Invoice Tagihan: Pengertian, Fungsi, dan Contoh Formatnya - bloghrd.com



Invoice tagihan merupakan tanda bukti untuk melakukan penagihan pembayaran kepada pembeli. Ini merupakan dokumen penting dalam sebuah transaksi. Biasanya isi dari dokumen ini adalah perincian transaksi yang terjadi antar pembeli dan penjual. Artikel ini akan membahas lebih mendalam tentang invoice tagihan. Simak selengkapnya!

Invoice Tagihan

Dalam bertransaksi, terutama transaksi bisnis, penting untuk menyertakan sejumlah dokumen tertentu. Dokumen ini penting karena menjadi alat bukti sekaligus alat tagih pembayaran atas transaksi tersebut. Dokumen apakah itu?
Dokumen tersebut tidak lain adalah invoice penagihan. Ini merupakan salah satu dari jenis invoice yang digunakan dalam transaksi sebagai alat untuk menagih pembayaran kepada pembeli. Bagaimana contoh dan cara membuatnya? Simak pembahasannya di sini.

Apa Itu Invoice Penagihan?

Invoice penagihan memiliki arti yang sama dengan invoice pada umumnya, yaitu sebuah dokumen penting yang digunakan sebagai alat tagihan yang dikirimkan dari pihak penjual kepada pihak pembeli.
Jika dikirimkan atau diberikan dalam bentuk manual, invoice terdiri dari tiga rangkap: satu lebar untuk pembeli, satu lembar untuk penjual sebagai arsip, dan lembar terakhir digunakan untuk laporan keuangan.
Baca Juga: Pajak Pertambahan Nilai (PPN), Apa Itu?
Namun kini, invoice sudah banyak dikirimkan dalam bentuk digital atau e-invoice sehingga pembeli tidak perlu menerimanya dalam bentuk kertas. Hal ini memberikan kelebihan berupa:

  • Lebih ramah lingkungan.
  • Lebih mudah disimpan.
  • Lebih mudah dicari.
  • Lebih aman dan minim risiko rusak.
BACA JUGA :  Perpajakan di Indonesia: Sejarah, Sistem dan Dasar Hukumnya

Fungsi Invoice Penagihan

Berdasarkan pengertiannya, invoice penagihan memiliki fungsi menagih pembayaran kepada pembeli atas transaksi yang terjadi. 
Namun selain itu, invoice juga memiliki fungsi untuk merinci transaksi, pengendalian akuntansi, serta sebagai kontrol internal untuk perusahaan.
Baca Juga: Daftar Jasa Kena Pajak dan Jasa Tidak Kena PPN

Format Invoice

Format invoice penagihan tidak berbeda jauh dengan format invoice pada umumnya. Pada dasarnya, invoice penagihan harus memuat informasi berikut:

  1. Nomor invoice
  2. Nomor order
  3. Nomor detail order
  4. Hari dan tanggal
  5. Identitas penjual dan pembeli
  6. Barang dan/atau jasa
  7. Harga
  8. Subtotal transaksi
  9. Diskon (jika ada)
  10. Biaya pengiriman (jika ada)
  11. Pajak pembelian (PPN atau PPh)
  12. Total transaksi

Dengan begitu, baik pembeli maupun penjual dapat mengidentifikasi langsung transaksi berdasarkan informasi yang tercantum di invoice, serta memudahkan pembeli untuk melakukan pembayaran.

Contoh Invoice Tagihan

Lalu, bagaimana cara membuat invoice tagihan? Pebisnis dapat membuatnya secara manual menggunakan Ms. Word maupun Ms. Excel. Dengan cara ini, pebisnis sudah bisa mendapatkan format invoice sederhana dengan rincian sesuai dengan kebutuhan. 
Namun, saat ini sudah tersedia aplikasi invoicing yang memudahkan pebisnis untuk membuat invoice dalam bentuk digital. Tidak hanya mempermudah dalam proses pembuatan, aplikasi invoicing juga dapat mengotomatisasi penghitungan transaksi dan pajak, pengiriman dokumen langsung ke lawan transaksi, dan mempermudah rekonsiliasi data keuangan. 
Baca Juga: Ini Dia Cara Personalisasi Commercial Invoice di Aplikasi Pajak
Berikut ini adalah contoh invoice tagihan yang dapat dijadikan sebagai referensi.
Selain contoh invoice, berikut ada ada contoh surat tagihan yang umumnya menyertai invoice.
Jika Anda masih bingung dalam pengelolaan invoice dan faktur pajak Anda, jangan ragu untuk menggunakan e-Faktur Aplikasi Pajak karena Anda dapat mengaksesnya di mana saja dan kapan saja asalkan perangkat yang Anda gunakan terhubung dengan internet. Melalui e-Faktur Aplikasi Pajak Anda bisa buat invoice dan faktur pajak, kirim ke lawan transaksi Anda secara instan, membayar SPT Masa PPN Anda dengan nyaman, dan lapor segera hanya dalam 1 aplikasi terintegrasi. Gunakan Aplikasi Pajak sekarang juga demi kemudahan mengelola transaksi bisnis dan perpajakan Anda!

BACA JUGA :  Jasa Penilai Publik dan Kaitannya dengan Perpajakan



Ikuti terus bloghrd.com untuk mendapatkan informasi seputar HR, karir, info lowongan kerja, juga inspirasi terbaru terkait dunia kerja setiap harinya!


Putri Ayudhia

Putri Ayudhia

Putri Ayudhia adalah seorang penulis konten SEO dan blogger paruh waktu yang telah bekerja secara profesional selama lebih dari 7 tahun. Dia telah membantu berbagai perusahaan di Indonesia untuk menulis konten yang berkualitas, SEO-friendly, dan relevan dengan bidang HR dan Psikologi. Ayudhia memiliki pengetahuan yang kuat dalam SEO dan penulisan konten. Dia juga memiliki pengetahuan mendalam tentang HR dan Psikologi, yang membantu dia dalam menciptakan konten yang relevan dan berbobot. Dia memiliki keterampilan dalam melakukan riset pasar dan analisis, yang membantu dia dalam menciptakan strategi konten yang efektif.
https://bloghrd.com