Beda Pasar Persaingan Sempurna dan Pasar Persaingan Tidak Sempurna

Apa perbedaan pasar persaingan sempurna dan pasar persaingan tidak sempurna?

Anda pasti pernah pergi ke pasar untuk membeli kebutuhan. Ya, Pasar merupakan tempat penjual dan pembeli bertemu.

Dahulu, istilah pasar merujuk pada sebuah tempat yang nyata, namun kini makna pasar menjadi begitu luas.

Kini, marketplace di dunia digital juga dianggap sebagai pasar strategis dimana berbagai persaingan bisnis terjadi.

Setiap pelaku pasar pasti akan saling bersaing untuk mendapatkan konsumennya.

Perilaku pengusaha atau penjual di lingkup pasar kompetitif menjadi subjek fundamental dalam perekonomian negara.

Berdasarkan bentuk kompetisinya, struktur pasar diklasifikasikan ke dalam dua kategori besar yaitu Pasar Persaingan Sempurna dan Tidak Sempurna.

Apakah Bentuk atau Struktur Pasar Memengaruhi Pangsa Pasar?

Jenis struktur pasar menentukan pangsa pasar suatu perusahaan.

Jika ada satu jenis perusahaan saja dalam suatu pasar, perusahaan tersebut akan menguasai seluruh pangsa pasar dan permintaan pelanggan hanya tertuju pada perusahaan itu saja.

Tetapi jika kita meningkatkan jumlah perusahaan menjadi dua, pangsa pasar juga akan terbagi dua.

Demikian pula jika ada sekitar seratus perusahaan kecil di pasar, pasar dibagi oleh ke seratus perusahaan tersebut secara proporsional.

Oleh karena itu, struktur pasar jelas memengaruhi pangsa pasar.

Maka dalam artikel ini akan menggambarkan perbedaan antara Pasar Persaingan Sempurna dan Pasar Persaingan Tidak Sempurna.

Perbedaan Pasar Persaingan Sempurna dan Pasar Persaingan Tidak Sempurna

Baca Juga : Alasan Kenapa Harus Menentukan Target Pasar Adalah?

BACA JUGA :  11+ Software Aplikasi Akuntansi Gratis Untuk Accounting Bisnis

Karakteristik Utama dari Pasar Persaingan Sempurna

Pasar Persaingan Sempurna adalah struktur ekonomi di mana tingkat persaingan antara perusahaan berada pada titik sempurna. Berikut ringkasan karakteristik dari Pasar Persaingan Sempurna:

  1. Banyak pembeli dan penjual.
  2. Produk yang ditawarkan terkesan homogen.
  3. Setiap perusahaan mudah untuk masuk dan keluar pasar.
  4. Kedua pihak dalam transaksi memiliki pengetahuan lengkap tentang produk, kuantitas, harga, dan kondisi pasar.
  5. Tidak ada biaya transportasi dan periklanan.
  6. Bebas dari campur tangan Pemerintah.
  7. Harga untuk suatu produk seragam di pasar diputuskan oleh permintaan dan penawaran pelaku pasar. Tidak ada perusahaan yang dapat mempengaruhi harga, itulah sebabnya mengapa perusahaan-perusahaan dalam Pasar Persaingan Sempurna menjadi Price Taker.
  8. Setiap perusahaan mendapatkan laba secara normal sehingga tidak ada keuntungan dan kerugian yang berlebihan.

Baca Juga : Bisnis Internasional : Pentingnya Memahami Sistem Ekonomi

Contoh Manifestasi dari Pasar Persaingan Sempurna

Contoh bentuk daripada Pasar Persaingan Sempurna adalah Anda pergi ke pasar sayur untuk membeli tomat.

Terdapat banyak penjual dan pembeli tomat. Anda pergi ke suatu penjual tomat dan menanyakan harga 1 kg tomat. Kemudian penjual menjawab Rp30.000,-.

Berikutnya Anda pergi ke tempat lain dan menanyakan beberapa penjual lagi.

Harga yang ditawarkan akan sama untuk kuantitas yang diminta. Ini adalah contoh bentuk dari Pasar Persaingan Sempurna.

Di bawah kompetisi jenis ini, perusahaan dapat dengan mudah mempengaruhi harga suatu produk di pasar dan meraup untung atau merugi secara berlebih.

Di dunia nyata, sulit untuk menemukan bentuk konkret dari Pasar Persaingan Sempurna dalam model industri apapun.

BACA JUGA :  Manfaat dan Kerugian Revaluasi Aset, Wajib Diketahui!

Tetapi ada begitu banyak model industri seperti telekomunikasi, mobil, sabun, kosmetik, deterjen, minuman dingin, dan lainnya di mana Anda dapat menemukan bentuk persaingan yang tidak sempurna yaitu kondisi yang tidak selalu memuaskan satu atau kedua belah pihak.

Baca Juga : Pasar Persaingan Sempurna: Pengertian dan Ciri-Cirinya

Pasar Persaingan Tidak Sempurna dan Jenis-jenisnya

Pasa persaingan tidak sempurna dapat digambarkan dengan situasi dimana hanya ada beberapa penjual atau bahkan penjual tunggal, namun memiliki pembeli yang masif.

Pasar persaingan tidak sempurna biasanya memiliki produk tunggal atau tidak ada produk penggantinya.

Ada berbagai jenis pasar di dalam struktur Pasar Persaingan Tidak Sempurna, dijelaskan di bawah ini:

  1. Monopoli: Penjual tunggal mendominasi seluruh pasar, keputusan harga dilakukan oleh satu penjual, biasanya hanya menjual satu jenis produk, calon pesaing sulit masuk karena perundang-undangan. contoh perusahaan monopoli: Perusahaan Listrik Negara
  2. Oligopoli: Terdapat beberapa penjual yang umumnya lebih dari dua dan kurang dari sepuluh eksis dan bertindak dalam kolusi atau persaingan. Memiliki standar produk yang sama. Perusahaan dapat saling memengaruhi harga bahkan dapat melakukan kartel. Contoh: Perusahaan pada industri gula dan garam
  3. Monopsoni: Banyak penjual dan satu pembeli. dalam hal ini pembeli dapat memengaruhi harga penjual. salah satu contoh pasar monopsoni adalah: Perusahaan penyedia gerbong kereta api.
  4. Oligopsoni: Banyak penjual dan beberapa pembeli. contohnya: Perusahaan sparepart mobil.
  5. Persaingan Monopolistik: Banyak penjual menawarkan produk-produk yang berbeda dan mempunyai karakteristik tersendiri. contoh pasar monopsonik: perusahaan retail, perusahaan produk kemasan

Baca Juga : Penjelasan, Jenis-jenis, Contoh Penerapan Pasar Oligopoli Adalah

Perbedaan-Perbedaan Signifikan Antara Pasar Persaingan Sempurna dan Tidak Sempurna

Berikut beberapa perbedaan signifikan agar Anda tidak keliru dalam memutuskan jenis pasar apa yang termasuk Pasar Persaingan Sempurna dan Tidak Sempurna:

  1. Pasar Persaingan Sempurna terkesan hipotetis yang asumsinya sebagian besar tidak berlaku konkrit di dunia nyata. Sebaliknya, Pasar Persaingan Tidak Sempurna adalah situasi yang sangat sering ditemukan di dunia nyata saat ini.
  2. Dalam Pasar Persaingan Sempurna selalu terdapat banyak pelaku pasar. Sedangkan dalam Pasar Persaingan Tidak Sempurna cenderung lebih dinamis sehingga terdapat sedikit sampai ke banyak pelaku pasar tergantung pada jenis struktur pasarnya.
  3. Dalam Pasar Persaingan Sempurna, penjual menghasilkan atau memasok produk yang sama (homogen). Sementara dalam Pasar Persaingan Tidak Sempurna, produk yang ditawarkan oleh penjual dapat bersifat homogen atau bisa juga berbeda-beda.
  4. Dalam Pasar Persaingan Sempurna, tidak ada hambatan untuk masuk dan keluar dari pasar. Berbeda dalam Pasar Persaingan Tidak Sempurna yang terkesan ketat dan penuh hambatan untuk masuk keluar pasar.
  5. Dalam Pasar Persaingan Sempurna, diasumsikan bahwa perusahaan tidak mempengaruhi harga suatu produk. Oleh karena itu mereka biasa disebut Price Taker. Tetapi dalam Pasar Persaingan Tidak Sempurna, perusahaan sangat dimungkinkan memengaruhi harga produk (Price Maker).
BACA JUGA :  Peran Industri IT dalam Revolusi Industri 4.0 Indonesia

Situasi pada Pasar Persaingan Sempurna cenderung imajiner, tetapi Pasar Persaingan Tidak Sempurna terkesan faktual dan termanifestasi secara konkret.

Mungkin tidak sesederhana yang Anda pertimbangkan jika menyoal perbedaan antara Pasar Persaingan Sempurna dengan Pasar Persaingan Tidak Sempurna.

Misal, ada banyak perusahaan yang menghasilkan produk serupa. Kita ambil satu contoh jenis produk yaitu deterjen.

Pada awalnya, Anda mungkin berpikir bahwa ini termasuk bentuk dari Pasar Persaingan Sempurna. Tetapi jika Anda meninjau lebih dalam, asumsi Anda mungkin salah.

Anda akan menemukan bahwa semua produk tersebut mempunyai kesamaan jenis, tetapi masing-masing penjual menawarkan harga yang berbeda-beda.

Setelah memahami bentuk atau struktur dari Pasar Persaingan Sempurna maupun yang Tidak sempurna, hal ini akan berguna baik bagi pihak akademisi maupun pihak manajemen.

Bagi pihak manajemen suatu perusahaan, pengetahuan akan struktur itu salah satunya akan digunakan sebagai pemetaan kompetitor.

Pihak manajemen juga butuh alat pembantu untuk meningkatkan performa perusahaan, yakni laporan keuangan.


Putri Ayudhia

Putri Ayudhia

Putri Ayudhia adalah seorang penulis konten SEO dan blogger paruh waktu yang telah bekerja secara profesional selama lebih dari 7 tahun. Dia telah membantu berbagai perusahaan di Indonesia untuk menulis konten yang berkualitas, SEO-friendly, dan relevan dengan bidang HR dan Psikologi. Ayudhia memiliki pengetahuan yang kuat dalam SEO dan penulisan konten. Dia juga memiliki pengetahuan mendalam tentang HR dan Psikologi, yang membantu dia dalam menciptakan konten yang relevan dan berbobot. Dia memiliki keterampilan dalam melakukan riset pasar dan analisis, yang membantu dia dalam menciptakan strategi konten yang efektif.
https://bloghrd.com