Cara Mengatasi Inflasi dengan Kebijakan yang Tepat - bloghrd.com

Cara mengatasi Inflasi adalah dengan kebijakan yang tepat. Seperti apa? Baca selengkapnya di bloghrd.com disini.

Secara umum, Pengertian inflasi adalah suatu keadaan perekonomian di mana harga-harga secara umum mengalami kenaikan dalam waktu yang panjang.

Kenaikan harga yang bersifat sementara seperti kenaikan harga pada masa lebaran tidak dianggap sebagai inflasi, karena di saat setelah masa lebaran, harga-harga dapat turun kembali.

Inflasi dapat terjadi karena jumlah uang beredar lebih banyak daripada yang dibutuhkan.

Inflasi merupakan suatu gejala ekonomi yang tidak pernah dapat dihilangkan dengan tuntas.

Usaha-usaha yang dilakukan biasanya hanya sampai sebatas mengurangi dan mengendalikannya.

Inflasi dapat digolongkan menjadi empat golongan yakni inflasi ringan, sedang, berat dan hiperinflasi.

Inflasi ringan terjadi bila kenaikan harga berada di bawah angka 10% setahun, inflasi sedang antara 10%-30% setahun, inflasi berat antara 30%-100% setahun, dan hiperinflasi atau inflasi tak terkendali terjadi apabila kenaikan harga berada di atas 100% setahun.

Tahukah Anda bahwa inflasi juga dapat mempengaruhi perkembangan bisnis Anda.

Untuk menganalisa dampak inflasi terhadap kinerja keuangan bisnis, Anda perlu mengelola keuangan perusahaan secara lebih praktis dan akurat.

Cara Mengatasi Masalah Inflasi Adalah Sebagai Berikut

Cara Mengatasi Masalah Inflasi Adalah Sebagai Berikut

Mengingat pentingnya mengatasi masalah inflasi, maka perlu penanganan yang serius dalam pengerjaannya.

Untuk mengatasi hal tersebut, hal pertama yang harus dilakukan adalah mengetahui penyebab terjadinya inflasi agar jalan untuk mengatasinya dapat diketahui.

Beberapa ahli ekonomi sepakat bahwa inflasi tidak hanya berhubungan dengan jumlah uang yang beredar, akan tetapi juga berhubungan dengan jumlah barang dan jasa yang tersedia di masyarakat.

BACA JUGA :  Definisi dan Contoh Cara Menyusun Jurnal Penyesuaian

Oleh sebab itu, untuk mengatasi masalah inflasi dibutuhkan kebijakan yang tepat.

Kebijakan yang bisa diambil untuk mengatasi masalah inflasi ada tiga yaitu kebijakan moneter, kebijakan fiskal, dan kebijakan lainnya.

1. Kebijakan Moneter

Kebijakan moneter adalah segala bentuk kebijakan yang diambil pemerintah di bidang moneter (keuangan) yang tujuannya untuk menjaga kestabilan moneter agar dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Kebijakan moneter tersebut meliputi.

a. Kebijakan Penetapan Persediaan Kas

Bank sentral dapat mengambil kebijakan untuk mengurangi uang yang beredar dengan jalan menetapkan persediaan uang yang beredar dan menetapkan persediaan uang kas pada bank-bank. Dengan mengurangi jumlah uang beredar, inflasi dapat ditekan.

b. Kebijakan Diskonto

Untuk mengatasi inflasi, bank sentral dapat menerapkan kebijakan diskonto dengan cara meningkatkan nilai suku bunga.

Tujuannya adalah agar masyarakat terdorong untuk menabung. Dengan demikian, diharapkan jumlah uang yang beredar dapat berkurang sehingga tingkat inflasi dapat ditekan.

c. Kebijakan Operasi Pasar Terbuka

Melalui kebijakan ini, bank sentral dapat mengurangi jumlah uang yang beredar dengan cara menjual surat-surat berharga, misalnya Surat Utang Negara (SUN).

Semakin banyak jumlah surat-surat berharga yang terjual, jumlah uang beredar akan berkurang sehingga dapat mengurangi tingkat inflasi.

Baca Juga : Contoh Penerapan Kebijakan Moneter dan Fiskal di Indonesia

2. Kebijakan Fiskal

Kebijakan fiskal adalah langkah untuk memengaruhi penerimaan dan pengeluaran pemerintah.

Kebijakan itu dapat memengaruhi tingkat inflasi. Kebijakan fiskal antara lain sebagai berikut.

a. Menghemat Pengeluaran Pemerintah

Pemerintah dapat menekan inflasi dengan cara mengurangi pengeluaran, sehingga permintaan akan barang dan jasa berkurang yang pada akhirnya dapat menurunkan harga.

b. Menaikkan Tarif Pajak

Untuk menekan inflasi, pemerintah dapat menaikkan tarif pajak.

BACA JUGA :  Pengertian, Metode, Tujuan Strategi Penetapan Harga Adalah Sebagai Berikut

Naiknya tarif pajak untuk rumah tangga dan perusahaan akan mengurangi tingkat konsumsi.

Pengurangan tingkat konsumsi dapat mengurangi permintaan barang dan jasa, sehingga harga dapat turun.

Baca Juga : 5 Faktor Penyebab Terjadinya Inflasi Adalah Berikut

3. Kebijakan Lainnya

Untuk memperbaiki dampak yang diakibatkan inflasi, pemerintah menerapkan kebijakan moneter dan kebijakan fiskal.

Tetapi selain kebijakan moneter dan fiskal, pemerintah masih mempunyai cara lain.

Cara lain dalam mengendalikan inflasi adalah sebagai berikut.

a. Meningkatkan Produksi & Menambah Jumlah Barang di Pasar

Untuk menambah jumlah barang, pemerintah dapat mengeluarkan perintah untuk meningkatkan produksi.

Hal itu dapat ditempuh dengan memberi premi atau subsidi pada perusahaan yang dapat memenuhi target tertentu.

Selain itu, untuk menambah jumlah barang yang beredar, pemerintah juga dapat melonggarkan keran impor.

Misalnya, dengan menurunkan bea masuk barang impor.

Baca Juga : Pengertian, Tujuan dan Instrumen Kebijakan Moneter

b. Menetapkan Harga Maksimum untuk Beberapa Jenis Barang

Penetapan harga tersebut akan mengendalikan harga yang ada sehingga inflasi dapat dikendalikan.

Tetapi penetapan itu harus realistis. Kalau penetapan itu tidak realistis, dapat berakibat terjadi pasar gelap (black market).

Demikian adalah beberapa penjelasan untuk mengatasi inflasi. Setelah mengetahui tentang inflasi di atas, Anda pasti sudah mengetahui seberapa pentingnya mengatur keuangan.

Lalu seperti yang telah dijelaskan, cara mengatasi Inflasi adalah dengan kebijakan yang tepat. Semoga informasi ini bisa bermanfaat untuk Anda yang memerlukannya.


Putri Ayudhia

Putri Ayudhia

Putri Ayudhia adalah seorang penulis konten SEO dan blogger paruh waktu yang telah bekerja secara profesional selama lebih dari 7 tahun. Dia telah membantu berbagai perusahaan di Indonesia untuk menulis konten yang berkualitas, SEO-friendly, dan relevan dengan bidang HR dan Psikologi. Ayudhia memiliki pengetahuan yang kuat dalam SEO dan penulisan konten. Dia juga memiliki pengetahuan mendalam tentang HR dan Psikologi, yang membantu dia dalam menciptakan konten yang relevan dan berbobot. Dia memiliki keterampilan dalam melakukan riset pasar dan analisis, yang membantu dia dalam menciptakan strategi konten yang efektif.
https://bloghrd.com