Manfaat dan Kerugian Revaluasi Aset, Wajib Diketahui!

Apa manfaat dan kerugian revaluasi aset yang wajib diketahui!? Selengkapnya akan dibahas pada bloghrd.com ini.

Revaluasi aset adalah proses menilai (re – value – tion) kembali aset tetap yang dimiliki oleh perusahaan.

Penilaian ini perlu dilakukan sebagai konsekuensi dari adanya 1) peningkatan nilai asset akibat trend kenaikan harga pasar dan 2) penurunan nilai asset akibat penyusutan nilai (depresiasi) aset.

Trend kenaikan harga asest tetap misalnya, biasa terjadi pada tanah. Sementara depresiasi biasanya dilakukan pada gedung.

Peningkatan atau penurunan nilai asset, apabila tidak dilakukan revaluasi dapat menimbulkan ketidakwajaran pada nilai asset tetap yang ditampilkan pada laporan keuangan.

Ketidakwajaran, dalam hal ini artinya, nilai yang ditampilkan menjadi tidak sesuai dengan kenyataan.

Oleh karena itu, revaluasi aset perlu dilakukan agar perusahaan memiliki laporan keuangan yang akurat.

Jadi Apa Manfaat Dan Kerugian Revaluasi Aset Ini? Akan Dibahas Setelah Ini!

Manfaat dan Kerugian Revaluasi Aset, Wajib Diketahui!

Sedemikian pentingnya tindakan revaluasi ini, maka pemerintah Indonesia juga mengaturnya dalam peraturan undang undang.

Dasar hukum revaluasi aset di Indonesia adalah pasal 19 Ayat (1) Undang-Undang No. 36 Tahun 2008.

Undang-Undang No. 36 Tahun 2008  tersebut menyatakan bahwa Menteri Keuangan memiliki kewenangan untuk menetapkan peraturan tentang revaluasi aset dan faktor penyesuaian apabila terjadi ketidaksesuaian antara unsur-unsur biaya dengan penghasilan karena perkembangan harga.

Jadi tindakan ini memang diperlukan juga.

BACA JUGA :  Contoh Penerapan Kebijakan Moneter dan Fiskal di Indonesia

Manfaat Revaluasi Aset

Manfaat revaluasi aset antara lain sebagai berikut dibawah.:

1 ) Menunjukan Posisi Kekayaan yang Akurat

Seperti yang disebutkan di awal, tujuan utama revaluasi aset adalah untuk menunjukkan posisi harta kekayaan yang akurat yang dimiliki perusahaan.

Dengan kata lain, nilai aset tetap yang terdapat di dalam laporan keuangan telah sesuai dengan harga pasar atau harga wajar.

Bagi  perusahaan yang go public ini sangat penting, karena memberikn gambaran yang relative lebih realistis kepada masyarakat yang akan membeli sahamnya.

2 ) Memperbaiki Rasio Keuangan

Terkait dengan laporan keuangan di atas. Apabila terdapat kenaikan nilai aset tetap di pasaran, maka sebaiknya perusahaan merevaluasi asetnya, karena peningkatan nilai aset dapat menurunkan nilai debt to equity ratio perusahaan.

Nilai debt to equity ratio yang rendah mempermudah pengajuan utang sebagai tambahan modal kepada bank.

Hal ini karena nilai debt to equity ratio yang rendah menggambarkan kondisi kesehatan keuangan perusahaan, serta menggambarkan kecukupan aset perusahaan untuk menutup hutangnya apabila terjadi kegagalan bayar.

3 ) Menarik Investor

Berkaitan dengan poin di atas, selain menurunkan nilai debt to equity ratio perusahaan, proses revaluasi dapat memperbaiki nilai debt to assets.

Hal ini akan memberikan citra yang baik selain bagi kreditur yang akan memberikan utang, juga dapat memberikan kepercayaan kepada investor untuk menanamkan modal di perusahaan Anda.

Anda dapat tambahan modal, dengan melakukan penerbitan obligasi atau penawaran saham perusahaan.

4 ) Dilakukan oleh Perusahaan yang Akan Merger

Revaluasi aset dilakukan juga saat perusahaan akan melakukan merger.

Dengan demikian, maka nilai aset perusahaan baru hasil merger sudah merupakan nilai aset yang sesuai dengan kondisi pasar.

Hal ini penting untuk diketahui, sebagai dasar keuangan perusahaannya.

BACA JUGA :  Penjelasan Lengkap Kurs Valuta Asing Adalah Sebagai Berikut

5 ) Mengurangi Besar Pajak yang Harus Dibayarkan

Jika poin pertama sampai dengan keempat berkaitan dengan peningkatan nilai aset, maka sebaliknya.

Poin ini akan membahas revaluasi akibat penurunan nilai aset sebagai konsekuensi dari proses depresiasi. Proses depresiasi aset tetap akan menimbulkan biaya penyusutan.

Biaya penyusutan ini sebenarnya tidak secara riil dibayarkan namun dapat dinyatakan sebagai pengurang pajak.

Karena secara keuangan, biaya ini dianggap sebagai pengurang laba dalam laporan keuangan perusahaan.

Kerugian Revaluasi Aset Tetap

Lalu apa kerugian dari tindakan ini?

1 ) Pengenaan Pajak Penghasilan

Dalam proses revaluasi, sebenarnya tidak ada aliran kas masuk ketika perusahaan meng-klaim peningkatan aset tetap maupun aliran kas keluar ketika perusahaan penurunan aset.

Namun, apabila terdapat laporan peningkatan aset akibat revaluasi, maka perusahaan akan dikenai PPh final sebesar 10%. Pajak ini harus dibayar pada tahun tersebut.

Sementara apabila terdapat laporan penurunan aset akibat revaluasi, tidak ada hutang pajak tangguhan yang bisa dibalik di tahun berikutnya bila nilai aset turun.

2 ) Biaya Jasa Penilai (Assesor)

Untuk menetapkan nilai wajar aset tetap yang tidak memiliki nilai pasar, perusahaan membutuhkan jasa penilai.

Semakin sering dan semakin besar cakupan revaluasi yang dilakukan, maka biaya jasa penilai ini akan semakin besar.

Jadi selain manfaatnya, Anda juga harus memperhitungkan kedua kerugian akibat revaluasi ini.

Untuk dapat memperhitungkan untung ruginya. Penting bagi Anda untuk melakukan proses digitalisasi manajemen di perusahaan Anda terlebih dahulu.

Supaya keputusan dapat diambil secara seksama tanpa kesalahan.

Ada banyak aplikasi yang bisa dipakai untuk melakukan digitalisasi aset.

Dengan menggunakan aplikasi atau software, akan banyak manfaat yang bisa diambil demi pengelolaan perusahaan yang lebih efektif dan efisien.

BACA JUGA :  Perbedaan Pasar Persaingan Sempurna dan Pasar Persaingan Tidak Sempurna


Leave a Reply

Your email address will not be published.