Begini Rumus Cara Menghitung Pendapatan Nasional - bloghrd.com

Rumus juga contoh cara menghitung pendapatan nasional adalah sebagai berikut yang akan diulas oleh bloghrd.com disini.

Pendapatan nasional merupakan salah satu indikator  untuk mengukur kondisi perekonomian suatu negara dari waktu ke waktu.

Menurut BPS, menghitung pendapatan nasional biasa dilakukan dalam satu periode tertentu atau selama satu tahun.

Angka ini digunakan untuk memperkirakan pendapatan perkapita atau jumlah pendapatan rata-rata yang diterima oleh rumah tangga keluarga.

Manfaat Menghitung Pendapatan Nasional

Dengan mengetahui pendapatan nasional, kita dapat mengetahui perkembangan suatu negara, terutama dari faktor ekonomi.

Rumus juga contoh cara menghitung pendapatan nasional adalah sebagai berikut yang akan diulas oleh bloghrd.com disini.

Selain itu, perhitungan ini memberikan informasi lain yang juga tidak kalah penting.

Berikut adalah manfaat lain dari perhitungan pendapatan nasional:

  1. Memberikan informasi tingkat kemakmuran suatu negara.
  2. Membandingkan kinerja perekonomian pada skala tertentu.
  3. Mengukur dinamika perekonomian negara dari waktu ke waktu.
  4. Mengevaluasi kinerja ekonomi antar sektor.
  5. Sebagai tolok ukur kualitas hidup suatu negara.
  6. Sebagai tolok ukur kinerja ekonomi antar negara.
  7. Sebagai tolok ukur kualitas standar hidup satu negara dengan negara lain.
  8. Sebagai tolok ukur pertumbuhan ekonomi dari waktu ke waktu.
  9. Sebagai tolok ukur pertumbuhan ekonomi dan kekayaan antar negara.

Konsep Pendapatan Nasional

Penting bagi Anda untuk mengetahui kategori pendapatan nasional, sebelum mengetahui lebih lanjut tentang bagaimana cara menghitungnya.

Pendapatan nasional dikelompokkan beberapa konsep sebagai berikut:

1 . Gross Domestic Product (GDP)

Dalam perhitungan GDP, pendapatan yang dihitung sebagai pendapatan nasional Indonesia adalah pendapatan masyarakat yang berdomisili di dalam wilayah negara Indonesia.

Jadi pendapatan yang dihasilkan baik oleh perusahaan lokal maupun perusahaan asing terkait juga termasuk pendapatan nasional Indonesia, asalkan wilahnya masih dalam wilayah Indonesia.

Sementara pendapatan dari perusahaan Indonesia yang berlokasi di Inggris, misalnya, tidak diikutsertakan dalam GDP Indonesia.

BACA JUGA :  Dari Pengertian Hingga Instrumen: Pentingnya Memahami Kebijakan Moneter

cara menghitung pendapatan nasional dengan GDP bisa dilakukan dengan rumus sebagai berikut:

GDP = Pendapatan Masyarakat DN (dalam negeri) + Pendapatan Asing DN

2 . Gross National Product (GNP)

Produk Nasional Bruto (Gross National Product) adalah jumlah pendapatan yang dihasilkan oleh warga negara selama satu tahun, termasuk yang dihasilkan oleh warga negara tersebut yang berdomisili di luar negeri.

Sementara pendapatan warga negara asing yang berdomisili di negara tersebut, tidak diperhitungkan dalam pendapatan nasional.

Jadi pendapatan seorang pria warga negara Indonesia yang bekerja d Jepang, akan diperhitungkan ke dalam GNP Indonesia.

Sementara pendapatan warga negara Jerman yang tinggal di Indonesia tidak turut dijumlahkan.

Berikut adalah rumus cara menghitung pendapatan nasional bisa dengan konsep GNP:

GNP = Pendapatan WNI DN + Pendapatan WNI LN (luar negeri) – Pendapatan WNA DN

3 . Net National Product (NNP)

Net National Product (NNP) dihitung dari Gross National Product dikurangi dengan depresiasi aset.

Rumus perhitungan NNP adalah sebagai berikut:

NNP = GNP – depresiasi

Depresiasi adalah suatu asumsi akuntansi yang membagi masa guna aset dalam periode tertentu dan menjadikannya biaya, sementara nilai aset dalam catatan keuangan berkurang.

4 . Net National Indome (NNI)

Pendapatan Nasional Netto (Net National Income) adalah pendapatan yang dihitung berdasarkan jumlah balas jasa yang diterima oleh pemilik faktor produksi.

Cara menghitung NNI adalah sebagai berikut:

NNI = NNP – Pajak Tidak Langsung

Contoh pajak tidak langsung adalah pajak hadiah, pajak penjualan, dan lain-lain. Jadi pajak-pajak tersebut, bebannya dapat dialihkan kepada pihak lain.

Pendekatan Perhitungan Pendapatan Nasional

Ada tiga pendekatan perhitungan yang biasa digunakan dalam menghitung pendapatan nasional tersebut.

BACA JUGA :  Laporan Keuangan UMKM: Jenis Yang Biasa Digunakan UKM

Pendekatan tersebut antara lain adalah 1) pendekatan produksi, 2) pendekatan pengeluaran dan 3) pendekatan pemasukan.

1 ) Pendekatan Pengeluaran

Metode perhitungan dengan pendekatan pengeluaran ini dilakukan dengan cara menjumlahkan seluruh pengeluaran dari berbagai sektor ekonomi di suatu negara.

Sektor ekonomi tersebut antara lain adalah rumah tangga, pemerintah, perusahaan dan masyarakat luar negeri suatu negara pada periode tertentu.

Pengeluaran dari berbagai sektor ekonomi dibagi menjadi beberapa jenis.

Jenis-jenis pengeluaran ini terdiri dari:

  • Pengeluaran konsumsi ( C ) yaitu konsumsi rumah tangga,
  • Pengeluaran investasi ( I )
  • Pengeluaran pemerintah ( G ) dari APBN
  • Pengeluaran ekspor ( X ),
  • dan impor ( M ) sebagai pengurang

Berikut adalah rumus pendekatan pengeluaran:

Y = C + I + G + ( X – M )

Nilai ekspor dikurangi dengan nilai impor untuk mendapatkan nilai pengeluaran luar negeri yang netto.

2 ) Pendekatan Pendapatan

Pendekatan pendapatan menghitung besaran pendapatan nasional dengan cara menjumlahkan pendapatan yang diterima oleh masyarakat suatu negara dari berbagai faktor produksi yang dimilikinya.

Pendapatan tersebut diterima karena telah memberikan sumbangan terhadap proses produksi.

Yang termasuk ke dalam faktor produksi antara lain tenaga kerja, modal, tanah dan keahlian/kewirausahaan.

Masing-masing faktor produksi ini akan menghasilkan jenis pendapatan yang berbeda sebagai berikut:

  • Tenaga kerja memperoleh pendapatan yang disebut gaji atau upah (dalam bahasa Inggris disebut dengan wages)
  • Pemilik modal akan mendapat bunga (dalam bahasa inggris disebut dengan interest)
  • Pemilik tanah dapat memperoleh sewa (dalam bahasa inggris disebut dengan rent)
  • Keahlian atau skill dapat memperoleh laba (dalam bahasa inggris disebut dengan profit)

Dengan kata lain, pendekatan ini menghitung pendapatan nasional suatu negara dari penjumlahan seluruh penerimaan yang diterima oleh pemilik faktor produksi dalam suatu negara selama satu periode tertentu atau satu tahun.

Rumus pendekatan pendapatan adalah sebagai berikut: 

Y = r + w + i + p

Keterangan:

  • Y = Pendapatan Nasional
  • r = Pendapatan bersih dari sewa (rent)
  • w = Pendapatan dari upah, gaji, dan lainnya (wages)
  • i = Pendapatan dari bunga (interest)
  • p = Pendapatan dari keuntungan perusahaan dan usaha perorangan (profit)

3 ) Pendekatan Produksi

Cara menghitung pendapatan negara menggunakan pendekatan produksi adalah dengan menjumlahkan nilai barang dan jasa yang di produksi oleh seluruh perusahaan, dari perusahaan besar sampai dengan UMKM pada suatu negara dalam periode setahun.

BACA JUGA :  Larangan Ekspor CPO (Crude Palm Oil) Dicabut? Begini Ketentuan Terbarunya

Menghitung pendapatan nasional menggunakan pendekatan produksi berarti kita harus kalikan kuantitas hasil produksi dengan harga satuannya masing-masing.

Jadi apabila dalam setahun ada 100 item barang/ jasa, maka 100 barang dan jasa itu masing-masing dikalikan dengan harga satuannya, baru kemudian dijumlahkan untuk mendapatkan hasil pendapatan nasional.

Rumusnya adalah sebagai berikut:

Berikut adalah cara menghitung Y pendekatan produksi:

Y=(P1X Q1)+(P2X Q2)+….(PnX Qn)

Keterangan :

Y= Pendapatan nasional
P1= harga barang ke-1
Pn= harga barang ke-n
Q1= jenis barang ke-1
Qn= jenis barang ke-n

Contoh Soal Menghitung Pendapatan Nasional

Berikut adalah contoh soal menghitung pendapatan nasional yang mungkin bisa bermanfaat untuk Anda.

Misalnya sebuah negara menghasilkan 5 jenis komoditas. Komoditas A sebanyak 1 ton, komoditas B sebanyak 1 ton, komoditas C sebanyak 2 ton, komoditas D sebanyak 3 ton dan komoditas E sebanyak 1 ton.

Harga komoditas A Rp 5 triliun/ ton, B Rp 7 triliun/ ton, C Rp 1 triliun/ ton, D Rp 2 triliun/ ton dan komoditas E Rp 10 triliun/ ton.

Pendapatan Nasional berdasar pendekatan produksinya adalah sbb:

Y = (1 x 5 triliun) + (1 x 7 triliun) + (2 x 1 triliun) + ( 3 x 2 triliun) + (1 x 10 triliun) = 5 + 7 + 2 + 6 + 10 = 30 triliun

Sebagaimana dengan pendapatan nasional, pendapatan dari perusahaanmu pun perlu dihitung dengan seksama.

Namun, ada aspek lain non keuangan yang juga patut Anda perhatikan.

Karena, walaupun sulit diukur dengan angka, aspek ini merupakan aset terpenting dalam perusahaan.

Hal tersebut adalah sumber daya manusia. Anda perlu memiliki suatu aplikasi digital seperti microsoft excel untuk memudahkan Anda untuk mengelola sumber daya manusia dalam perusahaan Anda.

Sehingga Anda dapat berkonsentrasi mengatur strategi untuk meningkatkan pendapatan perusahaan Anda.


Putri Ayudhia

Putri Ayudhia

Putri Ayudhia adalah seorang penulis konten SEO dan blogger paruh waktu yang telah bekerja secara profesional selama lebih dari 7 tahun. Dia telah membantu berbagai perusahaan di Indonesia untuk menulis konten yang berkualitas, SEO-friendly, dan relevan dengan bidang HR dan Psikologi. Ayudhia memiliki pengetahuan yang kuat dalam SEO dan penulisan konten. Dia juga memiliki pengetahuan mendalam tentang HR dan Psikologi, yang membantu dia dalam menciptakan konten yang relevan dan berbobot. Dia memiliki keterampilan dalam melakukan riset pasar dan analisis, yang membantu dia dalam menciptakan strategi konten yang efektif.
https://bloghrd.com