Buku Besar Bentuk T Buat Laporan Keuangan Lebih Mudah

Pelajari buku besar bentuk T di bloghrd.com untuk buat laporan keuangan lebih mudah dan sederhana.

Uang adalah salah satu faktor produksi yang memiliki peranan penting dalam sebuah perusahaan, selain itu salah satu tujuan dari perusahaan adalah meningkatkan laba penghasilan dan juga pendapatan yang berhubungan dengan keuangan.

Namun saat ini, masih banyak perusahaan atau bisnis baru yang belum membuat laporan keuangan dengan baik atau bahkan tidak memiliki laporan keuangan sama sekali.

Hal ini bisa dikarenakan minimnya pengetahuan tentang laporan keuangan itu sendiri.

Salah satu bagian penting di dalam laporan keuangan adalah buku besar, mungkin masih banyak yang belum memahami apa itu buku besar dan apa fungsinya.

Pada artikel kali ini kita akan membahas tuntas tentang salah satu jenis buku besar, yaitu buku besar bentuk T.

Namun, sebelum kepada pembahasan tentang buku besar bentuk T.

Anda Harus Tahu Buku Besar Bentuk T : Untuk Buat Laporan Keuangan Lebih Mudah Dan Sederhana

Tujuan Pembuatan Laporan Keuangan-tax-season-mess-messy-teamwork-office-computer-laptop-technology-group-people-corporate-work-meeting_t20_x6VXg8

Ada baiknya Anda memahami terlebih dahulu tentang laporan keuangan itu sendiri, disini kita akan membahas pengertian, tujuan, dan manfaat dari laporan keuangan bagi perusahaan dan juga bisnis.

Pengertian Laporan Keuangan

Kasmir mengartikan laporan keuangan sebagai sebuah laporan yang menunjukkan kondisi keuangan perusahaan pada saat ini atau dalam periode tertentu.

Dan Ikatan Akuntan Indonesia dalam Standar Akuntansi Keuangan (SAK), mengatakan laporan keuangan yang lengkap biasanya meliputi neraca, laporan laba rugi, laporan perubahan ekuitas, laporan perubahan posisi keuangan (yang dapat disajikan dalam berbagai cara misalnya, sebagai laporan arus kas/laporan arus dana), catatan dan laporan lainnya serta materi penjelasan yang merupakan bagian-bagian integral dari laporan keuangan.

Sedangkan menurut Fahmi, pengertian laporan keuangan adalah suatu informasi yang menggambarkan kondisi laporan keuangan suatu perusahaan dan lebih jauh informasi tersebut dapat dijadikan sebagai gambaran kinerja keuangan perusahaan tersebut.

Berdasarkan beberapa pengertian diatas, dapat ditarik kesimpulan bahwa laporan keuangan adalah sebuah laporan yang meliputi neraca, laporan laba rugi, laporan perubahan ekuitas, laporan perubahan posisi keuangan, dan catatan dan laporan lainnya yang dapat menggambarkan kinerja keuangan sebuah perusahaan.

BACA JUGA :  Pengertian dan Konsep Pendapatan Nasional Adalah Sebagai Berikut

Tujuan Pembuatan Laporan Keuangan

Sebelum memahami tentang buku besar bentuk T, telah di sebutkan bahwa laporan keuangan merupakan hal penting yang harus dimiliki oleh perusahaan, hal ini sangat berkaitan dengan tujuan dari pembuatan laporan keuangan itu sendiri.

Menurut Kasmir, tujuan pembuatan atau penyusunan laporan adalah:

  1. Memberikan informasi tentang jenis dan jumlah aktiva (harta) yang dimiliki perusahaan pada saat ini.
  2. Memberikan informasi tentang jenis dan jumlah kewajiban dan modal yang dimiliki perusahaan pada saat ini.
  3. Memberikan informasi tentang jenis dan jumlah pendapatan yang diperoleh dalam periode tertentu.
  4. Memberikan informasi tentang jumlah biaya dan jenis biaya yang dikeluarkan perusahaan dalam suatu periode tertentu.
  5. Memberikan informasi tentang perubahan-perubahan yang terjadi terhadap aktiva, pasiva, dan modal perusahaan.
  6. Memberikan informasi tentang kinerja manajemen perusahaan dalam suatu periode.
  7. Memberikan informasi tentang catatan-catatan atas laporan keuangan.
  8. Informasi keuangan lainnya.

Berdasarkan pendapat dari ahli diatas, dapat dikatakan bahwa laporan keuangan sarat akan informasi yang dibutuhkan perusahaan untuk memonitor kesehatan keuangan perusahaannya, serta informasi tersebut dapat digunakan untuk memprediksi langkah apa yang seharusnya diambil oleh perusahaan.

Hal Yang Akan Terjadi Jika Perusahaan Tidak Memiliki Laporan Keuangan

Pentingnya informasi yang diberikan oleh laporan keuangan membuat perusahaan-perusahaan yang tidak memiliki laporan keuangan akan mengalami kesulitan untuk memantau kesehatan perusahaannya sendiri.

Berikut merupakan beberapa hal yang akan terjadi pada perusahaan yang tidak memiliki laporan keuangan atau buku besar bentuk T.

Hal pertama yang sangat mungkin terjadi adalah perusahaan tidak mengetahui tentang jumlah aktiva yang dimiliki, aktiva merupakan kekayaan yang dimiliki oleh perusahaan.

Bila perusahaan tidak mengetahui jumlah aktivanya, yang juga termasuk investasi jangka panjang dan pajak tertanggung maka akan menyulitkan perusahaan dalam hal pengembangan.

Berikutnya adalah perusahaan tidak dapat mengetahui jumlah modal dan kewajiban yang dimiliki, dimana hal ini dapat menimbulkan kemungkinan terjadinya kerugian yang tidak disadari oleh perusahaan yang akan menciptakan permasalahan karena kewajiban-kewajiban yang tidak terselesaikan karena kurangnya informasi.

Faktor bisnis yang menyangkut biaya, harus dikeluarkan pada saat produksi.

BACA JUGA :  Usaha Mikro: Klasifikasi, Dasar Hukum dan Pajaknya

Jika suatu perusahaan tidak memiliki laporan keuangan, maka perusahaan tersebut tidak akan mengetahui kontribusi biaya yang dikeluarkan pada saat produksi yang berakibat pada ketidaktahuan biaya produksi yang dikeluarkan dan penetapan harga jual barang atau jasa tersebut.

Laporan keuangan dapat memberikan banyak informasi yang kalian butuhkan untuk mengetahui apakah perusahaan mendapatkan keuntungan atau malah kerugian, dengan laporan keuangan Anda juga dapat melakukan perencanaan bisnis masa depan.

Itulah beberapa hal yang mungkin saja terjadi pada perusahaan yang tidak memiliki laporan keuangan yang baik, sekarang apakah Anda semakin memahami pentingnya laporan keuangan untuk perkembangan bisnis Anda?.

Baca Juga : Begini Soal Contoh Cara Membuat Jurnal Umum!

Apa Itu Jurnal Umum Dan Hubungannya Dengan Buku Besar Bentuk T

Anda pasti mengira bahwa kita akan langsung membahas tentang buku besar bentuk T, namun sebelum membahas tentang buku besar, Anda harus memahami dulu salah satu unsur penting yang akan memudahkan Anda dalam menyusun buku besar perusahaan.

Hal penting tersebut adalah jurnal umum.

Jurnal umum atau memorial journal adalah suatu catatan akuntansi pertama kali yang digunakan untuk mencatat transaksi-transaksi secara kronologis sebelum transaksi tersebut dipindahkan kedalam buku besar.

Jadi secara sederhana, jurnal umum adalah dasar dari dibuatnya sebuah buku besar.

Jadi setelah membuat jurnal umum, baru Anda dapat membuat buku besar.

Lalu, bagaimana cara memindahkan jurnal umum kedalam buku besar?

Berikut merupakan langkah-langkah memindahkan jurnal umum kedalam buku besar:

  1. Pindahkan tanggal terjadinya transaksi yang ada di jurnal ke dalam buku besar.
  2. Pindahkan jumlah debit dan kredit yang ada pada jurnal ke dalam buku besar.
  3. Jangan lupa untuk mencatat halaman jurnal maupun buku referensi kedalam buku besar. Untuk lebih memudahkan, Anda juga dapat menggunakan kode dalam kolom referensi ini.
  4. Tambahkan keterangan singkat di kolom keterangan buku besar untuk menjelaskan transaksi yang terjadi.

Pengertian Buku Besar Bentuk T

Setelah memahami tentang laporan keuangan dan pentingnya membuat laporan keuangan bagi perusahaan serta memahami jurnal umum, ini saatnya kita membahas tentang hal yang sangat penting dalam pembuatan laporan keuangan yaitu adalah buku besar.

Apa itu buku besar? Buku besar adalah sebuah tool atau alat yang digunakan untuk melakukan pencatatan perubahan-perubahan yang terjadi pada suatu akun yang disebabkan karena adanya transaksi keuangan.

BACA JUGA :  Mau Menjadi Seorang Akuntan? Penuhi 8 Kode Etik Akuntasi Profesinya!

Lebih singkatnya, buku besar digunakan untuk mencatat transaksi apa saja yang terjadi pada perusahaan di periode tertentu.

Sedangkan buku besar bentuk T adalah salah satu jenis buku besar yang paling sederhana karena hanya berbentuk seperti huruf T besar, dimana kolom sebelah kiri akan menunjukkan sisi debit dan sebelah kanan kanan akan menunjukkan sisi kredit sedangkan nama akun diletakkan di kiri atas dan kode akun diletakkan di kanan atas.

Untuk lebih memudahkan Anda memahami buku besar bentuk T, berikut merupakan contohnya:

Contoh Buku Besar Bentuk T Untuk Buat Laporan Keuangan Lebih Mudah Dan Sederhana

Sisi sebelah debit dalam buku besar bentuk T akan berisi hal berikut:

  • Bertambah untuk rekening harta (Asset Account).
  • Berkurang untuk rekening kewajiban (Liabilities Account).
  • Berkurang untuk rekening modal (Capital Account).

Sedangkan untuk sisi kredit dalam buku besar bentuk T, akan berisi:

  • Pengurangan rekening harta (Asset Account).
  • Penambahan rekening kewajiban (Liabilities Account).
  • Bertambah untuk rekening modal (Capital Account).

Rekening disini maksudnya adalah catatan atau penempatan untuk tiap-tiap bagian komponen keuangan perusahaan yang akan ada di buku besar.

Jumlah perkiraan yang dibutuhkan bisa saja berbeda-beda, namun buku besar bentuk T selalu menggunakan format penyusunan yang sama yang terdiri dari tanggal, debit, kredit, nama dan nomor akun beserta total di akhir jumlahnya.

Baca Juga : Begini Pentingnya Rasio Keuangan Dalam Laporan Keuangan

Fungsi Buku Besar Bentuk T

Tidak jauh berbeda dengan fungsi buku besar pada umumnya, fungsi buku besar bentuk T dapat dijabarkan sebagai berikut:

  1. Mengumpulkan data transaksi keuangan pada perusahaan dalam periode tertentu yang dilakukan secara berkala.
  2. Media klasifikasi dan pengkodean yang data transaksi yang bersumber dari akun.
  3. Validasi data yang sudah terkumpul.
  4. Melakukan pembaruan data pada Buku Besar Umum dan file atau berkas-berkas transaksi.
  5. Melakukan pencatatan penyesuaian terhadap akun.
  6. Mempersiapkan laporan keuangan.

Itulah beberapa penjelasan mengenai buku besar bentuk T yang dapat Anda terapkan untuk perusahaan Anda yang mungkin saat ini belum membuat laporan keuangan, karena laporan keuangan dapat sangat membantu Anda dalam memberikan informasi yang dibutuhkan perusahaan.


Putri Ayudhia

Putri Ayudhia

Putri Ayudhia adalah seorang penulis konten SEO dan blogger paruh waktu yang telah bekerja secara profesional selama lebih dari 7 tahun. Dia telah membantu berbagai perusahaan di Indonesia untuk menulis konten yang berkualitas, SEO-friendly, dan relevan dengan bidang HR dan Psikologi. Ayudhia memiliki pengetahuan yang kuat dalam SEO dan penulisan konten. Dia juga memiliki pengetahuan mendalam tentang HR dan Psikologi, yang membantu dia dalam menciptakan konten yang relevan dan berbobot. Dia memiliki keterampilan dalam melakukan riset pasar dan analisis, yang membantu dia dalam menciptakan strategi konten yang efektif.
https://bloghrd.com