3 Kualitas Team Leader yang Efektif

Begini kualitas team leader yang efektif menurut bloghrd.com!

Tim kerja biasanya dilakukan untuk memudahkan pembagian tugas serta sumber daya manusia yang ada di suatu Bagian atau Departemen yang lebih besar.

Dengan mengelompokkan beberapa pekerja ke dalam tim kerja yang tugasnya lebih spesifik bersama team leader, diharapkan pekerja dapat menjadi lebih fokus dan berkinerja dengan lebih baik.

Bekerja dalam tim atau kelompok juga dinilai dapat meningkatkan kinerja, karena pegawai dapat berdiskusi secara intens untuk memecahkan masalah yang terjadi.

Di dalam tim kerja, umumnya ditunjuk seorang team leader, yang bertugas mengordinasi pekerja dalam tim sekaligus memiliki peranan sebagai penghubung antara manajemen perusahaan dan para pegawai di dalam tim kerjanya.

Para team leader juga bertugas membantu perusahaan dalam hal: memantau anggaran dan menjalankan tugas operasional; serta melaporkan hal-hal tersebut kepada atasan.

Sebagai Pimpinan Bagian Personalia, Anda pasti akan berkesempatan untuk berhubungan secara langsung dengan para team leader.

Kontribusi Anda dalam mengarahkan para tim leader ini sangat penting, dalam proses pencapaian tujuan perusahaan.

3 Kualitas Team Leader yang Efektif

3 Kualitas Team Leader yang Efektif

Oleh sebab itu, Anda perlu memastikan agar para team leader memiliki kapasitas dalam 3 hal penting dalam meningkatkan efektivitas tim kerja sebagaimana berikut:

1 . KOMUNIKASI

Anda harus mendorong para team leader untuk memiliki kemampuan komunikasi yang baik.

Baik komunikasi yang sifatnya interpersonal, maupun bagaimana team leader mampu mengembangkan budaya komunikasi yang sehat di dalam tim kerjanya.

a) Budaya Komunikasi yang Terbuka

Posisi team leader sangat krusial dalam memfasilitasi dan mendorong terjadinya komunikasi antara manajemen dan pegawai, maupun antara pegawai dengan pegawai di dalam timnya.

BACA JUGA :  Kerja Lembur Saat Puasa? Bolehkah?

Untuk itu, team leader harus mampu berdiskusi serta pada beberapa saat tertentu perlu bernegosiasi dengan kedua belah pihak.

Jika terjadi budaya komunikasi dua-arah yang terbuka dan lancar, akan membuat team leader mampu melaksanakan tugasnya dengan efektif.

b) Mengadakan Pertemuan Rutin

Petemuan rutin, walau tidak selalu tatap muka langsung ( atau dapat dilakukan secara online ) penting, karena semua pihak yang berkepentingan dapat berkumpul dan mendiskusikan solusi.

Pertemuan rutin dapat meminimalisasi adanya kesalahpahaman akibat komunikasi tertulis, komunikasi berjenjang serta distraki informasi lainnya.

Selain itu, dalam pertemuan rutin juga dapat mendorong para anggota tim untuk saling mengenal satu sama lain, dan mencairkan suasana.

c) Mendorong Partisipasi Anggota

Pemimpin tim kerja yang baik harus membuka peluang semua anggota tim memberikan aspirasi dan berpartisipasi pada pengambilan keputusan.

Karena dengan demikian, akan meningkatkan rasa kepemilikan anggota terhadap tim dan terhadap tugas yang sedang dikerjakan bersama-sama.

Hal itu akan meningkatkan kepuasan kerja dan kinerja pegawai secara umum.

GAYA KEPEMIMPINAN TEAM LEADER

2 . GAYA KEPEMIMPINAN TEAM LEADER

Pimpinan tim yang efektif harus mampu menyadari perbedaan masing-masing anggota tim, terutama dalam bekerja.

Sebagai contoh, ada pegawai yang memiliki keterbatasan kompetensi sehingga lebih efektif apabila dituntun dan diajari; namun ada juga yang memiliki kompetensi tinggi sehingga hanya memerlukan sedikit arahan dan instruksi, mereka lebih senang dan mampu mencari jalan keluarnya sendiri.

Sebagai pimpinan Bagian Personalia, Anda juga adalah orang yang bisa dibilang, yang pertama kali berkenalan dengan para pegawai ( saat rekrutmen kerja).

Oleh karena itu, Anda dapat membantu para pimpinan tim dengan data dan informasi tentang pegawai, seperti latar belakang pendidikan, pengalaman kerja, dan sebagainya, yang dapat mereka gunakan untuk mengenal anggota tim kerjanya.

BACA JUGA :  Ketentuan Cuti Nikah Menurut Undang-Undang Ketenagakerjaan Indonesia

3 . PENGUKURAN KINERJA

Pemimpin tim yang baik, harus mampu menetapkan key performance indicator yang jelas dan terukur, serta mengikat komitmen anggota tim untuk mengerjakannya sesuai dengan tujuan perusahaan.

KPI tersebut haruslah ditulis dan diukur secara berkala, agar produktivitas dan efektivitas tim kerja dapat dipantau.

Demikian juga kehadiran pegawai yang menggambarkan komitmen dan juga loyalitas pegawai.

Anda dapat menggunakan aplikasi HRD digital untuk membantu para Team Leader mengawasi anggotanya melalui fitur seperti performance management hingga absensi online.


Leave a Reply

Your email address will not be published.