Kenali Hak Cuti Suami Karyawan dan Manfaatnya bagi Perusahaan

Kenali lebih lanjut mengenai hak cuti suami karyawan dan manfaatnya bagi perusahaan.

Cuti merupakan hak karyawan yang harus dipenuhi oleh perusahaan tempat karyawan bekerja.

Hak cuti karyawan juga diatur dalam UU Ketenagakerjaan Nomor 13 Tahun 2003 Pasal 79 ayat 2.

Dimana, dikenal dengan 7 jenis hak cuti yang dapat diperoleh oleh seorang karyawan meliputi cuti tahunan, cuti bersama, cuti sakit, cuti besar, cuti penting, cuti hamil, dan upah ketika cuti.

Hak cuti tersebut dapat digunakan oleh setiap karyawan jika memenuhi syarat dan kriteria seperti masa kerja yang telah melebihi 12 bulan atau 1 tahun secara terus-menerus.

Hak cuti dengan syarat dan kriteria tersebut adalah jenis hak cuti tahunan pada setiap karyawan yang bekerja baik perempuan atau laki-laki.

Sementara cuti lainnya, bisa didapat dan digunakan sesuai dengan kebijakan setiap perusahaan.

Selain jenis-jenis hak cuti tersebut, ternyata ada hak cuti yang belum banyak diketahui oleh setiap karyawan atau belum diterapkan oleh beberapa perusahaan yaitu hak cuti melahirkan suami.

Melahirkan di sini maksudnya hak cuti yang diberikan oleh seorang karyawan laki-laki untuk membantu mengurus persalinan istri yang melahirkan.

Cuti melahirkan suami atau cuti ayah ini sudah diatur di dalam UU Ketenagakerjaan No 13 Tahun 2003.

Cuti melahirkan suami diartikan sebagai hak untuk izin tidak bekerja dan tetap diberika upah dengan lama izin maksimal 2 hari.

Hak cuti ini memang dirasa terlalu singkat karena waktu yang dibutuhkan pada persiapan sebelum dan sesudah persalinan membutuhkan waktu cukup lama.

Apalagi jika keluarga atau sanak saudara karyawan tidak dapat menemani persalinan.

BACA JUGA :  UMP/UMK Kalteng

Alhasil, banyak karyawan yang memperpanjang cuti mereka dengan memotong hak cuti tahunan yang masih dimiliki.

Akan tetapi, beberapa perusahaan mulai berinisiatif memberikan waktu cuti lebih lama dari peraturan yang ditetapkan pemerintah.

Hal ini dilakukan perusahaan sebagai bentuk kepedulian perusahaan bagi setiap karyawannya.

Dengan begini, setiap karyawan pasti akan lebih loyal dan bersemangat dalam bekerja untuk mencapai target perusahaan.

Selain itu, dengan adanya cuti melahirkan suami akan memberikan manfaat khususnya pada kesehatan anak nantinya.

Untuk mengetahui apa saja manfaat dari pemberian hak cuti suami dan waktu yang lebih lama dari ketetapan pemerintah, berikut ini akan dijelaskan.

Kenali Hak Cuti Suami Karyawan dan Manfaatnya bagi Perusahaan

Manfaat Pemberian Hak Cuti Melahirkan Suami 

Jika dibandingkan dengan negara-negara di Eropa, cuti melahirkan bagi suami diberikan hingga beberapa minggu, bahkan hampir sebulan.

Hal ini dilakukan karena beberapa alasan dan manfaat yang didapat ketika memberikan cuti tersebut dengan waktu lebih lama.

Berikut ini manfaat yang akan didapatkan ketika cuti melahirkan suami memiliki waktu lebih lama:

Membantu Istri Melewati Proses Persalinan secara Baik dan Tenang

Sudah menjadi kewajiban suami untuk hadir dan berada di samping istri saat melahirkan.

Dengan adanya kehadiran sang suami, seorang istri akan merasa lebih tenang dan baik saat proses melahirkan.

Hal ini karena dukungan suami akan memberikan rasa semangat untuk menjalankan proses melahirkan.

Apalagi jika proses persalinan yang dijalani harus menggunakan bantuan khusus medis seperti proses persalinan dengan operasi sesar.

Ketegangan dan ketakutan istri akan mereda dengan adanya dukungan suami.

BACA JUGA :  Tantangan Proses Mutasi dan Contoh Surat Mutasi Karyawan

Menghindari Rasa Depresi dan Baby Blues bagi Seorang Ibu

Banyak kasus terjadi kepada seorang ibu yang menyakiti bahkan membunuh bayinya sendiri karena mengalami rasa depresi setelah melahirkan.

Baby blues ini dapat terjadi karena proses kehamilan dan melahirkan yang sangat melelahkan.

Ditambah aktivitas seorang ibu yang harus menyusui dan mengurus anak yang dilahirkan.

Dengan adanya kehadiran suami di samping istri ketika mengurus anak yang baru lahir, dapat menghindari kejadian tersebut.

Selama proses pemulihan setelah melahirkan, suami dapat memberikan waktu lebih untuk membantu mengurus sang bayi.

Oleh karena itu, cuti melahirkan bagi suami adalah hal yang penting.

Cuti Untuk Suami Bisa Membantu Tumbuh Kembang Anak pada Usia Dini

Proses tumbuh kembang anak tidak akan berjalan secara lancar dan baik tanpa adanya campur tangan orang tua.

Oleh karena itu, kasih sayang yang diberikan oleh orang tua memiliki peranan penting dalam tumbuh kembang anak.

Seorang anak yang diberikan kasih sayang sedari dini, tidak hanya cenderung dari seorang ibu, namun dari ayahnya akan memberikan dampak emosi yang kuat dan stabil saat anak tumbuh.

Dengan kehadiran ayah, seorang anak dapat memiliki pondasi yang kuat dari segi kedisiplinan, kepedulian, keberanian, karakter yang baik, dan masih banyak lainnya.

Membuat Setiap Karyawan Lebih Loyal pada Perusahaan

Manfaat yang didapatkan bagi perusahaan adalah rasa loyalitas karyawan terhadap perusahaan akan lebih tinggi.

Hal ini merupakan bentuk kepedulian perusahaan terhadap kesejahteraan para karyawannya selama bekerja.

Selain itu, efek yang didapat adalah setiap karyawan akan lebih bersemangat dalam bekerja dan mememajukan perusahaan untuk mencapai target yang diharapkan.

Dengan memberikan cuti melahirkan suami adalah salah satu cara perusahaan mengambil hati para karyawannya.

BACA JUGA :  Bingung Mengisi Formulir SPT Tahunan 1770 SS? Simak Panduannya di Sini!

Pada dasarnya, cuti melahirkan bagi suami yang diberikan oleh perusahaan kepada para karyawannya, tidak sama sekali melanggar UU Ketenagakerjaan yang berlaku.

Hal ini menjadi kebijakan suatu perusahaan dalam menetapkan apapun yang terbaik untuk perusahaan dan karyawan mereka.

Oleh karena itu, tidak ada salahnya bagi perusahaan memberikan hak cuti suami bagi setiap karyawan dalam menjalani posisinya sebagai seorang suami.

Untuk urusan cuti melahirkan suami, perusahaan dapat menetapkan apakah hak cuti ini akan dikurangi dari cuti tahunan atau pada jenis cuti lainnya.

Jika ditemukan kesulitan dalam proses menghitung cuti, tidak ada salahnya bagi perusahaan untuk menggunakan bantuan aplikasi karyawan dan HR yang dapat memberikan kemudahan dalam proses penghitungan.

Hal ini dilakukan untuk menghindari kesalahan-kesalahan yang dapat terjadi saat proses input cuti karyawan.

Ada banyak aplikasi karyawan dan HR yang dapat diandalkan dalam proses penghitungan cuti.

Pilihlah aplikasi karyawan dan HR yang memiliki sistem online dan bisa diakses melalui gadget pribadi.

Proses hitung-menghitung cuti karyawan bisa dilakukan dengan mudah dan akurat menggunakan fitur pengajuan cuti online.

Di mana, setiap karyawan akan diberikan akses untuk mengajukan cuti online, lalu perusahaan dapat melihat dan memproses pengajuan cuti hingga disetujui.

Dengan begini, data cuti yang masuk otomatis tersimpan pada penyimpanan aplikasi karyawan tersebut.

Jika satu waktu perusahaan akan menggunakan data tersebut sebagai laporan, perusahaan bisa langsung mengakses dan mengimportnya ke file Excel.

Karena itu jangan lupa juga untuk memiliki sistem yang terintegrasi dan terenkripsi sehingga data perusahaan dan karyawan akan tersimpan secara rapi serta aman.

Nah, mulai dari sekarang, perusahaan bisa beralih ke aplikasi yang dapat membantu dan memudahkan setiap pekerjaan perusahaan khususnya divisi HR.


Putri Ayudhia

Putri Ayudhia

Putri Ayudhia adalah seorang penulis konten SEO dan blogger paruh waktu yang telah bekerja secara profesional selama lebih dari 7 tahun. Dia telah membantu berbagai perusahaan di Indonesia untuk menulis konten yang berkualitas, SEO-friendly, dan relevan dengan bidang HR dan Psikologi. Ayudhia memiliki pengetahuan yang kuat dalam SEO dan penulisan konten. Dia juga memiliki pengetahuan mendalam tentang HR dan Psikologi, yang membantu dia dalam menciptakan konten yang relevan dan berbobot. Dia memiliki keterampilan dalam melakukan riset pasar dan analisis, yang membantu dia dalam menciptakan strategi konten yang efektif.
https://bloghrd.com