2 Jenis Rincian Tarif PPh 21 Terbaru Beserta Contoh Perhitungannya - bloghrd.com



Bingung dengan Tarif PPh 21 terbaru? Daripada bingung, berikut ini ada info tarif Pajak Penghasilan Pasal 21 terbaru bagi Wajib Pajak . Cek Di Sini!

Dua Jenis Tarif PPh 21

Tarif PPh 21 pada dasarnya dibedakan menjadi 2, yaitu tarif PPh 21 untuk penerima penghasilan (wajib pajak) yang memiliki NPWP dan penerima penghasilan (wajib pajak) yang tidak memiliki NPWP.
Selain itu, tarif pajak penghasilan ini juga ditentukan berdasarkan penghasilan yang diterima wajib pajak tiap tahunnya (bersifat progresif).
Artinya, semakin tinggi penghasilan yang Anda terima, semakin tinggi pula tarif PPh 21 yang dikenakan pada Anda.
Lantas, berapa sih tarif PPh 21 yang berlaku saat ini?
Berdasarkan Pasal 17 ayat (1) huruf a Peraturan Direktur Jenderal Pajak Nomor PER-32/PJ/2015, berikut ini tarif PPh 21 untuk Wajib Pajak (WP) yang memiliki Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) dan tidak memiliki NPWP:

Tarif Pajak Penghasilan PPh21 Dengan NPWP

Penghasilan Kena Pajak Tarif Pajak
Penghasilan tahunan hingga Rp50.000.000 5%
Penghasilan tahunan di atas Rp50.000.000 – Rp250.000.000 15%
Penghasilan tahunan di atas Rp250.000.000 – Rp500.000.000 25%
Penghasilan tahunan di atas Rp500.000.000 30%

Tarif Pajak Penghasilan PPh 21 Tanpa NPWP

Bagi penerima penghasilan (wajib pajak) yang tidak punya NPWP, tarif yang dikenakan lebih tinggi 20% dari tarif yang diterapkan terhadap wajib pajak yang memiliki NPWP.
Berikut ini rincian tarifnya:

  • Jumlah PPh Pasal 21 yang harus dipotong adalah sebesar 120% dari jumlah PPh Pasal 21 yang seharusnya dipotong dalam hal yang bersangkutan memiliki NPWP.
  • Ketentuan di atas diterapkan untuk pemotongan PPh Pasal 21 yang bersifat tidak final.
  • Dalam hal pegawai tetap atau penerima pensiun berkala sebagai penerima penghasilan yang telah dipotong PPh Pasal 21 dengan tarif yang lebih tinggi mendaftarkan diri untuk memperoleh NPWP dalam tahun kalender yang bersangkutan paling lama sebelum pemotongan PPh Pasal 21 untuk Masa Pajak Desember, selisih pengenaan tarif sebesar 20% lebih tinggi tersebut diperhitungkan untuk bulan-bulan selanjutnya setelah memiliki NPWP.
BACA JUGA :  5 Alasan Kenapa Absensi Online Bermanfaat Saat Work From Home

Baca juga:

 

Kesalahan dalam Menghitung Tarif PPh 21

Dalam melakukan penghitungan PPh 21, terkadang masih ada orang yang melakukan kesalahan mendasar seperti salah menerapkan tarif yang berlaku.
Misalnya, jika penghasilan Anda senilai Rp600.000.000/tahun, maka Anda langsung mengalikan penghasilan tersebut dengan tarif 30%. Akibatnya, hasil perhitungan PPh 21 Anda jadi tidak akurat. Untuk membantu Anda, berikut ini contoh penghitungan PPh 21 yang salah dan yang benar.
1. Contoh perhitungan tarif PPh 21 yang salah:

Jumlah Penghasilan Kena Pajak: Rp600.000.000
Pajak Penghasilan yang Terutang
5% x Rp50.000.000 Rp2.500.000
15% x Rp250.000.000 Rp37.500.000
25% x Rp500.000.000 Rp125.000.000
Total Rp165.000.000

2. Contoh perhitungan tarif PPh 21 yang benar:

Jumlah Penghasilan Kena Pajak: Rp600.000.000
Pajak Penghasilan yang Terutang
5% x Rp50.000.000 Rp2.500.000
15% x Rp200.000.000 Rp30.000.000
25% x Rp250.000.000 Rp62.500.000
30% x Rp100.000.000 Rp30.000.000
Total Rp125.000.000

Untuk mengetahui apakah perhitungan Anda tepat atau tidak caranya mudah. Pada contoh yang salah, nominal penghasilan wajib pajak tidak lebih dari Rp600.000.000.
Sedangkan contoh yang benar sudah sesuai, yaitu Rp600.000.000.
Untuk menghindari kesalahan perhitungan, sebenarnya ada solusi yang lebih permanen. Caranya dengan menggunakan fitur hitung otomatis PPh 21 milik Aplikasi Pajak.
Selain dapat mempermudah perhitungan PPh 21 dan membuat SPT-nya, proses pengelolaan pajak juga jadi mudah dengan adanya fitur e-Billing dan e-Filing di satu aplikasi terintegrasi. Cari tahu lebih lengkap mengenai fitur Aplikasi Pajak di laman ini, atau dengan mendaftar akun Anda di sini.
Baca juga:
Mau tahu seperti apa mudahnya mengelola PPh 21 di Aplikasi Pajak? Simak infografis di bawah ini.

BACA JUGA :  KPP Pratama Watampone



Ikuti terus bloghrd.com untuk mendapatkan informasi seputar HR, karir, info lowongan kerja, juga inspirasi terbaru terkait dunia kerja setiap harinya!


Putri Ayudhia

Putri Ayudhia

Putri Ayudhia adalah seorang penulis konten SEO dan blogger paruh waktu yang telah bekerja secara profesional selama lebih dari 7 tahun. Dia telah membantu berbagai perusahaan di Indonesia untuk menulis konten yang berkualitas, SEO-friendly, dan relevan dengan bidang HR dan Psikologi. Ayudhia memiliki pengetahuan yang kuat dalam SEO dan penulisan konten. Dia juga memiliki pengetahuan mendalam tentang HR dan Psikologi, yang membantu dia dalam menciptakan konten yang relevan dan berbobot. Dia memiliki keterampilan dalam melakukan riset pasar dan analisis, yang membantu dia dalam menciptakan strategi konten yang efektif.
https://bloghrd.com