e-Faktur Web Based: Fungsi dan Solusi Saat Error

Mengenal e-Faktur Web Based: Fungsi dan Solusi Saat Error!

Perpajakan merupakan salah satu aspek penting dalam menjalankan bisnis di Indonesia.

Setiap perusahaan atau individu yang memiliki kewajiban pajak harus mematuhi peraturan perpajakan yang berlaku.

Salah satu instrumen yang digunakan dalam pelaporan dan pembayaran pajak adalah Surat Pemberitahuan (SPT) Masa Pajak Pertambahan Nilai (PPN).

Untuk memudahkan proses pelaporan ini, pemerintah Indonesia telah mengembangkan berbagai layanan perpajakan, salah satunya adalah e-Faktur web based.

Dalam artikel bloghrd.com  ini, kita akan mengenal lebih dalam apa itu e-Faktur web based, bagaimana cara menggunakannya, dan solusi yang dapat diambil jika mengalami masalah atau error dalam penggunaannya.

Mengenal Apa Itu e-Faktur Web Based

Sejak September 2020, pemerintah Indonesia, melalui Direktorat Jenderal Pajak (DJP), telah menyediakan layanan e-Faktur berbasis website.

Layanan ini merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk memodernisasi sistem perpajakan dan mempermudah wajib pajak dalam melaksanakan kewajiban perpajakannya.

Aplikasi e-Faktur web based adalah sebuah aplikasi berbasis web yang dirancang khusus untuk pelaporan SPT Masa PPN.

Sebelumnya, pelaporan SPT Masa PPN menggunakan skema CSV, namun sejak penggunaan e-Faktur berbasis web ditegaskan, skema CSV tidak dapat digunakan lagi.

Oleh karena itu, wajib pajak yang memiliki kewajiban melaporkan SPT Masa PPN harus menggunakan layanan ini.

Untuk mengakses e-Faktur berbasis website ini, wajib pajak perlu memiliki akses internet dan browser yang telah terinstal sertifikat elektronik.

Sertifikat elektronik ini memiliki fungsi penting dalam proses otentikasi dan keamanan dalam penggunaan layanan perpajakan.

Fungsi dari e-Faktur Web Based

Aplikasi web e-Faktur ini memiliki fungsi utama, yaitu untuk menyampaikan SPT Masa PPN 1111.

Dengan demikian, aplikasi ini memungkinkan wajib pajak untuk melaporkan pajak yang terutang atas transaksi penjualan barang dan jasa yang dilakukan dalam suatu periode pajak tertentu.

BACA JUGA :  Daftar Kode Error e-Faktur / eFaktur 2.1 Lengkap!

Sebelumnya, pelaporan SPT Masa PPN menggunakan skema CSV yang mengharuskan wajib pajak untuk menyusun laporan dalam format tertentu.

Namun, dengan penggunaan e-Faktur berbasis web, proses pelaporan menjadi lebih mudah dan efisien.

Wajib pajak hanya perlu mengakses layanan ini melalui browser yang telah terinstal sertifikat elektronik, kemudian mengikuti langkah-langkah yang diberikan untuk melaporkan SPT Masa PPN.

Bagaimana Cara Pelaporan SPT PPN di Web e-Faktur?

Proses pelaporan SPT Masa PPN melalui web e-Faktur dapat dijelaskan dalam beberapa langkah sebagai berikut:

1. Instalasi Sertifikat Elektronik

Langkah pertama yang perlu dilakukan adalah menginstal sertifikat elektronik pada browser.

Hal ini diperlukan untuk otentikasi dan keamanan dalam mengakses layanan e-Faktur web based.

Proses instalasi sertifikat elektronik dapat dilakukan dengan membuka menu ‘Option’ pada browser dan mencari kata kunci ‘Certificates’.

Kemudian, klik ‘View Certificate’ dan pilih ‘Import’ untuk menginstal sertifikat elektronik yang telah dimiliki. Setelah berhasil diinstal, tutup jendela browser dan buka kembali browser.

2. Login ke Layanan e-Faktur

Setelah sertifikat elektronik berhasil diinstal, wajib pajak dapat melakukan login ke layanan e-Faktur web based.

Login dilakukan dengan memasukkan password akun PKP (Pengusaha Kena Pajak) yang sama seperti yang digunakan untuk login pada aplikasi efaktur.pajak.go.id (e-Nofa).

3. Navigasi dalam Layanan e-Faktur

Setelah berhasil login, wajib pajak akan masuk ke beranda e-Faktur web based.

Di sini, terdapat beberapa menu, seperti ‘Profil PKP’ dan ‘Administrasi SPT’.

Untuk melaporkan SPT Masa PPN, pilih menu ‘Administrasi SPT’ dan kemudian klik submenu ‘Monitoring SPT’.

4. Membuat SPT Masa PPN

Setelah masuk ke menu ‘Monitoring SPT’, wajib pajak akan melihat daftar SPT yang sudah pernah dilaporkan dan yang sedang dalam proses.

Untuk membuat SPT Masa PPN baru, klik tombol ‘Posting SPT’.

Selanjutnya, akan muncul dialog box yang berisi pilihan Masa Pelaporan (masa pajak dan tahun pajak) serta jenis SPT PPN yang akan dibuat.

BACA JUGA :  PKP Pasal 9 Ayat 4B: Pengertian, Klasifikasi dan Prosedur Restitusi

Setelah memilih masa pajak dan jenis SPT PPN, klik ‘Submit’ untuk melanjutkan.

5. Mengisi SPT Masa PPN

Setelah berhasil posting, akan muncul keterangan ‘Sukses Posting’.

Selanjutnya, klik tombol ‘Buka’ pada kolom ‘Action’ untuk mengisi SPT.

Layar akan menampilkan lampiran dan dokumen yang perlu diisi sesuai dengan ketentuan perpajakan yang berlaku.

Wajib pajak harus mengikuti instruksi yang tersedia untuk mengisi SPT dengan benar.

6. Melaporkan SPT Masa PPN

Setelah mengisi SPT dengan lengkap, klik tombol ‘Lapor’ untuk melaporkan SPT yang telah selesai diisi.

Jika pelaporan berhasil, kolom ‘Action’ pada menu daftar SPT akan menampilkan pilihan menu ‘Cetak NTTE’ (Nota Tagihan Pajak Elektronik) dan ‘Cetak SPT’ (Surat Pemberitahuan Tahunan).

Dengan mengikuti langkah-langkah di atas, wajib pajak dapat dengan mudah melaporkan SPT Masa PPN menggunakan layanan aplikasi e-Faktur web based.

Selain itu, aplikasi ini juga memungkinkan wajib pajak untuk mencetak dokumen-dokumen penting terkait pajak.

Web e-Faktur Tidak Bisa Dibuka atau Error? Apa Solusinya?

Dalam praktiknya, terkadang wajib pajak dapat mengalami kendala saat mengakses atau menggunakan aplikasi web e-Faktur.

Kendala ini dapat muncul dalam berbagai bentuk, seperti kesulitan login, error saat mengisi SPT, atau masalah teknis lainnya.

Berikut ini adalah beberapa kendala yang mungkin dihadapi oleh wajib pajak saat menggunakan layanan e-Faktur web based beserta solusi yang dapat diambil:

1. NPWP PKP Tidak Muncul Pada Saat Login

Ketika akan login ke aplikasi e-Faktur web based, laman tersebut seharusnya menampilkan NPWP PKP dan kolom password untuk diisi.

Namun, jika NPWP PKP tidak muncul, hal ini dapat disebabkan oleh beberapa faktor, antara lain:

  • Sertifikat elektronik belum terinstal. Solusinya adalah menginstal sertifikat elektronik pada browser.
  • Sertifikat elektronik sudah kedaluwarsa. Wajib pajak perlu memperbarui sertifikat elektroniknya dengan menghubungi Kantor Pelayanan Pajak (KPP) terkait.
  • Kesalahan dalam menginstal sertifikat elektronik. Periksa kembali apakah sertifikat yang diinstal adalah sertifikat elektronik yang benar untuk perpajakan.

Untuk mengatasi masalah ini, wajib pajak perlu teliti dalam memeriksa sertifikat elektronik dan pastikan sertifikat tersebut valid.

BACA JUGA :  Memahami Kode Objek Pajak PPh 21

2. Tidak Bisa Login ke Web e-Faktur

Terkadang, wajib pajak mungkin mengalami kesulitan untuk login ke web e-Faktur, meskipun sertifikat elektronik sudah diinstal dengan benar.

Beberapa kemungkinan penyebabnya adalah:

  • Server sedang down karena banyaknya pengguna yang mengakses web. Solusi sederhana adalah mencoba mengakses web di luar jam-jam sibuk.
  • Jaringan internet tidak stabil, sehingga tidak dapat masuk ke web e-Faktur. Periksa koneksi internet Anda atau pindah ke lokasi dengan koneksi yang lebih baik.
  • Cache browser berlebihan yang memengaruhi kinerja browser. Solusinya adalah menghapus cache dan cookie browser, lalu mencoba login kembali.
  • Salah memasukkan password hingga 3 kali berturut-turut dapat mengakibatkan akun diblokir. Pastikan untuk memasukkan user credentials dengan benar.

Jika masalah masih berlanjut, Anda dapat mencoba alternatif seperti menggunakan mode Incognito browser, VPN, atau mencoba fitur lupa password jika Anda lupa password akun PKP.

Jika semua upaya tersebut tidak berhasil, Anda dapat menghubungi Customer Service Kring Pajak di 1500200 untuk bantuan lebih lanjut.

Dengan memahami kendala yang mungkin muncul dan solusi yang dapat diambil, wajib pajak dapat mengatasi masalah dalam penggunaan layanan e-Faktur web based dengan lebih mudah.

Kesimpulan

E-Faktur web based adalah salah satu layanan perpajakan yang diperkenalkan oleh pemerintah Indonesia untuk memudahkan wajib pajak dalam melaporkan SPT Masa PPN.

Dengan aplikasi berbasis web ini, wajib pajak dapat dengan cepat dan efisien melaksanakan kewajiban perpajakannya.

Proses pelaporan SPT Masa PPN melalui e-Faktur web based melibatkan langkah-langkah seperti instalasi sertifikat elektronik, login, navigasi dalam layanan e-Faktur, pembuatan SPT Masa PPN, pengisian SPT, dan pelaporan.

Namun, dalam penggunaan layanan ini, wajib pajak mungkin mengalami kendala teknis seperti kesulitan login atau error dalam proses pelaporan.

Untuk mengatasi masalah tersebut, wajib pajak dapat mengikuti solusi-solusi yang telah disebutkan di atas.

Dengan demikian, layanan e-Faktur web based dapat digunakan dengan lebih lancar dan efektif, sehingga wajib pajak dapat memenuhi kewajiban perpajakannya dengan tepat waktu dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Dengan meningkatnya kepatuhan pajak, pemerintah dapat mengumpulkan pendapatan pajak yang diperlukan untuk mendukung pembangunan negara dan pelayanan publik.

Ikuti terus bloghrd.com untuk mendapatkan informasi seputar HR, karir, info lowongan kerja, juga inspirasi terbaru terkait dunia kerja setiap harinya!


Putri Ayudhia

Putri Ayudhia

Putri Ayudhia adalah seorang penulis konten SEO dan blogger paruh waktu yang telah bekerja secara profesional selama lebih dari 7 tahun. Dia telah membantu berbagai perusahaan di Indonesia untuk menulis konten yang berkualitas, SEO-friendly, dan relevan dengan bidang HR dan Psikologi. Ayudhia memiliki pengetahuan yang kuat dalam SEO dan penulisan konten. Dia juga memiliki pengetahuan mendalam tentang HR dan Psikologi, yang membantu dia dalam menciptakan konten yang relevan dan berbobot. Dia memiliki keterampilan dalam melakukan riset pasar dan analisis, yang membantu dia dalam menciptakan strategi konten yang efektif.
https://bloghrd.com