Apa Itu Surat Sanggup Bayar? Berikut Penjelasannya!

Surat Sanggup Bayar: Konsep dan Pentingnya dalam Transaksi Keuangan.

Surat sanggup bayar, yang juga sering disebut sebagai surat promes, adalah instrumen keuangan yang memegang peran penting dalam dunia perbankan dan bisnis. Surat ini adalah sebuah bentuk janji pembayaran yang dikeluarkan oleh satu pihak kepada pihak lain.

Dalam artikel bloghrd.com ini, kita akan menjelajahi konsep surat sanggup membayar, persyaratan yang terkait, perbedaannya dengan instrumen keuangan lainnya, serta bagaimana cara membuatnya.

Pengertian Surat Sanggup Bayar

Surat sanggup bayar adalah sebuah dokumen tertulis yang berisikan janji dari pihak yang mengeluarkan surat (pembayar) untuk membayarkan sejumlah uang kepada pihak lain (pihak yang dibayar).

Janji ini bersifat terinci dan dapat berkaitan dengan berbagai transaksi keuangan, seperti pinjaman, pembelian, atau pembayaran utang. Surat sanggup membayar dapat digunakan dalam konteks perorangan maupun bisnis.

Dalam hukum perdata Indonesia, surat sanggup bayar diatur dalam pasal 174-177 Kitab Undang-Undang Hukum Dagang (KUHD). Pasal-pasal ini menyebutkan persyaratan yang harus dipenuhi agar suatu surat dianggap sah sebagai surat sanggup membayar.

Persyaratan dan Ketentuan Surat Sanggup Bayar

Surat sanggup bayar adalah salah satu instrumen keuangan yang sering digunakan dalam dunia bisnis dan transaksi keuangan. Instrumen ini memiliki persyaratan dan ketentuan yang harus dipenuhi agar sah dan dapat digunakan sebagai bukti janji pembayaran yang tegas dan mengikat.

Dalam konteks hukum Indonesia, persyaratan dan ketentuan surat sanggup bayar diatur dalam pasal 174 Kitab Undang-Undang Hukum Dagang (KUHD). Persyaratan utama yang harus ada dalam surat sanggup membayar adalah sebagai berikut:

Keterangan Tertunjuk atau Klausul yang Menyebutkan Surat Sanggup atau Promesse kepada Tertunjuk

Persyaratan pertama yang harus ada dalam surat sanggup bayar adalah adanya keterangan tertunjuk atau klausul yang secara jelas menyebutkan bahwa surat tersebut merupakan janji pembayaran yang ditujukan kepada pihak yang ditentukan.

Dalam hal ini, “tertunjuk” merujuk kepada pihak yang berhak menerima pembayaran sesuai dengan isi surat tersebut. Tanpa keterangan tertunjuk yang jelas, surat sanggup membayar tidak akan memiliki dasar yang kuat sebagai bukti janji pembayaran.

Kesanggupan Tak Bersyarat untuk Membayar Sejumlah Uang Tertentu

Persyaratan kedua adalah adanya kesanggupan tak bersyarat dari penerbit surat tersebut untuk membayar sejumlah uang tertentu. Artinya, surat tersebut harus berisi janji pembayaran dalam jumlah uang yang pasti dan jelas, tanpa adanya kondisi atau pembatasan tertentu yang mengikat pembayaran tersebut.

Hal ini menjadikan surat sanggup bayar sebagai instrumen yang sangat kuat dan mengikat secara hukum.

BACA JUGA :  Perbedaan UMR dan UMK Serta Serba-Serbi Upah Minimum

Penetapan Hari Pembayaran

Surat sanggup bayar juga harus mencantumkan tanggal atau tenggat waktu kapan pembayaran akan dilakukan. Penetapan hari pembayaran ini sangat penting karena menentukan kapan pihak yang berhak menerima pembayaran dapat mengklaim haknya. Dengan adanya tanggal atau tenggat waktu yang jelas, tidak akan ada kebingungan mengenai kapan janji pembayaran harus dipenuhi.

Penetapan Tempat Pembayaran

Selain tanggal pembayaran, surat sanggup membayar juga harus mencantumkan tempat di mana pembayaran harus dilakukan. Tempat pembayaran ini bisa berupa alamat atau lokasi yang jelas. Dengan demikian, pihak yang berhak menerima pembayaran akan tahu di mana mereka harus pergi atau mengirimkan surat tersebut untuk mendapatkan dana yang dijanjikan.

Nama Orang atau Pihak yang Harus Dibayar

Surat sanggup bayar harus mencantumkan dengan jelas nama penerima pembayaran atau pihak yang berhak menerima uang yang dijanjikan. Ini penting untuk mengidentifikasi dengan pasti kepada siapa pembayaran harus ditujukan. Kesalahan dalam penentuan pihak yang berhak menerima pembayaran dapat menyebabkan sengketa dan masalah hukum.

Tanggal dan Tempat Surat Sanggup Ditandatangani

Surat sanggup membayar juga harus mencantumkan tanggal dan tempat di mana surat tersebut ditandatangani. Informasi ini digunakan untuk mengidentifikasi waktu dan tempat di mana janji pembayaran dibuat. Selain itu, ini juga menjadi bagian dari rekam jejak surat tersebut yang dapat digunakan sebagai bukti hukum.

Tanda Tangan Orang yang Mengeluarkan Surat Tersebut

Terakhir, surat sanggup bayar harus ditandatangani oleh pihak yang mengeluarkannya. Tanda tangan ini menunjukkan keseriusan dan keabsahan janji pembayaran. Tanpa tanda tangan, surat tersebut tidak akan memiliki kekuatan sebagai bukti hukum.

Surat Sanggup Bayar vs. Instrumen Keuangan Lainnya

Surat sanggup bayar memiliki beberapa perbedaan penting dengan instrumen keuangan lainnya seperti surat wesel, surat pengakuan hutang, atau cek. Untuk memahami perbedaan ini dengan lebih mendalam, mari kita tinjau satu per satu:

Penerbit Surat Sanggup Merangkap Kedudukan sebagai Akseptan pada Wesel

Dalam kasus surat wesel, penerbit surat (pembayaran) berperan sebagai akseptan yang mengaitkan dirinya untuk turut membayar. Sementara itu, dalam surat sanggup membayar, penerbit tidak memiliki kedudukan serupa sebagai akseptan, melainkan dia adalah debitur yang bersedia membayar.

Ini berarti bahwa dalam surat wesel, penerbit memiliki kewajiban tambahan untuk memberikan persetujuan tertulis (akseptasi) untuk membayar, sedangkan dalam surat sanggup bayar, penerbit sudah secara eksplisit menyanggupi pembayaran.

Penerbit Surat Sanggup Tidak Menjadi Debitur Regres

Perbedaan lainnya adalah dalam hal debitur regres. Surat wesel memberikan hak kepada pemegangnya (penerima uang) untuk menuntut pembayaran dari penerbitnya atau dari pihak yang menandatangani surat wesel.

Namun, dalam surat sanggup membayar, penerbitnya adalah debitur utama yang dijanjikan dalam surat tersebut, sehingga tidak ada debitur regres. Artinya, pemegang surat sanggup membayar hanya dapat menuntut pembayaran dari penerbit, dan tidak ada pihak lain yang bertanggung jawab untuk membayar jika penerbit gagal melaksanakan janjinya.

BACA JUGA :  Tarif PPh 23: Ketentuan & Contoh Perhitungan

Penerbit Surat Sanggup adalah Pihak yang Menyanggupi untuk Membayar

Perbedaan lainnya adalah dalam sifat instrumen itu sendiri. Surat wesel adalah instrumen perintah untuk membayar, sementara surat sanggup bayar adalah instrumen kesanggupan bayar atau janji untuk membayar.

Dalam surat wesel, penerbit memberikan perintah kepada pihak lain (biasanya bank) untuk membayar sejumlah uang kepada pemegang surat. Sedangkan dalam surat sanggup membayar, penerbitnya secara tegas menyatakan kesanggupan untuk membayar sejumlah uang tertentu kepada penerima yang ditentukan.

Surat Wesel Terikat oleh Perintah

Surat wesel adalah instrumen yang terikat oleh perintah yang diberikan oleh penerbitnya. Dalam hal ini, penerbit memberikan perintah tertulis kepada pihak lain untuk melakukan pembayaran. Sedangkan surat sanggup bayar tidak mengandung perintah serupa. Surat ini lebih merupakan janji pembayaran yang bersifat sukarela dari penerbit.

Contoh Surat Sanggup Bayar

Untuk memberikan gambaran lebih jelas tentang bagaimana surat sanggup membayar sebenarnya dibuat, berikut adalah contoh surat sanggup bayar:

Contoh 1

SURAT SANGGUP MEMBAYAR

Pada tanggal 1 September 2023, saya, [Nama Pembayar], dengan alamat [Alamat Pembayar], dengan ini secara sukarela dan tak bersyarat berjanji untuk membayar kepada [Nama Penerima], dengan alamat [Alamat Penerima], sejumlah [Jumlah Uang] (Dalam Rupiah), pada atau sebelum tanggal 1 Oktober 2023.

Saya mengerti bahwa kewajiban ini bersifat tak bersyarat dan saya akan melaksanakannya sesuai dengan janji ini.

Dikeluarkan pada tanggal 1 September 2023.

[Tanda Tangan Pembayar]

Dalam contoh di atas, surat sanggup membayar mencantumkan semua persyaratan yang telah disebutkan sebelumnya, termasuk informasi pribadi pembayar dan penerima, jumlah uang yang dijanjikan, tanggal pembayaran, dan tanda tangan pembayar.

Contoh 2

Untuk memberikan gambaran lebih jelas tentang bagaimana surat sanggup membayar sebenarnya dibuat, berikut adalah contoh surat sanggup bayar:

SURAT SANGGUP BAYAR

Pada tanggal 1 September 2023, saya, [Nama Pembayar], dengan alamat [Alamat Pembayar], dengan ini secara sukarela dan tak bersyarat berjanji untuk membayar kepada [Nama Penerima], dengan alamat [Alamat Penerima], sejumlah [Jumlah Uang] (Dalam Rupiah), pada atau sebelum tanggal 1 Oktober 2023.

Saya mengerti bahwa kewajiban ini bersifat tak bersyarat dan saya akan melaksanakannya sesuai dengan janji ini.

Dikeluarkan pada tanggal 1 September 2023.

E-Meterai dan Surat Sanggup Bayar

Dalam praktiknya, surat sanggup membayar seringkali harus dibubuhi meterai sebagai tanda keabsahan dan kewajiban pajak. Meterai adalah tanda bukti pembayaran pajak yang ditempelkan pada dokumen tertentu.

Namun, dalam era modern, pemerintah telah menyediakan layanan e-meterai atau meterai elektronik yang memungkinkan masyarakat, baik perorangan maupun badan usaha, untuk membubuhi meterai pada dokumen digital.

Ini adalah kemudahan penting dalam proses pembuatan surat yang lebih modern dan efisien. Dengan adanya e-meterai, proses pembubuhan meterai menjadi lebih mudah dan tidak lagi memerlukan meterai fisik yang harus dicetak dan ditempelkan secara manual.

Hal ini memungkinkan lebih banyak orang untuk menggunakan surat sanggup membayar sebagai instrumen pembayaran yang sah.

BACA JUGA :  PPh Terutang: Dasar Hukum, Tarif dan Contoh Perhitungan

Peran Surat Sanggup Bayar dalam Bisnis dan Perpajakan

Surat ini memiliki peran yang sangat signifikan dalam berbagai aspek bisnis dan perpajakan. Dalam konteks perusahaan dan bisnis, surat sanggup bayar dapat digunakan untuk berbagai tujuan, termasuk:

Pembiayaan Perusahaan

Perusahaan seringkali menggunakan surat ini untuk mendapatkan pembiayaan dari pihak lain. Dalam hal ini, perusahaan dapat menerbitkan surat sanggup membayar sebagai bukti janji pembayaran kepada pihak yang meminjamkan uang. Surat ini kemudian dapat diuangkan atau dijadikan aset yang dapat digunakan sebagai jaminan untuk mendapatkan dana tambahan.

Transaksi Bisnis

Surat sanggup bayar juga dapat digunakan dalam transaksi bisnis sebagai jaminan pembayaran. Misalnya, ketika suatu perusahaan melakukan pembelian barang dari pemasok, pemasok dapat meminta surat sanggup membayar sebagai jaminan bahwa pembayaran akan dilakukan tepat waktu. Surat ini memberikan keyakinan kepada pihak-pihak yang terlibat dalam transaksi bahwa pembayaran akan dilaksanakan sesuai dengan kesepakatan.

Bukti Pelunasan Utang

Surat sanggup membayar juga digunakan sebagai bukti pelunasan utang. Ketika seorang individu atau perusahaan melunasi utang kepada pihak lain, surat sanggup bayar yang telah ditandatangani menjadi bukti bahwa pembayaran telah dilakukan dengan benar. Ini dapat membantu mencegah sengketa di kemudian hari dan menjaga rekam jejak transaksi keuangan yang jelas.

Dalam konteks perpajakan, surat ini dapat menjadi relevan dalam hal pelaporan pajak dan bukti pembayaran pajak. Setiap wajib pajak diharapkan dapat membayar pajak sesuai dengan tenggat waktu yang ditetapkan oleh pihak berwenang.

Surat sanggup membayar dapat digunakan sebagai bukti bahwa pembayaran pajak telah dilakukan, terutama jika pajak tersebut berhubungan dengan transaksi bisnis atau investasi.

Selain itu, surat sanggup membayar juga dapat digunakan untuk menghindari sanksi pajak atau denda yang mungkin dikenakan jika pembayaran pajak terlambat. Dengan memiliki bukti yang kuat dalam bentuk surat sanggup bayar, wajib pajak dapat membuktikan bahwa mereka telah melakukan upaya untuk memenuhi kewajiban pajak mereka secara tepat waktu.

Penggunaan Aplikasi Pajak dalam Pembayaran Pajak

Dalam era digital, pembayaran pajak dapat dilakukan dengan lebih mudah dan efisien melalui aplikasi pajak. Aplikasi pajak memungkinkan wajib pajak untuk membayar pajak secara online, menghindari keterlambatan pembayaran, dan memastikan keakuratan jumlah yang dibayarkan. Ini juga memungkinkan pencatatan pajak yang lebih baik dan pemenuhan kewajiban pajak yang lebih mudah.

Kesimpulan

Surat sanggup bayar, juga dikenal sebagai surat promes, adalah instrumen keuangan penting yang berisi janji pembayaran dalam bentuk tertulis. Surat ini memiliki persyaratan dan ketentuan yang harus dipenuhi agar dianggap sah. Perbedaannya dengan instrumen keuangan lainnya, seperti surat wesel, menciptakan peran unik dalam transaksi keuangan.

Surat sanggup membayar dapat digunakan dalam berbagai konteks, baik dalam bisnis maupun perpajakan. Penting bagi individu dan perusahaan untuk memahami konsep surat sanggup membayar, baik sebagai penerima maupun pemberi, karena hal ini dapat berdampak pada transaksi keuangan dan pelaporan pajak mereka.

Dalam dunia yang semakin terdigitalisasi, penggunaan aplikasi pajak juga menjadi solusi efisien dalam pembayaran pajak dan pemenuhan kewajiban perpajakan. Dengan demikian, surat sanggup membayar dan teknologi aplikasi pajak sama-sama memainkan peran penting dalam manajemen keuangan yang baik.

Ikuti terus bloghrd.com untuk mendapatkan informasi seputar HR, karir, info lowongan kerja, juga inspirasi terbaru terkait dunia kerja setiap harinya!


Putri Ayudhia

Putri Ayudhia

Putri Ayudhia adalah seorang penulis konten SEO dan blogger paruh waktu yang telah bekerja secara profesional selama lebih dari 7 tahun. Dia telah membantu berbagai perusahaan di Indonesia untuk menulis konten yang berkualitas, SEO-friendly, dan relevan dengan bidang HR dan Psikologi. Ayudhia memiliki pengetahuan yang kuat dalam SEO dan penulisan konten. Dia juga memiliki pengetahuan mendalam tentang HR dan Psikologi, yang membantu dia dalam menciptakan konten yang relevan dan berbobot. Dia memiliki keterampilan dalam melakukan riset pasar dan analisis, yang membantu dia dalam menciptakan strategi konten yang efektif.
https://bloghrd.com