten SEO dan blogger paruh waktu yang telah bekerja secara profesional selama lebih dari 7 tahun. Dia telah membantu berbagai perusahaan di Indonesia untuk menulis konten yang berkualitas, SEO-friendly, dan relevan dengan bidang HR dan Psikologi. Ayudhia memiliki pengetahuan yang kuat dalam SEO dan penulisan konten. Dia juga memiliki pengetahuan mendalam tentang HR dan Psikologi, yang membantu dia dalam menciptakan konten yang relevan dan berbobot. Dia memiliki keterampilan dalam melakukan riset pasar dan analisis, yang membantu dia dalam menciptakan strategi konten yang efektif.
https://bloghrd.com