Jenis Jenis Badan Usaha Di Indonesia yang Perlu Diketahui Dalam Dunia Bisnis

Dalam bayangan Anda, apa itu badan usaha? Apakah sama dengan perusahaan ? Mungkin, sekilas keduanya tampak sama. Akan tetapi anda perlu mengetahui bahwa badan usaha sebenarnya belum tentu sama dengan perusahaan. Penting bagi Anda untuk memahaminya agar Anda bisa menentukan posisi perusahaan Anda ketika ingin mengembangkan bisnis bersama badan usaha. Hal pertama yang perlu Anda tahu yaitu, perbedaan antara badan usaha dan perusahaan. Perbedaan yang paling jelas berada pada hasil dari keduanya.

Perusahan bisa berbentuk toko, instansi, atau pabrik tempat dimana berlangsungnya suatu kegiatan usaha. Kegiatan tersebut bisa menghasilkan produk, entah dalam bentuk barang atau jasa. Jika perusahaan menghasilkan barang atau jasa, badan usaha lebih fokus pada hasil berupa untung/rugi.

Secara bentuknya, badan usaha merupakan perusahaan atau gabungan dari beberapa perusahan yang bertujuan mencari keuntungan. Keuntungan yang dimaksud bisa dalam bentuk  suatu kesatuan organisasi maupun ekonomis. Selain itu, badan usaha juga bisa bertujuan untuk memberikan layanan pada masyarakat.

Jenis Jenis Badan Usaha Di Indonesia yang Perlu Diketahui Dalam Dunia Bisnis

Berikut merupakan contoh dari berbagai jenis badan usaha:

Koperasi

Koperasi merupakan suatu badan usaha dengan didasari oleh asas-asas kekeluargaan. Organisasi ekonomi ini dioperasikan untuk kepentingan bersama. Berdasarkan UU no. 25 tahun 1922 tentang perkoperasian dijelaskan bahwa:

  • Koperasi bersifat terbuka, demokratis, dan mandiri.
  • Memberikan balasan atas  jasa terhadap pemodal.
  • Pendidikan dalam perkoperasian.
  • Kolaborasi antar suatu koperasi.

Baca Juga : 5 Contoh Bentuk Badan Usaha di Indonesia, Apa Saja Itu?

BUMN (Badan Usaha Milik Negara)

Modal suatu BUMN, sebagian atau seluruhnya dimiliki oleh pemerintah. Walaupun bekerja demi kepentingan suatu negara, pegawai BUMN tidak bisa disebut sebagai pegawai negeri. Ada tiga macam bentuk BUMN, antara lain:

BACA JUGA :  Kelebihan dan Kekurangan Firma Adalah Sebagai Berikut

a. Perjan (Perusahaan Jawatan)

Perjan merupakan BUMN yang bujetnya termasuk dalam APBN (Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara). Perjan memiliki tujuan untuk membuat sejahtera masyarakat melalui pengabdian dan pelayanan. Hal tersebut dilakukan tanpa mengabaikan poin-poin esensi, efektivitas, ekonomi serta pelayanan yang baik.

Saat ini BUMN tidak memiliki perjan. Tidak ada badan usaha yang bisa digolongkan perjan karena badan-badan usaha yang sebelumnya sudah dialihkan menjadi badan hukum ataupun badan usaha. Berikut contoh-contoh perjan yang telah berganti bentuk:

  • Perjan Kereta Api menjadi Persero Kereta Api.
  • Perjan Pegadaian yang sempat menjadi perum, kini telah beralih bentuk lagi menjadi persero.
  • Perjan Rumah Sakit Anak dan Bersalin Harapan kita, perjan Rumah Sakit Dr. Cipto Mangunkusumo,perjan Rumah Sakit Dr. Kariadi, Perjan Rumah Sakit Dr. M. Djamil, dan Perjan Rumah Sakit Dr. Mohammad Hoesin berubah status menjadi Badan Layanan Umum.
  • Perjan Radio Republik Indonesia dan Perjan Televisi Republik Indonesia menjadi Lembaga Penyiaran Publik.

b. Persero (Perusahaan Perseroan) 

Sebuah perusahaan milik negara yang memiliki bentuk perseroan terbatas. Perusahaan tersebut bertujuan untuk mengejar keuntungan dengan memiliki saham yang seluruhnya atau sebagian (dengan minimum 51%) dengan kepemilikan atas nama Negara Republik Indonesia.

Dalam membentuk suatu persero, Menteri mengusulkan suatu usaha tersebut kepada Presiden, lengkap dengan pengkajian yang telah didasari dengan berbagai pertimbangan. Pendirian persero bertujuan untuk menyediakan barang atau jasa yang memiliki nilai jual lebih tetapi tetap memiliki kualitas yang baik.

c. Perum (Perusahaan Umum)

Perum merupakan perusahaan yang kepemilikan sepenuhnya dimiliki oleh negara. Perum memiliki tujuan untuk kemanfaatan dalam hal yang umum, baik dalam bentuk jasa maupun barang. Kegiatan perusahaan umum juga harus memperhatikan kualitas serta keuntungan dengan asas pengelolaan perusahaan.

Dalam membentuk suatu perum, dibutuhkan koordinasi antara Menteri BUMN, Menteri Keuangan dan presiden. Menteri BUMN mengusulkan kepada Presiden dengan dasar-dasar yang telah dikaji bersama Menteri Teknis dan Menteri Keuangan.

BACA JUGA :  Begini Soal Contoh Cara Membuat Jurnal Umum!

Perum berfungsi sebagai penyelenggara usaha untuk kemanfaatan umum dengan barang dan atau jasa berkualitas tetapi harga tetap terjangkau oleh masyarakat umum. Hal tersebut tetap diolah dengan sistem perusahaan yang baik.

Baca Juga : Perlunya Memahami Konsolidasi Dalam Dunia Bisnis

BUMS (Badan Usaha Milik Swasta)

Seperti namanya BUMS adalah badan usaha yang modalnya dimiliki oleh pihak swasta. BUMS ini memiliki beberapa bentuk dengan tujuan mencari keuntungan dalam mengembangkan usaha. BUMS memiliki dua jenis antara lain, badan usaha swasta dalam negeri dan badan usaha swasta asing.

Badan usaha swasta dalam negeri adalah badan usaha yang modalnya dimiliki oleh masyarakat dalam negeri. Sedangkan badan usaha swasta asing adalah badan usaha swasta yang modalnya dimiliki oleh masyarakat yang bukan warga negara Indonesia.

Pasal 33 UUD 1945 mengatur tentang bidang-bidang yang bisa dikelola oleh swasta seperti mengelola sumber daya ekonomi yang memiliki sifat tidak vital dan strategis, atau yang tidak menguasai hajat hidup orang banyak.

Berikut adalah jenis-jenis BUMS yang dapat dibedakan atas beberapa bentuk badan usahanya:

a. Perusahaan Perseorangan (PO) 

PO merupakan salah satu bentuk bisnis yang dimiliki oleh satu orang. Umumnya PO memiliki modal kecil, jenis produk dan jumlah produksinya terbatas, tenaga kerja sedikit, alat produksi dan teknologinya cukup sederhana.

Perusahaan perseorangan adalah badan usaha/ perusahaan yang dimiliki, dikelola, dan dipimpin oleh individu. Sehingga tanggung jawab atas aktivitas dan risiko perusahaan ditanggung oleh individu tersebut.

b. Firma (Fa)

Firma merupakan persekutuan antara seseorang dengan orang lainya (atau lebih) untuk menjalankan usaha bersama dengan tujuan untuk berbagi keuntungan yang didapatkan dari persekutuan tersebut. Dapat disimpulkan bahwa Firma memiliki minimal anggota dua orang.

Anggota tersebut yang akan bertanggung jawab terhadap perusahaan dan menyerahkan modal sesuai yang tertera pada akta pendirian firma. Apabila bangkrut, semua anggota bertanggung jawab hingga modal pun ikut dipertanggungkan.

Baca Juga : Contoh 5 Usaha di Bidang Jasa Tanpa Modal Besar

BACA JUGA :  Contoh 5 Usaha di Bidang Jasa Tanpa Modal Besar

c. Commanditaire Vennootschap (CV)

CV merupakan bentuk kemitraan yang dibentuk oleh dua orang atau lebih dengan beberapa anggota memiliki tanggung jawab yang tidak terbatas dan beberapa lainnya yang memiliki tanggung jawab terbatas. CV memiliki dibagi menjadi dua jenis yakni sekutu aktif (komplementer) dan sekutu pasif (komanditer).

Sekutu aktif adalah sekutu yang mengelola suatu perusahaan sekaligus memiliki hak untuk membuat perjanjian dengan pihak ketiga. Sedangkan sekutu pasif adalah sekutu yang hanya menyerahkan modal tetapi tidak ikut campur dalam hal pengelolaan perusahaan. Bisa dikatakan bahwa sekutu pasif hanya berperan dalam memberikan modal.

Baca Juga : Buku Besar Bentuk T: Buat Laporan Keuangan Lebih Mudah

d. Perseroan Terbatas (PT)

PT merupakan salah satu jenis usaha yang dilindungi oleh hukum dengan modal yang terdiri dari saham. Seseorang dapat dikatakan sebagai pemilik PT apabila memiliki sebagian saham sebesar yang ditanamkannya.

Menurut Undang-Undang NOmor 40 Tahun 2007 yang mengatur perihal PT, disebutkan bahwa perusahaan berjenis Perseroan Terbatas adalah badan usaha yang berbentuk badan hukum yang didirikan berdasarkan perjanjian dan melakukan kegiatan usaha dengan modal dasar yang seluruhnya telah dibagi dalam saham, atau bisa disebut juga sebagai persekutuan modal.

Dalam menjalankan PT, pemilik modal saham bisa menjual kepada pihak lain. Hal tersebut menjelaskan bahwa akan sangat mungkin terjadi kepemilikan perusahaan tanpa harus membubarkan atau mendirikan kembali. Karena pendirian PT dibentuk berdasarkan kesepakatan, maka membutuhkan minimal 2 orang untuk membuat PT.

Notaris harus mengetahui perjanjian dalam pembuatan PT dan membuatkan akta untuk mendapat pengesahan dari Menteri Hukum dan HAM.

Sebagai seorang pengusaha, posisi Anda sangat memungkinkan untuk mulai merambah ke badan usaha. Anda bisa turut mengambil peran untuk mendapatkan keuntungan, entah secara ekonomis maupun sosial. Jika sudah mulai mendirikan perusahaan, Anda akan memerlukan aplikasi dalam mengelola keuangan bisnis lebih sistematis dan akurat.

 


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *