Perbedaan Tax Holiday dan Tax Allowance: Dasar Hukum, Jenis

Tax Holiday dan Tax Allowance: Instrumen Fasilitas Pajak untuk Menarik Investasi

Indonesia, sebagai negara kepulauan yang berkembang, selalu berjuang untuk mencapai pertumbuhan ekonomi yang merata. Salah satu upaya yang dilakukan oleh pemerintah adalah dengan mengundang investor untuk menanamkan modal dan berbisnis di Indonesia. Dua instrumen yang digunakan untuk mencapai tujuan ini adalah Tax Holiday dan Tax Allowance. Dalam artikel bloghrd.com ini, kami akan menjelaskan secara mendalam tentang kedua fasilitas pajak ini dan dampaknya terhadap ekonomi Indonesia.

Apa Itu Tax Holiday?

Tax Holiday adalah istilah yang digunakan untuk merujuk pada fasilitas pajak yang diberikan kepada perusahaan baru yang akan didirikan. Fasilitas ini memberikan kebebasan kepada perusahaan tersebut untuk tidak membayar pajak penghasilan badan dalam jangka waktu tertentu. Dengan kata lain, perusahaan yang mendapatkan tax holiday tidak diwajibkan membayar pajak penghasilan badan selama periode tertentu setelah mereka memulai operasi komersial.

Dasar hukum untuk Tax Holiday di Indonesia adalah Undang-Undang Nomor 25 tahun 2007 tentang penanaman modal. Peraturan pelaksanaan yang mengatur mengenai perhitungan penghasilan kena pajak dan pelunasan pajak pada tahun berjalan adalah Peraturan Pemerintah Nomor 97 tahun 2010.

Selain itu, peraturan lebih lanjut mengenai pemberian fasilitas pembebasan atau pengurangan pajak penghasilan badan diatur dalam Peraturan Menteri Keuangan 192/PMK.011/2014. Selain itu, PER-44/PJ/2011 mengatur tata cara pelaporan penggunaan dana realisasi penanaman modal bagi wajib pajak badan yang mendapat fasilitas pembebasan atau pengurangan pajak penghasilan.

Jenis usaha yang berhak mendapatkan fasilitas tax holiday meliputi industri pelopor yang bergerak di bidang:

  1. Industri logam dasar.
  2. Industri pengilangan minyak bumi dan/atau kimia dasar organik yang bersumber dari minyak bumi.
  3. Industri permesinan.
  4. Industri di bidang sumber daya terbarukan.
  5. Industri peralatan komunikasi.

Bentuk fasilitas pajak ini berarti bahwa perusahaan yang memenuhi syarat akan dibebaskan dari kewajiban membayar pajak penghasilan badan (PPh Badan) selama minimal 5 tahun dan maksimal 10 tahun sejak dimulainya produksi komersial mereka.

Apa Itu Tax Allowance?

Tax Allowance adalah fasilitas pajak lain yang diberikan kepada investor di Indonesia. Pengertian Tax Allowance adalah pengurangan pajak yang dihitung berdasarkan besarnya jumlah investasi yang ditanamkan oleh investor. Dalam hal ini, semakin besar investasi yang dilakukan, semakin besar pula pengurangan pajak yang akan diberikan kepada investor.

Dasar hukum untuk Tax Allowance adalah Pasal 31A Undang-Undang Nomor 36 tahun 2008 tentang Pajak Penghasilan. Peraturan Pemerintah juga mengatur mengenai perubahan kedua dari PP Nomor 1 tahun 2017 dalam PP Nomor 18 tahun 2015. Selain itu, tata cara pemberian fasilitas pajak penghasilan, penetapan realisasi penanaman modal, penyampaian kewajiban pelaporan, dan pencabutan keputusan persetujuan pemberian fasilitas pajak penghasilan diatur dalam PER-41/PJ 2014.

Jenis usaha yang berhak mendapatkan fasilitas tax allowance pada dasarnya adalah semua bidang usaha dengan ketentuan dan syarat yang berlaku. Yang menjadi fokus dalam hal ini adalah nilai investasi yang tinggi atau nilai ekspor yang tinggi, penyerapan tenaga kerja yang besar, atau pemanfaatan sumber daya lokal dengan baik.

BACA JUGA :  KPP Pratama Surabaya Sawahan

Fasilitas pajak ini memberikan potongan pajak maksimal 30%, yang dihitung berdasarkan besar investasi yang ditanamkan oleh investor. Selain itu, investor juga dapat mendapatkan kompensasi kerugian dalam jangka waktu yang lebih lama, tetapi tidak boleh lebih dari 10 tahun. Pengenaan Pajak Penghasilan (PPh) pasal 26 juga dikenakan sebesar 10%, kecuali jika ada perjanjian perpajakan yang menetapkan tarif yang lebih rendah. Investor yang mendapatkan fasilitas ini juga dapat memanfaatkan penyusutan dan amortisasi yang dipercepat.

Perbedaan Antara Tax Holiday dan Tax Allowance

Meskipun baik Tax Holiday maupun Tax Allowance adalah fasilitas pajak yang diberikan kepada investor, ada perbedaan mendasar antara keduanya. Berikut adalah perbandingan singkat antara keduanya:

Dasar Hukum

  • Tax Holiday: Dasar hukum untuk Tax Holiday terdapat dalam Undang-Undang Nomor 25 tahun 2007 tentang penanaman modal, Peraturan Pemerintah Nomor 97 tahun 2010, Peraturan Menteri Keuangan 192/PMK.011/2014, dan peraturan lainnya.
  • Tax Allowance: Dasar hukum untuk Tax Allowance adalah Pasal 31A Undang-Undang Nomor 36 tahun 2008 tentang Pajak Penghasilan, Peraturan Pemerintah Nomor 18 tahun 2015, dan PER-41/PJ 2014.

Jenis Usaha

  • Tax Holiday: Tax Holiday hanya berlaku untuk jenis usaha tertentu, seperti industri pelopor yang mencakup logam dasar, pengilangan minyak bumi, permesinan, sumber daya terbarukan, dan peralatan komunikasi.
  • Tax Allowance: Tax Allowance berlaku untuk semua jenis usaha dengan syarat dan ketentuan yang berlaku.

Bentuk Fasilitas

  • Tax Holiday: Perusahaan yang mendapatkan Tax Holiday akan dibebaskan dari kewajiban membayar pajak penghasilan badan (PPh Badan) selama periode tertentu, yaitu minimal 5 tahun dan maksimal 10 tahun sejak dimulainya produksi komersial.
  • Tax Allowance: Tax Allowance memberikan potongan pajak maksimal 30%, yang dihitung berdasarkan besar investasi yang ditanamkan oleh investor. Selain itu, investor dapat memanfaatkan kompensasi kerugian dalam jangka waktu yang lebih lama, tidak boleh lebih dari 10 tahun. PPh pasal 26 sebesar 10% juga berlaku, kecuali jika ada perjanjian perpajakan yang menetapkan tarif yang lebih rendah. Investor juga dapat memanfaatkan penyusutan dan amortisasi yang dipercepat.

Ketentuan

  • Tax Holiday: Fasilitas pengurangan pajak Tax Holiday akan diberikan pada perusahaan yang memiliki rencana penanaman modal baru paling sedikit senilai 1 triliun Rupiah.
  • Tax Allowance: Fasilitas pengurangan pajak Tax Allowance akan diberikan pada perusahaan yang memiliki nilai investasi yang tinggi atau nilai ekspor yang tinggi. Selain itu, perusahaan tersebut harus menyerap tenaga kerja yang besar atau memanfaatkan sumber daya lokal dengan baik.
Keterangan Tax Holiday Tax Allowance
Dasar Hukum
  1. Undang-Undang yang mengatur adalah Undang-Undang Nomor 25 tahun 2007 tentang penanaman modal.
  2. Peraturan Pemerintah yang mengatur adalah PP Nomor 97 tahun 2010 tentang penghitungan penghasilan kena pajak dan pelunasan pajak pada tahun berjalan.
  3. Peraturan Menteri Keuangan 192/PMK.011/2014 tentang perubahan atas PMK 130/PMK.011/2011 tentang pemberian fasilitas pembebasan atau pengurangan pajak penghasilan badan.
  4. Peraturan lainnya adalah PER-44/PJ/2011 tentang tata cara pelaporan penggunaan dana realisasi penanaman modal bagi wajib pajak badan yang mendapat fasilitas pembebasan atau pengurangan pajak penghasilan.
  1. Undang-Undang yang mengatur adalah Pasal 31A Undang-Undang Nomor 36 tahun 2008 tentang Pajak Penghasilan.
  2. Peraturan Pemerintah yang mengatur adalah PP Nomor 18 tahun 2015 tentang perubahan kedua dari PP Nomor 1 tahun 2017.
  3. Dasar hukum lainnya adalah PER-41/PJ 2014 tentang tata cara pemberian fasilitas pajak penghasilan, penetapan realisasi penanaman modal, penyampaian kewajiban pelaporan, dan pencabutan keputusan persetujuan pemberian fasilitas pajak penghasilan untuk wajib pajak yang melakukan penanaman modal di bidang-bidang usaha tertentu dan/atau di daerah-daerah tertentu.
Jenis Usaha Jenis usaha yang bisa mendapatkan fasilitas tax holiday adalah industri pelopor yang bergerak di bidang:
  1. industri logam dasar;
  2. industri pengilangan minyak bumi dan/atau kimia dasar organik yang bersumber dari minyak bumi;
  3. indutrsi permesinan;
  4. industri di bidang sumber daya terbarukan; dan/atau
  5. industri peralatan komunikasi.
Jenis usaha yang bisa mendapatkan fasilitas tax allowance pada dasarnya adalah semua bidang usaha dengan ketentuan dan syarat yang berlaku.
Bentuk Fasilitas
  1. Perusahaan akan dibebaskan dari pajak penghasilan badan (PPh Badan) selama minimal 5 tahun dan maksimal 10 tahun sejak dimulainya produksi komersial.
  2. Perusahaan akan mendapatkan pengurangan pajak penghasilan badan (PPh Badan) sebesar 50% (lima puluh persen) dari Pajak Penghasilan terutang selama 2 (dua) tahun pajak terhitung setelah berakhirnya fasilitas pembebasan pajak.
  1. Perusahaan akan mendapatkan potongan pajak maksimal 30% (tiga puluh persen) dihitung dari besar investasi yang ditanamkan.
  2. Kompensasi kerugian lebih lama, tapi tidak lebih dari 10 (sepuluh) tahun.
  3. Pengenaan Pajak Penghasilan (PPh) pasal 26 sebesar 10% (sepuluh persen), kecuali apabila tarif menurut perjanjian perpajakan yang berlaku menetapkan lebih rendah.
  4. Penyusutan dan amortisasi yang dipercepat.
Ketentuan Fasilitas pengurangan pajak tax holiday akan diberikan pada perusahaan yang memiliki rencana penanaman modal baru paling sedikit senilai 1 triliun Rupiah.
  1. Fasilitas pengurangan pajak tax allowance akan diberikan pada perusahaan yang memiliki nilai investasi yang tinggi atau nilai ekspor yang tinggi.
  2. Perusahaan tersebut menyerap tenaga kerja yang besar atau memanfaatkan sumber daya lokal dengan baik.
BACA JUGA :  KPP Penanaman Modal Asing Empat

Tujuan Pemberian Fasilitas Pajak pada Investor

Secara umum, tujuan dari pemberian fasilitas perpajakan seperti Tax Holiday dan Tax Allowance adalah untuk menarik investor untuk menanamkan modal dan membangun usaha di Indonesia. Dalam konteks Indonesia, penanaman modal sangat diperlukan untuk meningkatkan perekonomian negara. Saat ini, Indonesia memiliki keterbatasan dalam hal teknologi dan modal untuk mengolah sumber daya alam yang potensial.

Dengan memberikan fasilitas pajak yang mengundang penanaman modal, pemerintah berharap dapat mencapai beberapa tujuan berikut:

  1. Transfer Teknologi: Investor yang mendirikan usaha di Indonesia sering kali membawa teknologi baru atau praktik bisnis terbaik yang dapat diadopsi oleh masyarakat lokal. Hal ini berpotensi meningkatkan pengetahuan dan keterampilan pekerja Indonesia.
  2. Penciptaan Lapangan Kerja: Dengan meningkatnya jumlah investor yang membangun usaha di Indonesia, akan ada peningkatan signifikan dalam penciptaan lapangan kerja. Ini adalah hal yang positif mengingat tingginya tingkat pengangguran di Indonesia.
  3. Peningkatan Kualitas Sumber Daya Manusia: Investasi asing dapat memberikan pelatihan dan pengembangan kepada pekerja lokal, sehingga meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Indonesia.
  4. Diversifikasi Ekonomi: Dengan berinvestasinya modal dalam berbagai sektor, terjadi diversifikasi ekonomi yang dapat mengurangi ketergantungan pada sektor tertentu.
  5. Akses ke Pasar Luar Negeri: Investor asing sering kali membuka pintu akses ke pasar internasional bagi produk-produk Indonesia. Ini dapat membantu ekspansi bisnis lokal ke tingkat global.
  6. Pertumbuhan Wilayah Tertentu: Fasilitas pajak seringkali ditargetkan untuk wilayah-wilayah tertentu di Indonesia yang membutuhkan pertumbuhan ekonomi lebih lanjut. Ini membantu mengatasi ketidakmerataan pertumbuhan ekonomi di seluruh negeri.

Dampak Pemberian Fasilitas Pajak

Pemberian fasilitas pajak kepada investor tidak selalu diterima dengan baik oleh semua pihak. Terdapat pro dan kontra terkait dengan dampak dari pemberian fasilitas perpajakan ini. Berikut adalah beberapa dampak yang dapat timbul:

BACA JUGA :  Bukti Penerimaan Negara (BPN): Pentingnya dalam Sistem Perpajakan

1. Pendapatan Negara

Dalam jangka menengah dan panjang, pemberian fasilitas Tax Holiday dan Tax Allowance dapat meningkatkan pendapatan negara karena jumlah modal yang ditanamkan oleh investor cukup besar. Namun, dalam jangka pendek, kebijakan ini dapat mengurangi pendapatan negara dari sektor pajak, terutama pajak penghasilan badan (PPh Badan).

Pengurangan pajak yang signifikan kepada investor dapat mengurangi penerimaan negara, yang pada gilirannya dapat mempengaruhi kemampuan pemerintah untuk membiayai program-program sosial dan pembangunan infrastruktur.

Selain itu, ada potensi bagi perusahaan untuk memanfaatkan fasilitas pajak ini dengan hanya melakukan investasi selama periode pemberian Tax Holiday atau Tax Allowance, dan kemudian mengalihkan investasinya ke negara lain setelah masa kebijakan tersebut berakhir.

2. Lapangan Pekerjaan

Salah satu dampak positif dari pemberian fasilitas pajak kepada investor adalah peningkatan jumlah lapangan kerja. Dengan peningkatan investasi dalam sektor-sektor yang berpotensi menciptakan lapangan kerja, tingkat pengangguran di Indonesia dapat turun.

Pada tahun 2013 dan 2014, penerapan kebijakan Tax Holiday dan Tax Allowance telah membantu meningkatkan lapangan kerja di berbagai sektor ekonomi. Ini adalah contoh konkret dari dampak positif yang bisa dihasilkan dari insentif pajak ini.

Kesimpulan

Tax Holiday dan Tax Allowance adalah dua instrumen fasilitas pajak yang digunakan oleh pemerintah Indonesia untuk menarik investasi dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi. Tax Holiday memberikan kebebasan kepada perusahaan yang baru berdiri dari kewajiban membayar pajak penghasilan badan selama periode tertentu. Di sisi lain, Tax Allowance memberikan pengurangan pajak berdasarkan besarnya investasi yang ditanamkan oleh investor.

Tujuan dari pemberian fasilitas pajak ini adalah untuk menarik investor asing dan domestik, yang diharapkan akan membawa manfaat seperti transfer teknologi, penciptaan lapangan kerja, peningkatan kualitas sumber daya manusia, diversifikasi ekonomi, akses ke pasar internasional, dan pertumbuhan ekonomi di wilayah-wilayah tertentu.

Namun, pemberian fasilitas pajak ini juga memiliki dampak, termasuk potensial pengurangan pendapatan negara dan risiko penyalahgunaan insentif pajak oleh perusahaan. Oleh karena itu, pemerintah harus mempertimbangkan dengan hati-hati kebijakan pajak ini untuk memastikan bahwa manfaat jangka panjangnya lebih besar daripada dampak negatifnya.

Sebagai negara yang terus berkembang, Indonesia harus tetap berupaya untuk menciptakan lingkungan bisnis yang menarik bagi investor sambil menjaga keseimbangan antara insentif pajak dan kepentingan nasional. Dengan demikian, Indonesia dapat terus tumbuh dan berkembang dalam arah yang lebih berkelanjutan dan inklusif.

Ikuti terus bloghrd.com untuk mendapatkan informasi seputar HR, karir, info lowongan kerja, juga inspirasi terbaru terkait dunia kerja setiap harinya!


Putri Ayudhia

Putri Ayudhia

Putri Ayudhia adalah seorang penulis konten SEO dan blogger paruh waktu yang telah bekerja secara profesional selama lebih dari 7 tahun. Dia telah membantu berbagai perusahaan di Indonesia untuk menulis konten yang berkualitas, SEO-friendly, dan relevan dengan bidang HR dan Psikologi. Ayudhia memiliki pengetahuan yang kuat dalam SEO dan penulisan konten. Dia juga memiliki pengetahuan mendalam tentang HR dan Psikologi, yang membantu dia dalam menciptakan konten yang relevan dan berbobot. Dia memiliki keterampilan dalam melakukan riset pasar dan analisis, yang membantu dia dalam menciptakan strategi konten yang efektif.
https://bloghrd.com