Definisi dan Contoh Cara Menyusun Jurnal Penyesuaian - bloghrd.com

Definisi dan cara menyusun jurnal penyesuaian. Akuntansi memiliki peran yang sangat penting bagi perusahaan mengingat penyusunan laporan keuangan perusahaan tentu ada hubungannya dengan ilmu akuntansi.

Perusahaan bertanggung jawab untuk memastikan telah mengurus segala urusan keuangan dan pelaporannya.

Jika terjadi kesalahan atau kekeliruan dalam memasukkan data keuangan perusahaan, maka hasil akhir laporan keuangan pasti akan tidak akurat dan menjadi tidak kredibel.

Tidak menutup kemungkinan juga bahwa kesalahan isi laporan keuangan dapat membuat kinerja perusahaan tidak maksimal.

Kerapihan pembukuan dalam menyusun laporan keuangan adalah ciri perusahaan yang baik.

Skill ketelitian juga sangat dibutuhkan dalam membuat laporan keuangan yang lengkap dan mudah dipahami oleh pihak-pihak terkait.

Selain ketelitian, penggunaan program aplikasi accounting atau software akuntansi terbaik juga bisa menjadi pilihan.

Pencatatan laporan keuangan yang baik akan menambah nilai investasi perusahaan.

Hal yang penting dan tidak boleh ketinggalan dari catatan laporan keuangan perusahaan adalah jurnal penyesuaian.

Apa Itu Jurnal Penyesuaian?

Definisi dan Contoh Cara Menyusun Jurnal Penyesuaian - Jurnal Penyesuaian Toko Sembako Raya Indah

Jurnal penyesuaian adalah jurnal yang dibuat untuk menyesuaikan nilai dalam neraca saldo secara riil.

Neraca saldo sendiri merupakan akumulasi neraca awal dan transaksi yang terjadi selama satu periode.

Jumlah inilah yang mencerminkan saldo sesungguhnya yang dimiliki oleh perusahaan dalam satu periode.

Definisi lain dari jurnal penyesuaian menyebutkan bahwa jurnal ini dibuat dalam proses pencatatan perubahan saldo dalam akun, sehingga jumlahnya mencerminkan saldo yang sesungguhnya.

Di dalam jurnal yang satu ini dikenal juga istilah ayat jurnal penyesuaian.

Yang dimaksud dari ayat jurnal adalah jurnal yang dibuat sebagai bahan perubahan dalam jurnal ini.

Dengan ayat jurnal penyesuaian dapat dilihat proses perubahan saldo, yang berasal dari beberapa akun sehingga mencerminkan saldo yang sebenarnya.

BACA JUGA :  Cara Menyusun Laporan Keuangan Konsolidasi Perusahaan

Secara umum, fungsi dari jurnal penyesuaian adalah untuk menetapkan saldo catatan akun buku besar pada akhir periode.

Jurnal penyesuaian juga digunakan untuk menghitung pendapatan dan beban selama periode yang bersangkutan.

Fungsi lain dari jurnal penyesuaian adalah sebagai pelengkap catatan akuntansi perusahaan.

Khususnya catatan yang bersifat ekonomis, biasanya tidak tercatat pada jurnal transaksi, contohnya adalah jurnal penyusutan.

Jurnal penyusutan tidak tercatat dalam jurnal transaksi karena bukan termasuk dari hasil transaksi.

Untuk mengalokasikan aktiva menjadi biaya, perusahaan dapat menggunakan jurnal yang satu ini.

Tujuan dibuatnya jurnal penyesuaian adalah untuk meyakinkan kebenaran suatu data keuangan dalam satu periode akuntansi.

Secara lebih detail, adanya jurnal penyesuaian adalah untuk menunjukkan realita pada sebuah perkiraan, khususnya perkiraan harta dan hutang dalam satu peirode.

Dengan jurnal ini, dapat juga dibuat nominal dari setiap perkiraan yang ada.

Perkiraan yang dimaksud adalah perkiraan pendapatan dan beban dalam satu periode yang menunjukkan besarnya pendapatan dan beban yang wajib diakui.

Baca Juga : Begini Soal Contoh Cara Membuat Jurnal Umum!

Kapan Jurnal Penyesuaian Harus Dibuat?

Tidak semua perusahaan harus membuat jurnal penyesuaian. Ada beberapa kondisi yang mengharuskan perusahaan membuat jurnal penyesuaian, yaitu:

1. Sudah terjadi transaksi namun belum dicatat

Contoh kejadiannya adalah gaji karyawan pada bulan Desember 2019 baru dibayarkan pada bulan Januari 2020.

Atau misalnya ada pendapatan sewa yang belum diterima sehingga saat penerimaannya harus dibuatkan jurnal penyesuaian.

2. Transaksi sudah tercatat namun tidak sesuai dengan kondisi yang sebenarnya

Contoh kejadiannya adalah saat beban perusahaan dibayar di muka, ada yang mengatakan sebagai harta, namun jika diakui sebagai beban, maka harus ditulis sebagai beban.

BACA JUGA :  Perbedaan Merger, Konsolidasi, dan Akuisisi Adalah?

Karena bagaimana pun, beban termasuk ke dalam aktiva lancar.

Contoh lainnya adalah pemakaian perlengkapan kantor yang masuk dalam kelompok beban dan kelompok harta.

Selain kondisi di atas, ada beberapa akun di buku besar yang perlu dibuatkan jurnal penyesuaian, di antaranya:

  • Akun perlengkapan, untuk mencatat penyesuaian pemakaian.
  • Akun pendapatan, ketika terjadi pendapatan yang belum diperhitungkan, atau terjadi penerimaan yang belum menjadi pendapatan.
  • Akun beban, ketika terjadi beban yang belum tercatat, atau terjadi pembayaran yang belum menjadi beban.
  • Akun pendapatan yang diterima di muka, ketika ada pendapatan yang umumnya ketika diterima tidak boleh dicatat sebagai pendapatan. Biasanya hal ini terjadi karena pendapatan yang diterima tercatat sebagai hutang sehingga belum menjadi hak perusahaan.
  • Akun beban dibayar di muka, ketika perusahaan sudah membayarkan beban di awal sehingga tidak dicatat pada laporan keuangan periode bersangkutan. Untuk itu perlu dibuat jurnal penyesuaian di akhir periode.

Baca Juga : Menghitung Pendapatan Nasional

Bagaimana Cara Membuat Jurnal Penyesuaian?

Bagaimana Cara Membuat Jurnal Penyesuaian?

Sebelumnya, untuk membuat jurnal penyesuaian diperlukan akun-akun yang sudah dijelaskan di atas.

Setelah terkumpul datanya di akhir periode, maka dapat langsung dibuat jurnal penyesuaiannya.

Berikut ini adalah contoh dari jurnal yang satu ini:

  1. Pada akun perlengkapan tertulis saldo sementara sebesar Rp4.000.000, namun data akhir menunjukkan saldo masih ada Rp1.000.000.
  2. Pada akun asuransi dibayar di muka tertulis saldo sebesar Rp2.400.000, kemudian jumlah asuransi yang jatuh tempo sebesar Rp1.000.000.
  3. Pada akun pendapatan menunjukkan saldo sebesar Rp10.000.000, lalu ada saldo sebesar Rp1.000.000 pada layanan yang belum dikerjakan.

Baca Juga : Tutorial Contoh Cara Menghitung Gaji Bersih di Excel

Dari ketiga data di atas, dapat dibuat analisa terlebih dulu.

  1. Karena ada perbedaan antara saldo yang tertulis dengan saldo akhir, maka dihitung selisihnya, Rp4.000.000 – Rp3.000.000 = Rp1.000.000 yang kemudian diakui sebagai saldo perlengkapan yang sudah disesuaikan.
  2. Beban asuransi yang tertulis adalah beban angs udah jatuh tempo, yaitu sebesar Rp1.000.000 ditulis sebagai beban di sisi debit dan juga di sisi kredit.
  3. Pendapatan yang belum menjadi pendapatan diletakkan di sisi debit. Maksud dari pendapatan yang belum menjadi pendapatan adalah karena jasa belum diberikan kepada pihak lain yang seharusnya menerima. Oleh karena itu ditulis pendapatan sebesar Rp1.000.000 di sisi kredit dan pendapatan diterima di muka Rp1.000.000 di sisi debit.
BACA JUGA :  Laporan Perubahan Modal: Definisi, Komponen, dan Contoh Pembuatannya

 

Tanggal Keterangan Ref Debit Kredit
Desember 2019 Beban Perlengkapan Rp3.000.000
Perlengkapan Rp3.000.000
Desember 2019 Beban Asuransi Rp1.000.000
Asuransi Dibayar di Muka Rp1.000.000
Desember 2019 Pendapatan Jasa Rp1.000.000
Pendapatan Diterima di Muka Rp1.000.000

 

Baca Juga : Siklus Akuntansi Perusahaan Dagang, Seperti Apa?

Jurnal ini sifatnya krusial karena melengkapi catatan akuntansi pada laporan keuangan perusahaan di akhir periode.

Pengetahuan tentang jurnal yang satu ini sangat penting untuk dimiliki setiap bagian keuangan perusahaan.

Dengan adanya jurnal penyesuaian pada perusahaan, diharapkan dapat merapikan dan memperbaiki catatan keuangan yang dimiliki.

Setiap perusahan tentu memiliki kebijakan dan cara tersendiri untuk memperbaiki nilai perusahaan.

Salah satunya adalah dengan membuat laporan keuangan yang dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.

Laporan keuangan ini dapat berupa laporan laba rugi, laporan neraca, laporan arus kas, hingga jurnal-jurnal akuntansi selama tahun berjalan.

Inilah salah satu manfaat dibuatnya jurnal penyesuaian bagi perusahaan.

Oleh karena itu pembuatan jurnal yang satu ini juga tidak boleh diabaikan begitu saja.

Baca Juga : Contoh Cara Membuat Slip Gaji di Excel


Putri Ayudhia

Putri Ayudhia

Putri Ayudhia adalah seorang penulis konten SEO dan blogger paruh waktu yang telah bekerja secara profesional selama lebih dari 7 tahun. Dia telah membantu berbagai perusahaan di Indonesia untuk menulis konten yang berkualitas, SEO-friendly, dan relevan dengan bidang HR dan Psikologi. Ayudhia memiliki pengetahuan yang kuat dalam SEO dan penulisan konten. Dia juga memiliki pengetahuan mendalam tentang HR dan Psikologi, yang membantu dia dalam menciptakan konten yang relevan dan berbobot. Dia memiliki keterampilan dalam melakukan riset pasar dan analisis, yang membantu dia dalam menciptakan strategi konten yang efektif.
https://bloghrd.com