Increase Salary: Hal Ini Yang Menentukan Kenaikan Gaji Kamu

Bertepatan dengan momen tahun baru, tentu Anda juga sudah mempersiapkan resolusi yang ingin Anda capai. Mungkin salah satu resolusi Anda mungkin adalah increase salary atau menaikan gaji atau upah Anda saat ini.

Kenaikan gaji atau upah bisa ditentukan oleh berbagai macam faktor, pada artikel kali ini kita akan membahas apa saja hal yang menentukan kenaikan gaji atau upah kamu agar resolusi kamu tahun ini bisa tercapai!

Kira kira hal yang menentukan kenaikan gaji atau increase salary Anda. Apa saja?

Increase Salary: Hal Ini Yang Menentukan Kenaikan Gaji Kamu

Pengertian Gaji

Sebelum lebih jauh membahas tentang hal apa saja yang menentukan kenaikan gaji, ada baiknya pertama-tama kita membahas tentang pengertian daripada gaji itu sendiri adalah apa.

Hal ini agar kita memiliki pemahaman yang sama mengenai gaji yang merupakan inti daripada artikel kali ini.

Secara umum, gaji atau upah dapat diartikan sebagai bentuk balas jasa dari perusahaan atau majikan kepada karyawan atau buruh yang dibayarkan secara periodik.

Oleh karena itu, gaji merupakan salah satu aspek penting dalam hubungan industrial antara karyawan dan perusahaan.

Tujuan Gaji

Menurut Dale Yoder, terdapat enam tujuan dari gaji yaitu mendapatkan karyawan-karyawan yang cakap, mempertahankan karyawan-karyawan yang sudah ada sekarang, menjamin keadilan, menghargai perilaku yang diinginkan, mengawasi biaya, dan menaati peraturan perundang-undangan yang dapat dijelaskan sebagai berikut.

Mendapatkan Karyawan Yang Cakap

Gaji dan upah harus cukup tinggi untuk menarik pelamar-pelamar. Oleh karena perusahaan-perusahaan bersaing dalam pasar tenaga kerja, maka tingkat pembayaran harus mengikuti permintaan dan penawaran karyawan.

Akan tetapi kadang-kadang diperlukan tarif upah premi untuk menarik pelamar-pelamar yang sudah bekerja di perusahaan-perusahaan lain.

Mempertahankan Karyawan Yang Sudah Ada Sekarang

Apabila tingkat gaji dan upah tidak bersaing, maka beberapa karyawan akan berhenti. Untuk mencegah perpindahan karyawan, harus dijaga pembayaran yang bersaing dengan perusahaan lain.

BACA JUGA :  Contoh Rumus Excel If untuk Absensi Karyawan

Menjamin Keadilan

Administrasi gaji dan upah berusaha mendapatkan keadilan internal dan eksternal.

Keadilan internal mengharuskan agar pembayaran dihubungkan dengan nilai relatif dari jabatan-jabatan.

Artinya, jabatan-jabatan yang sama memperoleh pembayaran yang sama.

Keadilan eksternal memerlukan pembayaran kepada para karyawan pada suatu tingkat yang sama dengan pembayaran yang diterima oleh karyawan-karyawan yang sama di perusahaan-perusahaan lain.

Menghargai Perilaku Yang Diinginkan

Pembayaran harus memperkuat perilaku yang diinginkan. Prestasi kerja yang baik, pengalaman, kesetiaan, tanggung jawab baru, dan perilaku-perilaku yang lain dapat dihargai melalui suatu rencana administrasi gaji dan upah yang efektif.

Mengawasi Biaya

Suatu program administrasi gaji dan upah yang rasional membantu organisasi memperoleh dan mempertahankan tenaga kerjanya dengan biaya yang layak.

Tanpa suatu struktur gaji dan upah yang sistematik organisasi mungkin membayar lebih atau kurang daripada yang seharusnya kepada karyawan-karyawannya.

Mentaati Peraturan Perundang-Undangan

Seperti halnya segi-segi manajemen ke karyawan lainnya, administrasi gaji dan upah menghadapi pembatasan-pembatasan perundang-undangan

. Suatu program pembayaran atas gaji yang baik mempertimbangkan pembatas perundang-undangan dan menjamin ditaatinya semua peraturan pemerintah yang mempengaruhi gaji dan upah karyawan.

Faktor Penentu Besaran Gaji

Kenaikan gaji atau upah bisa ditentukan oleh berbagai macam faktor, pada artikel kali ini kita akan membahas apa saja hal yang menentukan kenaikan gaji atau upah kamu agar resolusi kamu tahun ini bisa tercapai!

Selain pada UMP yang telah ditetapkan pemerintah, perusahaan juga harus mempertimbangkan berbagai aspek dalam menentukan besaran gaji karyawan karena tiap-tiap karyawan memiliki jumlah gaji yang berbeda-beda baik itu pada perusahaan yang berbeda maupun pada perusahaan yang sama.

Berdasarkan pada Peraturan Menteri Ketenagakerjaan Republik Indonesia No 1 Tahun 2017 Tentang Struktur dan Skala Upah Pasal 2 ayat (1) yang berbunyi:

“Struktur dan Skala Upah wajib disusun oleh Pengusaha dengan memperhatikan golongan, jabatan, masa kerja, pendidikan, dan kompetensi”.

BACA JUGA :  Pemberian Insentif: Tujuan, Manfaat, dan Risiko Kerugian

Karena itulah beberapa hal ini yang menjadi penentu besaran gaji karyawan, yaitu:

Golongan Jabatan

Aspek pertama yang menjadi penentu dari besaran gaji karyawan adalah golongan jabatan, di mana golongan jabatan sendiri merupakan pengelompokan jabatan berdasarkan nilai atau bobot jabatan dari karyawan.

Pengelompokan ini bisa berdasarkan pada tanggung jawab pekerjaan, yang kemudian tanggung jawab kerja tersebut menentukan fasilitas yang diterima karyawan dari perusahaan.

Jabatan

Yang kedua adalah aspek jabatan, yang berarti sekelompok tugas dari pekerjaan dalam sebuah organisasi atau perusahaan.

Jabatan ini sangat mempengaruhi resiko tugas, tanggung jawab kerja, serta tingkat kesulitan pekerjaan pada setiap karyawan itu sendiri.

Masa Kerja

Lama masa kerja karyawan juga menjadi bahan pertimbangan yang menentukan besaran gaji pada setiap perusahaan, hal ini dikarenakan pengalaman yang didapatkan oleh karyawan yang telah bekerja lebih lama diasumsikan akan lebih banyak dari karyawan yang masa kerjanya masih sebentar atau bahkan belum memiliki pengalaman kerja sama sekali.

Pendidikan

Aspek keempat dalam menentukan besaran gaji karyawan adalah pendidikan formal. Biasanya pada sebuah perusahaan, akan ada persyaratan minimum pendidikan formal bagi para calon karyawannya. Pentingnya pendidikan formal terkait dengan pengetahuan yang telah diperoleh oleh karyawan pada masa pendidikannya.

Kompetensi

Yang terakhir adalah kompetensi, kompetensi sendiri diartikan sebagai kemampuan kerja yang mencakup aspek pengetahuan, keterampilan, dan juga sikap kerja yang sesuai dengan standar yang telah ditetapkan untuk suatu jabatan.

Faktor Penentu Kenaikan Gaji

Penentu besaran gaji karyawan yang telah dijelaskan diatas bisa merupakan gambaran pada saat karyawan sedang dalam proses rekrutmen di sebuah perusahaan, lalu pertanyaanya apakah karyawan yang telah bekerja di sebuah perusahaan bisa mendapatkan kenaikan gaji?

Atau gaji yang telah ditetapkan di awal dengan kelima aspek tersebut diatas tidak dapat berubah?

Jawabannya tentu saja bisa, seperti yang kita ketahui bahwa UMP akan terus terbarui setiap tahunnya yang harus diikuti oleh setiap perusahaan dalam menentukan nilai gaji yang harus diterima oleh karyawan.

BACA JUGA :  KP2KP: Yuk, Kenal Lebih Lanjut dengan Instansi Perpajakan Ini!

Selain dengan kenaikan UMP, terdapat empat hal yang menjadi faktor penentu perusahaan dalam menaikan gaji karyawan yaitu pencapaian karyawan, lama bekerja, penambahan beban kerja, dan perubahan posisi yang dapat dijelaskan sebagai berikut.

Pencapaian Karyawan

Beberapa karyawan merupakan orang yang ambisius namun tidak pada sebagian lainnya, meskipun setiap karyawan tentu memiliki peran dan kontribusi terhadap perusahaan namun ada beberapa karyawan yang ambisius tersebut selalu ingin memberikan kontribusi secara maksimal terhadap perusahaan.

Karyawan-karyawan seperti ini akan dinilai oleh perusahaan sebagai karyawan yang memiliki prestasi kerja yang memadai untuk kemudian dijadikan bahan pertimbangan dalam kenaikan gaji.

Lama Bekerja

Selain menentukan pengalaman kerja seseorang dan pengetahuan yang ia miliki, lama bekerja juga dapat menjadi gambaran loyalitas karyawan terhadap perusahaan.

Bila seseorang telah bekerja dengan waktu yang lama pada sebuah perusahaan, biasanya perusahaan juga akan menjadikan hal ini bahan pertimbangan dalam menentukan kenaikan gaji karyawan tersebut.

Penambahan Beban Kerja

Meskipun sebelumnya sudah ada job description yang jelas pada awal karyawan masuk ke dalam perusahaan, namun tidak dapat dipungkiri bahwa perubahan dapat terjadi di perusahaan yang kemudian berdampak pada perubahan beban kerja karyawan.

Bila terdapat penambahan beban kerja karyawan, artinya tanggung jawab kerja juga akan meningkat yang kemudian bisa menjadi bahan pertimbangan dalam menentukan kenaikan gaji karyawan.

Perubahan Posisi

Yang terakhir adalah perubahan posisi karyawan, hal ini sangat mungkin terjadi khususnya bila perusahaan menganggap karyawan tersebut memiliki prestasi kerja dan loyalitas yang tinggi terhadap perusahaan.

Misalnya seseorang yang tadinya berada di posisi staff, kemudian berubah posisinya menjadi senior staff pasti gajinya pun akan menyesuaikan karena pekerjaannya juga akan bertambah begitu pula dengan tanggung jawab kerjanya.

Itulah beberapa hal yang menjadi bahan pertimbangan perusahaan dalam melakukan dan menentukan kenaikan gaji karyawan, semoga artikel ini dapat membantu Anda memahami tentang pengertian, faktor penentu besaran, dan juga aspek apa saja yang menjadi bahan pertimbangan perusahaan dalam menentukan besaran gaji karyawan.


Putri Ayudhia

Putri Ayudhia

Putri Ayudhia adalah seorang penulis konten SEO dan blogger paruh waktu yang telah bekerja secara profesional selama lebih dari 7 tahun. Dia telah membantu berbagai perusahaan di Indonesia untuk menulis konten yang berkualitas, SEO-friendly, dan relevan dengan bidang HR dan Psikologi. Ayudhia memiliki pengetahuan yang kuat dalam SEO dan penulisan konten. Dia juga memiliki pengetahuan mendalam tentang HR dan Psikologi, yang membantu dia dalam menciptakan konten yang relevan dan berbobot. Dia memiliki keterampilan dalam melakukan riset pasar dan analisis, yang membantu dia dalam menciptakan strategi konten yang efektif.
https://bloghrd.com