Staff Account Receivable atau Staff AR adalah bagian dari tim finance/accounting yang bertanggung jawab mengelola piutang usaha perusahaan. Posisi ini memastikan tagihan kepada pelanggan dibuat dengan benar, pembayaran tercatat akurat, piutang yang jatuh tempo ditindaklanjuti, dan laporan piutang dapat digunakan manajemen untuk menjaga arus kas perusahaan.
Dalam bisnis, penjualan belum benar-benar selesai ketika barang atau jasa sudah dikirim. Jika transaksi dilakukan secara kredit atau tempo, perusahaan masih harus memastikan pelanggan membayar sesuai jatuh tempo. Di sinilah peran Staff Account Receivable menjadi penting.
Staff AR tidak hanya mengurus tagihan. Mereka juga berhubungan dengan invoice, bukti pembayaran, rekonsiliasi bank, laporan aging piutang, komunikasi dengan pelanggan, koordinasi dengan tim sales, finance, pajak, hingga penyelesaian dispute pembayaran. Karena itu, posisi ini membutuhkan ketelitian, kemampuan komunikasi, pemahaman akuntansi, dan kemampuan bekerja dengan sistem digital.
Artikel ini membahas pengertian Staff Account Receivable, tugas dan tanggung jawabnya, skill yang dibutuhkan, kualifikasi, kisaran gaji, KPI, contoh job description, pertanyaan interview, hingga tips HR dalam menilai kandidat Staff AR yang tepat.
Daftar Isi
Apa Itu Staff Account Receivable?
Staff Account Receivable adalah karyawan yang bertugas mengelola piutang perusahaan, yaitu hak perusahaan untuk menerima pembayaran dari pelanggan atas transaksi penjualan barang atau jasa yang sudah dilakukan.
Dalam laporan keuangan, piutang usaha biasanya muncul karena pelanggan membeli barang atau jasa secara kredit, menggunakan termin pembayaran, atau menerima invoice yang harus dibayar pada tanggal jatuh tempo tertentu. Staff AR memastikan seluruh piutang tersebut tercatat, tertagih, dan direkonsiliasi dengan pembayaran yang masuk.
Secara sederhana, Staff Account Receivable bertugas menjaga agar uang yang seharusnya diterima perusahaan benar-benar masuk ke rekening perusahaan sesuai jadwal.
Karena posisi ini berkaitan dengan uraian jabatan yang cukup spesifik, HR perlu menyusun job description yang jelas. Untuk memahami dasar penyusunannya, baca juga pengertian hingga cara menyusun job description di perusahaan.
Apa Itu Account Receivable atau Piutang Usaha?
Account receivable adalah piutang usaha atau tagihan yang masih harus dibayar pelanggan kepada perusahaan. Piutang biasanya muncul ketika perusahaan sudah menyerahkan barang atau jasa, tetapi pelanggan belum membayar secara tunai pada saat transaksi terjadi.
Contoh sederhananya, perusahaan menjual produk senilai Rp50.000.000 kepada pelanggan dengan termin pembayaran 30 hari. Setelah invoice diterbitkan, perusahaan memiliki piutang usaha sebesar Rp50.000.000 sampai pelanggan melunasi tagihan tersebut.
Contoh Transaksi yang Menimbulkan Piutang
- Penjualan barang dengan termin pembayaran 14 hari, 30 hari, atau 60 hari.
- Penjualan jasa yang dibayar setelah pekerjaan selesai.
- Tagihan berlangganan bulanan kepada pelanggan bisnis.
- Penjualan kepada distributor atau reseller secara kredit.
- Invoice proyek yang dibayar bertahap sesuai milestone.
- Tagihan sewa, maintenance, atau layanan periodik.
Untuk memahami dokumen tagihan, baca juga invoice tagihan, fungsi, dan contoh formatnya, cara membuat faktur penjualan, serta bukti transaksi sebagai indikator kesehatan keuangan perusahaan.
Mengapa Staff Account Receivable Penting bagi Perusahaan?

1. Menjaga Arus Kas Perusahaan
Piutang yang tidak tertagih tepat waktu dapat mengganggu cash flow. Perusahaan mungkin terlihat memiliki penjualan tinggi, tetapi kas tidak tersedia untuk membayar gaji, vendor, pajak, biaya operasional, atau investasi bisnis.
Staff AR membantu memastikan pembayaran dari pelanggan masuk tepat waktu sehingga arus kas perusahaan lebih sehat.
2. Mengurangi Risiko Piutang Macet
Semakin lama piutang tidak dibayar, semakin besar risiko piutang tersebut menjadi sulit tertagih. Staff AR perlu memantau umur piutang, mengirim reminder, melakukan follow up, dan mengeskalasi piutang bermasalah kepada atasan.
3. Menjaga Akurasi Laporan Keuangan
Piutang yang salah catat dapat membuat laporan keuangan tidak akurat. Staff AR bertanggung jawab memastikan invoice, pembayaran, potongan, retur, diskon, dan koreksi tercatat dengan benar.
4. Membantu Manajemen Mengambil Keputusan
Laporan piutang dapat menunjukkan pelanggan mana yang sering terlambat membayar, berapa nilai invoice jatuh tempo, berapa total piutang macet, dan bagaimana kondisi kolektibilitas perusahaan. Data ini membantu manajemen mengambil keputusan kredit, penjualan, dan strategi penagihan.
5. Menjaga Hubungan Baik dengan Pelanggan
Penagihan tidak boleh dilakukan dengan cara yang kasar atau tidak profesional. Staff AR perlu mampu menagih dengan sopan, jelas, dan tetap menjaga hubungan bisnis dengan pelanggan.
6. Membantu Proses Audit dan Pajak
Dokumen AR seperti invoice, bukti pembayaran, faktur pajak, rekening koran, dan laporan piutang sering dibutuhkan dalam audit internal, audit eksternal, dan proses perpajakan.
Untuk memahami dokumen terkait transaksi dan pajak, baca juga jenis-jenis faktur dan e-Faktur dalam transaksi bisnis serta pengertian dan fungsi faktur pajak digunggung.
Perbedaan Account Receivable, Account Payable, Billing, Collection, dan Finance
Dalam praktik perusahaan, istilah Account Receivable, Account Payable, Billing, Collection, dan Finance sering berdekatan. Namun, masing-masing memiliki fokus berbeda.
| Fungsi | Fokus Utama | Contoh Tugas |
|---|---|---|
| Account Receivable | Mengelola piutang perusahaan dari pelanggan. | Mencatat invoice, memantau pembayaran, rekonsiliasi piutang, aging report. |
| Account Payable | Mengelola utang perusahaan kepada vendor atau supplier. | Memproses tagihan vendor, pembayaran supplier, dan rekonsiliasi utang. |
| Billing | Menerbitkan tagihan kepada pelanggan. | Membuat invoice, memastikan data tagihan benar, mengirim billing statement. |
| Collection | Menagih pembayaran yang jatuh tempo atau overdue. | Reminder pembayaran, follow up pelanggan, negosiasi jadwal bayar. |
| Finance | Mengelola keuangan perusahaan secara lebih luas. | Cash flow, pembayaran, budgeting, laporan keuangan, kontrol keuangan. |
Di perusahaan kecil, satu orang bisa merangkap AR, billing, dan collection. Namun, di perusahaan yang lebih besar, fungsi tersebut biasanya dipisahkan agar kontrol internal lebih kuat.
Tanggung Jawab, Jobdesk / Job Desk & Tugas Staff Account Receivable

1. Membuat dan Memproses Invoice
Salah satu tugas utama Staff AR adalah memastikan invoice dibuat dan diproses dengan benar. Invoice menjadi dokumen utama yang digunakan perusahaan untuk menagih pembayaran kepada pelanggan.
Data yang Harus Dicek dalam Invoice
- Nama pelanggan atau perusahaan pelanggan.
- Alamat penagihan.
- Nomor invoice.
- Tanggal invoice.
- Tanggal jatuh tempo.
- Deskripsi produk atau jasa.
- Jumlah barang atau jasa.
- Harga satuan.
- Diskon atau potongan harga.
- PPN atau pajak lain jika berlaku.
- Total tagihan.
- Nomor rekening pembayaran.
- Termin pembayaran.
Kesalahan pada invoice dapat menyebabkan pembayaran tertunda. Karena itu, Staff AR perlu teliti sebelum invoice dikirim kepada pelanggan.
2. Mengirim Invoice kepada Pelanggan
Setelah invoice dibuat, Staff AR perlu memastikan invoice dikirim kepada pelanggan melalui kanal yang disepakati, seperti email, portal pelanggan, sistem e-invoicing, WhatsApp Business, kurir dokumen, atau platform internal pelanggan.
Hal yang Perlu Dipastikan
- Invoice dikirim ke PIC yang benar.
- Dokumen pendukung lengkap.
- Subject email jelas.
- Nomor invoice dan total tagihan sesuai.
- Tanggal jatuh tempo tercantum.
- Bukti pengiriman invoice terdokumentasi.
3. Mencatat Piutang ke Sistem Akuntansi
Staff AR perlu mencatat invoice dan piutang ke dalam sistem akuntansi atau ERP perusahaan. Pencatatan ini menjadi dasar laporan piutang dan laporan keuangan.
Informasi yang Dicatat
- Nomor invoice.
- Nama pelanggan.
- Nilai piutang.
- Tanggal transaksi.
- Tanggal jatuh tempo.
- Status pembayaran.
- Termin pembayaran.
- Akun pendapatan terkait.
- Pajak yang dikenakan.
- Catatan khusus jika ada.
4. Menerima dan Memverifikasi Pembayaran
Ketika pelanggan melakukan pembayaran, Staff AR harus memverifikasi apakah pembayaran tersebut sesuai dengan invoice. Pembayaran dapat dilakukan melalui transfer bank, virtual account, payment gateway, cek, giro, tunai, atau kanal pembayaran lain.
Hal yang Perlu Diverifikasi
- Nominal pembayaran.
- Tanggal pembayaran.
- Nama pengirim dana.
- Nomor invoice yang dibayar.
- Potongan atau biaya administrasi.
- Bukti transfer atau mutasi rekening.
- Apakah pembayaran penuh atau sebagian.
5. Melakukan Rekonsiliasi Pembayaran
Rekonsiliasi pembayaran adalah proses mencocokkan pembayaran yang diterima dengan invoice yang tercatat. Proses ini penting agar saldo piutang di sistem sesuai dengan kondisi aktual.
Contoh Rekonsiliasi AR
- Mencocokkan mutasi bank dengan daftar invoice.
- Mencocokkan bukti pembayaran pelanggan dengan sistem akuntansi.
- Mengidentifikasi pembayaran tanpa keterangan invoice.
- Memastikan pembayaran sebagian tercatat benar.
- Mencatat selisih pembayaran jika ada.
- Menutup invoice yang sudah lunas.
6. Membuat Aging Schedule Piutang
Aging schedule adalah laporan umur piutang yang menunjukkan berapa lama piutang belum dibayar. Laporan ini membantu perusahaan melihat invoice mana yang belum jatuh tempo, sudah jatuh tempo, atau berisiko menjadi piutang macet.
Contoh Kategori Aging Piutang
| Kategori Umur Piutang | Makna |
|---|---|
| Current | Belum jatuh tempo. |
| 1-30 hari overdue | Sudah lewat jatuh tempo sampai 30 hari. |
| 31-60 hari overdue | Sudah lewat jatuh tempo 31 sampai 60 hari. |
| 61-90 hari overdue | Sudah lewat jatuh tempo 61 sampai 90 hari. |
| >90 hari overdue | Piutang berisiko tinggi dan perlu perhatian khusus. |
7. Melakukan Follow Up Pembayaran
Staff AR bertanggung jawab melakukan follow up pembayaran kepada pelanggan, terutama jika invoice sudah mendekati jatuh tempo atau sudah melewati jatuh tempo.
Contoh Follow Up yang Dilakukan
- Mengirim reminder sebelum jatuh tempo.
- Menghubungi pelanggan setelah jatuh tempo.
- Mengirim ulang invoice jika pelanggan belum menerima.
- Meminta estimasi tanggal pembayaran.
- Mencatat hasil komunikasi.
- Mengeskalasi piutang bermasalah ke atasan.
Dalam melakukan penagihan, Staff AR perlu menjaga komunikasi profesional. Tujuannya bukan hanya mendapatkan pembayaran, tetapi juga menjaga relasi bisnis jangka panjang.
8. Menangani Dispute atau Perselisihan Tagihan
Dispute tagihan dapat terjadi jika pelanggan merasa invoice tidak sesuai. Misalnya harga salah, barang belum diterima, jumlah tidak cocok, diskon tidak masuk, retur belum diproses, atau dokumen pendukung kurang.
Langkah Menangani Dispute
- Mencatat keluhan pelanggan.
- Mengecek invoice dan dokumen pendukung.
- Berkoordinasi dengan sales, gudang, admin sales, atau finance.
- Mengidentifikasi penyebab dispute.
- Menyampaikan klarifikasi kepada pelanggan.
- Membuat revisi jika memang terjadi kesalahan.
- Mendokumentasikan penyelesaian dispute.
9. Berkoordinasi dengan Tim Sales
Tim sales biasanya memiliki informasi awal terkait pelanggan, harga, diskon, termin pembayaran, dan kesepakatan komersial. Staff AR perlu berkoordinasi dengan sales jika ada invoice bermasalah, pelanggan menunda pembayaran, atau terdapat perbedaan informasi transaksi.
Untuk peran administrasi yang dekat dengan sales, baca juga tanggung jawab, jobdesk, dan tugas staff admin sales.
10. Berkoordinasi dengan Admin Sales, Gudang, dan Operasional
Piutang sering berkaitan dengan dokumen transaksi dan pengiriman. Jika pelanggan menolak membayar karena barang belum diterima atau dokumen kurang lengkap, Staff AR perlu mengecek status order dengan tim terkait.
Tim yang Sering Dihubungi Staff AR
- Admin Sales untuk data order dan invoice request.
- Gudang untuk bukti pengiriman dan stok.
- Logistik untuk surat jalan dan bukti serah terima.
- Operasional untuk status layanan atau proyek.
- Customer Service untuk komplain pelanggan.
- Pajak untuk faktur pajak atau dokumen perpajakan.
Untuk memahami fungsi yang saling berkaitan, baca juga job desk staff gudang, tanggung jawab dan tugas staff operasional, dan contoh faktur pengiriman barang.
11. Membuat Laporan Piutang
Laporan piutang membantu perusahaan memahami posisi tagihan yang belum dibayar. Staff AR perlu membuat laporan secara rutin, misalnya harian, mingguan, atau bulanan.
Contoh Laporan AR
- Laporan piutang pelanggan.
- Laporan invoice jatuh tempo.
- Laporan aging piutang.
- Laporan pembayaran masuk.
- Laporan piutang overdue.
- Laporan dispute tagihan.
- Laporan piutang berdasarkan sales.
- Laporan piutang berdasarkan cabang.
- Laporan kolektibilitas pelanggan.
- Laporan piutang berisiko tinggi.
12. Membantu Analisis Risiko Piutang
Staff AR dapat membantu manajemen menilai risiko pelanggan berdasarkan histori pembayaran. Pelanggan yang sering terlambat membayar dapat diberikan perhatian khusus, batas kredit yang lebih rendah, atau perlu persetujuan tambahan sebelum transaksi berikutnya diproses.
Indikator Risiko Piutang
- Sering membayar lewat jatuh tempo.
- Banyak invoice tertunda.
- Sering mengajukan dispute.
- Nominal piutang terlalu besar dibanding histori pembayaran.
- Tidak responsif saat follow up.
- Sering membayar sebagian tanpa jadwal jelas.
- Riwayat kredit pelanggan memburuk.
13. Membantu Proses Cadangan Kerugian Piutang
Dalam akuntansi, perusahaan dapat membentuk cadangan kerugian piutang atau allowance for doubtful accounts untuk mengantisipasi piutang yang mungkin tidak tertagih. Staff AR dapat membantu menyediakan data aging, histori pembayaran, dan daftar pelanggan berisiko untuk mendukung perhitungan tersebut.
Bagian ini biasanya ditangani oleh accounting atau finance manager, tetapi data dasarnya banyak berasal dari AR.
14. Mengelola Dokumen Pendukung Piutang
Dokumen AR harus rapi karena dapat dibutuhkan untuk audit, penagihan, dispute, atau pemeriksaan internal.
Dokumen yang Perlu Diarsipkan
- Invoice.
- Faktur pajak.
- Purchase order pelanggan.
- Sales order.
- Kontrak atau agreement.
- Surat jalan.
- Bukti serah terima barang atau jasa.
- Bukti pembayaran.
- Mutasi rekening.
- Email konfirmasi pelanggan.
- Dokumen retur atau kredit memo.
- Dokumen koreksi invoice.
15. Membantu Proses Retur, Kredit Memo, dan Koreksi Invoice
Jika terjadi retur barang, pembatalan transaksi, diskon tambahan, atau kesalahan invoice, Staff AR perlu membantu proses koreksi sesuai prosedur perusahaan.
Contoh Koreksi yang Mungkin Terjadi
- Invoice salah harga.
- Invoice salah jumlah.
- Barang dikembalikan pelanggan.
- Diskon belum dicantumkan.
- Faktur pajak perlu diperbaiki.
- Pelanggan membayar lebih.
- Pelanggan membayar kurang.
- Pembayaran salah invoice.
Untuk memahami syarat pembayaran dalam faktur, baca juga arti 2/10 n/30 sebagai syarat pembayaran dalam faktur.
16. Menjaga Komunikasi dengan Pelanggan
Staff AR perlu menjaga komunikasi yang jelas, sopan, dan terdokumentasi dengan pelanggan. Komunikasi dapat dilakukan melalui email, telepon, chat bisnis, atau portal pelanggan.
Contoh Komunikasi Staff AR
- Mengirim invoice.
- Mengirim reminder jatuh tempo.
- Meminta bukti pembayaran.
- Mengonfirmasi penerimaan pembayaran.
- Menjelaskan rincian tagihan.
- Menindaklanjuti dispute.
- Mengirim statement of account.
17. Membuat Statement of Account
Statement of account adalah ringkasan tagihan dan pembayaran pelanggan dalam periode tertentu. Dokumen ini membantu pelanggan melihat invoice mana yang sudah dibayar, masih outstanding, atau sudah overdue.
Isi Statement of Account
- Nama pelanggan.
- Periode laporan.
- Nomor invoice.
- Tanggal invoice.
- Tanggal jatuh tempo.
- Nilai invoice.
- Pembayaran yang sudah diterima.
- Saldo outstanding.
- Total piutang.
18. Mendukung Audit Internal dan Eksternal
Dalam proses audit, auditor dapat meminta dokumen invoice, bukti pembayaran, aging report, daftar piutang overdue, konfirmasi piutang pelanggan, dan rekonsiliasi bank. Staff AR perlu membantu menyiapkan dokumen tersebut secara lengkap.
19. Menggunakan Software Akuntansi atau ERP
Staff AR modern perlu mampu menggunakan sistem akuntansi, ERP, atau software finance. Sistem ini membantu pencatatan invoice, pembayaran, rekonsiliasi, aging report, dan pelaporan piutang.
Software yang Sering Digunakan
- ERP perusahaan.
- Software akuntansi.
- Spreadsheet seperti Excel atau Google Sheets.
- CRM untuk data pelanggan.
- Payment gateway dashboard.
- Bank statement atau internet banking bisnis.
- Document management system.
20. Menjaga Kerahasiaan Data Keuangan
Staff AR mengakses data sensitif seperti nominal invoice, data pelanggan, rekening bank, piutang, kontrak, dan histori pembayaran. Karena itu, posisi ini harus menjaga kerahasiaan data dan mematuhi kebijakan perusahaan.
Kualifikasi Staff Account Receivable
1. Pendidikan
Banyak perusahaan mensyaratkan minimal D3 atau S1 Akuntansi, Keuangan, Ekonomi, Manajemen, Perpajakan, atau bidang terkait. Untuk posisi entry-level, lulusan SMK Akuntansi juga bisa dipertimbangkan jika memiliki kemampuan administrasi dan ketelitian yang baik.
2. Pengalaman Kerja
Pengalaman sebagai Staff AR, Billing Staff, Collection Staff, Finance Admin, Accounting Staff, atau Admin Sales dapat menjadi nilai tambah. Pengalaman 1-2 tahun biasanya cukup untuk posisi staff, sedangkan posisi senior membutuhkan pengalaman lebih panjang.
3. Pemahaman Akuntansi Dasar
Staff AR perlu memahami dasar debit-kredit, jurnal penjualan, penerimaan kas, piutang usaha, diskon, retur, pajak, dan rekonsiliasi.
4. Kemampuan Spreadsheet
Excel atau Google Sheets sangat penting untuk membuat aging report, rekap pembayaran, rekonsiliasi, pivot table, dan laporan piutang.
5. Kemampuan Menggunakan Software Akuntansi
Pengalaman menggunakan software akuntansi, ERP, atau aplikasi finance menjadi nilai tambah karena sebagian besar proses AR kini dilakukan secara digital.
6. Ketelitian Tinggi
Staff AR bekerja dengan angka, invoice, tanggal jatuh tempo, dan pembayaran. Kesalahan kecil dapat berdampak pada laporan keuangan, relasi pelanggan, dan cash flow perusahaan.
7. Kemampuan Komunikasi
Staff AR harus mampu berkomunikasi dengan pelanggan dan tim internal. Komunikasi yang baik diperlukan saat mengirim reminder, menindaklanjuti dispute, atau meminta pembayaran.
8. Kemampuan Analisis
Staff AR perlu membaca aging report, mengidentifikasi piutang bermasalah, dan melihat pola pembayaran pelanggan.
9. Integritas
Karena mengelola data keuangan, Staff AR harus jujur, bertanggung jawab, dan mampu menjaga kerahasiaan data perusahaan.
Skill yang Dibutuhkan Staff Account Receivable
1. Accounting Skill
Staff AR perlu memahami prinsip akuntansi dasar, terutama pencatatan piutang, penerimaan kas, koreksi invoice, dan rekonsiliasi.
2. Data Accuracy
Akurasi data sangat penting. Staff AR harus mampu memastikan invoice, pembayaran, dan laporan tidak salah input.
3. Analytical Thinking
AR bukan hanya pekerjaan administratif. Staff AR harus mampu membaca data piutang dan memberi informasi penting kepada manajemen.
4. Communication Skill
Penagihan membutuhkan komunikasi yang sopan, jelas, dan tegas. Staff AR perlu bisa menjelaskan tagihan tanpa menimbulkan konflik dengan pelanggan.
5. Negotiation Skill
Untuk piutang overdue, Staff AR dapat membantu negosiasi jadwal pembayaran atau skema pelunasan sesuai arahan perusahaan.
6. Time Management
Staff AR harus mengelola banyak invoice dengan jatuh tempo berbeda. Kemampuan mengatur prioritas sangat penting agar follow up tidak terlambat.
7. Problem Solving
Jika terjadi dispute, pembayaran tidak teridentifikasi, atau pelanggan membayar tidak sesuai invoice, Staff AR harus mampu mencari penyebab dan solusi.
8. Attention to Detail
Detail seperti nomor invoice, tanggal jatuh tempo, nilai PPN, potongan pembayaran, atau nomor rekening harus diperiksa dengan teliti.
9. Customer Handling
Staff AR berhubungan dengan pelanggan. Kemampuan menghadapi pelanggan dengan profesional sangat penting agar proses penagihan tetap menjaga hubungan baik.
10. Digital Finance Skill
Staff AR perlu terbiasa dengan software akuntansi, ERP, payment gateway, internet banking, dan pengarsipan dokumen digital.
Kisaran Gaji Staff Account Receivable
Gaji Staff Account Receivable di Indonesia bervariasi tergantung lokasi kerja, ukuran perusahaan, industri, pengalaman, level jabatan, kompleksitas transaksi, volume invoice, dan sistem kerja perusahaan.
Untuk posisi entry-level, gaji biasanya mengikuti standar perusahaan dan upah minimum wilayah. Untuk posisi senior, supervisor, atau AR analyst yang menangani aging report kompleks, multi-entity, atau volume invoice besar, kompensasi dapat lebih tinggi.
Faktor yang Mempengaruhi Gaji Staff AR
- Lokasi kerja dan UMK/UMP setempat.
- Pengalaman kerja.
- Skala perusahaan.
- Jenis industri.
- Volume invoice bulanan.
- Nilai piutang yang dikelola.
- Kemampuan akuntansi dan pajak.
- Kemampuan menggunakan ERP atau software akuntansi.
- Kemampuan analisis aging piutang.
- Level jabatan, seperti junior, staff, senior, supervisor, atau analyst.
Dalam menentukan upah, perusahaan perlu memperhatikan aturan tentang struktur dan skala upah, cara menyusun struktur dan skala upah, komponen gaji dalam sistem pengupahan, dan aturan kenaikan upah secara berkala menurut UU Ketenagakerjaan.
KPI Staff Account Receivable
KPI Staff AR sebaiknya tidak hanya mengukur jumlah invoice yang diproses, tetapi juga akurasi, kecepatan penagihan, penyelesaian dispute, dan kualitas laporan piutang.
| KPI | Penjelasan |
|---|---|
| Days Sales Outstanding atau DSO | Rata-rata waktu yang dibutuhkan perusahaan untuk menagih piutang dari pelanggan. |
| Collection rate | Persentase piutang yang berhasil ditagih dalam periode tertentu. |
| Overdue receivable ratio | Persentase piutang yang sudah melewati jatuh tempo. |
| Invoice accuracy | Tingkat ketepatan invoice tanpa kesalahan data, harga, pajak, atau termin. |
| Payment posting accuracy | Akurasi pencatatan pembayaran pelanggan ke invoice yang benar. |
| Reconciliation completion | Ketepatan waktu penyelesaian rekonsiliasi pembayaran. |
| Dispute resolution time | Rata-rata waktu penyelesaian perselisihan tagihan. |
| Aging report punctuality | Ketepatan waktu pembuatan laporan umur piutang. |
| Unapplied cash amount | Nilai pembayaran yang belum dapat dicocokkan dengan invoice. |
| Bad debt ratio | Persentase piutang yang berisiko tidak tertagih atau harus dihapuskan. |
Untuk memahami pengukuran kinerja karyawan, baca juga peran KPI atau Key Performance Indicator untuk indikator kinerja perusahaan.
Contoh Job Description Staff Account Receivable
Nama Jabatan
Staff Account Receivable / AR Staff / Finance AR Staff
Departemen
Finance / Accounting / Treasury / Billing & Collection
Atasan Langsung
Accounting Supervisor, Finance Supervisor, AR Supervisor, Finance Manager, atau Accounting Manager.
Ringkasan Pekerjaan
Staff Account Receivable bertanggung jawab mengelola piutang usaha perusahaan, termasuk pembuatan dan pemrosesan invoice, pencatatan piutang, verifikasi pembayaran, rekonsiliasi, follow up tagihan, penyelesaian dispute, pembuatan laporan aging piutang, serta koordinasi dengan pelanggan dan tim internal untuk menjaga arus kas perusahaan tetap sehat.
Tugas dan Tanggung Jawab
- Membuat, memeriksa, dan memproses invoice pelanggan.
- Mengirim invoice dan dokumen pendukung kepada pelanggan.
- Mencatat piutang usaha ke sistem akuntansi atau ERP.
- Memverifikasi pembayaran pelanggan berdasarkan bukti transfer atau mutasi rekening.
- Melakukan rekonsiliasi pembayaran dengan invoice terkait.
- Mengupdate status invoice, baik outstanding, partial payment, maupun paid.
- Membuat laporan aging piutang secara berkala.
- Melakukan follow up pembayaran sebelum dan setelah jatuh tempo.
- Membuat statement of account untuk pelanggan.
- Menangani dispute atau perbedaan data tagihan dengan pelanggan.
- Berkoordinasi dengan sales, admin sales, gudang, logistik, pajak, dan finance.
- Membantu proses koreksi invoice, retur, kredit memo, atau pembayaran lebih.
- Mengarsip dokumen AR secara rapi, baik fisik maupun digital.
- Menyediakan data piutang untuk audit internal, audit eksternal, atau kebutuhan manajemen.
- Menjaga kerahasiaan data pelanggan dan informasi keuangan perusahaan.
Kualifikasi
- Pendidikan minimal D3/S1 Akuntansi, Keuangan, Ekonomi, Perpajakan, atau bidang terkait.
- Pengalaman sebagai Staff AR, Billing Staff, Collection Staff, Accounting Staff, Finance Admin, atau posisi terkait menjadi nilai tambah.
- Memahami akuntansi dasar, piutang usaha, invoice, pembayaran, dan rekonsiliasi.
- Mampu menggunakan Microsoft Excel atau Google Sheets.
- Mampu menggunakan software akuntansi, ERP, atau sistem finance menjadi nilai tambah.
- Teliti, rapi, dan terbiasa bekerja dengan data angka.
- Mampu berkomunikasi dengan baik, terutama dalam follow up pembayaran.
- Mampu bekerja dengan deadline dan menangani banyak invoice.
- Memiliki kemampuan analisis dan problem solving.
- Jujur, bertanggung jawab, dan mampu menjaga kerahasiaan data.
KPI
- Ketepatan pembuatan invoice.
- Akurasi pencatatan pembayaran.
- Ketepatan rekonsiliasi piutang.
- Penurunan jumlah invoice overdue.
- Ketepatan laporan aging piutang.
- Kecepatan penyelesaian dispute.
- Rasio piutang tertagih.
- Nilai pembayaran yang belum teridentifikasi.
- Kelengkapan dokumen AR.
Contoh Lowongan Kerja Staff Account Receivable
Lowongan Kerja: Staff Account Receivable
Kami membuka kesempatan bagi kandidat yang teliti, komunikatif, dan memahami administrasi keuangan untuk bergabung sebagai Staff Account Receivable. Posisi ini bertanggung jawab mengelola invoice, pembayaran pelanggan, rekonsiliasi, laporan piutang, serta follow up tagihan agar arus kas perusahaan tetap terjaga.
Tanggung Jawab:
- Membuat dan memproses invoice pelanggan.
- Mengirim invoice dan dokumen pendukung kepada pelanggan.
- Mencatat piutang usaha ke sistem akuntansi.
- Memverifikasi dan mencatat pembayaran pelanggan.
- Melakukan rekonsiliasi pembayaran dengan invoice.
- Membuat laporan aging piutang secara berkala.
- Melakukan follow up pembayaran kepada pelanggan.
- Menangani dispute terkait tagihan atau pembayaran.
- Berkoordinasi dengan sales, finance, pajak, gudang, dan tim terkait.
- Mengelola arsip dokumen AR secara rapi.
Kualifikasi:
- Minimal D3/S1 Akuntansi, Keuangan, Ekonomi, Perpajakan, atau bidang terkait.
- Pengalaman minimal 1 tahun di bidang Account Receivable, Billing, Collection, atau Accounting menjadi nilai tambah.
- Memahami invoice, piutang, pembayaran, dan rekonsiliasi.
- Mampu menggunakan Excel atau Google Sheets.
- Mampu menggunakan software akuntansi atau ERP menjadi nilai tambah.
- Teliti, komunikatif, dan bertanggung jawab.
- Mampu bekerja dengan target dan deadline.
- Mampu menjaga kerahasiaan data keuangan perusahaan.
Pertanyaan Interview Staff Account Receivable
Pertanyaan tentang Pengalaman
- Apakah Anda pernah bekerja sebagai Staff Account Receivable sebelumnya?
- Berapa volume invoice yang pernah Anda tangani dalam satu bulan?
- Software akuntansi atau ERP apa yang pernah Anda gunakan?
- Apakah Anda pernah membuat aging report?
- Apakah Anda pernah menangani dispute pembayaran pelanggan?
Pertanyaan tentang Akuntansi dan Rekonsiliasi
- Bagaimana cara Anda mencatat penerimaan pembayaran pelanggan?
- Apa yang Anda lakukan jika pembayaran pelanggan tidak sesuai nominal invoice?
- Bagaimana cara mencocokkan mutasi bank dengan invoice?
- Apa yang dimaksud piutang overdue?
- Bagaimana cara Anda menangani pembayaran yang tidak mencantumkan nomor invoice?
Pertanyaan tentang Penagihan
- Bagaimana cara Anda melakukan follow up pembayaran kepada pelanggan?
- Apa yang Anda lakukan jika pelanggan tidak merespons reminder pembayaran?
- Bagaimana cara Anda menjaga hubungan baik saat menagih pelanggan?
- Kapan sebuah piutang perlu dieskalasi kepada atasan?
- Bagaimana cara Anda membuat prioritas penagihan?
Pertanyaan tentang Ketelitian
- Bagaimana cara Anda memastikan invoice tidak salah?
- Apa yang Anda lakukan jika menemukan invoice ganda?
- Pernahkah Anda salah mencatat pembayaran? Bagaimana Anda memperbaikinya?
- Bagaimana cara Anda menjaga data AR tetap rapi?
Pertanyaan Situasional
- Jika pelanggan membayar sebagian dari total invoice, apa yang Anda lakukan?
- Jika pelanggan menolak membayar karena barang belum diterima, bagaimana langkah Anda?
- Jika sales memberikan diskon yang belum tercatat di invoice, apa yang Anda lakukan?
- Jika invoice sudah jatuh tempo lebih dari 90 hari, apa tindakan Anda?
- Jika ada pembayaran masuk tetapi tidak diketahui dari pelanggan mana, bagaimana Anda menanganinya?
Cara HR Menilai Kandidat Staff Account Receivable
1. Uji Ketelitian Angka
HR dapat memberikan data invoice dan pembayaran, lalu meminta kandidat mencocokkan angka, tanggal, nomor invoice, dan status pembayaran. Tes ini membantu menilai ketelitian kandidat secara praktis.
2. Uji Rekonsiliasi Sederhana
Berikan contoh mutasi bank dan daftar invoice. Minta kandidat mencocokkan pembayaran dengan invoice yang benar. Dari sini, HR dapat melihat kemampuan analisis dan pemahaman rekonsiliasi kandidat.
3. Uji Excel atau Google Sheets
Staff AR perlu mampu mengolah data. Tes bisa mencakup SUM, IF, XLOOKUP/VLOOKUP, filter, sort, conditional formatting, pivot table sederhana, dan aging report.
4. Uji Komunikasi Penagihan
HR dapat meminta kandidat membuat contoh email reminder pembayaran. Nilai apakah bahasa yang digunakan sopan, jelas, tegas, dan profesional.
5. Berikan Studi Kasus Dispute
Berikan skenario pelanggan menolak membayar karena invoice dianggap salah. Minta kandidat menjelaskan langkah pengecekan, komunikasi, dan eskalasi.
6. Evaluasi Integritas
Karena posisi ini dekat dengan uang dan data keuangan, HR perlu menggali integritas kandidat. Tanyakan bagaimana kandidat menjaga kerahasiaan data dan menghadapi tekanan dari pihak internal atau eksternal.
Untuk proses HR secara lebih luas, baca juga tugas dan syarat menjadi HRD yang baik serta personalia atau sumber daya manusia dalam perusahaan.
Tools yang Sering Digunakan Staff Account Receivable
1. Microsoft Excel atau Google Sheets
Digunakan untuk aging report, rekap invoice, laporan pembayaran, rekonsiliasi, dan analisis piutang.
2. Software Akuntansi
Digunakan untuk mencatat invoice, piutang, pembayaran, jurnal, dan laporan keuangan.
3. ERP
Digunakan oleh perusahaan menengah dan besar untuk mengintegrasikan penjualan, invoice, stok, pajak, pembayaran, dan laporan keuangan.
4. Internet Banking Bisnis
Digunakan untuk mengecek mutasi rekening, memverifikasi pembayaran, dan mencocokkan dana masuk.
5. CRM
Digunakan untuk melihat data pelanggan, histori komunikasi, status order, dan informasi sales terkait pelanggan.
6. Document Management System
Digunakan untuk menyimpan invoice, PO, surat jalan, bukti pembayaran, dan dokumen pendukung secara digital.
7. Email dan Aplikasi Komunikasi
Digunakan untuk mengirim invoice, reminder pembayaran, statement of account, dan komunikasi dengan pelanggan atau tim internal.
Kesalahan Umum dalam Mengelola Account Receivable
1. Invoice Terlambat Dikirim
Semakin lama invoice dikirim, semakin lama pula pembayaran masuk. Perusahaan perlu memastikan invoice diterbitkan segera setelah transaksi memenuhi syarat penagihan.
2. Data Pelanggan Tidak Lengkap
Data pelanggan yang tidak lengkap dapat menyebabkan invoice tidak sampai ke PIC yang benar. Database pelanggan harus selalu diperbarui.
3. Tidak Ada Reminder Sebelum Jatuh Tempo
Menunggu pelanggan membayar tanpa reminder dapat meningkatkan risiko keterlambatan. Staff AR perlu memiliki jadwal reminder yang konsisten.
4. Rekonsiliasi Tidak Rutin
Jika rekonsiliasi pembayaran tidak dilakukan rutin, perusahaan bisa kesulitan mengetahui invoice mana yang sudah dibayar dan mana yang masih outstanding.
5. Tidak Ada Aging Report
Tanpa aging report, perusahaan sulit memantau piutang overdue dan menentukan prioritas penagihan.
6. Dispute Tidak Ditangani Cepat
Dispute yang dibiarkan terlalu lama dapat membuat pembayaran tertunda. Staff AR harus punya alur eskalasi yang jelas.
7. Tidak Ada Batas Kredit Pelanggan
Jika pelanggan terus membeli secara kredit tanpa kontrol, risiko piutang macet meningkat. Perusahaan perlu memiliki kebijakan kredit dan limit pelanggan.
Tips Mengoptimalkan Peran Staff Account Receivable
1. Buat SOP AR yang Jelas
SOP AR harus menjelaskan alur invoice, pengiriman tagihan, reminder, rekonsiliasi, dispute, eskalasi, dan penghapusan piutang jika diperlukan.
2. Gunakan Template Email Reminder
Template email membantu Staff AR mengirim reminder secara cepat dan konsisten. Template sebaiknya dibuat sopan, jelas, dan mencantumkan nomor invoice, nominal, serta jatuh tempo.
3. Terapkan Jadwal Follow Up
Misalnya reminder H-7 sebelum jatuh tempo, H-1, hari H, H+7, H+14, dan seterusnya sesuai kebijakan perusahaan.
4. Gunakan Aging Report Mingguan
Aging report mingguan membantu finance melihat piutang mana yang perlu segera ditindaklanjuti.
5. Integrasikan AR dengan Sales dan Gudang
AR tidak bisa bekerja sendiri. Data dari sales, admin sales, gudang, dan operasional perlu sinkron agar penagihan berjalan lancar.
6. Gunakan Sistem Digital
Jika volume invoice tinggi, perusahaan sebaiknya menggunakan software akuntansi atau ERP agar invoice, pembayaran, dan laporan piutang lebih mudah dipantau.
7. Latih Staff AR dalam Komunikasi Penagihan
Penagihan yang baik membutuhkan komunikasi yang sopan dan profesional. Pelatihan komunikasi dapat membantu Staff AR menghadapi pelanggan dengan lebih efektif.
Untuk pelatihan karyawan, baca juga lembaga pelatihan kerja dan aturan yang mengaturnya.
Hubungan Staff Account Receivable dengan Departemen Lain
1. Tim Sales
Sales memberikan informasi tentang pelanggan, harga, termin pembayaran, dan kesepakatan komersial. Staff AR perlu berkoordinasi dengan sales jika pelanggan terlambat membayar atau terjadi dispute.
2. Tim Admin Sales
Admin Sales membantu data order, quotation, sales order, dan dokumen awal transaksi. Data ini menjadi dasar invoice dan pencatatan piutang.
3. Tim Gudang dan Logistik
Gudang dan logistik menyediakan bukti pengiriman, surat jalan, dan bukti serah terima barang yang sering dibutuhkan untuk penagihan.
4. Tim Pajak
Jika transaksi dikenakan pajak, Staff AR perlu memastikan faktur pajak dan dokumen perpajakan selaras dengan invoice.
5. Tim Treasury
Treasury berhubungan dengan kas dan bank. Staff AR perlu berkoordinasi untuk memastikan pembayaran masuk tercatat dan direkonsiliasi.
6. Tim Accounting
Accounting membutuhkan data AR untuk jurnal, laporan keuangan, cadangan kerugian piutang, dan audit.
7. Tim Customer Service
Customer service dapat membantu informasi keluhan pelanggan yang berdampak pada pembayaran invoice.
Contoh Career Path Staff Account Receivable
| Level | Contoh Posisi | Fokus Kerja |
|---|---|---|
| Entry-Level | Junior AR Staff / Billing Admin | Membantu invoice, input data, arsip, dan laporan sederhana. |
| Staff | Staff Account Receivable | Mengelola invoice, pembayaran, rekonsiliasi, follow up, dan aging report. |
| Senior | Senior AR Staff / Senior Billing & Collection | Menangani piutang kompleks, dispute besar, dan analisis aging. |
| Supervisor | AR Supervisor | Mengawasi tim AR, KPI, SOP, dan eskalasi piutang bermasalah. |
| Managerial | AR Manager / Finance Manager | Mengelola strategi penagihan, credit control, cash flow, dan kebijakan piutang. |
Checklist Jobdesk Staff Account Receivable untuk HR
Checklist Tugas Utama
- Membuat dan memproses invoice.
- Mengirim invoice kepada pelanggan.
- Mencatat piutang ke sistem.
- Memverifikasi pembayaran.
- Melakukan rekonsiliasi pembayaran.
- Membuat aging report.
- Melakukan follow up tagihan.
- Menangani dispute pembayaran.
- Membuat statement of account.
- Mengarsip dokumen AR.
- Menyediakan data untuk audit.
- Berkoordinasi dengan tim internal.
Checklist Skill
- Akuntansi dasar.
- Ketelitian angka.
- Spreadsheet.
- Software akuntansi.
- Rekonsiliasi.
- Komunikasi pelanggan.
- Problem solving.
- Analisis aging piutang.
- Time management.
- Integritas.
Checklist Seleksi Kandidat
- Tes rekonsiliasi invoice dan pembayaran.
- Tes Excel atau Google Sheets.
- Studi kasus piutang overdue.
- Simulasi email reminder pembayaran.
- Wawancara pengalaman AR.
- Validasi pengalaman software akuntansi.
- Penilaian komunikasi pelanggan.
- Penilaian integritas dan kerahasiaan data.
FAQ tentang Staff Account Receivable
Apa itu Staff Account Receivable?
Staff Account Receivable adalah karyawan yang bertugas mengelola piutang usaha perusahaan, termasuk invoice, pembayaran pelanggan, rekonsiliasi, follow up tagihan, aging report, dan laporan piutang.
Apa saja tugas Staff Account Receivable?
Tugas Staff AR meliputi membuat invoice, mengirim tagihan, mencatat piutang, memverifikasi pembayaran, melakukan rekonsiliasi, membuat aging report, menagih invoice jatuh tempo, menangani dispute, dan menyiapkan dokumen audit.
Apa bedanya Account Receivable dan Account Payable?
Account Receivable mengelola uang yang harus diterima perusahaan dari pelanggan. Account Payable mengelola uang yang harus dibayar perusahaan kepada vendor atau supplier.
Apa bedanya AR dan Collection?
AR mencakup seluruh pengelolaan piutang, mulai dari invoice sampai rekonsiliasi. Collection lebih fokus pada penagihan pembayaran, terutama invoice yang sudah jatuh tempo.
Skill apa yang dibutuhkan Staff AR?
Skill yang dibutuhkan meliputi akuntansi dasar, ketelitian, kemampuan spreadsheet, rekonsiliasi, komunikasi, analisis data, problem solving, penggunaan software akuntansi, dan integritas.
Apakah Staff AR harus bisa Excel?
Ya. Excel atau Google Sheets sangat penting untuk membuat aging report, rekap invoice, rekonsiliasi pembayaran, dan laporan piutang.
Apakah Staff AR harus memahami pajak?
Staff AR sebaiknya memahami dasar perpajakan yang berkaitan dengan invoice dan faktur pajak, terutama jika perusahaan adalah PKP dan transaksi dikenakan PPN.
Berapa gaji Staff Account Receivable?
Gaji Staff AR bervariasi tergantung lokasi, pengalaman, industri, volume invoice, dan level jabatan. Perusahaan perlu menyesuaikan dengan upah minimum wilayah, struktur skala upah, dan kebutuhan kompetensi.
Apa KPI Staff Account Receivable?
KPI Staff AR dapat mencakup DSO, collection rate, overdue receivable ratio, invoice accuracy, payment posting accuracy, reconciliation completion, dispute resolution time, dan ketepatan aging report.
Apakah Staff AR bisa naik jabatan?
Bisa. Staff AR dapat berkembang menjadi Senior AR Staff, AR Supervisor, Collection Supervisor, Finance Analyst, Accounting Supervisor, hingga Finance Manager jika memiliki kemampuan akuntansi, analisis, komunikasi, dan leadership yang baik.
Kesimpulan
Staff Account Receivable memiliki peran penting dalam menjaga kesehatan keuangan perusahaan. Posisi ini memastikan invoice diterbitkan dengan benar, pembayaran pelanggan tercatat akurat, piutang jatuh tempo ditindaklanjuti, dispute diselesaikan, dan laporan piutang tersedia untuk manajemen.
Peran Staff AR tidak hanya administratif, tetapi juga strategis. Data piutang membantu perusahaan memahami kondisi cash flow, risiko pelanggan, performa penagihan, dan potensi piutang macet.
Bagi HR, penyusunan jobdesk Staff Account Receivable harus dibuat jelas agar kandidat memahami ekspektasi kerja. Proses seleksi sebaiknya mencakup tes ketelitian angka, rekonsiliasi pembayaran, kemampuan spreadsheet, studi kasus dispute, dan simulasi komunikasi penagihan.
Dengan Staff AR yang kompeten, perusahaan dapat meningkatkan akurasi laporan keuangan, mempercepat penerimaan kas, mengurangi piutang bermasalah, dan menjaga hubungan bisnis yang baik dengan pelanggan.
Referensi Eksternal
- O*NET OnLine – Billing and Posting Clerks
- U.S. Bureau of Labor Statistics – Bookkeeping, Accounting, and Auditing Clerks
- U.S. Bureau of Labor Statistics – Accountants and Auditors
- IFRS Foundation – IFRS 9 Financial Instruments
- GOV.UK HMRC – IFRS 9 Impairment and Trade Receivables
- Salesforce – What Is CRM?
- Salesforce Help – What Is Customer Relationship Management?
- JDIH BPK – PP Nomor 36 Tahun 2021 tentang Pengupahan
- JDIH BPK – PP Nomor 49 Tahun 2025 tentang Perubahan Kedua PP 36 Tahun 2021 tentang Pengupahan
- JDIH Kemnaker – Permenaker Nomor 1 Tahun 2017 tentang Struktur dan Skala Upah