Begini Perhitungan Pajak Penghasilan PPh Pasal 21 Dan PPh Pasal 23 Yang Harus Diketahui Perusahaan Dan Karyawan

Begini ulasan bloghrd.com mengenai perhitungan pajak penghasilan PPh Pasal 21 Dan PPh Pasal 23 yang harus dibayarkan setiap tahunnya. Seperti apa ya?

Patuh dalam pembayaran pajak merupakan salah satu syarat yang harus dimiliki oleh warga negara yang baik.

Membayar pajak sesuai dengan nilai dan tepat waktu akan membuat kita berkontribusi terhadap pembangunan negara.

Setiap orang yang masih dalam masa produktifnya, baik para wirausahawan atau pekerja, harus memperhatikan dan taat terhadap pembayaran pajak mereka.

Bagi karyawan, pajak merupakan hal yang wajib dipahami dengan baik.

Mengapa demikian? Alasannya adalah karena pembayaran pajak merupakan bagian dalam penggajian bulanan.

Pajak akan secara otomatis dipotong dari gaji yang karyawan terima.

Begini Perhitungan Pajak Penghasilan PPh Pasal 21 Dan PPh Pasal 23 Yang Harus Diketahui Perusahaan Dan Karyawan

Begini Perhitungan Pajak Penghasilan Pph Pasal 21 Dan PPH Pasal 23 Yang Harus Diketahui Perusahaan Dan Karyawan.

Potongan tersebut kemudian disetorkan oleh perusahaan kepada pemerintah melalui dirjen pajak Indonesia.

Dengan memahami pajak, seorang karyawan dapat memeriksa penghitungan pajak yang diambil dari penghasilan setiap bulannya.

Tentang PPh 21

Saat membicarakan pajak, kebanyakan orang lebih familiar dengan PPh pasal 21 atau juga dikenal sebagai pajak penghasilan.

Jenis pajak ini merupakan pajak yang dikenakan pada gaji, upah, tunjangan, dan pembayaran lainnya atas pekerjaan yang dilakukan oleh karyawan.

Peraturan yang mengatur tentang PPh 21 adalah Peraturan Direktur Jenderal Pajak Nomor PER-32/PJ/2015.

Untuk penerapan PPh 21, kamu perlu tahu bahwa jenis pajak ini tidak berlaku untuk semua karyawan ada standar tarif gaji yang diterapkan dalam PPh 21.

Yaitu di bawah atau sama dengan 54 juta Rupiah per tahun untuk pribadi atau perseorangan, 58,5 juta Rupiah per tahun apabila sudah memiliki pasangan, dan 63 juta Rupiah apabila sudah memiliki anak, maksimal sebanyak 3 orang.

BACA JUGA :  Cara Mudah Menghitung dan Melakukan Pembetulan PPh 21

Cara untuk menghitung PPh 21 sebenarnya mudah dipahami. Formula untuk PPh 21 adalah jumlah penghasilan dari Kena Pajak dikalikan tarif PPh pasal 21 dikalikan tarif PPh 21 yang berlaku.

Ragam tarif pajak penghasilan disesuaikan dengan penghasilan tahunan masing – masing karyawan.

Yaitu 5 persen untuk penghasilan hingga 50 juta Rupiah, 15 persen untuk penghasilan di antara 50 juta Rupiah hingga 250 juta Rupiah.

Lalu 25 persen untuk penghasilan di antara 250 juta Rupiah hingga 500 juta Rupiah, dan 30 persen untuk penghasilan di atas 500 juta Rupiah.

Tentang PPh 23

Selain PPh 21, ada jenis pajak lain yang juga wajib dipahami oleh karyawan, yaitu PPh 23.

Berbeda dengan PPh 21 yang dikenakan dari gaji atau pendapatan pokok karyawan setiap bulannya.

PPh 23 mengatur jumlah potongan pajak yang diambil dari penghasilan atas modal, penghargaan, hadiah, jasa, dan pendapatan lain yang tidak terkena PPh pasal 21.

Lalu, apa sajakah yang menjadi pemotong dari PPh 23?

Jawabannya adalah badan pemerintah, bentuk usaha tetap, atau perwakilan dari perusahaan luar negeri termasuk dalam daftar pemotong PPh 23.

Ada juga beberapa profesi yang memiliki peran sebagai pemotong PPh, yaitu dokter, arsitek, notaris, PPAT (Pejabat Pembuat Akta Tanah), konsultan, serta pengacara.

Mengenai tarif dari PPh 23, besaran yang dikenakan tergantung dari jenis pemotongan yang dilakukan.

Untuk pembagian laba, bunga, dan royalti pemegang saham, tarif PPh 23 adalah sebesar 15 persen, sedangkan sebanyak 2 persen dikenakan sebagai tarif untuk hadiah, penghargaan bonus, serta jasa-jasa yang diberikan seperti manajemen dan konsultasi.

Penting bagi seorang karyawan untuk mengerti penghitungan PPh 23 agar merasa nyaman saat melihat potongan pajak yang diaplikasikan dalam gajinya.

BACA JUGA :  Jenis-Jenis Laporan PPh 21 untuk Karyawan

Bagi HRD perusahaan, perhitungan PPh 23 juga penting dilakukan secara teliti dan tepat seperti PPh Pasal 21 agar tidak merugikan karyawan.


Leave a Reply

Your email address will not be published.