Supplier: Definisi, Fungsi, dan Perbedaanya dengan Vendor - bloghrd.com



Supplier atau pemasok/penyuplai bertugas memasok bahan mentah pada perusahaan besar untuk kemudian diolah menjadi barang dan jasa. Namun terkadang, supplier sering disamakan dengan vendor, yang sebenarnya keduanya merupakan peran dengan tugas berbeda. Simak penjelasannya di artikel ini.

Definisi Supplier

Secara umum, suppplier atau pemasok/penyuplai adalah pihak yang menjual atau memasok sumber daya berbentuk bahan mentah kepada pihak lain, baik perorangan maupun perusahaan, untuk kemudian diolah menjadi barang atau jasa tertentu.
Pengertian lainnnya, pemasok adalah pihak perorangan atau perusahaan yang memasok atau menjual bahan mentah kepada pihak lain, baik itu perorangan maupun perusahaan, agar dapat diolah menjadi suatu produk yang siap dijual.
Sebagai contoh, pemasok kelapa sawit memasok bahan mentah tersebut kepada perusahaan minyak kelapa sawit, untuk kemudian diolah dan dijadikan sebagai minyak kelapa sawit.

Fungsi dan Tugas Pemasok

Pemasok berperan penting dalam supply chain management. Tanpa ada bahan mentah, perusahaan tidak dapat melakukan produksi barang atau jasa yang dibutuhkan pasar. 
Namun tidak hanya memasok bahan mentah, supplier memiliki beberapa tugas lain, di antaranya:

  • Memastikan ketersediaan bahan baku sesuai dengan permintaan perusahaan yang membutuhkan.
  • Menjaga proses produksi dan mengontrol kualitas bahan baku agar selalu berkualitas terbaik.
  • Mengatur penyimpanan bahan baku sehingga tetap dalam kondisi baik dan aman.
  • Mengatur proses pengiriman bahan baku agar tetap aman dan sampai ke tangan perusahaan tepat waktu sesuai dengan kesepakatan di antaranya keduanya.
BACA JUGA :  KPP Pratama Karawang Selatan

Jenis-Jenis Supplier

Supplier terbagi menjadi dua jenis, yaitu supplier berdasarkan bahan baku yang dihasilkan dan berdasarkan jenis bahan materialnya.
Pertama, akan membahas pemasok berdasarkan produk yang dihasilkan. Ada pemasok produk barang dan pemasok produk jasa.
Pemasok produk barang adalah jenis pemasok yang menyuplai barang berupa bahan mentah kepada perusahaan untuk diolah menjadi produk jadi. 
Tidak jauh berbeda dengan pemasok barang, pemasok jasa adalah pihak yang menyediakan bahan mentah kepada perusahaan yang bergerak di bidang jasa. Jadi, bahan mentah tersebut diolah menjadi jasa yang disalurkan kepada konsumen akhir.
Kemudian, ada pemasok yang dibagi berdasarkan jenis bahannya, yaitu bahan fabrikasi dan bahan non-fabrikasi.
Pemasok bahan fabrikasi adalah pihak yang menyuplai bahan mentah sekaligus memprosesnya secara khusus. Proses pengolahan bahan mentah oleh pemasok ini umumnya berjalan sesuai dengan kesepakatana antara pihak pemasok dan perusahaan yang membeli.

  • Pemasok Bahan Non-fabrikasi

Pemasok bahan non-fabrikasi adalah pihak yang memasok bahan mentah tanpa harus memprosesnya secara khusus sehingga bahan tersebut langsung dikirimkan kepada perusahaan yang membutuhkannya.

Cara Kerja Supplier

Untuk dapat memenuhi permintaan perusahaan, ada beberapa kegiatan yang perlu pemasok lakukan. Apa saja?
Pemasok perlu memenuhi semua proses pengadaan bahan mentah. Kemudian, pemasok memberikan informasi seputar bahan mentah yang akan dijual kepada perusahaan yang ingin membelinya.
Selanjutnya, pemasok akan melakukan proses pemasaran bahan mentah, baik secara online maupun offline. 
Di sisi lain, pemasok menjalin kerja sama dan menjaga hubungan dengan para pebisnis.
Terakhir, pemasok menjaga kualitas bahan mentah yang disediakan.

Perbedaan Supplier dan Vendor

Supplier sering disamakan dengan vendor. Meski keduanya berada dalam supply chain management, tiap-tiap pihak memegang peranan yang berbeda.
Supplier dan vendor dapat menjadi pemasok bahan mentah pada perusahaan. Namun bedanya, supplier hanya memasokkan bahan mentah dan hanya kepada perusahaan yang membutuhkannya untuk kemudian diolah menjadi barang jadi.
Sedangkan vendor, dapat memasokkan barang setengah jadi dan barang jadi, kepada perusahaan (B2B) dan kepada konsumen akhir (B2C). Vendor bahkan juga dapat memasokkan bahan mentah atau barang setengah jadi/barang jadi ke pemerintah (B2G). 
Dari segi urutan dalam supply chain management, supplier berada di posisi pertama karena bertugas sebagai pemasok. Sementara vendor dapat menempati di posisi sebelum perusahaan produsen atau sebelum konsumen akhir.
Pahami lebih jauh mengenai vendor di artikel ini.
Baca Juga: Memahami Peran Vendor dalam Dunia Bisnis dan Tips Memilihnya

BACA JUGA :  Ketentuan Permohonan Surat Keterangan Tidak Dipungut (SKTD)

Tips Cara Memilih Pemasok

Karena memegang peranan penting, maka perlu memastikan untuk bekerja sama dengan pemasok yang profesional. Ada beberapa tips yang dapat dilakukan untuk memilih pemasok yang berkualitas baik. 

  • Perhatikan kualitas bahan mentah yang akan dipasok. Bahan mentah harus memiliki kualitas yang sesuai dengan spesifikasi yang ditawarkan dan sesuai dengan kebutuhan perusahaan.
  • Harga yang ditawarkan bersaing. Pemasok dapat memberikan harga yang wajar dan sesuai dengan bahan mentah yang dipasok.
  • Bersikap jujur dengan usahanya. Pemasok dapat menginformasikan dengan jujur dan terbuka mengenai teknologi usahanya sehingga mampu memenuhi kebutuhan perusahaan.
  • Pelayanan yang baik. Pemasok dapat memberikan pelayanan yang baik, seperti mampu memenuhi bahan mentah sesuai permintaan perusahaan, mengirimkan pesanan dengan cepat dan tepat sesuai kesepakatan yang berjalan, memastikan kualitas bahan mentah tetap baik ketika sampai ke tangan perusahaan.

Kesimpulan

Dalam supply chain management, pemasok menduduki urutan pertama karena ia berperan sebagai pihak yang memasok bahan mentah kepada perusahaan, seperti manufaktur. Terkadang, supplier sering disamakan dengan vendor walau sebenarnya, keduanya memiliki peran dan fungsi berbeda.
Umumnya, pemasok dibedakan berdasarkan bahan baku yang dihasilkan dan berdasarkan jenis bahan materialnya. Jika dilihat dari bahan baku yang dihasilkan, ada pemasok produk barang dan ada pemasok produk jasa. Namun jika dilihat dari jenis bahan material, ada pemasok bahan fabrikasi dan ada pemasok bahan non-fabrikasi.
Dengan bahan mentah berkualitas, perusahaan dapat menghasilkan barang jadi terbaik yang siap dipasarkan kepada konsumen akhir. Karena itu, penting sekali untuk memilih pemasok profesional.
Ketika melakukan transaksi dengan pemasok, pastikan untuk mendapatkan faktur yang benar dengan NPWP yang tepat. Urusan validasi ini dapat dilakukan secara otomatis ketika perusahaan mengelola transaksinya di Aplikasi Pajak.
Sebagai mitra resmi DJP, Aplikasi Pajak mempermudah urusan transaksi bisnis dengan validasi NPWP lawan transaksi secara otomatis. Aplikasi pajak online ini juga dapat membantu mengelola invoice dan faktur pajak setiap transaksi, hingga bayar dan lapor pajak usaha. 
Tidak hanya itu, Aplikasi Pajak dapat membantu mengoptimasi pajak dan modal usaha. Bagaimana caranya? Daftar sekarang untuk mempelajari lebih lanjut, klik di sini.

BACA JUGA :  KPP Pratama Jakarta Pasar Rebo



Ikuti terus bloghrd.com untuk mendapatkan informasi seputar HR, karir, info lowongan kerja, juga inspirasi terbaru terkait dunia kerja setiap harinya!


Putri Ayudhia

Putri Ayudhia

Putri Ayudhia adalah seorang penulis konten SEO dan blogger paruh waktu yang telah bekerja secara profesional selama lebih dari 7 tahun. Dia telah membantu berbagai perusahaan di Indonesia untuk menulis konten yang berkualitas, SEO-friendly, dan relevan dengan bidang HR dan Psikologi. Ayudhia memiliki pengetahuan yang kuat dalam SEO dan penulisan konten. Dia juga memiliki pengetahuan mendalam tentang HR dan Psikologi, yang membantu dia dalam menciptakan konten yang relevan dan berbobot. Dia memiliki keterampilan dalam melakukan riset pasar dan analisis, yang membantu dia dalam menciptakan strategi konten yang efektif.
https://bloghrd.com