Peran Industri IT dalam Revolusi Industri 4.0 Indonesia

Seperti apa peran Industri IT dalam Revolusi Industri 4.0 di Indonesia? Selengkapnya akan diulas bloghrd.com disini.

Teknologi menjadi salah satu faktor pendorong terjadinya sebuah revolusi dalam dunia industri, teknologi telah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari masyarakat di dunia.

Cepatnya pertukaran informasi dan mudahnya komunikasi melalui internet merupakan sebagian contoh kecil dari peran teknologi saat ini.

Salah satu sektor yang menjadi hasil dari revolusi ini adalah industri Information Technology.

Peran Industri IT dalam Revolusi Industri 4.0 Indonesia

Peran Industri IT dalam Revolusi Industri 4.0 Indonesia

Revolusi industri 4.0 menurut Menteri Perindustrian Republik Indonesia Airlangga Hartarto tidak hanya berpotensi luar biasa dalam merombak industri, tetapi juga mengubah berbagai aspek kehidupan manusia.

Oleh karena itu, revolusi industri 4.0 ini sepatutnya dianggap sebagai sebuah peluang bagi Indonesia dalam mewujudkan visi Indonesia yaitu menjadi 10 ekonomi terbesar di dunia.

Baca Juga : Manfaat Sistem HRIS Perusahaan di Industri Manufaktur

Potensi Information Technology Indonesia Pada Revolusi Industri 4.0

Dikutip dari databoks.katadata.co.id, berdasarkan data yang bersumber dari Hootsuite, We Are Social, 2020 menyatakan bahwa masyarakat Indonesia menghabiskan hampir 8 jam sehari untuk berinternet dengan jumlah masyarakat indonesia pengguna internet sebanyak 175,3 atau sekitar 64% dari keseluruhan masyarakat Indonesia telah memiliki akses dan menggunakan internet.

Internet sebagai salah satu kunci dari terciptanya revolusi industri 4.0. tentu saja data tersebut dapat menunjukkan potensi yang dimiliki Indonesia untuk bisa berperan serta dan meningkatkan pendapatan negara lewat revolusi industri ini.

BACA JUGA :  Pengertian Kebijakan Fiskal dan Tujuannya Adalah?

Kesiapan Indonesia dalam menghadapi revolusi industri 4.0 ini ditunjukkan dengan komitmen untuk membangun industri manufaktur yang berdaya saing global dengan diluncurkannya “Making Indonesia 4.0” pada tahun 2018 lalu.

Pada program “Making Indonesia 4.0” ini, terdapat 10 (sepuluh) langkah yang akan dilakukan pemerintah untuk mewujudkan program ini yang salah satunya adalah insentif untuk investasi teknologi.

Artinya adalah bahwa pemerintah Indonesia akan mendesain ulang rencana insentif adopsi teknologi, seperti subsidi, potongan pajak perusahaan, dan pengecualian bea pajak impor bagi perusahaan yang berkomitmen untuk menerapkan teknologi industri 4.0.

Baca Juga : Berbagai Model Bisnis Baru Menjanjikan di Industri Jasa

Industri Information Technology dalam Revolusi Industri 4.0 di Indonesia

Disini pemerintah mendorong industri Information Technology memiliki daya saing global dalam revolusi industri 4.0 ini.

Industri Information Technology sendiri merupakan sebuah kegiatan ekonomi yang berhubungan dengan komputasi, termasuk di dalamnya hardware, software, telekomunikasi, dan umumnya juga terlibat dalam pengiriman atau sistem yang memudahkan komunikasi.

Sebagai salah satu industri yang berfungsi sebagai media pertukaran informasi, industri Information Technology merupakan sektor jasa yang dapat meningkatkan efisiensi operasional sehingga meningkatkan transparansi data yang ada pada sebuah organisasi atau perusahaan.

Penggunaan IT juga berperan untuk membuat perusahaan lebih lean. Itu artinya, perusahaan akan berjalan lebih ramping dan cepat yang menjadi salah satu syarat kemampuan yang harus dimiliki perusahaan dalam persaingan industri 4.0.

Lebih ramping dan cepat yang dimaksud adalah perusahaan dapat mengurangi biaya operasional dan aset yang sejatinya bisa dioptimasi dengan teknologi IT. Selain itu dengan peran IT, perusahaan dapat bekerja lebih cepat.

Salah satu bentuk industri Information Technology yang berperan dalam bidang administrasi HR sebagai sebuah solusi dari permasalahan operasional yang biasanya hadir dalam pengelolaan data SDM adalah dengan menggunakan software HRD.

BACA JUGA :  Mau Menjadi Seorang Akuntan? Penuhi 8 Kode Etik Akuntasi Profesinya!

Dimana software HRIS (Human Resource Information System) tersebut haruslah menawarkan otomatisasi pekerjaan administrasi HR end-to-end dengan teknologi cloud dari mulai data personal karyawan, data kehadiran, yang kemudian terhubung dengan sistem payroll sehingga mengefektifkan pekerjaan HR dan meminimalisir adanya human error.

Baca Juga : Perbandingan Absensi Manual dan Absensi Digital untuk Perusahaan

Teknologi Membantu HR Mengembangkan SDM Industri Information Technology dalam Revolusi Industri 4.0

Melihat pesatnya perkembangan teknologi dan informasi, tidak menutup kemungkinan bahwa kemudian bahwa tidak hanya dalam hal administrasi HR namun semua hal dapat dilakukan secara online dan memperluas cakupan dari industri Information Technology untuk bisa berkembang dan menjadikan Indonesia masuk ke dalam 10 ekonomi terbesar di dunia.

SDM merupakan salah satu pilar penting bagi industri Information Technology dalam mencapai tujuan tersebut, oleh karena itu pengelolaan SDM haruslah mumpuni.

Salah satunya dengan memastikan data setiap karyawan valid sehingga tim HR dapat menentukan langkah apa yang harus diambil untuk meningkatkan kualitas SDM pada industri ini.

Agar tim HR dapat fokus pada program-program peningkatan kualitas SDM, pekerjaan administratif yang biasanya memerlukan banyak waktu harus diefektifkan dengan menggunakan software HRD di perusahaan.

Baca Juga : Aplikasi Shift Kerja Permudah Atur Sistem Kerja Karyawan!


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *