Mengapa Harus Rekonsiliasi Bank? Ini Tujuan dan Prosedurnya - bloghrd.com



Setiap akhir bulan, perusahaan melakukan rekonsiliasi bank untuk mencocokkan data antara buku besar dengan rekening koran dari bank. Hal ini dilakukan untuk memastikan adanya perbedaan atau persamaan antara buku besar dengan rekening koran. Rekonsiliasi bank juga dilakukan untuk merapikan catatan laporan perbankan perusahaan sehingga menjadi lebih akurat.

Kegiatan Pencocokan dan Penyesuaian Data

Mengutip dari Wikipedia, rekonsiliasi bank (bank reconciliation) adalah suatu proses pencocokan dan penyesuaian atas informasi catatan transaksi atau saldo antara catatan menurut nasabah dan bank.
Pengertian lainnya, rekonsiliasi bank adalah proses mencocokkan data saldo perusahaan dengan catatan informasi terkait laporan perbankan.
Rekonsiliasi ini juga merupakan verifikasi saldo antara yang tertera di buku besar dengan yang terdapat pada rekening koran bank.
Jika disimpulkan, rekonsiliasi bank merupakan proses penyesuaian informasi catatan keuangan menurut perusahaan dan juga menurut pihak perbankan.

Tujuan Rekonsiliasi Bank

Rekonsiliasi dapat terjadi karena beberapa sebab, seperti adanya setoran perusahaan ke rekening bank pada akhir bulan namun tercatat di bulan berikutnya, adanya beban bank yang tidak disadari perusahaan, kesalahan pencatatan dari pihak perusahaan atau bank, cek yang masih beredar, hingga kredit oleh bank yang tidak diketauhi perusahaan.
Karena itu, perusahaan perlu melakukan proses verifikasi saldo antara buku besar dengan rekening koran untuk memastikan adanya persamaan dan perbedaan data  pada dua catatan tersebut. 
Kegiatan pencocokan data ini juga diperlukan untuk merapikan catatan laporan perbankan perusahaan sehingga menjadi lebih akurat. 
Rekonsiliasi bank juga digunakan sebagai kendali dalam setiap penerimaan atau pemba yaran suatu perusahaan, baik itu berbentuk tunai maupun non tunai.
Tujuan rekonsiliasi lainnya adalah untuk mengecek ketelitian dalam setiap pencatatam yang terdapat di dalam rekening kas perusahaan dan catatan bank itu sendiri. Dengan begitu, perusahaan dan bank dapat mengetahui nominal penerimaan atau pengeluaran yang terjadi. Di sisi lain, perusahaan dapat mengetahui informasi keuangan dari bank, yang belum sempat dicatat dalam laporan kas mereka.
Tidak hanya itu, perusahaan perlu melakukan rekonsiliasi agar dapat mengetahui besarnya selisih antara saldo kas pada laporan bank dengan catatan buku besar perusahaan jika terjadi perbedaan, serta mencari tahu penyebab terjadinya perbedaan informasi keuangan tersebut.
Baca Juga: Rekonsiliasi Fiskal dan Perannya dalam Pelaporan Pajak

BACA JUGA :  Apa Saja Keuntungan Menjadi PKP?

Komponen Rekonsiliasi Bank

Dalam proses rekonsiliasi bank, ada komponen-komponen yang tidak boleh terlewatkan, di antaranya:
Komponen deposit in transit adalah uang tunai yang sudah diterima oleh perusahaan, namun informasi tersebut belum diterima oleh bank sehingga belum tercatat dalam laporan bank. 
Jika ini terjadi di akhir bulan, setoran tidak akan muncul pada laporan bank. Karena itu, akan menjadi item rekonsiliasi.
Mengapa tidak muncul pada laporan bank? Setoran tersebut terjadi ketika data terlambat sampai di bank sehingga tidak masuk ke dalam catatan pada hari itu. penyebab lainnya, perusahaan melakukan setoran namun tertunda. Kemungkinan lainnya, perusahaan belum melakukan deposit ke bank.
Outstanding Check adalah cek yang telah dicatat oleh perusahaan, namun belum dicairkan. Jika belum diselesaikan, tidak akan muncul pada laporan bank.
Jika sudah dicairkan, perusahaan perlu membuat laporan untuk bank sehingga catatan kas dapat diperbarui.

  • Non-Sufficient Fund Check

Non-sufficient Fund Check atau cek kosong, adalah cek yang tidak diterima oleh bank karena dana dalam rekening perusahaan tidak mencukupi. Jika ini terjadi, bank akan tetap mengeluarkan nota debit dengan jumlah ketidakjujuran (dishonored) dan saldo di rekening perusahaan akan dikurangi. Untuk mengeluarkan cek ini, perusahaan akan dikenakan biaya pemrosesan.

Prosedur Melakukan Pencocokan Data Keuangan 

Bagaimana cara melakukan rekonsiliasi bank? Berikut langkah-langkah prosedurnya:

  1. Melakukan perbandingan antara saldo kas perusahaan dan rekening bank

Langkah pertama rekonsiliasi adalah menganalisis rekeing koran bank yang didapatkan setiap bulan. Di dalam rekening koran tersebut, terdapat berbagai macam transaksi, seperti cek, setoran, biaya layanan, dan sebagainya. Di dalam rekening koran tersebut pun terdapat saldo kas perusahaan.

  1. Catat transaksi yang dilakukan oleh bank
BACA JUGA :  Mengenal Sales Order: Pengertian, Fungsi, dan Bedanya dengan Purchase Order

Catat semua transaksi yang muncul pada rekening koran di dalam buku kas pada bab yang berbeda. Jika terdapat perbedaan yang mencolok, baru tindak lanjuti informasi tersebut.

  1. Lakukan penelurusan terhadap transaksi yang masih diproses

Lakukan penelusuran transaksi yang masih diproses dengan menghubungi pihak terkait. Ketika sudah menemukan jawabannya, segera lakukan penyesuaian.

  1. Buat lembar kerja rekonsiliasi dan hitung selisihnya

Hitung selisih yang ditemukan pada lembar kerja rekonsiliasi untuk menyelesaikan perbedaan antara dua catatan tersebut. Jika nominal perhitungan selisih sudah tuntas, rekonsiliasi bank sudah selesai. Namun jika masih terdapat selisih, lakukan perhitungan ulang.

  1. Penelusuran dan pengecekkan ulang

Sebelum menyelesaikan rekonsiliasi, lakukan pengecekkan ulang untuk memastikan tidak ada selisih dalam dua laporan tersebut.
Baca Juga: Rekonsiliasi PPN di Aplikasi Pajak: Simak Langkah-Langkah Berikut Ini!

Kesimpulan

Setiap akhir bulan, perusahaan perlu melakukan rekonsiliasi bank untuk mencocokkan informasi saldo yang tercatat dalam buku besar dan rekening koran bank. Kegiatan ini bertujuan untuk merapikan laporan keuangan perusahaan sehingga menjadi lebih akurat, serta mengetahui setiap pengeluaran dan penerimaan yang terjadi. Rekonsiliasi ini juga bertujuan untuk menemukan selisih antara buku besar dan rekening koran, serta menemukan penyebab perbedaan saldo tersebut. 
Untuk memperlancar rekonsiliasi, selalu catat transaksi penjualan dan pembelian perusahaan, termasuk pajak masuk dan keluar. Gunakan aplikasi seperti Aplikasi Pajak untuk merekam semua data transaksi dan perpajakan Anda, termasuk membuat invoice dan faktur pajak, serta melakukan pelaporan dan penyetoran. Lihat fitur kami lebih lengkap di sini, atau cek paket yang sesuai dengan kebutuhan bisnis Anda di sini.
Referensi
Id.wikipedia.org, Rekonsiliasi Bank



Ikuti terus bloghrd.com untuk mendapatkan informasi seputar HR, karir, info lowongan kerja, juga inspirasi terbaru terkait dunia kerja setiap harinya!

BACA JUGA :  Apa Sih Fungsi Meterai Itu?


Putri Ayudhia

Putri Ayudhia

Putri Ayudhia adalah seorang penulis konten SEO dan blogger paruh waktu yang telah bekerja secara profesional selama lebih dari 7 tahun. Dia telah membantu berbagai perusahaan di Indonesia untuk menulis konten yang berkualitas, SEO-friendly, dan relevan dengan bidang HR dan Psikologi. Ayudhia memiliki pengetahuan yang kuat dalam SEO dan penulisan konten. Dia juga memiliki pengetahuan mendalam tentang HR dan Psikologi, yang membantu dia dalam menciptakan konten yang relevan dan berbobot. Dia memiliki keterampilan dalam melakukan riset pasar dan analisis, yang membantu dia dalam menciptakan strategi konten yang efektif.
https://bloghrd.com