Tujuan, Manfaat, Jenis, dan Kebijakan Perdagangan Internasional Adalah Sebagai Berikut!

Tujuan, manfaat, jenis, dan kebijakan Perdagangan Internasional adalah sebagai berikut akan diulas disini.

Perdagangan Internasional adalah kegiatan jual beli yang dilakukan oleh dua atau lebih negara.

Pahami pengertian, manfaat, tujuan, jenis-jenis, dan kebijakan dari perdagangan internasional yang dikupas lengkap oleh bloghrd.com.

Perdagangan internasional dilakukan untuk meningkatkan pendapatan negara dan terjadi jika ada kesepakatan antar dua negara yang saling membutuhkan sebagai usaha pemenuhan kebutuhan masing-masing negara.

Pengertian Perdagangan Internasional

Perdagangan Internasional adalah perdagangan yang dilakukan oleh penduduk suatu negara dengan penduduk negara lain atas dasar kesepakatan bersama.

Penduduk yang dimaksud dapat berupa antar perorangan (individu dengan individu), antara individu dengan pemerintah suatu negara atau pemerintah suatu negara dengan pemerintah negara lain.

Di banyak negara, perdagangan Internasional menjadi salah satu faktor utama untuk meningkatkan GDP (Gross Domestic Product).

Meskipun kebijakan perdagangan Internasional telah terjadi selama ribuan tahun, dampak dan manfaat terhadap kepentingan ekonomi, sosial, dan politik baru dirasakan beberapa abad belakangan.

Tujuan, Manfaat, Jenis, dan Kebijakan Perdagangan Internasional Adalah Sebagai Berikut!

Faktor yang Mendorong Terjadinya Perdagangan Internasional

Berikut adalah beberapa faktor yang mendorong terjadinya perdagangan Internasional:

1. Penguasaan Ilmu Pengetahuan & Teknologi

Negara-negara dengan penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi yang tinggi akan mampu memproduksi barang dan jasa yang lebih banyak, berkualitas, dan tentunya efisien dibandingkan dengan negara yang lambat akan IPTEK-nya.

Hal ini bisa terjadi karena pemanfaatan teknologi sangat menghemat biaya produksi dan mampu menghasilkan barang yang lebih banyak.

Negara dengan teknologi yang lebih maju cenderung melakukan spesialisasi dalam memproduksi barang, sedangkan barang yang bukan produk sendiri akan dibeli dari negara lain.

2. Perbedaan Kekayaan Sumber Daya Alam

Setiap negara memiliki keadaan geografis yang berbeda- beda, sehingga perbedaan tersebut menjadikan setiap negara memiliki kekayaan sumber daya alam yang berbeda-beda pula.

Pada dasarnya, sumber daya alam adalah faktor produksi negara.

Oleh karena itu, setiap negara memiliki keanekaragaman kondisi produksi.

3. Perbedaan Selera

Selera ternyata dapat menimbulkan perdagangan Internasional.

Terjadinya perbedaan kebudayaan, sistem politik, pandangan hidup, dan tatanan sosial menyebabkan terjadinya selera terhadap berbagai jenis komoditas.

4. Perbedaan Iklim

Perbedaan iklim setiap negara menyebabkan terbatasnya potensi sumber daya alam.

Akibatnya, tidak semua barang untuk memenuhi kebutuhan dapat dipenuhi sendiri oleh negara tersebut.

Oleh karena itu, negara akan mengimpor dari negara lain.

5. Perluas Pasar & Tingkatkan Keuntungan

Ada kalanya para produsen menjalankan produksinya dengan tidak maksimal karena takut mengakibatkan kelebihan produksi sehingga menyebabkan kerugian.

Namun, beberapa produsen sengaja melakukan produksi besar-besaran untuk menambah keuntungan sehingga akan mendorong mereka untuk melakukan perdagangan Internasional.

Hal ini merupakan penyebab timbulnya perdagangan internasional.

6. Kelebihan atau Kekurangan Produk Suatu Negara

Kelebihan produk pada suatu negara (surplus) dan kekurangan kas dalam suatu negara (defisit) adalah suatu hal yang terjadi karena adanya perbedaan sumber daya alam dan kemajuan antara negara satu dan lainnya.

Terjadinya surplus menyebabkan negara yang bersangkutan akan menjual hasil produknya ke negara lain, sedangkan negara yang mengalami defisit akan membeli barang dari luar negeri melalui perdagangan Internasional.

BACA JUGA :  Integrasi Ekonomi ASEAN untuk Ekspansi Perluasan Pasar

Baca Juga : Bisnis Internasional : Pentingnya Memahami Sistem Ekonomi Di Setiap Negara

Jenis-Jenis Perdagangan Internasional

Jenis-Jenis Perdagangan Internasional

Berikut ini adalah beberapa kegiatan yang termasuk dalam jenis perdagangan internasional:

1. Ekspor

Ekspor adalah jenis perdagangan internasional dengan menjual barang ke luar negeri.

Terdapat dua cara yang bisa dilakukan untuk melakukan ekspor, yaitu ekspor biasa dan ekspor tanpa L/C.

Yang membedakan antara keduanya adalah penggunaan letter of credit (L/C) sebagai alat pembayarannya.

Ekspor biasa adalah menjual barang ke luar negeri dengan ketentuan yang berlaku menggunakan L/C sedangkan ekspor tanpa L/C terjadi jika ada izin khusus yang diberikan departemen perdagangan.

2. Impor

Sebaliknya, impor adalah aktifitas perdagangan dengan membeli barang dari luar negeri.

3. Barter

Barter adalah jenis perdagangan internasional yang dilakukan dengan cara menukar barang dengan menentukan nilainya terlebih dahulu.

Kemudian, sesuai kesepakatan barang tersebut akan dibayar dengan barang dengan nilai yang sama, bukan dengan uang.

4. Consignment

Dalam lingkungan internasional, barang-barang yang ingin dijual dan dititipkan di pasar internasional, harus menunggu adanya pembeli.

Penjualan tersebut bisa dilakukan melalui pasar bebas atau pun bursa dagang dengan sistem lelang.

5. Package Deal

Package Deal merupakan jenis perdagangan internasional yang bertujuan untuk memperluas pasar dari suatu produk.

Sistem ini dilakukan dengan membuat perjanjian dagang antara suatu negara.

Isi dari perjanjian dagang adalah jumlah barang yang ingin diekspor atau diimpor ke negara lain.

6. Border Crossing

Border Crossing merupakan perdagangan yang terjadi antara negara yang berbatasan dengan perjanjian tertentu.

Tujuan dari jenis perdagangan ini adalah memudahkan penduduk di negara perbatasan agar mudah ketika berbelanja.

Terdapat dua cara yang bisa dilakukan dari border crossing, yaitu sea border crossing dan overland border crossing.

Baca Juga : Dari Pengertian Hingga Instrumen: Pentingnya Memahami Kebijakan Moneter

Tujuan Perdagangan Internasional

Adapun lima tujuan dari perdagangan Internasional adalah sebagai berikut.

Menaikkan Devisa Negara

Dengan adanya perbedaan yang dimiliki oleh negara satu dengan negara lain maka sebagai negara yang mengekspor barang ke negara lain.

Tujuan perdagangan internasional adalah untuk menaikkan devisa negara. Apabila kita dapat menaikkan devisa negara maka imbas darinya adalah.

a. Pertumbuhan ekonomi

Pertumbuhan ekonomi ialah kenaikan produk nasional bruto pendapatan dalam suatu Negara.

Produk Nasional Bruto (GDP) biasanya dihasilkan oleh faktor-faktor produksi milik warga Negara baik yang tinggal di dalam negeri maupun di luar negeri, warga Negara tidak termasuk didalamnya walaupun dia tinggal dalam negeri tersebut.

b. Memengaruhi stabilitas harga barang yang di ekspor

Stabilitas harga di sini adalah mempertahankan harga yang dilakukan oleh pemerintah ketika laju inflasi mulai tinggi.

Inflasi adalah peningkatan persediaan uang sehingga menyebabkan kenaikan harga.

Maka dalam hal ini pemerintah bertugas untuk tetap menstabilkan harga ditengah inflasi yang sedang naik dengan adanya ekspor yang dilakukan oleh negara itu sendiri.

c. Eksistensi tenaga kerja

Eksistensi tenaga kerja sangat diperlukan adanya tenaga kerja karena mereka adalah pelaku yang melancarkan segala tindakan yang saling berkesinambungan.

Dengan adanya pertumbuhan ekonomi, maka perusahaan pengekspor akan kebanjiran pesanan produk, sehingga tenaga kerja yang ada tidak mampu untuk mengerjakan semuanya sehingga dibutuhkanlah perekrutan tenaga kerja yang baru untuk menyelesaikan pesananan ekspor yang sangat banyak.

BACA JUGA :  Pengertian, Fungsi, dan Sumber Devisa Adalah?

Hal ini sangat menguntungkan satu sama lain.

Baca Juga : Pengertian, Fungsi, dan Sumber Devisa Adalah?

Memenuhi Kebutuhan yang Ada di Negara Lain

Dengan adanya perbedaan yang dimiliki oleh negara satu dengan negara lain, maka sebagai negara yang mengimpor barang dari negara lain, tujuan perdagangan internasional adalah untuk memenuhi kebutuhan yang ada di negara lain, namun tidak di produksi di negara sendiri.

Memperoleh Keuntungan Internal & Eksternal

Tidak dapat dipungkiri bahwa tujuan kegiatan perdagangan internasioanl adalah untuk mencari keuntungan.

Keuntungan yang dicari bukan saja keuntungan internal melainkan juga keuntungan eksternal.

Keuntungan internal adalah keuntungan yang dimiliki oleh perusahaan itu sendiri misalnya keuntungan melalui banyaknya pesanan dari luar negeri yang dapat meningkatkan ekspor perusahaan.

Keuntungan yang didapat perusahaan dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan alat-alat produksi maupun untuk penambahan fasilitas yang dibutuhkan dalam perusahaan dalam memenuhi kebutuhan produksi.

Keuntungan yang selanjutnya yaitu keuntungan eksternal, dalam hal ini keuntungan eksternal yaitu keuntungan spesialisasi.

Keuntungan spesialisasi yaitu keuntungan akibat fungsi dalam mempertinggi keefisienan penggunaan faktor-faktor produksi.

Memperluas Pasar

Dalam proses produksi, terkadang perusahaan tidak menjalankan mesin-mesinnya (alat produksinya) dengan maksimal karena mereka menghindari terjadinya kelebihan produksi.

Mengapa hal itu dihindari? Karena jika produksi yang dihasilkan berlebihan mengakibatkan turunnya harga produk mereka.

Maka dari itu perdagangan Internasional bertujuan agar perusahaan dan para pengusaha dapat menjalankan mesin-mesinnya secara maksimal tanpa khawatir kelebihan akan produksi karena kelebihan produk tersebut dapat dijual keluar negeri.

Hal ini juga menyebabkan terbukanya berbagai pasar yang dapat menampung barang produksi tersebut.

Transfer Teknologi Modern

Dalam perdagangan Internasional kita tidak hanya memperoleh keuntungan dalam hal materi saja melainkan dalam hal teknologi modern.

Dengan berkembangnya zaman maka negara maju pasti akan memberikan inovasi baru dengan menciptakan regenerasi teknologi yang lama dengan teknologi yang baru untuk menambah keefektifan dan keefisienan dalam proses produksi.

Manfaat Perdagangan Internasional

Manfaat dari Perdagangan internasional adalah memungkinkan dunia untuk memanfaatkan sumber daya secara proporsional dan telah membangun hubungan ekonomi antara negara-negara yang berbeda.

Penting sekali untuk mempromosikan perdagangan internasional sehingga tidak ada negara yang kehilangan sumber daya apa pun agar warga setiap negara dapat menikmati standar kehidupan yang lebih baik.

Sebagai contoh, negara-negara di timur tengah memiliki cadangan minyak yang melimpah dan termasuk di antara pengekspor minyak terkemuka di dunia.

Negara-negara ini mengekspor minyak mentah ke negara-negara defisit minyak sehingga mereka dapat memenuhi permintaan minyak mereka, dan dengan cara ini, perdagangan internasional mendorong aliran permintaan dan rantai pasokan yang efisien.

Negara yang berbeda berfungsi pada biaya operasional yang berbeda tergantung pada ketersediaan berbagai sumber daya, dan dengan demikian biaya pengadaan barang dan jasa berbeda tergantung pada tempat produksi.

Dalam kasus di mana negara A memiliki biaya produksi yang lebih rendah daripada yang lain karena faktor-faktor seperti teknologi, geografi, dan ketersediaan bahan baku, perdagangan internasional memungkinkan orang-orang dari negara B dan C untuk menikmati barang-barang yang terjangkau dengan mengimpor barang yang sama dari negara A.

Melihat dari perspektif yang berbeda, perdagangan internasional menghasilkan lebih banyak manfaat seperti kesempatan kerja, sehingga meningkatkan standar keseluruhan masyarakat dari kedua negara yang terlibat.

Inilah alasan mengapa negara perdagangan raksasa seperti AS dan Jepang memiliki rasio pengangguran yang lebih rendah.

BACA JUGA :  Penjelasan, Jenis-jenis, Contoh Penerapan Pasar Oligopoli Adalah

Perdagangan internasional memainkan peran penting dalam berkontribusi terhadap PDB negara mana pun, dan peningkatan perdagangan memiliki dampak positif pada pertumbuhan PDB negara-negara perdagangan.

Nah, setelah mengetahui manfaat perdagangan internasional, sekarang mari kita gulir ke bawah untuk lebih menyadari bagaimana perdagangan internasional diukur untuk negara mana pun.

Pada dasarnya perdagangan Internasional memiliki tujuan untuk memperoleh keuntungan bagi kedua belah pihak negara.

Kebijakan Perdagangan Internasional

Adapun beberapa kebijakan perdagangan internasional adalah:

1. Tarif

Tarif adalah pajak yang dikenakan atas barang-barang yang diimpor. Ada 2 jenis tarif yaitu:

  1. Tarif spesifik (Specific Tariffs) dikenakan sebagai beban tetap atas unit barang yang diimpor. Contohnya $6 untuk setiap barel minyak.
  2. Tarif old Valorem (Old Valorem Tariffs) adalah pajak yang dikenakan berdasarkan persentase dari nilai barang-barang yang diimpor (Misalnya, tarif 25 persen atas kendaraan yang diimpor).

2. Subsidi Ekspor

Subsidi ekspor adalah pembayaran sejumlah tertentu kepada perusahaan atau perseorangan yang menjual barang ke luar negeri, seperti tariff, subsidi ekspor dapat berbentuk spesifik (nilai tertentu per unit barang) atau Od Valorem (presentase dari nilai yang diekspor).

Jika pemerintah memberikan subsidi ekspor, pengirim akan mengekspor, pengirim akan mengekspor barang sampai batas dimana selisih harga domestic dan harga luar negeri sama dengan nilai subsidi.

Dampak dari subsidi ekspor adalah meningkatkan harga dinegara pengekspor sedangkan di negara pengimpor harganya turun.

3. Pembatasan Impor

Pembatasan impor (Import Quota) merupakan pembatasan langsung atas jumlah barang yang boleh diimpor.

Pembatasan ini biasanya diberlakukan dengan memberikan lisensi kepada beberapa kelompok individu atau perusahaan.

4. Pengekangan Ekspor Sukarela

Bentuk lain dari pembatasan impor adalah pengekangan sukarela (Voluntary Export Restraint), yang juga dikenal dengan kesepakatan pengendalian sukarela (Voluntary Restraint Agreement=ERA).

VER adalah suatu pembatasan (Kuota atas perdagangan yang dikenakan oleh pihak negara pengekspor dan bukan pengimpor.

VER mempunyai keuntungan-keuntungan politis dan legal yang membuatnya menjadi perangkat kebijakan perdagangan internasional yang lebih disukai dalam beberapa tahun belakangan.

Namun dari sudut pandang ekonomi, pengendalian ekspor sukarela persis sama dengan kuota impor dimana lisensi diberikan kepada pemerintah asing dan karena itu sangat mahal bagi negara pengimpor.

VER selalu lebih mahal bagi negara pengimpor dibandingan dengan tariff yang membatasi impor dengan jumlah yang sama.

Bedanya apa yang menjadi pendapatan pemerintah dalam tariff menjadi (rent) yang diperoleh pihak asing dalam VER, sehingga VER nyata-nyata mengakibatkan kerugian.

5. Persyaratan Kandungan Lokal

Persyaratan kandungan lokal (local content requirement) merupakan pengaturan yang mensyaratkan bahwa bagian-bagian tertentu dari unit-unit fisik.

Kebijakan kandungan local dalam perdagangan internasional telah digunakan secara luas oleh negara berkembang yang beriktiar mengalihkan basis manufakturanya dari perakitan kepada pengolahan bahan-bahan antara (intermediate goods).

6. Subsidi Kredit Ekspor

Subsidi kredit ekspor ini semacam subsidi ekspor, hanya saja wujudnya dalam pinjaman yang di subsidi kepada pembeli.

7. Pengendalian Pemerintah (National Procurement)

Pembelian-pembelian oleh pemerintah atau perusahaan-perusahaan yang diatur secara ketat dapat diarahkan pada barang-barang yang diproduksi di dalam negeri meskipun barang-barang tersebut lebih mahal daripada yang diimpor.

8. Hambatan-Hambatan Birokrasi (Red Tape Barriers)

Terkadang pemerintah ingin membatasi impor tanpa melakukannya secara formal.

Untungnya atau sayangnya, begitu mudah untuk membelitkan standar kesehatan, keamanan, dan prosedur pabean sedemikian rupa sehingga merupakan perintang dalam perdagangan.


Leave a Reply

Your email address will not be published.