Mengenal Fungsi Kemasan Produk dan Jenis-Jenisnya - bloghrd.com

Pernahkah Anda membeli sebuah produk karena tertarik dengan kemasan luarnya? Biasanya hal ini lazim terjadi pada sebuah produk makanan atau minuman dengan kemasan yang begitu menggoda. Selain berfungsi sebagai pelindung sebuah produk dagang, ternyata kemasan didesain sedemikian rupa untuk menambah nilai jual. Harapannya adalah agar pesan yang disampaikan dari sebuah produk dapat diterima dengan baik oleh pembeli.

Pada umumnya, fungsi kemasan memang untuk melindungi produk dari kerusakan, seperti guncangan, benturan keras, dan cuaca ekstrem. Selain itu, kemasan produk juga dapat digunakan sebagai identitas perusahaan sehingga calon pembeli dapat langsung mengenali produk saat pertama kali melihat. Atas dasar inilah kemasan produk tidak boleh dibuat sembarangan.

Jika saat ini Anda memiliki usaha dan berniat untuk menarik perhatian pembeli, bisa dimulai dengan memperhatikan kemasan produk. Pelajari lebih lanjut tentang pengertian kemasan produk, fungsinya, hingga jenisnya di artikel ini.

Memahami Arti Kemasan Produk

Kemasan adalah sebuah desain kreatif yang menghubungkan bentuk, unsur, material, warna, dan elemen-elemen desain lainnya terhadap informasi produk agar bisa dipasarkan dengan layak. Kemasan bisa dibilang sebagai citra branding sebuah produk di pasar. Dengan adanya kemasan, produk dapat dibungkus, dilindungi, dikirim, disimpan, dan diidentifikasi dengan baik sehingga dapat dibedakan dengan produk lain.

Dalam merancang kemasan harus dipikirkan secara matang tentang desain dan pesan yang ingin disampaikan kepada calon pembeli. Hal ini karena kemasan merupakan bagian pertama dari produk yang dilihat oleh calon pembeli. Pengemasan produk dibuat sedemikian rupa untuk merebut minat calon konsumen terhadap pembelian barang. Dari sini, bisa dikatakan bahwa kemasan produk erat kaitannya dengan ekuitas merek yang mendorong penjualan produk.

BACA JUGA :  Inilah Skill Wajib Harus Dimiliki Millennial dan Gen Z

Aktivitas pengemasan adalah kegiatan merancang dan memproduksi kemasan atau pembungkus suatu produk. Kini fungsi kemasan tidak hanya sekedar sebagai pembungkus dan pelindung produk saja. Lebih dari itu, kemasan merupakan salah satu alat pemasaran suatu produk agar lebih dikenal oleh masyarakat. Tidak heran jika banyak sekali kemasan produk yang dibuat seunik mungkin guna untuk menarik perhatian calon konsumen. Jangan lupa untuk memberikan kesan yang baik dengan model dan desain yang sudah kamu gunakan.

Fungsi Kemasan

Fungsi paling dasar dari sebuah kemasan produk adalah membungkus dan melindungi produk dari kerusakan sehingga mudah disimpan, dikirim, dan dipasarkan. Secara umum, ada beberapa fungsi kemasan yang wajib Anda ketahui demi kesuksesan bisnis Anda:

1. Fungsi Proteksi

Yang paling utama dari fungsi kemasan adalah untuk melindungi produk yang dapat berdampak pada pengemasan. Perbedaan iklim, sarana transportasi, hingga channel distribusi berisiko besar pada kerusakan produk, sehingga penting sekali kemasan produk dibuat.

Dengan kemasan yang aman, konsumen tidak perlu menanggung risiko kerusakan atau produk yang cacat. Konsumen juga pasti akan merasa puas dengan produk yang selalu dikemas rapi dan sesuai ekspektasi. Jika Anda mampu menjaga kualitas kemasan produk sesuai dengan fungsi proteksi ini, dijamin konsumen akan dengan senang hati menjadi pelanggan Anda.

2. Fungsi Promosi

Tidak hanya untuk perlindungan produk saja, kemasan juga dapat berfungsi sebagai sarana promosi. Yang dapat menjadi pertimbangan Anda ketika menempatkan fungsi promosi pada kemasan produk adalah pemilihan desain untuk menarik perhatian konsumen. Sebisa mungkin, pilih desain yang mampu menyampaikan pesan dari produk Anda. Kemasan ini dapat memberikan citra produk dan sebagai salah satu alat komunikasi manfaat serta tujuan dari produk yang Anda tawarkan.

BACA JUGA :  5 Tips Cara Mengubah Hobi Menjadi Bisnis Menguntungkan

Sebuah kemasan produk biasanya tidak lepas hubungannya dengan pemberian desain label atau logo. Label yang ada pada produk merupakan sebuah identitas yang dapat dikenali dengan mudah. Tidak hanya promosi tentang produk yang Anda jual saja, desain pada kemasan juga menjadi sarana informasi tentang nama perusahaan, alamat website, media sosial, dan sebagainya.

3. Fungsi Preventif

Produk yang dikemas dengan baik tentunya akan memberikan isi dan kualitas yang baik pula. Anda dapat memastikan bahwa produk Anda telah dikemas secara aman sehingga tidak ada bagian yang terbuka. Hal ini untuk menghindari dari kontaminasi luar yang akan menurunkan kualitas produk. Contohnya saja adalah kemasan makanan yang terbuka akan memberikan risiko isi makanan tersebut rusak sehingga tidak layak untuk dikonsumsi.

Lebih lanjut lagi, dengan adanya kemasan produk akan membantu mencegah pencurian isi produk yang Anda tawarkan. Dalam hal ini, kualitas produk Anda yang akan menjadi taruhan.

Jenis-Jenis Kemasan

Berdasarkan frekuensi pemakaiannya, jenis-jenis kemasan dapat dibagi menjadi beberapa bagian, di antaranya:

Berdasarkan Struktur Isi

Kemasan Primer

Yang dimaksud dengan kemasan primer adalah bahan kemasan yang langsung membungkus produk jadi. Biasanya kemasan ini berbentuk kaleng atau plastik dan produk yang dibungkus berupa makanan. Contohnya adalah susu kaleng, botol minuman, dan lain sebagainya.

Kemasan Sekunder

Kemasan sekunder adalah kemasan yang membungkus kemasan lebih kecil. Fungsi utamanya adalah untuk melindungi kelompok kemasan lainnya. Biasanya kemasan ini dibentuk dengan ukuran yang besar. Contohnya adalah karton untuk wadah kaleng susu, kotak kayu, atau wadah buah-buahan.

Kemasan Tersier dan Kuarter

Kemasan tersier diperlukan untuk menyimpan, mengirim, dan identifikasi produk. Kemasan ini biasanya digunakan sebagai pelindung selama proses pengangkutan.

BACA JUGA :  5 Ide Bisnis Rumahan Untuk Pria Agar Sukses Meski Hanya di Rumah

Berdasarkan Frekuensi Pemakaian

Kemasan Sekali Pakai (Disposable)

Kemasan ini dibuat untuk sekali pemakaian saja, sehingga setelah selesai digunakan, kemasan dianjurkan untuk dibuang. Contohnya adalah bungkus plastik, bungkus permen, kemasan daun, karton dus, dan makanan kaleng.

Kemasan Dipakai Berulang (Multi Trip)

Jenis kemasan ini umumnya tidak langsung dibuang oleh konsumen. Kemasan dapat dikembalikan kepada agen penjual untuk dimanfaatkan ulang oleh pabrik. Contohnya adalah makanan atau minuman yang menggunakan botol kaca sebagai wadahnya, botol kecap, botol minuman kaca, dan sejenisnya.

Kemasan yang Tidak Dibuang (Semi Disposable)

Ketika isi produk sudah habis, jenis kemasan ini dapat digunakan untuk kepentingan lain di rumah konsumen setelah dipakai. Contohnya adalah kaleng biskuit, berbagai jenis botol kaca, dan sejenisnya.

Berdasarkan Tingkat Kesiapan Pakai

Kemasan Siap Pakai

Jenis kemasan siap pakai menggunakan bahan kemas yang siap untuk diisi dengan bentuk yang sempurna sejak keluar dari pabrik. Contohnya adalah kemasan botol, kemasan kaleng, dan sejenisnya.

Kemasan Siap Dirakit

Jenis kemasan ini masih membutuhkan perakitan sebelum pengisian. Contohnya adalah kemasan yang terbuat dari kertas, foil, fiber, atau plastik.

Fungsi kemasan sangat penting diperhatikan dalam sebuah produk sehingga kemasan sesuai dengan standar yang berlaku agar terjamin kualitasnya. Dengan kualitas produk yang tetap terjaga akan menambah kepercayaan konsumen terhadap bisnis Anda. Mereka tidak hanya akan membeli produk Anda saja, tetapi berani untuk membeli secara berulang-ulang.

Penting juga untuk membuat kemasan yang unik agar produk Anda mudah diingat konsumen. Dengan begitu, secara tidak langsung Anda sudah melakukan promosi melalui packaging produk yang Anda jual. Dengan kemasan yang baik, akan mendukung kemajuan bisnis dan usaha Anda.


Putri Ayudhia

Putri Ayudhia

Putri Ayudhia adalah seorang penulis konten SEO dan blogger paruh waktu yang telah bekerja secara profesional selama lebih dari 7 tahun. Dia telah membantu berbagai perusahaan di Indonesia untuk menulis konten yang berkualitas, SEO-friendly, dan relevan dengan bidang HR dan Psikologi. Ayudhia memiliki pengetahuan yang kuat dalam SEO dan penulisan konten. Dia juga memiliki pengetahuan mendalam tentang HR dan Psikologi, yang membantu dia dalam menciptakan konten yang relevan dan berbobot. Dia memiliki keterampilan dalam melakukan riset pasar dan analisis, yang membantu dia dalam menciptakan strategi konten yang efektif.
https://bloghrd.com