Peran Rekonsiliasi Bank dalam Menjaga Transparansi Keuangan

Bagaimana peran rekonsiliasi bank dalam menjaga transparansi keuangan? Bloghrd.com akan mengulasnya disini.

Dalam mengelola perusahaan, laporan keuangan merupakan hal yang sangat krusial, begitu juga dengan laporan bank.

Laporan keuangan merupakan serangkaian catatan yang berisi informasi terkait finansial dalam periode tertentu yang menunjukkan kondisi keuangan suatu perusahaan.

Laporan ini memuat seluruh transaksi keuangan, termasuk pengeluaran dan pemasukan perusahaan.

Sedangkan laporan bank merupakan rangkuman seluruh transaksi rekening bank.

Biasanya hasil rangkuman  tersebut akan dikirim kepada nasabah baik dalam bentuk cetak maupun email.

Selain kedua laporan tersebut, ada istilah lain yang disebut rekonsiliasi bank.

Peran Rekonsiliasi Bank dalam Menjaga Transparansi Keuangan

Peran Rekonsiliasi Bank dalam Menjaga Transparansi Keuangan

Umumnya, semua perusahaan memiliki akun di sejumlah bank untuk menyimpan uang mereka yang bertujuan untuk mengendalikan kas keuangan perusahaan.

Terkait penyimpanan dan penarikan uang di bank, perusahaan juga harus memiliki catatan tersendiri karena terdapat biaya-biaya tambahan yang tidak masuk hitungan.

Contohnya biaya administrasi, bunga bank,dll.

Mengenal Rekonsiliasi Bank

Wibowo dan Abubakar Arif mendefinisikan rekonsiliasi bank sebagai suatu laporan yang berisi saldo kas menurut perusahaan dengan saldo kas menurut bank disertai dengan penyebab perbedaan keduanya.

Sejalan dengan pengertian tersebut, bisa disimpulkan bahwa rekonsiliasi bank merupakan sebuah analisis informasi atau metode yang digunakan untuk menyesuaikan catatan antara buku kas perusahaan dan laporan bank yang lebih dikenal dengan rekening koran.

Rekonsiliasi bank umumnya dibagi menjadi dua kategori, yakni sisi bank dan sisi perusahaan.

Sisi bank dimulai dengan saldo kas menurut rekening dan diakhiri dengan saldo yang disesuaikan.

BACA JUGA :  Pengertian, CiriCiri Pasar Persaingan Sempurna Adalah Berikut

Sedangkan sisi perusahaan dimulai dengan saldo kas menurut catatan perusahaan dan diakhiri saldo yang disesuaikan.

Kedua saldo tersebut, entah bagaimana harus berjumlah sama.

Pentingkah Rekonsiliasi Bank bagi Perusahaan?

Bank tempat suatu perusahaan melakukan transaksi akan dengan rutin mengirimkan rekening koran.

Laporan tersebut biasanya memuat informasi terkait penyetoran atau penarikan oleh perusahaan dalam periode tertentu yang disertai dengan bukti penguat seperti cek.

Proses rekonsiliasi bank ini sangat penting dan diperlukan oleh perusahaan.

Dengan membandingkan kedua catatan tersebut, perusahaan dapat memeriksa ketelitian jumlah saldo kas dari bank maupun milik perusahaan itu sendiri.

Selain itu, perusahaan juga dapat mengetahui secara rinci jumlah penerimaan, penyetoran, serta penarikan yang telah tercatat maupun belum tercatat demi menjaga transparansi dalam hal finansial.

Hal ini bertujuan untuk menghindari adanya selisih atau kekeliruan dari kedua catatan tersebut.

Selisih biasanya terjadi karena pencatatan transaksi oleh satu pihak, atau kesalahan atau pencatatan transaksi oleh salah satu pihak.

Misalnya, perusahaan memindahkan cek yang ditulis sebesar Rp3.000.000 namun di kas tertulis Rp300.000, begitu juga dengan bank.

Faktor penyebab selisih lainnya adalah jasa giro, deposit on transit, piutang wesel, cek kosong dan cek beredar.

Prosedur Pembuatan Rekonsiliasi Bank

Adapun, prosedur pembuatan rekonsiliasi bank adalah sebagai berikut;

  • Membandingkan saldo kas perusahaan dengan rekening koran bank
  • Memasukkan  transaksi yang tak tercatat oleh bank maupun perusahaan
  • Menelusuri transaksi yang masih beredar
  • Membuat lembar rekonsiliasi dan menghitung selisih saldo
  • Melakukan pengecekan ulang dan perbaikan

Untuk lebih jelasnya akan diuraikan seperti di bawah ini.

Dari Sisi Bank

  1. Masukkan saldo kas menurut bank dan saldo akhir kas menurut rekening bank.
  2. Lalu, tambahkan debit ke kas yang tidak tercatat oleh bank, misalnya setoran.
  3. Kurangkan kredit ke kas yang tidak ada dalam laporan bank, misalnya cek yang belum cair.
  4. Tentukan saldo yang disesuaikan.
BACA JUGA :  Jenis, Pengertian, Faktor Yang Mempengaruhi Penawaran Adalah Berikut

Dari Sisi Perusahaan

  1. Masukkan saldo kas menurut perusahaan dan saldo akhir kas dalam buku besar.
  2. Tambahkan kredit bank yang belum dicatat. Misalnya, pembayaran piutang yang diterima oleh bank.
  3. Kurangkan dengan debit bank yang belum dicatat. Misalnya, cek kosong, dll.
  4. Tentukan saldo yang disesuaikan.

Setelah itu, bandingkan keduanya.

Jika tidak ada kesalahan, maka jumlah saldo seharusnya bernilai sama.

Jika berbeda, maka telah terjadi kesalahan dalam pencatatan.

Untuk memperbaikinya, dibutuhkan jurnal penyesuaian.

Jurnal ini bertujuan untuk mengoreksi kesalahan-kesalahan dalam rekonsiliasi sehingga muncul saldo akhir yang tepat.

Rekonsiliasi bank merupakan hal yang sangat penting, baik bagi perusahaan maupun bank, untuk menjaga keterbukaan dan transparansi dalam hal transaksi keuangan.

Dampaknya, aktivitas ini dapat menumbuhkan rasa saling percaya antara kedua belah pihak.

Namun, ada baiknya apabila proses rekonsiliasi bank dilakukan secara berkala oleh perusahaan agar terhindar dari kesalahan serta memiliki kondisi keuangan yang sehat dan stabil.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *