Seberapa Pentingnya Hari Libur Nasional Bagi Karyawan

Bekerja saat ini sudah menjadi bagian penting yang dalam kehidupan manusia, hal ini dikarenakan bekerja dapat memberikan status kepada seseorang di dalam masyarakat sehingga salah banyak orang berlomba untuk mencari dan mendapatkan pekerjaan.

Bukan hanya tentang pemberian status di dalam masyarakat, salah satu tujuan seseorang bekerja juga untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.

Baik itu kebutuhan primer, sekunder, maupun tersier.

Pengertian Kebutuhan Manusia

Sebelum berbicara lebih jauh tentang jenis-jenis kebutuhan seperti kebutuhan primer, sekunder, tersier dan berdasarkan kategori-kategori lain yang terkait dengan kebutuhan.

Pertama-tama kita akan membahas tentang arti dari kebutuhan manusia itu sendiri.

Menurut Murray, kebutuhan adalah sebuah konstruk yang menunjukkan “sebuah dorongan dalam wilayah otak” yang mana mengatur berbagai proses seperti pikiran, persepsi dan beberapa tindakan lainnya. Tindakan yang dimaksud adalah tindakan yang ditujukan untuk mengubah kondisi yang ada.

Sedangkan secara umum, kebutuhan manusia adalah semua barang atau jasa yang dibutuhkan manusia demi membantu segala aktivitas yang dilakukan manusia dalam bertahan hidup.

Seberapa Pentingnya Hari Libur Nasional Bagi Karyawan

Jenis-jenis Kebutuhan Manusia

Kebutuhan manusia sendiri terbagi menjadi empat kategori yaitu kepentingan atau intensitasnya, sifat, waktu, dan subjeknya. Yang dapat dijelaskan sebagai berikut:

1. Kebutuhan Berdasarkan Kepentingan

Bila berdasarkan pada kepentingan atau intensitasnya, kebutuhan manusia terbagi lagi menjadi tiga, yaitu:

  • Primer

Secara umum, kebutuhan primer adalah kebutuhan yang berkaitan dengan kodrat manusia untuk hidup, dimana bila kebutuhan primer tidak tercukupi maka akan menghambat kelangsungan hidup manusia tersebut. Contoh kebutuhan primer adalah pakaian, makanan atau minuman, tempat tinggal, dan kesehatan.

  • Sekunder

Kebutuhan sekunder adalah segala kebutuhan yang dilakukan atau dipenuhi ketika kebutuhan primer sudah terpenuhi dengan baik.

BACA JUGA :  6 Strategi Perusahaan Menghadapi Era Revolusi Industri 4.0

Kebutuhan sekunder ini berperan sebagai pendamping atau penunjang dari kebutuhan primer yang memang menjadi kebutuhan dasar manusia.

Contoh dari kebutuhan primer adalah barang-barang rumah tangga dan alat olahraga.

  • Kebutuhan Tersier

Kebutuhan yang menjadi prioritas terakhir adalah kebutuhan tersier, kebutuhan tersier adalah kebutuhan yang akan dipenuhi setelah kebutuhan primer dan kebutuhan tersier sudah terpenuhi. Kebutuhan ini biasanya dipengaruhi oleh gengsi dan derajat contohnya adalah emas, mobil, dan laptop.

2. Kebutuhan Berdasarkan Sifat

Berdasarkan sifatnya, kebutuhan manusia terbagi menjadi dua yaitu kebutuhan jasmani dan kebutuhan rohani.

  • Jasmani

Kebutuhan jasmani adalah sebuah kebutuhan yang dapat langsung dirasakan secara langsung oleh fisik manusia.

Contohnya adalah makanan, minuman, pakaian, dan kesehatan.

  • Rohani

Sedangkan kebutuhan rohani adalah sebuah kebutuhan yang berbentuk immaterial seperti ibadah, belajar, mengerjakan hal yang disukai, melihat pemandangan, dan liburan.

3. Kebutuhan Berdasarkan Waktu

Jika berdasarkan pada waktu, kebutuhan manusia terbagi menjadi dua, yaitu kebutuhan sekarang dan kebutuhan masa depan.

  • Sekarang

Kebutuhan sekarang adalah kebutuhan yang bersifat mendesak dimana harus segera dipenuhi dan tidak dapat ditunda.

Dimana bila seseorang menunda kebutuhan ini maka akan berakibat pada berbagai kerugian. Contohnya adalah kebutuhan akan obat-obatan bagi orang sakit.

  • Masa Depan

Dan kebutuhan masa depan adalah kebutuhan yang pemenuhannya masih dapat ditangguhkan pada waktu yang akan datang atau dapat dipersiapkan dari sekarang tanpa mengganggu kebutuhan saat ini. Contohnya adalah tabungan untuk pendidikan atau membeli rumah.

Kebutuhan Berdasarkan Subjek

Berdasarkan kepada subjek yang membutuhkannya, kebutuhan manusia dapat dibagi menjadi dua yaitu kebutuhan individual dan kebutuhan kolektif.

  • Individual

Kebutuhan individual adalah kebutuhan yang berguna untuk pemenuhan kebutuhan seseorang secara pribadi atau individu, dimana kebutuhan ini akan berbeda-beda pada setiap individu karena akan dipengaruhi oleh keinginan, hobi, jenis pekerjaan, status sosial, dan pendidikan.

  • Kolektif

Sedangkan kebutuhan kolektif adalah kebutuhan yang bermanfaat untuk orang banyak atau dapat dikatakan sebagai kebutuhan umum.

BACA JUGA :  Pengusaha dan Entrepreneur itu Beda, Apa Perbedaannya?

Kebutuhan kolektif sangat berkaitan dengan kesejahteraan, ketertiban, keamanan, keindahan, dan kemakmuran masyarakat.

Bagaimana Ketentuan Cuti Karyawan?

Sebelum membahas lebih jauh mengenai pentingnya hari libur untuk karyawan, pertama-tama kita harus menjawab beberapa pertanyaan tentang bagaimana ketentuan cuti karyawan menurut UU Ketenagakerjaan?

Pada Undang-Undang Ketenagakerjaan No. 13 Tahun 2003 Pasal 79 yang berbunyi:

  • Pengusaha wajib memberi waktu istirahat dan cuti kepada pekerja/buruh.
  • Waktu istirahat dan cuti sebagaimana dimaksud dalam ayat (1), meliputi:
  • Istirahat antara jam kerja, sekurang kurangnya setengah jam setelah bekerja selama 4 (empat) jam terus menerus dan waktu istirahat tersebut termasuk jam kerja;
  • Istirahat mingguan 1 (satu) hari untuk 6 (enam) hari kerja dalam 1 (satu) minggu atau 2 (dua) hari untuk 5 (lima) hari kerja dalam 1 (satu) minggu;
  • Cuti tahunan, sekurang kurangnya 12 (dua belas) hari kerja setelah pekerja/buruh yang bersangkutan bekerja selama 12 (dua belas) bulan secara terus menerus; dan
  • Istirahat panjang sekurang-kurangnya 2 (dua) bulan dan dilaksanakan pada tahun ketujuh dan kedelapan masing-masing 1 (satu) bulan bagi pekerja/buruh yang telah bekerja selama 6 (enam) tahun secara terus-menerus pada perusahaan yang sama dengan ketentuan pekerja/buruh tersebut tidak berhak lagi atas istirahat tahunannya dalam 2 (dua) tahun berjalan dan selanjutnya berlaku untuk setiap kelipatan masa kerja 6 (enam) tahun.
  • Pelaksanaan waktu istirahat tahunan sebagaimana dimaksud dalam ayat (2) huruf c diatur dalam perjanjian kerja, peraturan perusahaan, atau perjanjian kerja bersama.
  • Hak istirahat panjang sebagaimana dimaksud dalam ayat (2) huruf d hanya berlaku bagi pekerja/buruh yang bekerja pada perusahaan tersebut.
  • Perusahaan tertentu sebagaimana dimaksud dalam ayat (4) diatur dengan Keputusan Menteri.

Berdasarkan pada Pasal tersebut diatas, dapat ditarik kesimpulan bahwa cuti atau waktu istirahat karyawan merupakan hal penting yang harus diperhatikan oleh perusahaan. Pemberian jatah cuti dan waktu istirahat sendiri tidak bisa sembarangan diberikan oleh perusahaan karena pemerintah sudah mengaturnya dalam UU Ketenagakerjaan.

Seberapa Pentingkah Hari Libur Terhadap Karyawan?

Bila kembali pada pembahasan di awal artikel ini, mengenai kebutuhan atau needs dari manusia sendiri.

BACA JUGA :  Kreativitas Butuh Waktu, Kapan? Ya Lakukan Sekarang!

Selain pemenuhan kebutuhan fisik, manusia juga harus bisa memenuhi kebutuhan psikologis yang salah satunya adalah kebutuhan untuk bersentuhan dengan alam dan mencari kebahagiaan salah satunya dengan berlibur dan mengistirahatkan diri dari kesibukan.

Bahkan pada penelitian yang dilakukan oleh Ulfiyah, Musadieq, dan Sulistyo di Malang pada tahun 2018 pada karyawan PT. Perusahaan Daerah Air Minum, ditemukan bahwa liburan berperan sangat penting pada pengurangan gejala stres kerja karyawan.

Pada penelitian ini dijelaskan bahwa cuti kerja  dapat membantu meningkatkan efisiensi dan efektivitas untuk dapat memulihkan kembali pikiran dan kondisi tubuh karyawan.

Ini Daftar Hari Libur Nasional 2022!

Bagaimana? Setelah mengetahui pentingnya libur atau cuti bagi karyawan dan sudah mengetahui ketentuan cuti itu sendiri berdasarkan pada UU Ketenagakerjaan apakah sekarang Anda sedang berpikir untuk menggunakan jatah cuti tahunan yang Anda miliki?

Kalau iya, berarti daftar hari libur nasional di tahun 2020 ini bisa membantu Anda memaksimalkan liburan impian.

  • Sabtu, 1 Januari: Tahun Baru 2022 Masehi
  • Selasa, 1 Februari: Tahun Baru Imlek 2537 Kongzili
  • Senin, 28 Februari: Isra Miraj Nabi Muhammad SAW
  • Kamis, 3 Maret: Hari Suci Nyepi Tahun Baru Saka 1944
  • Jumat, 15 April: Wafat Isa Al Masih
  • Minggu, 1 Mei: Hari Buruh Internasional
  • Senin-Selasa, 2-3 Mei: Hari Raya Idul Fitri 1443 Hijriyah
  • Senin, 16 Mei: Hari Raya Waisak 2566 BE
  • Kamis, 26 Mei: Kenaikan Isa Al Masih
  • Rabu, 1 Juni: Hari Lahir Pancasila
  • Sabtu, 9 Juli: Hari Raya Idul Adha 1443 Hijriyah
  • Sabtu, 30 Juli: Tahun Baru Islam 1444 Hijriyah
  • Rabu, 17 Agustus: Hari Kemerdekaan Republik Indonesia
  • Sabtu, 8 Oktober: Maulid Nabi Muhammad SAW
  • Minggu, 25 Desember: Hari Raya Natal

Itulah beberapa hari libur nasional yang bisa Anda manfaatkan untuk memaksimalkan waktu cuti atau istirahat Anda, perlu diingat bahwa mengistirahatkan diri dan pikiran Anda dapat meningkatkan kinerja dan produktivitas Anda di tempat kerja.

 


Leave a Reply

Your email address will not be published.