Dividen: Pengertian, Jenis, dan Sistem Pembagian

Apa Itu Pengertian dan Peranan Dividen dalam Bisnis? Berikut Penjelasan Lengkap Di Bloghrd.com!

Dividen adalah salah satu aspek penting dalam dunia bisnis dan investasi.

Ini adalah bagian dari laba atau pendapatan suatu perusahaan yang dibagikan kepada para pemegang saham.

Dalam artikel ini, kita akan menjelaskan pengertian dividen, jenis-jenisnya, tujuan pembayaran dividen, mekanisme pembagiannya, dan juga bagaimana pajak dividen diterapkan di Indonesia.

Pengertian Dividen

Dividen adalah bagian dari laba atau pendapatan suatu perusahaan yang besarannya telah ditetapkan oleh direksi dan disahkan dalam rapat para pemegang saham.

Pembagian dividen bertujuan untuk membagi keuntungan perusahaan kepada para pemilik saham.

Hal ini mencerminkan hasil dari investasi pemegang saham dalam perusahaan tersebut. Dividen adalah bentuk pengembalian atas investasi dalam ekuitas suatu perusahaan.

Mengingat pembagian dividen menjadi tujuan utama, maka perlu mendapatkan persetujuan dari para pemegang saham melalui hak suara.

Pembayaran dividen merupakan momen yang dinantikan oleh para pemegang saham karena ini adalah salah satu cara mereka mendapatkan imbalan atas kepercayaan mereka terhadap perusahaan.

Namun, perlu diingat bahwa tidak seluruh laba perusahaan dibagikan sebagai dividen.

Sebagian besar laba biasanya akan tetap disimpan dalam perusahaan sebagai laba yang ditahan untuk keperluan bisnis saat ini atau masa depan.

Jenis-Jenis Dividen

Terdapat beberapa jenis dividen yang dikenal dalam dunia perusahaan dan investasi.

Setiap jenis dividen memiliki karakteristik dan mekanisme pembagian yang berbeda. Berikut adalah beberapa jenis dividen yang umum:

  1. Dividen Saham: Ketika jumlah saham pemilik saham meningkat atau bertambah, perusahaan akan membagikan dividen saham. Ini tidak mengubah kapitalisasi pasar karena cara pembagiannya mirip dengan stock split. Cara ini menghasilkan peningkatan jumlah saham pemilik saham tanpa mengubah nilai total investasi mereka.
  2. Dividen Likuidasi: Dividen likuidasi adalah pengembalian modal dari perusahaan kepada para pemilik saham. Ini biasanya terjadi ketika perusahaan mengalami kebangkrutan dan harus mengembalikan modal yang diinvestasikan oleh pemegang saham untuk menghindari masalah di masa depan.
  3. Dividen Tunai: Dividen tunai adalah pembagian keuntungan modal investasi yang diberikan secara tunai kepada pemegang saham. Perusahaan biasanya membayar dividen tunai beberapa kali dalam setahun. Dana untuk pembayaran dividen tunai diambil dari laba yang telah ditahan perusahaan, sehingga kas perusahaan akan berkurang.
  4. Dividen Properti: Dividen properti dibayarkan dalam bentuk aset atau aktiva selain kas. Contohnya, perusahaan dapat memberikan properti berupa tanah atau bangunan kepada pemegang saham sebagai dividen. Dividen ini jarang digunakan karena kompleksitasnya dan kurangnya popularitas di kalangan pemegang saham.
  5. Dividen Janji Utang (Skrip): Dividen jenis ini melibatkan janji utang perusahaan kepada pemegang saham. Perusahaan berjanji untuk membayar dividen dalam jangka waktu tertentu, dan pembayaran ini termasuk bunga jika pembayaran dilakukan terlambat. Dividen skrip biasanya digunakan oleh perusahaan yang menghadapi masalah likuiditas.
BACA JUGA :  Pinjaman Tanpa Bunga Syariah & Ketentuan Perpajakannya

Tujuan Pembayaran Dividen

Pembayaran dividen memiliki beberapa tujuan yang penting dalam dunia bisnis dan investasi:

Hadiah bagi Pemegang Saham

Pembayaran dividen adalah bentuk hadiah bagi pemegang saham atas kepercayaan mereka terhadap perusahaan.

Perusahaan yang secara konsisten membayar dividen cenderung dipandang positif oleh para investor.

Kepercayaan Investor

Pembayaran dividen secara teratur dapat membangun kepercayaan investor terhadap perusahaan.

Ini mencerminkan stabilitas dan kesehatan keuangan perusahaan.

Mengurangi Kelebihan Dana

Pembayaran dividen membantu mengurangi kelebihan dana perusahaan, sehingga manajemen tidak tergoda untuk menghabiskan uang terlalu banyak pada proyek-proyek yang kurang menguntungkan.

Menarik Investor

Perusahaan yang membayar dividen yang menarik seringkali dapat menarik investor yang mencari pendapatan pasif dari investasi mereka.

Mengurangi Biaya Modal

Menggunakan keuntungan untuk membayar dividen dapat mengurangi biaya modal yang harus dikeluarkan perusahaan untuk mendanai proyek-proyeknya.

Mekanisme Pembagian Dividen

Dalam pembagian dividen, ada dua mekanisme utama yang digunakan, yaitu dividen interim dan dividen final.

  1. Dividen Interim: Dividen interim adalah mekanisme pembagian dividen yang diberikan dalam jangka waktu sebelum pembukuan keuangan perusahaan ditutup atau ketika periode pembukuan masih berjalan. Ini berarti pembayaran dividen ini dapat terjadi di tengah-tengah tahun keuangan perusahaan. Pembagian dividen interim biasanya dilakukan jika perusahaan memiliki keuntungan yang cukup besar dan ingin membagikannya kepada pemegang saham sebelum akhir tahun.
  2. Dividen Final: Dividen final adalah mekanisme pembagian dividen setelah proses pembukuan keuangan perusahaan selesai. Dividen ini diberikan kepada pemegang saham setelah semua keuntungan dan kerugian telah dihitung dan akun-akun telah diselesaikan.
BACA JUGA :  Contoh Cara Membuat Slip Gaji di Excel

Kedua mekanisme ini dapat digunakan dalam satu tahun keuangan, yang berarti investor dapat menerima dua kali pembayaran dividen dalam satu tahun. Namun, tidak semua perusahaan menggunakan kedua mekanisme ini. Beberapa perusahaan mungkin hanya menggunakan mekanisme dividen final.

Prosedur Pembayaran Dividen

Prosedur pembayaran dividen melibatkan serangkaian tahapan yang perlu diikuti oleh perusahaan.

Berikut adalah beberapa prosedur pembayaran dividen yang perlu Anda ketahui:

Tanggal Pencatatan (Date of Record)

Tanggal pencatatan adalah tanggal yang menentukan siapa saja yang memiliki hak untuk menerima dividen.

Pada tanggal ini, daftar pemegang saham perusahaan akan diperiksa untuk menentukan siapa yang memiliki hak.

Tanggal Cum-Dividend

Tanggal cum-dividend adalah tanggal akhir dalam perdagangan saham di mana pemegang saham masih memiliki hak untuk menerima dividen.

Setelah tanggal ini, saham tersebut akan diperdagangkan tanpa hak atas dividen.

Tanggal Pengumuman (Announcement Date)

Tanggal pengumuman adalah tanggal di mana perusahaan secara resmi mengumumkan besaran, bentuk, dan waktu pembayaran dividen kepada pemegang saham.

Tanggal Pembayaran (Payment Date)

Tanggal pembayaran adalah tanggal di mana perusahaan sebenarnya membayarkan dividen kepada pemegang saham yang memiliki hak.

Tanggal ini adalah saat pemegang saham akan menerima dividen mereka.

Tanggal Ex-Dividend

Tanggal ex-dividend adalah tanggal di mana saham tidak lagi memiliki hak untuk menerima dividen.

Setelah tanggal ini, saham tersebut akan diperdagangkan tanpa hak atas dividen.

Pajak Dividen di Indonesia

Pajak dividen adalah potongan atas laba yang diperoleh oleh pemegang saham, pemegang polis asuransi, atau anggota koperasi yang menerima bagian dari hasil usaha tertentu.

Pajak dividen di Indonesia diatur dalam Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2021 tentang Harmonisasi Peraturan Perpajakan (UU HPP).

BACA JUGA :  Bank Di Indonesia Yang Tawarkan Sistem Payroll Apa Saja? Berikut Daftarnya

Menurut UU HPP, dividen merupakan bagian dari penghasilan yang menjadi objek pajak PPh (Pajak Penghasilan).

Dividen yang diterima oleh pemegang saham dalam negeri dan Bentuk Usaha Tetap (BUT) akan dikenakan potongan pajak sebesar 15% dari jumlah dividen.

Namun, ada pengecualian untuk orang pribadi yang pengenaan pajaknya berupa final, bunga, dan royalti.

Selain PPh Pasal 23, ada juga PPh Pasal 4 ayat 2 (PPh Final) yang dikenakan pada dividen.

Tarif potongan pajaknya sebesar 10% dari jumlah bruto, dan penghasilan tersebut bersifat final.

PPh Pasal 26 juga diterapkan, dengan tarif potongan pajak sebesar 20% dari jumlah bruto dividen, terutama untuk penerima penghasilan dividen yang merupakan orang pribadi yang tinggal di luar negeri.

Tarif 20% ini juga dikenakan bagi perusahaan luar negeri yang mengoperasikan usahanya melalui BUT di Indonesia atau menerima penghasilan di Indonesia tanpa BUT.

Kesimpulan

Dividen merupakan bagian dari laba atau pendapatan suatu perusahaan yang dibagikan kepada para pemegang saham.

Ini adalah bentuk pengembalian atas investasi pemegang saham dalam perusahaan.

Terdapat beberapa jenis dividen, termasuk dividen saham, dividen likuidasi, dividen tunai, dividen properti, dan dividen janji utang (skrip).

Pembayaran dividen memiliki beberapa tujuan, termasuk memberikan hadiah kepada pemegang saham, membangun kepercayaan investor, dan mengurangi kelebihan dana perusahaan.

Mekanisme pembagian dividen melibatkan dividen interim dan dividen final.

Proses pembayaran dividen melibatkan tanggal pencatatan, tanggal cum-dividend, tanggal pengumuman, tanggal pembayaran, dan tanggal ex-dividend.

Pajak dividen di Indonesia dikenakan berdasarkan Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2021 tentang Harmonisasi Peraturan Perpajakan.

Penerima dividen, baik pemegang saham dalam negeri maupun luar negeri, akan dikenakan pajak sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Pajak dividen bertujuan untuk menghasilkan pendapatan bagi pemerintah yang dapat digunakan untuk pembangunan dan berbagai program sosial.

Dalam dunia bisnis dan investasi, pemahaman tentang dividen dan pajak yang terkait dengannya sangat penting.

Para pemegang saham dan perusahaan harus mematuhi peraturan perpajakan yang berlaku dan memahami implikasi pajak dalam proses pembayaran dividen.

Hal ini akan membantu menjaga kepatuhan hukum dan mengoptimalkan keuntungan dari investasi dalam saham perusahaan.

Ikuti terus bloghrd.com untuk mendapatkan informasi seputar HR, karir, info lowongan kerja, juga inspirasi terbaru terkait dunia kerja setiap harinya!


Putri Ayudhia

Putri Ayudhia

Putri Ayudhia adalah seorang penulis konten SEO dan blogger paruh waktu yang telah bekerja secara profesional selama lebih dari 7 tahun. Dia telah membantu berbagai perusahaan di Indonesia untuk menulis konten yang berkualitas, SEO-friendly, dan relevan dengan bidang HR dan Psikologi. Ayudhia memiliki pengetahuan yang kuat dalam SEO dan penulisan konten. Dia juga memiliki pengetahuan mendalam tentang HR dan Psikologi, yang membantu dia dalam menciptakan konten yang relevan dan berbobot. Dia memiliki keterampilan dalam melakukan riset pasar dan analisis, yang membantu dia dalam menciptakan strategi konten yang efektif.
https://bloghrd.com