NOP: Pengertian dan Cara Menemukannya Jika Hilang - bloghrd.com


Definisi NOP

NOP (Nomor Objek Pajak) adalah nomor identitas objek pajak sebagai sarana dalam administrasi perpajakan. Terdapat beberapa ketentuan tentang NOP yang perlu Anda ketahui, di antaranya: 

  • Memiliki keunikan, jadi setiap objek pajak PBB, akan disediakan 1 nomor objek pajak yang berbeda dengan yang diberikan ke PBB yang lainnya.
  • Bersifat tetap, yakni NOP yang diberikan kepada masing-masing objek pajak PBB tidak akan berubah dalam waktu yang lama. 
  • Standar, artinya sistem pemberian NOP ini berlaku secara nasional. 

Pemberian NOP ini tentu memiliki tujuan, seperti nomor objek pajak bermanfaat untuk mempermudah mengetahui lokasi maupun letak dari objek pajak. Selain itu, nomor objek pajak ini juga untuk mempermudah Anda dalam melakukan pengambilan dan pemantauan terhadap SPOP (Surat Pemberitahuan Objek Pajak). Dengan begitu, Anda dapat memperoleh informasi mengenai objek yang Anda inginkan atau miliki sudah terdaftar atau belum. 
Dalam menghubungkan antara data atributik, peta, atau grafis PBB juga membutuhkan NOP. Nomor ini juga dibuat guna menghindari kemungkinan ketetapan ganda. Sebagai wajib pajak, Anda juga akan memperoleh identitas dari setiap objek yang Anda kuasai atau miliki. Dalam penyampaian SPPT (Surat Pemberitahuan Pajak Terutang), Anda juga wajib memiliki nomor ini.
Nomor objek pajak ini diberikan oleh Direktorat Jenderal Pajak (Ditjen Pajak) ketika Anda atau pihak terkait melakukan registrasi/pendaftaran NOP PBB. Nantinya, nomor yang telah diperoleh akan Anda gunakan dalam administrasi perpajakan sebagai sarana wajib pajak dalam menjalankan kepatuhan pajak.

BACA JUGA :  Solusi Lupa Password Admin Utama pada Aplikasi e-Faktur

Makna dari Tiap Susunan NOP

Nomor objek pajak memiliki 18 digit. Dari masing-masing digitnya memiliki makna tersendiri sebagai bentuk dari kategori-kategori tertentu. Nah, berikut ini makna dari setiap susunan NOP: 

  • 2 digit pertama berupa kode *DATI I.
  • 2 digit kedua berupa kode *DATI II.
  • 3 digit ketiga berupa kode Kecamatan.
  • 3 digit keempat merupakan kode Keluaran atau kode Desa.
  • 3 digit kelima merupakan Kode Nomor Blok.
  • 4 digit keenam berupa Nomor Urut Objek.
  • 1 digit terakhir atau ketujuh merupakan kode khusus.

(*Daerah Tingkat) 

Cara Menemukan NOP yang Hilang

Beberapa dari Anda mungkin memiliki kendala kehilangan NOP. Tenang, Anda bisa dengan mudah menemukannya. Pemahaman tentang makna dari setiap digit yang ada pada nomor objek pajak merupakan hal yang cukup penting dan menjadi solusi utama. Pasalnya, hal tersebut akan berguna jika suatu saat Anda melakukan pelaporan pajak atau bahkan kehilangan NOP Anda. 
Ada beberapa cara yang bisa Anda tempuh apabila Anda kehilangan nomor objek pajak Anda, di antaranya: 

  1. Anda dapat menemukannya dalam STTS (Surat Tanda Terima Setoran) atau bukti bayar PBB Anda pada tahun lalu. Seperti yang Anda ketahui, NOP memiliki struktur kode. Akan lebih mudah apabila Anda sudah paham arti atau makna dari masing-masing kode tersebut. Anda juga bisa memastikan NOP sudah benar atau tidak dengan melihat nama, alamat subjek pajak, dan objek pajak.
  2. Jika Anda tidak menemukan STTS tahun lalu, Anda bisa langsung datang ke Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda) setempat untuk memintanya. 
  3. NOP juga bisa Anda pastikan dengan melihat pada SIG di KPP Pratama daerah. Anda cukup memasukkan nomor objek pajak yang tertera pada STTS tahun lalu. Dengan begitu, peta SIG akan tampil di layar beserta informasi objek pajak tersebut. 
  4. Melalui online juga bisa jadi alternatif Anda dalam mengetahui atau menemukan NOP Anda. Kini pada daerah-daerah tertentu, seperti DKI Jakarta, Bekasi, Bogor, Tangerang, dan Surabaya telah disediakan media berupa aplikasi dan situs web bagi wajib pajak yang ingin mengecek nomor objek pajaknya. 
BACA JUGA :  KPP Pratama Salatiga

Baca Juga: Lengkap! Daftar Kode Akun Pajak (KAP) & Kode Jenis Setoran (KJS)

Apa itu SIG? 

SIG adalah Sistem Informasi Geografi berbasis komputer yang bisa Anda gunakan untuk menyimpan, memanipulasi, dan menganalisis informasi geografi. Pada SIG, informasi permukaan bumi akan disajikan dalam bentuk peta yang dibuat secara manual, kemudian seluruh informasi akan diolah dan hasilnya berbentuk peta digital. 
SIG berperan sebagai alat pengolah data keruangan, sistem informasi geografis, juga menyajikan informasi mengenai sumber daya yang dimiliki oleh suatu wilayah tertentu.



Ikuti terus bloghrd.com untuk mendapatkan informasi seputar HR, karir, info lowongan kerja, juga inspirasi terbaru terkait dunia kerja setiap harinya!


Putri Ayudhia

Putri Ayudhia

Putri Ayudhia adalah seorang penulis konten SEO dan blogger paruh waktu yang telah bekerja secara profesional selama lebih dari 7 tahun. Dia telah membantu berbagai perusahaan di Indonesia untuk menulis konten yang berkualitas, SEO-friendly, dan relevan dengan bidang HR dan Psikologi. Ayudhia memiliki pengetahuan yang kuat dalam SEO dan penulisan konten. Dia juga memiliki pengetahuan mendalam tentang HR dan Psikologi, yang membantu dia dalam menciptakan konten yang relevan dan berbobot. Dia memiliki keterampilan dalam melakukan riset pasar dan analisis, yang membantu dia dalam menciptakan strategi konten yang efektif.
https://bloghrd.com