Tips Buka Usaha Franchise Atau Waralaba Untuk Anda Pemula

Tips buka Usaha Franchise untuk anda pemula, seperti apa? bloghrd.com akan mengulasnya disini!

Pernahkah Anda membeli minuman, seperti chatime atau martabak orins, namun di kedai yang berbeda-berbeda di tempat yang berbeda?

Jika pernah, itu merupakan salah satu contoh nyata dari bisnis waralaba atau franchise.

Dewasa ini, bisnis waralaba kian menjamur di Indonesia lantaran kebutuhan dan peminatnya yang sangat tinggi.

Apabila Anda salah satu pekerja kantoran yang sering kali merasa jenuh dengan rutinitas harian, mungkin mendirikan franchise merupakan pilihan yang tepat bagi Anda.

Pasalnya, untuk mendirikannya, Anda tidak perlu mengeluarkan modal yang besar. Keuntungan yang diraih pun tidak sedikit.

Namun, terlepas dari apa pun bisnis yang digeluti, entah itu makanan, pakaian, tak bisa dipungkiri bahwa jatuh dan bangun pasti akan selalu ada.

Dalam artikel kali ini, bloghrd.com akan membahas serba-serbi dan tips untuk memulai usaha franchise.

Arti Pengertian Franchise, Franchisor, dan Franchisee Adalah?

Arti Pengertian Franchise, Franchisor, dan Franchisee Adalah?

Sebelum membahas lebih jauh tentang franchise, apakah Anda sudah paham dengan definisi franchise sendiri?

Kata “franchise”  atau waralaba berasal dari Prancis yang secara harfiah bermakna “hak atau kebebasan”, yakni kebebasan hak-hak untuk menjual suatu produk atau jasa maupun layanan.

Dapat disimpulkan bahwa franchise atau waralaba adalah suatu bentuk ikatan bisnis yang mana salah sepihak memberikan kebebasan untuk menggunakan hak dalam penyediaan dan pemanfaatan barang atau jasa yang dimiliki pihak lainnya.

Lalu, apa itu franchisor dan franchisee? Franchisor sendiri artinya adalah pemberi waralaba.

Pemberi waralaba dapat merupakan badan usaha atau perorangan yang memberikan hak-hak kepada pihak lain untuk memanfaatkan, menggunakan hak atas kekayaan intelektual serta ciri khas usaha yang dimilikinya.

Tindakan ini tidak bisa dikatakan ilegal karena tentu sudah memiliki izin dari sang empunya.

Sedangkan franchisee artinya adalah penerima waralaba.

BACA JUGA :  Arti Pengertian, Jenis Invoice dalam Aktivitas Bisnis Adalah?

Penerima waralaba juga dapat merupakan badan usaha atau perorangan yang diberikan hak untuk memanfaatkan atau menggunakan hak atas intelektual atau ciri khas yang dimiliki pemberi waralaba.

Sejarah dan Dasar Hukum Bisnis Waralaba

Dari manakah waralaba berasal?

Sebagai informasi, usaha waralaba pertama kali digagas oleh Isaac Singer lewat produk mesin jahitnya “Singer” sekitar tahun 1850.

Kala itu, Isaac sangat ingin meningkatkan distribusi penjualan mesin jahitnya, sehingga muncullah ide di benaknya untuk membuat usaha waralaba.

Namun, pada tahun itu mengingat ekonomi belum begitu stabil, upaya Isaac ternyata tidak membuahkan hasil.

Meski begitu, dia adalah orang pertama yang memperkenalkan format usaha waralaba di Amerika Serikat.

Lalu, cara Isaac diikuti oleh pengusaha lain yang lebih sukses, yaitu pendiri Coca Cola,  John S. Pemberton.

Ada juga yang mengatakan bahwa bukan Coca Cola, namun industri yang bergerak di bidang otomotif di AS  yakni General Motors pada tahun 1898.

Bagaimana dengan di Indonesia? Bisnis waralaba mulai mengaspal di tanah air pada tahun 1950-an.

Lagi-lagi berawal dari industri otomotif yang ditandai dengan hadirnya dealer atau showroom kendaraan otomotif melalui pembelian lisensi.

Dua dasawarsa kemudian, perkembangan usaha franchise semakin meningkat. Ditandai dengan pembelian sistem lisensi plus.

Bedanya, franchisee tidak sekadar menjadi distributor saja, namun berhak untuk memproduksi produknya.

Jika ingin menjalankan suatu usaha dengan baik dan tidak menyimpang, maka diperlukan kepastian hukum untuk mengaturnya.

Di Indonesia, pada tanggal 18 Juni 1997, pemerintah mengeluarkan kebijakan yang mengatur tentang usaha waralaba melalui Peraturan Pemerintah (PP) RI No. 16 Tahun 1997 tentang Waralaba.

Namun, peraturan tersebut diganti dengan PP no 42 tahun 2007 tentang Waralaba.

Selain itu, ada pula peraturan lain yang mendukung kepastian hukum waralaba, yakni:

  • Keputusan Menteri Perindustrian dan Perdagangan RI No. 259/MPP/KEP/7/1997 Tanggal 30 Juli 1997 tentang Ketentuan Tata Cara Pelaksanaan Pendaftaran Usaha Waralaba.
  • Peraturan Menteri Perindustrian dan Perdagangan RI No. 31/M-DAG/PER/8/2008 tentang Penyelenggaraan Waralaba
  • Undang-undang No. 14 Tahun 2001 tentang Paten.
  • Undang-undang No. 15 Tahun 2001 tentang Merek.
  • Undang-undang No. 30 Tahun 2000 tentang Rahasia Dagang.

Di Indonesia sendiri, bisnis waralaba kian menjamur dari tahun ke tahun, khususnya di bidang kuliner.

BACA JUGA :  Ketahui Indikator Kepuasan Pelanggan dan Metode Mengukurnya

Artis-artis di dalam negeri pun sempat menggeluti bisnis waralaba kuliner ini dalam bentuk cake atau kue yang tersebar di berbagai wilayah yang ada di seluruh Indonesia.

Kedai kopi juga semakin mendominasi pusat perbelanjaan dan area di pinggir jalan raya.

Tips Memulai Bisnis Franchise Atau Waralaba Untuk Pemula

Tips Buka Usaha Franchise Atau Waralaba Untuk Anda Pemula

Merintis sebuah usaha memang tidak semudah membalikkan telapak tangan. Sama halnya dengan membuka bisnis waralaba.

Kesuksesan dan kegagalan akan mewarnai proses perkembangan bisnis yang Anda bangun.

Terkait hal itu, bloghrd.com akan memberikan beberapa tips untuk memulai bisnis waralaba sebagai berikut:

Cari bisnis waralaba yang mudah dikembangkan dan sesuai minat

Untuk membuka sebuah bisnis waralaba,  pertama-tama Anda harus memikirkan dengan matang bisnis apa yang ingin Anda buka.

Usahakan pilih bisnis yang mudah dikembangkan sehingga dapat disesuaikan dengan perkembangan zaman.

Pilihan ini penting dalam menentukan sukses atau tidaknya bisnis Anda kelak.

Selain mudah dikembangkan, bisnis tersebut harus sesuai dengan passion yang Anda miliki.

Terdapat beberapa pilihan dalam bisnis waralaba, yakni restoran, kafe, minimarket, salon, showroom, dan lain-lain.

Cari tahu pula bidang apa yang Anda sukai. Misalnya Anda suka memasak, maka bisnis waralaba yang tepat untuk Anda adalah kuliner.

Jika bisnis yang Anda pilih sesuai dengan minat,maka menjalankannya akan terasa nyaman.

Siapkan modal yang cukup

Sebelum Anda memulai bisnis waralaba, Anda harus mempersiapkan modal yang kira-kira cukup untuk usaha Anda, sebab siapa tahu modal tersebut akan membengkak nantinya.

Anda tidak bisa hanya mengandalkan modal yang diberikan pewaralaba sebab itu cuma simulasi.

Jika strategi yang Anda terapkan dalam usaha Anda tepat sasaran, maka modal usaha yang digelontorkan dapat kembali dengan cepat.

Lakukan riset singkat sebelum membeli waralaba

Jika jenis usaha waralaba yang sesuai minat sudah ditentukan, maka ini saatnya melakukan riset sebelum membeli bisnis waralaba.

Jika sudah menetapkan pilihan, pastikan dulu bahwa reputasi franchise tersebut baik dan cukup dikenal di kalangan masyarakat.

Baik dalam arti tidak pernah terlibat masalah dalam hal apa pun.

Lalu, bandingkan dengan franchise yang bergerak di bidang yang sama.

Cari kelemahan dan kekurangan franchise-franchise tersebut.

Ketahui segmen pasar

Setelah melakukan riset, Anda harus mencari tahu siapa saja segmen pasar bisnis waralaba Anda agar produk yang Anda jual bisa laku di pasaran.

BACA JUGA :  8 Cara Efektif Memasarkan Bisnis Ikan Lele

Apakah peminatnya dibatasi oleh usia tertentu atau dapat dinikmati semua kalangan?

Untuk hal ini, Anda juga perlu melakukan riset.

Jangan sampai setelah menjalankan bisnis, Anda baru tahu kalau segmen pasar Anda ternyata berbeda dengan targetnya.

Cari lokasi yang strategis

Lokasi yang strategis juga penting bagi kelangsungan bisnis waralaba Anda.

Pastikan lokasi yang Anda pilih dikelilingi oleh orang-orang yang menjadi target pasar Anda, agar produk yang Anda jual laku keras.

Semakin strategis lokasi Anda,  maka semakin besar pula kemungkinan penjualan Anda meningkat.

Promosi lewat sosial media

Promosi lewat sosial media merupakan langkah yang jitu untuk mengembangkan bisnis waralaba Anda.

Dengan sosial media, promosi dapat dilakukan dengan sangat mudah dan murah.

Anda hanya butuh ponsel pintar yang hampir setiap orang memilikinya, aplikasi sosial media seperti instagram, facebook, whatsapp, twitter, serta kuota.

Anda bisa mengunggah foto atau video menarik tentang produk yang Anda jual, disertai dengan caption menjual ke aplikasi sosial media tersebut.

Jangan lupa pula meminta bantuan kepada keluarga atau rekan-rekan terdekat untuk mempromosikan produk Anda.

Pilih software payroll yang tepat

Jika Anda ingin membuka bisnis waralaba yang cukup besar, tentunya Anda harus memiliki manajemen yang rapi untuk mengelolanya.

Gunakan software payroll yang diciptakan khusus untuk membantu memecahkan masalah dan kendala yang kerap Anda temukan saat penggajian karyawan.

Menggunakan solusi payroll yang tepat dan menyeluruh juga akurat, mulai dari penggajian, pajak, BPJS, dan komponen penting lainnya yang menyulitkan jika dihitung manual dapat teratasi.

Software HRD ini adalah satu solusi yang memiliki beragam manfaat, bagi karyawan ataupun penyedia usaha.

Demikianlah beberapa tips untuk memulai bisnis waralaba.

Sebelum membuka usaha tersebut, hendaknya Anda mempelajari dahulu semua peraturan perundang-undangan tentang bisnis waralaba seperti yang telah dicantumkan di atas.

Selain memiliki modal materi, Anda juga harus memiliki modal berupa tekad yang kuat, optimis dan tidak mudah menyerah meskipun Anda menghadapi berbagai cobaan yang menjatuhkan bisnis Anda.

Bagaimana, tertarik untuk membuka bisnis waralaba?


Leave a Reply

Your email address will not be published.