Pengaruh Penting Kemasan Produk Terhadap Brand Awareness

Packaging atau kemasan adalah bagian produk yang memiliki fungsi selain proteksi dapat juga mempengaruhi citra brand. Apa yang dimaksud dengan kemasan? Apa fungsi kemasan produk? Bagaimana cara membuat sebuah kemasan yang dapat menarik perhatian calon pelanggan?

Pada artikel bloghrd.com berikut, Anda akan belajar lebih lanjut tentang:

  • Apa yang dimaksud dengan kemasan?
  • Fungsi kemasan sebuah produk adalah apa saja?
  • Bagaimana cara membuat sebuah kemasan yang dapat membangun citra brand Anda?

Kenapa bisnis Anda perlu memperhatikan kemasan produk?

Impian dari setiap pelaku bisnis adalah memiliki citra atau brand awareness yang bagus di mata para konsumennya.

Citra yang baik merupakan kunci dari keberhasilan sebuah bisnis untuk merangkul sebanyak mungkin pelanggan dan calon pelanggan, kemudian menumbuhkan kepercayaan untuk membeli produk yang dijual.

Hal ini berujung pada meningkatnya profitabilitas perusahaan. Citra ini ternyata sangat dipengaruhi oleh kemasan produk.

Pertanyaan selanjutnya yang muncul adalah: Apakah cara terbaik agar bisnis mampu memiliki citra yang baik bagi para pelanggannya?

Selain dari strategi marketing maupun aktivitas public relation yang gencar, bisnis juga harus membangun citra dari tampilan produk yang mereka jual.

Salah satu faktor yang harus diperhatikan secara seksama adalah kemasan produk yang mampu menarik hati pelanggan.

Pengaruh Penting Kemasan Produk Terhadap Brand Awareness

 

Apa Itu Kemasan?

Apa yang dimaksud dengan kemasan? Secara umum, pengertian kemasan adalah bagian terluar yang membungkus suatu produk dengan tujuan untuk melindungi produk dari cuaca, guncangan, dan benturan-benturan terhadap benda lain.

Setiap bentuk barang yang membungkus suatu benda di dalamnya dapat disebut dengan packaging atau kemasan sejauh hal tersebut memang melindungi isinya.

Untuk menampilkan image dan pandangan terhadap suatu isi produk, maka kemasan biasanya dibentuk atau di desain sedemikian rupa, sehingga pesan yang akan disampaikan akan dapat ditangkap oleh pemakai produk dengan baik.

Desain kemasan produk mengacu pada pembuatan bagian luar suatu produk, termasuk pilihan dalam bahan dan bentuk serta grafik, warna dan font yang digunakan pada pembungkus, kotak, kaleng, botol atau wadah apa pun.

Selain untuk menampilkan pandangan yang baik, kemasan juga memiliki fungsi yang beragam.

BACA JUGA :  10 Teknik Closing Sales yang Efektif untuk Konsumen Bisnis Anda

Fungsi Kemasan Produk

Apa fungsi dari kemasan produk? Pada dasarnya, fungsi kemasan adalah untuk mewadahi dan melindungi produk dari kerusakan-kerusakan, sehingga lebih mudah disimpan, diangkut, dan dipasarkan.

Secara umum, fungsi kemasan adalah sebagai berikut:

  1. Mewadahi produk selama distribusi dari produsen hingga ke konsumen, agar produk tidak tercecer, terutama untuk cairan, pasta, atau butiran.
  2. Melindungi dan mengawetkan produk, seperti melindungi dari sinar ultraviolet, panas, kelembapan udara, oksigen, benturan, kontaminasi dari kotoran dan mikroba yang dapat merusak dan menurunkan mutu produk.
  3. Sebagai identitas produk, dalam hal ini kemasan dapat digunakan sebagai alat komunikasi dan informasi kepada konsumen melalui label yang terdapat pada kemasan.
  4. Meningkatkan efisiensi, misalnya memudahkan penghitungan (satu kemasan berisi 10, 1 lusin, 1 gross dan sebagainya), sehingga memudahkan pengiriman dan penyimpanan. Hal ini penting dalam dunia perdagangan.
  5. Melindungi pengaruh buruk dari luar, Melindungi pengaruh buruk dari produk di dalamnya, misalnya jika produk yang dikemas berupa produk yang berbau tajam, atau produk berbahaya seperti air keras, gas beracun dan produk yang dapat menularkan warna, maka dengan mengemas produk ini dapat melindungi produk-produk lain di sekitarnya.
  6. Memperluas pemakaian dan pemasaran produk, misalnya penjualan kecap dan sirup mengalami peningkatan sebagai akibat dari penggunaan kemasan botol plastik.
  7. Memberikan nilai yang berbeda dari produk serupa sehingga dapat meningkatkan daya tarik calon pembeli.
  8. Menjadi sarana informasi dan iklan, di mana dalam kemasan Anda bisa menambahkan alamat website, social media, dan lain sebagainya.

Baca Juga : Peranan Sosial Media Untuk Meningkatkan Keuntungan Usaha

 

Jenis-jenis Kemasan Produk

Berikut ini adalah jenis-jenis kemasan produk:

Kemasan Produk Berdasarkan Struktur Isi

  • Kemasan Primer. Bahan kemas yang langsung mewadahi produk (misalnya kaleng susu, botol minuman, dll).
  • Kemasan Sekunder. Memliki fungsi utama melindungi kelompok kemasan lainnya, seperti kotak karton untuk wadah kaleng susu, kotak kayu untuk wadah buah-buahan yang dibungkus dan sebagainya.
  • Kemasan Tersier dan Kuarter. Diperlukan untuk menyimpan, pengiriman atau identifikasi. Umumnya digunakan sebagai pelindung selama pengangkutan.

Kemasan Produk Berdasarkan Frekuensi Pemakaiannya

  • Kemasan Sekali Pakai (Disposable). Langsung dibuang setelah satu kali pakai. Contohnya bungkus plastik, bungkus permen, bungkus daun, karton dus, makanan kaleng.
  • Kemasan Dipakai Berulang Kali (Multi Trip). Umumnya tidak dibuang oleh konsumen, akan tetapi dikembalikan lagi pada agen penjual untuk kemudian dimanfaatkan ulang oleh pabrik. Contohnya botol minuman dan botol kecap.
  • Kemasan yang Tidak Dibuang (Semi Disposable). Biasanya digunakan untuk kepentingan lain di rumah konsumen setelah dipakai. Contohnya kaleng biskuit, kaleng susu dan berbagai jenis botol.

Kemasan Produk Berdasarkan Tingkat Kesiapan Pakai

  • Kemasan Siap Pakai. Bahan kemas yang siap untuk diisi dengan bentuk yang telah sempurna sejak keluar dari pabrik. Contohnya adalah wadah botol, wadah kaleng, dan sebagainya.
  • Kemasan Siap Dirakit. Masih memerlukan tahap perakitan sebelum pengisian, misalnya kaleng dalam bentuk lempengan dan silinder fleksibel, wadah yang terbuat dari kertas, foil atau plastik.
BACA JUGA :  Alasan Kenapa Harus Menentukan Target Pasar Adalah?

Cara Membuat Kemasan Produk yang Sesuai dengan Brand Anda

Ada tiga pertanyaan yang harus Anda jawab sebelum Anda mulai mendesain kemasan untuk suatu produk:

  • Apa produk yang Anda jual?
  • Siapa yang akan membeli produk?
  • Bagaimana cara orang akan membeli produk?

Baca Juga : 5 Cara Mengembangkan Bisnis Lokal Go International

Apa produk yang Anda Jual?

Dengan mengetahui tentang produk apa yang Anda jual, contoh ukuran produk, material produk, apakah lebih rentan atau tidak akan menentukan kemasan produk yang sesuai.

Misalnya, produk yang lebih lembut atau rentan terhadap goncangan  membutuhkan kemasan yang lebih aman.

Jika produk Anda lebih besar atau memiliki dimensi khusus, Anda perlu solusi pengemasan yang berbeda dibandingkan hanya sebuah kotak biasa.

Siapa yang Membeli Produk?

Dengan mengetahui siapa yang akan membeli produk, misalnya apakah produk tersebut digunakan oleh pria, wanita atau keduanya?

Apakah untuk anak-anak atau orang dewasa? Apakah segmentasi pasar Anda lebih ke konsumen yang memiliki anggaran lebih atau tidak?

Kemasan produk harus menarik konsumen ideal. Penting untuk mengetahui siapa konsumen itu sebelum Anda memulai proses desain.

Produk untuk orang dewasa yang lebih tua mungkin membutuhkan teks yang lebih besar.

Atau, barang yang ditujukan untuk calon pelanggan perlu mempertimbangkan bahan yang menciptakan kemasan produk yang memiliki kesan mewah.

Bagaimana Cara Orang Membeli Produk?

Apakah mereka membelinya di supermarket, butik, atau online?

Anda akan ingin berpikir tentang pengemasan secara berbeda jika produk akan dijual dan dikirim secara online daripada jika harus menonjol dari persaingan di rak toko kotak besar.

Item yang akan dijual secara online mungkin sebaiknya tidak memiliki banyak ruang ekstra yang dapat menyebabkan produk bergerak, atau kemasannya bengkok.

Hal ini karena produk yang dijual online akan dikirim ke pelanggan melalui jasa pengiriman paket.

Produk yang dijual di rak toko atau butik harus menarik perhatian pembeli.

Jadi, desain kemasan produk sangat penting agar dapat menarik perhatian calon pelanggan secara langsung.

Elemen Penting dalam Kemasan Produk

Setelah menjawab pertanyaan diatas, saatnya menyusun elemen-elemen yang akan didesain menjadi sebuah kemasan produk yang sesuai dengan brand Anda.

  • Warna. Tentukan warna yang sesuai dengan karakter brand Anda.
  • Font. Pastikan Anda memiliki font yang tepat.
  • Logo. Jika Anda perlu meletakkan logo pada paket, pastikan Anda memiliki file vektor yang tersedia.
  • Kata-kata (Copywriting). Nama produk, deskripsi, hingga kata-kata yang menarik seseorang untuk membeli.
  • Gambar (Image). Siapkan gambar atau ilustrasi yang ingin ditambah sebelum memulai proses desain.
  • Informasi tambahan. Anda bisa menambahkan logo atau informasi tambahan seperti barcode, logo halal, masa berlaku produk, dan apakah produk sudah diuji secara klinis (untuk produk tertentu).
BACA JUGA :  Hitung Biaya Kontraktor Sebelum Membangun Gedung, Bagaimana Caranya?

Setelah menentukan elemen-elemen tersebutnya dan apa saja fungsi kemasan produk, saatnya Anda mencari tau budget atau biaya untuk membuat kemasan tersebut.

 

Tips Membangun Brand Anda Melalui Kemasan Produk

Desain produk dan kemasan dapat berdampak besar terhadap customer experience.

Berikut adalah beberapa tips yang bisa Anda terapkan dalam membuat sebuah kemasan produk yang juga dapat membangun brand Anda:

Fokus pada Brand Story

Penting bagi sebuah bisnis untuk memiliki sejarah, nilai, misi, visi, dan kepribadiannya.

Hal inilah yang akan membangun brand image Anda dan membuat orang-orang lebih terhubung dengan brand Anda.

Dalam menentukan cerita, Anda bisa menyampaikan nilai yang berhubungan dengan visi Anda, kenapa produk Anda unik, dan bagaimana produk Anda dapat merubah hidup konsumer Anda.

Setelah Anda menemukan brand story yang sesuai, Anda bisa mengembangkannya ke dalam desain kemasan produk Anda.

Tambahkan Persona dalan Produk Anda

Jangan hanya  menganggap kemasan produk sebagai alat untuk mengirimkan produk Anda.

Anda juga harus menambahkan ciri khas atau kepribadian dalam kemasan Anda.

Hindari Desain Berlebihan

Saat mencoba membuat produk yang paling menarik perhatian atau unik, beberapa perusahaan memperumit desainnya.

Tetap gunakan konsep yang sederhana dan jelas yang akan mudah dipahami audiens Anda.

Biasanya desain yang sederhana dan kemasan yang sesuai dengan fungsi adalah kemasan yang memenangkan hati pelanggan.

Konsisten

Merancang kemasan produk yang konsisten dengan identitas dan nilai brand Anda jugalah penting.

Anda perlu merancang konsep yang mencerminkan brand Anda — konsep yang dapat diinformasikan oleh logo, tipografi, warna, dll.

Jangan Takut Berinvestasi Terhadap Kemasan

Jangan meremehkan kekuatan desain kemasan pada merek Anda. Karena kemasan Anda sering kali memicu hubungan pertama antara pelanggan dan produk Anda.

Maka dari itu, jangan takut untuk berinvestasi lebih untuk membuat kemasan yang ideal.

Itulah beberapa hal yang dapat dipelajari mengenai kemasan dalam sebuah produk.

Mudah-mudahan dengan penjelasan di atas Anda bisa memahami lebih dalam tentang:

  • Apa yang dimaksud dengan kemasan?
  • Fungsi kemasan sebuah produk adalah apa saja?
  • Bagaimana cara membuat sebuah kemasan yang dapat membangun citra brand Anda?

Semoga penjelasan di atas bermanfaat.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *