Field Collection: Pengertian, Lingkup Kerja & Masalah yang Kerap Muncul - bloghrd.com


Apa Itu Field Collection?

Field collection merupakan seseorang yang bertugas secara langsung melakukan kunjungan apabila nasabah masih memiliki tunggakan atau telat membayar dalam waktu beberapa lama. Sederhananya, dalam urusan penagihan profesi ini menjadi salah satu bagian penting yang berperan cukup besar dengan mendatangi para debitur. Diharapkan setelah datangnya field collector, maka para debitur dapat melunasi utangnya dan kreditur mendapatkan pembayaran
Upaya dalam memberikan pengertian soal kewajiban nasabah dilakukan secara persuasif. FC pun akan menjelaskan konsekuensi yang timbul apabila pembayaran yang dilakukan terlambat atau tidak segera dilunasi. Biasanya, kolektor pun akan memberikan tenggat waktu untuk nasabah melunasi tunggakannya, biasanya maksimal dalam 7 hari. 
Tenggat waktu ini berkaitan dengan target para kolektor itu sendiri yang mana harus terpenuhi setiap bulannya. Bahkan, apabila mendesak, field collector akan melakukan kunjungan harian. Nasabah bisa juga melakukan pembayaran melalui field collector. Oleh karena itu, kolektor pun wajib memberikan bukti pembayaran resmi, tidak sekadar kuitansi. 
Petugas akan melakukan serangkaian kewajiban, mulai dari menagih debitur, mengirimkan surat peringatan kepada nasabah yang melewati tenggat waktu, dan lain sebagainya. Pekerjaan ini akan sangat dibutuhkan di beberapa jenis perusahaan yang masih ada hubungannya dengan penagihan, misalnya perusahaan Fast Moving Consumer Goods (FMCG), distributor, dan lainnya. 
Pada kenyataannya, tidak semua debitur membayar utangnya meski sudah mengirimkan field collector. Hal tersebut bisa berkaitan dengan masalah fraud/tipuan dan masalah penagihan yang memang kadang tidak berhasil. Untuk itu, mari simak lingkup kerja atau tugas-tugas yang harus diemban oleh field collector. 
Baca Juga: Peran Ekonomi Digital dan Tantangan yang Dihadapi Masyarakat

BACA JUGA :  Mengenal B2B & Contoh Usaha serta Karakteristiknya¬†

Lingkup Kerja/Tugas Field Collector

Secara kasat mata, mungkin banyak yang mengira bahwa tugas field collection sama saja dengan tugas dari desk collection. Hal itu karena keduanya memiliki kewajiban untuk menagih debitur. Akan tetapi, perlu dipahami bahwa desk collector bergerak di balik meja saja dengan cara menelepon debitur. Sedangkan, field collector akan menyambangi kediaman/tempat debitur.
Biasanya, petugasnya memiliki rentang waktu yang berbeda dalam menangani debitur. Ada yang 1-30 hari hingga ada yang 31-90 hari. Tugas ini dilakukan sebelum akhir bulan, di mana perusahaan biasanya melakukan closing. Field collector biasanya akan melakukan tugasnya sesuai dengan SOP yang berlaku. Artinya, tidak dilakukan dengan sembarangan. Hal ini tentu agar penagihan berjalan dengan efektif tanpa merusak hubungan antara pelanggan dan distributor. 
Berikut ini, lingkup kerja FC secara general yang perlu Anda ketahui: 

  • Mendatangi debitur dan melakukan pengiriman Surat Peringatan (SP) dalam masa tunggakan > 20 hari guna melakukan validasi kondisi, analisa, dan penagihan pembayaran kewajiban debitur yang belum terselesaikan. 
  • Melakukan negosiasi opsi pembayaran yang sesuai kepada nasabah. 
  • Melakukan monitoring janji pembayaran dari debitur, apakah sudah sesuai dengan masa tunggakan. Kemudian menagih kembali sesuai dengan janji bayarnya. 
  • Mencari keberadaan pelanggan apabila sulit ditemui baik di rumah atau kantor. 
  • Memastikan bahwa semua data pelanggan benar, seperti nomor telepon dan alamatnya. 
  • Melaporkan dan melakukan diskusi dengan atasan mengenai hasil kunjungan/penanganan.
  • Membuat catatan atas setiap aktivitas penagihan ke dalam collection system. 
  • Berkoordinasi dengan pihak internal collection maupun unit terkait sehubungan dengan penanganan debitur. 
BACA JUGA :  Pemberian Insentif: Tujuan, Manfaat, dan Risiko Kerugian

Baca Juga: Mengenal Karakteristik dan Perpajakan Badan Usaha Firma

Kesulitan yang Kerap Dihadapi FC

Meski tampaknya pekerjaan yang mudah, namun percayalah bahwa tugas seorang FC tidak semudah itu. Ketika di lapangan, banyak pula masalah yang kerap dihadapi oleh para FC. Misalnya saja nasabah yang tidak dapat memenuhi kewajibannya dengan alasan finansial, barang yang ternyata belum juga terjual, dan lain sebagainya. 
Lalu, apa yang akan terjadi ketika dihadapkan dengan masalah tersebut? Tentu kendala ini akan membuat arus kas usaha menjadi macet. Perusahaan akan kesulitan dalam melakukan restock barang untuk dijual oleh pelanggan Anda yang lainnya. Hal yang terburuk adalah ketika pelanggan bahwa tidak bisa membayar yang akhirnya berujung pada piutang yang tak tertagih.
Baca Juga: Penerimaan Pajak 2021 Melampaui Target 100%, Selamat DJP!
Itu tadi pembahasan tentang field collector yang perlu Anda ketahui. Temui topik keuangan perusahaan, pajak, dan akuntansi lainnya, di sini! 



Ikuti terus bloghrd.com untuk mendapatkan informasi seputar HR, karir, info lowongan kerja, juga inspirasi terbaru terkait dunia kerja setiap harinya!


Putri Ayudhia

Putri Ayudhia

Putri Ayudhia adalah seorang penulis konten SEO dan blogger paruh waktu yang telah bekerja secara profesional selama lebih dari 7 tahun. Dia telah membantu berbagai perusahaan di Indonesia untuk menulis konten yang berkualitas, SEO-friendly, dan relevan dengan bidang HR dan Psikologi. Ayudhia memiliki pengetahuan yang kuat dalam SEO dan penulisan konten. Dia juga memiliki pengetahuan mendalam tentang HR dan Psikologi, yang membantu dia dalam menciptakan konten yang relevan dan berbobot. Dia memiliki keterampilan dalam melakukan riset pasar dan analisis, yang membantu dia dalam menciptakan strategi konten yang efektif.
https://bloghrd.com