Hitung Biaya Kontraktor Sebelum Membangun Gedung, Bagaimana Caranya?

Cara hitung biaya kontraktor sebelum membangun gedung, bagaimana metode dan caranya?

Perkembangan teknologi dan atau kebutuhan pasar sering mengharuskan perusahaan membangun gedung kantor atau pabrik baru.

Salah satu pilihan yang pisa dipilih dalam membangun kantor atau pabrik adalah bekerja sama dengan kontraktor.

Cara Hitung Biaya Kontraktor Sebelum Membangun Gedung

Cara Hitung Biaya Kontraktor Sebelum Membangun Gedung!

Namun, sebelum menghubungi kontraktor, ada baiknya Anda mengetahui beberapa hal terkait biaya kontraktor sebagai berikut:

Kontraktor

Kontraktor adalah orang atau badan yang dikontrak untuk menjalankan proyek pekerjaan berdasarkan isi kontrak yang sudah disepakati oleh kontraktor dan pemilik proyek.

Pada tahap persiapan, kontraktor akan bertemu dengan klien untuk mendiskusikan rancangan anggaran biaya (RAB) serta surat perjanjian kontrak kerja (SPK), kemudian melaksanakan survey lokasi dimana proyek akan dibangun.

Saat survey, kontraktor melakukan pengukuran lebih detail untuk membuat rancangan pengeluaran biaya atau anggaran.

Biaya Kontraktor

Biaya adalah semua pengorbanan yang perlu dilakukan untuk suatu proses produksi, yang dinyatakan dengan satuan uang menurut harga pasar yang berlaku, baik yang sudah terjadi maupun akan terjadi.

Jadi, biaya kontraktor adalah besaran rupiah yang harus dibayarkan kepada kontraktor sebagai balas jasa atas jasa pembangunan yang dilakukan.

Nilainya biasanya merupakan persentase dari nilai proyek.

Tender

Tender merupakan proses pengajuan penawaran oleh beberapa kontraktor terkait bagaimana proyek akan dijalankan dan berapa biayanya.

Tender atau lelang dapat dimanfaatkan untuk menyeleksi dan menetapkan calon kontraktor yang mengerjakan proyek berdasarkan dokumen penawaran yang dikirim oleh kontraktor.

BACA JUGA :  Pembahasan Tentang Psikologi Warna pada Branding

Dengan adanya tender, Anda bisa mendapatkan kontraktor yang harganya sesuai dengan budget yang dimiliki perusahaan.

Baca Juga : Manfaat dan Kerugian Revaluasi Aset, Wajib Diketahui!

Jenis-jenis Pembayaran Kontraktor

Jenis-jenis Pembayaran Kontraktor

SAda dua cara yang paling umum dilakukan untuk membayar kontraktor.

Pertama adalah pembayaran bertahap atau termin.

Yang kedua, adalah sistem cost and fee.

Pembayaran Kontraktor dengan Sistem Termin

Sistem termin memberi kewajiban kepada klien untuk melakukan pembayaran biaya kontraktor pada tahap yang telah ditentukan, yaitu sesuai dengan perkembangan atau progress proyek.

Biasanya termin dibagi menjadi empat tahap.

  • Sebelum proyek dimulai, biasanya Anda harus membayar uang muka sebesar 20-30% dari nilai kontrak. Setelah uang muka diberikan, maka kontraktor memulai pengerjaan.
  • Saat pekerjaan kontraktor mencapai progress 50%, pembayaran kedua dilakukan, yaitu sebesar 30% dari nilai kontrak.
  • Saat pekerjaan kontraktor mencapai progress 80%, pembayaran termin ketiga dilakukan sebesar 20% dari nilai kontrak.
  • Ketika proyek selesai, Anda harus melunasi pembayaran.

Jika terdapat ketidaksesuaian pengerjaan dengan kontrak, dikenal ada masa retensi.

Atau penahanan pembayaran sebasar 5-10% biaya kontrak.

Masa retensi berlaku selama masa tertentu tergantung pada kontrak.

Setelah masa retensi selesai, Anda harus membayar sisa pembayaran.

Baca Juga : Mengenal Konsep Opportunity Cost, Manfaat, dan Penerapannya

Pembayaran Kontraktor dengan Sistem Cost and Fee

Sistem pembayaran ini menempatkan kontraktor hanya sebagai pengelola proyek saja.

Sementara pembayaran material dan lain-lain, direimburse langsung kepada klien.

Dalam sistem pembayaran cost and fee, biaya kontraktor biasanya ditetapkan sebesar 10-20% dari nilai proyek.

Klien dapat memperkirakan berapa besaran dana yang harus dipersiapkan per bulan dari gambaran biaya yang diberikan kontraktor.

Misal kontraktor menentukan batas minimum dan batas maksimum harga material yang akan digunakan.

BACA JUGA :  10 Teknik Closing Sales yang Efektif untuk Konsumen Bisnis Anda

Biaya Kontraktor Lain-lain

Biaya Kontraktor Lain-lain

Di dalam pelaksanaan, Anda juga harus mempersiapkan kemungkinan adanya biaya yang tidak menyangkut nilai bangunan secara langsung namun, merupakan konsekuensi yang harus dikerjakan demi kelancaran proyek. Hal ini disebut dengan kondisi umum.

Kondisi umum merupakan biaya-biaya yang timbul selama proyek, biasanya adalah pemasangan sesuatu yang non permanen di lokasi pembangunan.

Hal ini terkait dengan biaya pra konstruksi hingga pelayanan pembersihan pada akhir proyek.

Keseluruhan biaya kontraktor kondisi umum bisa mencapai 10 persen dari biaya proyek, dan dibebankan kepada klien.

Yang termasuk dalam kondisi umum adalah hal-hal sebagai berikut:

Manajemen Lapangan

Biaya manajemen lapangan adalah biaya yang terkait dengan tugas-tugas yang dilakukan demi perlindungan dan kegunaan properti.

Contohnya adalah pagar, instalasi listrik atau air untuk proyek.

Biaya manajemen lapangan juga mencakup hal-hal seperti pengendalian erosi dan izin lewat jalan bagi kendaraan dan peralatan renovasi, seperti pompa beton dan truk material.

Penanganan Material

Biaya penanganan material adalah biaya yang dibutuhkan untuk memindahkan material, biaya packing dan perlindungan kusen saat sebelum dan baru dipasang.

Manajemen proyek

Biaya manajemen proyek dapat termasuk biaya membangun lingkup kerja dengan sub-kontraktor, biaya memesan sampel, biaya mengadakan pertemuan dengan pemilik, arsitek atau pihak lainnya.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *