Ketahui Manfaat dan Masa Kerja Karyawan Outsourcing

Apa Manfaat dan Masa Kerja Karyawan Outsourcing?

Setiap perusahaan memiliki kriteria yang berbeda-beda dalam merekrut calon karyawannya.

Hal ini dilakukan demi mendapatkan tenaga ahli dan sumber daya manusia yang berkualitas.

Mengingat karyawan merupakan kunci utama bagi perusahaan untuk bisa mencapai target.

Selain itu, untuk mendapatkan karyawan yang berkualitas, perusahaan bisa menggunakan jasa outsourcing.

Menurut UU Ketenagakerjaan No. 13 Tahun 2003, outsourcing atau alih daya merupakan cara yang dilakukan untuk menyerahkan sebagian pekerjaan kepada perusahaan lain yang bergerak di bidang penyedia jasa alih daya, baik borongan kerja atau jasa penyedia pekerja.

Dalam hal ini suatu perusahaan bisa bekerjasama dengan perusahaan lain untuk menggunakan jasanya, menyediakan tenaga ahli atau karyawan.

Manfaat Menggunakan Jasa Outsourcing

Ketahui Manfaat dan Masa Kerja Karyawan Outsourcing

Sebelum masuk ke pembahasan mengenai masa kerja karyawan outsourcing, ada baiknya perusahaan yang ingin menggunakan jasa ini memperhatikan dulu manfaat yang didapat saat menggunakan jasa outsourcing.

Berikut manfaat yang didapatkan:

  1. Perusahaan dapat memfokuskan urusan bisnis inti dan menyerahkan hal-hal teknis ke outsourcing
  2. Menghemat anggaran, waktu, dan tenaga untuk proses perekrutan karyawan
  3. Mendapatkan karyawan yang berkompeten karena seleksi dari perusahaan outsourcing
  4. Tidak lagi kerepotan urusan tunjangan meliputi pesangon, THR, dan asuransi
  5. Membagi risiko akan pekerjaan dengan perusahaan outsourcing yang bekerjasama

Beberapa manfaat ini hanya sebagian dari banyaknya manfaat yang diberikan jasa outsourcing.

Setiap perusahaan yang bekerjasama dengan penyedia jasa outsourcing akan lebih memfokuskan pekerjaan inti mereka.

Untuk urusan fasilitas, tunjangan, hingga asuransi kesehatan, sudah diambil oleh perusahaan asal mereka yaitu perusahaan jasa outsourcing.

Masa Kerja Karyawan Outsourcing

Masa Kerja Karyawan Outsourcing

Setiap perusahaan yang ingin menggunakan jasa penyedia outsourcing untuk mendapatkan karyawan, harus memerhatikan hal-hal penting dalam proses kerjasama yaitu masa kerja karyawan outsourcing itu sendiri.

BACA JUGA :  Kenali Hak Cuti Suami Karyawan dan Manfaatnya bagi Perusahaan

Mengacu pada UU Ketenagakerjaan No. 13 Tahun 2003 tentang outsourcing, masa kerja ini diatur berdasarkan kontrak yang telah disepakati oleh keduabelah pihak saat proses perekrutan yaitu pihak karyawan dan perusahaan penyedia outsourcing.

Pasal 65 dan 66 serta pasal 59 berisi:

“Jika karyawan akan dipekerjakan untuk pekerjaan tetap dan terus-menerus, maka perusahaan outsourcing mengikat mereka sebagai pekerja tetap dengan Perjanjian Kerja Waktu Tidak Tertentu (PKWTT)”.

dan

“Jika karyawan dipekerjakan untuk pekerjaan yang akan selesai pada waktu tertentu, misalnya 1 tahun atau 2 tahun, perusahaan outsourcing bisa mengontrak mereka dengan Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT)”.

Hal ini berarti perusahaan pengguna jasa outsourcing tidak perlu repot mengurusi masa kerja karyawan outsourcing.

Mengingat hal ini menjadi tanggung jawab perusahaan penyedia jasa outsourcing tersebut.

Selain itu, jika merujuk pada keputusan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kep.100/Men/VI/2004, masa kerja pekerja alih daya dihitung sejak mereka menjadi karyawan tetap ( PKWTT ) untuk status pekerjaan yang berkelanjutan.

Sedangkan, perjanjian kerja sebagai pekerja kontrak (PKWT) untuk pekerjaan yang selesai masa tertentu tidak dihitung sebagai masa kerja. Seperti contoh:

Jika seseorang bekerja di perusahaan jasa outsourcing dengan status kontrak PKWT sebagai tenaga pengaman atau security di perusahaan konstruksi yang tengah membangun mall, orang tersebut dipekerjakan hingga pembangunan selesai yaitu 2 tahun.

Setelah 2 tahun, kontrak orang tersebut putus.

Namun, beberapa bulan selanjutnya, perusahaan outsourcing kembali mempekerjakannya sebagai karyawan PKWTT di sebuah perusahaan konstruksi.

Hal ini berarti masa kerja orang tersebut dihitung ketika ia menyetujui kontrak baru yaitu PPKWT.

Bisa dikatakan, karyawan outsourcing bekerja layaknya karyawan internal.

Namun, semua tanggung jawab perihal tunjangan dan masalah administratif menjadi pekerjaan perusahaan penyedia jasa outsourcing tersebut.

BACA JUGA :  Pengertian Hingga Cara Menyusun Job Description Di Perusahaan

Hal ini yang harus diperhatikan oleh setiap perusahaan yang ingin menggunakan jasa outsourcing.

Selain itu, karyawan yang ingin bekerja di perusahaan outsourcing, wajib memerhatikan kebijakan-kebijakan yang ditetapkan oleh perusahaan tersebut.

Hal ini guna menghindari pelanggaran-pelanggaran yang sewaktu-waktu dilakukan oleh pihak perusahaan dari kesepakatan awal kerjasama perusahaan outsourcing dengan perusahaan.

Untuk urusan tenaga ahli atau pekerja, perusahaan bisa menggunakan jasa outsourcing.

Namun untuk urusan pengelolaan database perusahaan meliputi administrasi, dan data karyawan, serahkan ke aplikasi karyawan yang terpercaya.

Aplikasi karyawan yang dapat memberikan kemudahan pada perusahaan untuk mengelola slip gaji, absensi online, cuti online, dan database, bisa menjadi solusi perusahaan.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *