Apa Itu SSE Surat Setoran Elektronik Pajak? Begini Penjelasannya!

Apa Itu SSE Surat Setoran Elektronik Pajak? SSE adalah fitur pembayaran pajak online yang praktis. Bloghrd.com akan mengulasnya disini.

Sebagai warga negara yang baik, membayar pajak merupakan suatu kewajiban bagi warga negara Indonesia.

Dengan membayar pajak, secara tidak langsung Anda ikut berkontribusi dalam pembangunan nasional untuk memajukan Indonesia.

Sebelumnya, pembayaran pajak hanya dapat dilakukan secara manual dengan menggunakan Surat Setoran Pajak (SSP).

Namun, pada tahun 2002 pemerintah mencetuskan program pembayaran pajak dengan memanfaatkan teknologi informasi alias secara online melalui Surat Setoran Elektronik Pajak atau lebih dikenal dengan SSE Pajak, yang lebih mudah dan praktis untuk digunakan.

Anda tidak perlu lagi mengisi SSP secara manual, dengan ditulis tangan atau diketik, yang memang terkesan jauh lebih rumit dibandingkan cara online.

Sebelum menggunakan SSE Pajak, kenali dulu apa saja seluk-beluknya.

Mengenal Surat Setoran Elektronik Pajak

Apa Itu SSE Surat Setoran Elektronik Pajak? SSE adalah fitur pembayaran pajak online yang praktis. Bloghrd.com akan mengulasnya disini.

Menurut PER-05/PJ/2017, Surat Setoran Elektronik Pajak (SSE) atau yang dikenal dengan sebutan e-Billing Pajak, merupakan bukti pembayaran elektronik atau penyetoran pajak yang telah dilakukan dengan menggunakan formulir atau telah dilakukan dengan cara lain ke kas negara melalui tempat pembayaran yang ditunjuk oleh menteri keuangan.

SSE merupakan sistem pembayaran pajak yang resmi dari Direktorat Jenderal Pajak (DJP).

Sejak ditetapkan oleh DJP, eksistensi SSE semakin membawa manfaat positif bagi Wajib Pajak dalam melaksanakan kewajiban membayar pajak.

Para Wajib Pajak akan diminta untuk mengisi SSE Pajak pada aplikasi e-Billing agar mendapatkan ID Billing.

ID Billing ini nantinya akan berperan penting dalam proses pembayaran pajak. Dengan kata lain, jika tidak ada ID Billing, Wajib Pajak tidak bisa membayar pajak.

Perbedaan Sistem Pembayaran SSP dan SSE

Dahulu, pembayaran pajak hanya dapat dilakukan secara manual melalui Surat Setoran Pajak (SSP), penyetoran pajak yang dilakukan Wajib Pajak dengan menggunakan formulir atau cara lainnya ke kas negara, melalui tempat pembayaran yang ditunjuk menteri keuangan seperti bank atau kantor pos.

BACA JUGA :  Cara Mudah Mengetahui Jumlah Pajak Kendaraan Anda

Tetapi, karena dianggap kurang praktis, lambat laun cara pembayaran pajak manual tersebut mulai ditinggalkan.

Salah satu contoh ketidakpraktisannya adalah SSP membuat Wajib Pajak menghabiskan waktu berjam-jam untuk mengantre guna membayar pajak.

Kekurangan lain yang menyusutkan minat setor pajak menggunakan SSP adalah kesalahan yang kerap terjadi dalam transaksi pembayaran dikarenakan pengisian formulir dilakukan secara manual.

Kualitas data pembayarannya pun berkurang dan lebih berisiko keliru.

Yang membedakan SSP dan SSE jelas adalah metode pembayarannya.

Seiring berkembangnya zaman dan semakin majunya teknologi, cara daring atau online merupakan alternatif yang sangat jitu dalam segala hal, termasuk membayar pajak.

Sejak Januari 2016, pemerintah telah mengganti sistem pembayaran pajak menjadi secara online.

Apa Saja Keunggulan Membayar Pajak dengan SSE Surat Setoran Elektronik? 

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, membayar pajak melalui SSE sangat menguntungkan.

Apa saja keunggulannya?

Pembayaran pajak menjadi lebih praktis

Membayar pajak menggunakan SSE tentunya lebih praktis dibanding menggunakan cara manual.

Jika Anda seorang pekerja, SSE merupakan pilihan yang tepat.

Dengan SSE, pembayaran pajak dapat dilakukan di mana dan kapan saja.

Anda hanya perlu duduk di depan laptop, melakukan registrasi atau login dari laman SSE, mendapatkan kode billing, dan menggunakan mobile banking untuk membayarkan pajak.

Data-data lebih tepat dan akurat

Selain praktis, SSE pajak juga sangat akurat.

Jika membayar pajak menggunakan sistem ini, kesalahan input Kode Akun Pajak dan Kode Jenis Setoran akan jarang sekali terjadi, seperti jika dilakukan dengan pembayaran manual.

Banyak sekali panduan untuk melakukan pembayaran melalui SSE, sehingga para wajib pajak tidak akan kesulitan dan dapat mengisi formulir SSE dengan tepat.

Menghemat waktu, biaya serta tenaga

Pembayaran pajak menggunakan SSE akan sangat menghemat waktu, biaya, dan tenaga Anda, terutama jika Anda merupakan orang yang memiliki jadwal padat.

Bayangkan, jika pembayaran masih dilakukan melalui SSP, Anda harus pergi ke kantor pajak, mengeluarkan biaya transportasi, dan mengantre berjam-jam untuk membayar pajak.

Sedangkan, proses pembayaran dengan SSE hanya memakan waktu beberapa menit.

Anda tidak perlu menguras banyak energi untuk melakukan aktivitas ini. Yang mungkin Anda butuhkan hanyalah koneksi internet yang stabil dan kencang.

BACA JUGA :  Ketahui Perbedaan Objek dan bukan Objek PPh 21

Cara Melakukan Registrasi SSE Surat Setoran Elektronik Pajak

Registrasi SSE Pajak bukanlah hal yang sulit dilakukan.

Saat ini,  telah disediakan tiga situs resmi untuk registrasi Surat Elektronik Pajak, yakni versi 1 (sse.pajak.go.id), versi 2 (sse2.pajak.go.id), dan versi 3 (sse3.pajak.go.id).

SSE 1 merupakan versi terlama, SSE 2 merupakan yang terbaru, sedangkan SSE 3 adalah alternatif apabila wajib pajak belum pernah mendaftarkan akunnya.

Dari ketiga situs tersebut, yang paling user-friendly untuk digunakan adalah versi ketiga, sebab itu merupakan laman terbaru yang telah mengalami peningkatan dari versi sebelumnya.

Berikut adalah langkah-langkah registrasi Surat Setoran Elektronik Pajak berdasarkan masing-masing versi.

Daftar Surat Setoran Elektronik SSE Pajak versi 1

Melakukan registrasi SSE Pajak versi 1 ini sangat sederhana, caranya antara lain sebagai berikut:

  • Buka situs yang telah tersedia, yaitu https://sse.pajak.go.id/index.aspx.
  • Klik “Daftar Baru”.
  • Lalu, isi dan lengkapi data dengan benar, seperti NPWP, nama, dan email.
  • Selanjutnya,  input kode captcha yang diberikan dan harus sesuai.
  • Setelah itu pilih “Register”.
  • Periksa email Anda untuk melakukan aktivasi akun pajak dengan mengklik link yang dikirimkan.
  • Kemudian login menggunakan NPWP dan PIN 6 digit yang sudah telah didaftarkan sebelumnya.

Daftar Surat Setoran Elektronik SSE Pajak versi 2

  • Buka situs yang telah tersedia, yaitu https://sse2.pajak.go.id/default.
  • Jika belum terdaftar, pilih “Anda belum terdaftar? Daftar di sini”.
  • Setelah itu, isi dan lengkapi data dengan benar, seperti NPWP, kode EFIN, lalu PIN 6 digit.
  • Masukkan pula kode captcha yang tertera di bagian bawah laman.
  • Kemudian klik verifikasi.
  • Setelah mendaftarkan NPWP, Anda perlu login dengan nomor pin yang sudah didaftarkan sebelumnya. Pilihlah section berwarna hijau untuk mengisi SSE. Isi formulir yang disajikan dengan lengkap dan benar. Pastikan jenis pajak dan setoran tidak salah. Lalu pilih “simpan”.

Jika ingin mendaftar menggunakan SSE Pajak versi 2, Anda harus memiliki kode EFIN. EFIN merupakan Electronic Filing Identification Number.  Untuk mendapatkannya, Anda bisa langsung mengunjungi Kantor Pelayanan Pajak (KPP) terdekat atau melalui online.

Daftar Surat Setoran Elektronik SSE Pajak Versi 3

  • Buka situs yang telah tersedia yaitu https://sse3.pajak.go.id/.
  • Setelah Anda buka, isi dan lengkapi data pribadi Anda dengan benar, termasuk mencantumkan NPWP  nama, email, PIN 6 digit kemudian ketik ulang PIN 6 digit.
  • Masukkan kode keamanan atau captcha yang tertera di bagian bawah laman.
  • Langkah selanjutnya adalah mengaktivasi akun. Jika seluruh data diisi, klik “Daftar”.
  • Setelah itu, cek email masuk Anda untuk mengaktifkan link aktivasi akun Anda.
  • Berikutnya, Anda harus masuk ke akun yang sudah diregistrasi sebelumnya dengan memasukkan NPWP dan PIN.
  • Jika sudah, maka Anda bisa langsung membuat kode e-Billing.
BACA JUGA :  Begini Perhitungan Pajak Penghasilan PPh Pasal 21 Dan PPh Pasal 23 Yang Harus Diketahui Perusahaan Dan Karyawan

Cara Memperoleh Kode Billing untuk Membayar Pajak

Untuk dapat membayar pajak melalui ATM maupun internet banking, Anda perlu membuat kode atau ID Billing melalui Surat Setoran Elektronik Pajak versi apa pun.

Caranya adalah sebagai berikut:

  •  Masuk ke situs https://sse.pajak.go.id/.
  • Anda harus mengaktifkan akses e-Billing dengan mengklik ikon Billing System.
  • Lalu,  pilih tab hijau yang bertuliskan  “Isi SSE”.
  • Setelah itu, isi formulir setoran pajak dengan lengkap dan benar, seperti jenis pajak yang akan dibayar, jenis setoran, masa pajak, serta jumlah setoran.
  • Untuk menyimpan semua data, klik “simpan”.
  • Selanjutnya, akan muncul dua kotak dialog. Klik “Ya” untuk kotak dialog pertama dan “OK” untuk kotak dialog kedua. Lalu, akan muncul 2 tombol perintah, yakni kotak hijau “Ubah SSP”, untuk mengubah data yang sudah dimasukkan. Dan kotak ungu “Kode Billing”, untuk melanjutkan proses.
  • Jika Anda memilih “Kode Billing”, kotak dialog baru akan muncul sebagai pemberitahuan kode billing sudah dibuat. Lalu klik “OK”. Kode Billing berhasil dibuat.
  • Laman berikutnya akan memperlihatkan informasi diri Anda, berikut nomor kode billing, serta masa berlaku kode Billing tersebut. Untuk mencetak kode Billing, klik “Cetak Kode Billing”.
  • Setelah dicetak, Anda dapat menggunakan kode Billing atau ID Billing tersebut untuk melakukan pembayaran pajak melalui bank, ATM, atau mobile banking.

Dengan berbagai kemudahan dan kepraktisan yang ditawarkan Surat Setoran Elektronik Pajak, tidak heran jika sistem ini mendapatkan banyak sambutan positif dari para wajib pajak di Indonesia dan dianggap merupakan cara yang paling relevan untuk membayar pajak.

Hal itu dibuktikan dengan adanya peningkatan dalam penyetoran pajak sejak ditetapkannya SSE Surat Setoran Elektronik pada 1 Juli 2016 lalu.

Pemerintah berharap kesediaan dan antusias wajib pajak untuk membayar pajak semakin besar, mengingat prosedur pendaftaran dan pembayar pajak kini sudah jauh lebih mudah dan dapat dilakukan dalam hitungan menit.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *