Gaji Pekerja Peternakan Unggas 2026: Tugas, Syarat, dan Hak

Berapa gaji pekerja peternakan unggas pada 2026? Berdasarkan halaman WageIndicator Indonesia untuk profesi pekerja peternakan unggas, kisaran penghasilan sebagian besar pekerja diperkirakan Rp3.598.902 sampai Rp7.636.152 per bulan. Angka ini merupakan estimasi kelompok pekerjaan secara nasional, bukan ketentuan upah minimum, gaji yang pasti diterima, atau proyeksi keuntungan setiap pemilik peternakan.

Peternakan unggas merupakan aktivitas penting dalam rantai pasok pangan karena menghasilkan telur, daging, dan bibit. Di balik kegiatan tersebut terdapat beragam peran, mulai dari petugas kandang, pekerja perawatan, pengawas produksi, hingga pengelola usaha. Artikel ini membahas gaji, tugas, keterampilan, risiko pekerjaan, peluang pengembangan karier, dan hak ketenagakerjaan dengan rujukan terbaru.

Gaji Pekerja Peternakan Unggas di Indonesia Tahun 2026

WageIndicator memperbarui estimasi gaji berdasarkan kategori pekerjaan. Untuk halaman pekerja peternakan unggas tahun 2026, sumber menampilkan rentang sebagian besar pekerja, rentang pada awal bekerja, serta rentang setelah sekitar lima tahun pengalaman. Setiap rentang perlu dibaca sesuai kategorinya karena bukan angka yang dapat langsung digabungkan menjadi satu tarif upah nasional.

Kategori estimasi Gaji per bulan (2026) Catatan
Sebagian besar pekerja peternakan unggas Rp3.598.902–Rp7.636.152 Kisaran pendapatan berdasarkan data WageIndicator
Awal bekerja Rp3.598.902–Rp7.888.743 Halaman sumber menyebut penghasilan bersih pada awal pekerjaan
Setelah sekitar lima tahun Rp4.162.943–Rp8.285.453 Estimasi untuk minggu kerja 40 jam

Sumber: WageIndicator Indonesia, Pekerjaan dan Gaji – Pekerja Peternakan Unggas, data 2026. Rentang ini adalah estimasi dan tidak berlaku sebagai nominal wajib bagi semua pemberi kerja.

Mengapa rentang awal bekerja bisa lebih tinggi dari rentang sebagian besar pekerja?

Pada halaman sumber, batas atas penghasilan awal bekerja memang tercantum lebih tinggi daripada batas atas kisaran ‘sebagian besar pekerja’. Itu berarti kategori statistiknya tidak boleh diinterpretasikan sebagai interval berjenjang yang pasti saling berada di dalam rentang lain. Pembaca sebaiknya tidak menyimpulkan bahwa pekerja pemula otomatis dibayar lebih tinggi daripada pekerja berpengalaman.

Perbedaan dapat mencerminkan metodologi pengolahan data pada masing-masing kategori. Tanpa informasi metodologi yang lebih rinci, artikel ini mempertahankan angka sebagaimana ditampilkan sumber dan tidak mengarang penyebab pasti perbedaan antar-rentang tersebut.

Apakah gaji pekerja peternakan selalu mencapai Rp7 juta?

Tidak. Kisaran nasional mencakup variasi pekerjaan, lokasi, pengalaman, dan jenis usaha. Penawaran aktual dari peternakan ayam petelur berskala kecil dapat berbeda dari perusahaan pembibitan atau peternakan modern berkapasitas besar. Sebelum menilai apakah tawaran upah layak, periksa perbedaan UMR, UMP, dan UMK di wilayah tempat bekerja dan rincian tugas dalam kontrak.

Gaji pekerja berbeda dari penghasilan pemilik usaha

Istilah poultry producers dalam klasifikasi pekerjaan dapat mencakup pelaku produksi yang merencanakan dan menjalankan usaha, sedangkan ‘gaji karyawan’ merupakan penghasilan dari hubungan kerja. Seorang pemilik ternak dapat menerima pendapatan usaha yang masih harus dikurangi biaya pakan, obat, listrik, tenaga kerja, penyusutan, dan risiko kerugian. Karena itu, jangan memakai data gaji WageIndicator untuk menyatakan rata-rata laba peternak.

Apa Itu Pekerja Peternakan Unggas?

Pekerja peternakan unggas adalah orang yang melakukan pekerjaan dalam budidaya unggas seperti ayam pedaging, ayam petelur, itik, angsa, dan jenis lainnya. Dalam ISCO-08 dari International Labour Organization (ILO), kelompok 6122 Poultry Producers meliputi aktivitas merencanakan, mengorganisasi, membiakkan, memelihara, dan mempersiapkan hasil unggas untuk dipasarkan.

Peran ini beririsan dengan kegiatan peternakan lain, tetapi objek produksinya berbeda. Misalnya, kelompok pekerja peternakan ternak dan susu berkaitan dengan ternak selain unggas. Pekerjaan yang sangat sederhana atau bersifat bantuan rutin dapat masuk kelompok buruh ladang peternakan sesuai tugas yang sebenarnya. Perbedaan klasifikasi penting bagi perusahaan yang menyusun deskripsi jabatan dan survei upah.

Perbedaan peternak, buruh kandang, dan manajer peternakan

Peran Fokus pekerjaan Contoh tanggung jawab
Peternak/pengelola usaha Perencanaan dan pelaksanaan produksi Pemilihan bibit, anggaran produksi, pemasaran hasil
Petugas kandang Perawatan harian dan penerapan SOP Pakan, air minum, kebersihan, pencatatan kondisi unggas
Pengawas/supervisor Pengendalian operasional tim Penjadwalan, standar mutu, pelaporan hasil, koordinasi
Manajer peternakan Strategi dan pengelolaan unit Anggaran, tenaga kerja, kapasitas, risiko, capaian produksi

Nama jabatan pada iklan lowongan bisa berbeda-beda. Pekerja juga perlu membedakan produksi komersial dengan pekerjaan peternak subsisten yang tujuan utamanya memenuhi kebutuhan rumah tangga. Dalam pekerjaan non-unggas terdapat kelompok pekerja peternakan jenis hewan lain, sehingga data gaji kategori yang berbeda tidak boleh langsung ditukar.

Tugas Utama Pekerja Peternakan Unggas

1. Memeriksa kandang sebelum aktivitas dimulai

Pekerja melakukan pemeriksaan awal sesuai standar operasional: kondisi kandang, sarana pakan dan minum, ventilasi, kebersihan, serta tanda-tanda masalah. Hasil pemeriksaan sebaiknya dicatat agar pergantian shift dapat mengetahui kondisi sebelumnya. Dalam peternakan modern, beberapa parameter dibaca melalui alat pemantauan yang harus dipahami cara penggunaannya.

2. Menyediakan pakan dan air minum

Petugas memastikan ketersediaan pakan dan air minum sesuai jenis, umur, dan kebutuhan unggas berdasarkan rencana teknis peternakan. Pekerjaan dapat dilakukan secara manual atau melalui sistem otomatis. Catatan penggunaan pakan membantu pengelola menilai biaya serta menyelidiki perubahan produktivitas, tanpa harus membuat pekerja kandang menentukan formulasi sendiri.

3. Mengamati kondisi kesehatan dan perilaku unggas

Pekerja mengamati perubahan aktivitas, konsumsi pakan, kondisi fisik, atau kematian yang tidak biasa. Dugaan penyakit perlu segera dilaporkan kepada penanggung jawab dan tenaga kesehatan hewan berwenang. Diagnosis, pemilihan obat, dan tindakan kesehatan tertentu tidak boleh dilakukan sembarangan di luar kompetensi serta ketentuan veteriner.

4. Menjaga kebersihan dan biosekuriti

Petugas mengikuti prosedur pengaturan akses orang, alat, kendaraan, kebersihan pakaian dan alas kaki, penanganan limbah, serta pemisahan zona yang ditetapkan di peternakan. Kementerian Pertanian menerbitkan pedoman biosekuriti peternakan unggas komersial untuk membantu mencegah masuk dan menyebarnya agen penyakit. Langkah konkret harus disesuaikan dengan analisis risiko, desain lokasi, dan arahan pihak berkompeten.

5. Mengumpulkan serta mencatat hasil produksi

Di peternakan ayam petelur, aktivitas dapat mencakup pengumpulan telur, pemisahan hasil yang rusak, dan pencatatan jumlah produksi. Di peternakan pedaging, pemantauan pertumbuhan serta kondisi populasi biasanya lebih dominan. Pencatatan yang baik membantu mengidentifikasi perbedaan hasil antarperiode dan menjaga ketertelusuran produksi.

6. Memelihara peralatan dan melaporkan kerusakan

Alat minum, tempat pakan, peralatan kebersihan, perangkat ventilasi, hingga sistem listrik perlu diperiksa sesuai pembagian kewenangan. Perbaikan pada mesin atau instalasi berisiko tinggi harus dikerjakan petugas yang kompeten. Pekerja kandang tidak semestinya diminta melakukan perbaikan berbahaya tanpa pelatihan, prosedur isolasi energi, atau perlengkapan yang sesuai.

7. Mendukung penanganan hasil dan distribusi

Setelah produk siap, sebagian pekerja dapat membantu penataan, penghitungan, dan persiapan pengiriman sesuai instruksi. Penanganan produk pangan harus menjaga kebersihan dan kualitas. Peran pemasaran atau pencatatan transaksi dapat berada pada staf tersendiri sesuai skala perusahaan.

Jenis Peternakan Unggas dan Kondisi Pekerjaannya

Peternakan ayam pedaging

Usaha ayam pedaging berorientasi pada pembesaran unggas hingga siap dipasarkan. Kegiatan harian umumnya berfokus pada pengelolaan lingkungan, pakan, air, pemantauan pertumbuhan, dan catatan kondisi populasi. Dalam proses produksi, gangguan kesehatan maupun perubahan kondisi lingkungan dapat menimbulkan kerugian sehingga ketelitian pekerja menjadi penting.

Peternakan ayam petelur

Pada usaha petelur, rutinitas meliputi pemberian pakan, pemantauan kondisi unggas, pengumpulan telur, sortir, dan pencatatan hasil. Kebutuhan penanganan telur dapat berbeda berdasarkan sistem produksi, kapasitas, serta teknologi yang digunakan.

Peternakan itik dan unggas lain

Budidaya itik, angsa, kalkun, atau unggas lain memiliki kebutuhan teknis dan pola produksi tersendiri. Pekerja perlu memahami SOP spesifik dan tidak menganggap seluruh prosedur peternakan ayam dapat diterapkan langsung tanpa penyesuaian.

Bagaimana mengenali perbedaan lowongan?

Periksa apakah lowongan menyebut petugas kandang, operator peralatan, pengawas flock, petugas pengumpulan telur, atau pemelihara unggas. Tanyakan jenis komoditas, ukuran unit, pola shift, fasilitas tinggal jika ada, dan tanggung jawab atas pencatatan serta penanganan kondisi darurat.

Syarat dan Keterampilan Pekerja Peternakan Unggas

Apakah harus lulusan sekolah peternakan?

Tidak ada satu syarat pendidikan tunggal untuk semua posisi. Sebagian pekerjaan pemula dapat menerima pelamar dengan pendidikan umum dan menyediakan pelatihan internal. Posisi pengawas, teknisi, atau manajer mungkin membutuhkan pengalaman dan pendidikan yang lebih spesifik. Ketentuan sebenarnya ditentukan oleh perusahaan dan peraturan profesi yang relevan.

Keterampilan teknis dasar

Pelamar akan terbantu jika mampu membaca instruksi kerja, mencatat hasil harian, memeriksa ketersediaan pakan dan air, menggunakan alat sederhana sesuai SOP, menjaga sanitasi, dan mengenali tanda penyimpangan yang harus dilaporkan. Ketelitian dalam menghitung jumlah unggas atau hasil produksi juga menjadi nilai tambah.

Keterampilan komunikasi dan koordinasi

Area kandang sering memiliki pembagian tugas dan jadwal bergantian. Kesalahan informasi mengenai pakan, peralatan rusak, atau kondisi populasi dapat memengaruhi pekerjaan berikutnya. Karena itu, laporan singkat, jelas, dan terdokumentasi merupakan bagian dari profesionalisme pekerja.

Kesadaran K3 dan lingkungan kerja

Kondisi kerja dapat melibatkan debu, bau, kelembapan, gerakan berulang, dan kontak dengan hewan atau material pembersih. Pelaksanaan keselamatan dan kesehatan kerja perlu memperhatikan penilaian risiko, penggunaan perlindungan yang sesuai, pengaturan area kerja, serta mekanisme pelaporan bahaya. Pada organisasi lebih besar, penerapan sistem manajemen K3 membantu menata tanggung jawab dan evaluasi pengendalian risiko.

Biosekuriti: Keterampilan Penting di Peternakan Modern

Biosekuriti adalah rangkaian tindakan untuk mengurangi risiko agen penyakit masuk, berkembang, dan menyebar di lingkungan peternakan. Kementerian Pertanian melalui Direktorat Kesehatan Hewan menyediakan pedoman biosekuriti pada peternakan unggas komersial, termasuk perhatian pada pengelolaan risiko penyakit dan operasional peternakan.

Pengendalian lalu lintas orang, kendaraan, dan peralatan

Peternakan dapat menerapkan area bersih dan kotor, pembatasan pengunjung, pembersihan peralatan, serta prosedur yang harus diikuti sebelum memasuki area unggas. Aturannya perlu dijelaskan saat orientasi kerja, ditampilkan dengan jelas, dan diawasi secara konsisten.

Penanganan unggas yang dicurigai sakit

Jika ditemukan gejala atau kematian tidak biasa, pekerja harus melaporkan temuan dan mengikuti arahan prosedur perusahaan serta tenaga kesehatan hewan. Pekerja tidak sebaiknya memindahkan unggas, menjual ternak yang dicurigai sakit, atau menggunakan obat tanpa kewenangan. Tindakan lanjutan mengikuti arahan pihak berwenang.

Pencatatan sebagai bagian dari pencegahan risiko

Data konsumsi pakan, perubahan kondisi populasi, dan kejadian yang tidak biasa dapat membantu analisis operasional. Namun, pencatatan tidak menggantikan pemeriksaan dokter hewan atau laboratorium. Pengelola harus menyediakan jalur pelaporan yang tidak menghukum pekerja karena menyampaikan temuan secara dini.

Contoh checklist harian sederhana

  • Memastikan sarana air minum dan pakan berfungsi sesuai SOP.
  • Memeriksa kondisi lingkungan dan mencatat pengamatan penting.
  • Mematuhi tata cara masuk-keluar kandang serta penggunaan perlengkapan.
  • Memisahkan peralatan sesuai zona yang ditetapkan.
  • Melaporkan segera setiap indikasi gangguan kesehatan dan kerusakan sarana.
  • Menyerahkan catatan yang dapat ditelusuri pada pergantian shift.

Checklist tersebut bersifat ilustratif. Prosedur wajib mengikuti pedoman peternakan, penilaian risiko, dan arahan petugas kesehatan hewan yang berwenang.

Faktor yang Memengaruhi Gaji Pekerja Peternakan Unggas

Lokasi dan upah minimum

Harga kebutuhan hidup, struktur pasar tenaga kerja, serta kebijakan pengupahan setempat dapat memengaruhi besarnya tawaran. Namun, standar hukum upah minimum harus dibedakan dari perkiraan pendapatan survei. Pembaca perlu memahami prinsip dasar pengupahan dan memeriksa keputusan upah minimum wilayah yang relevan.

Skala dan sistem usaha

Peternakan dengan teknologi otomatis dan sistem pencatatan terintegrasi mungkin memerlukan keterampilan berbeda dari peternakan manual. Hal itu dapat memengaruhi struktur jabatan, tetapi tidak menjamin perusahaan berskala besar selalu memberikan gaji tertinggi.

Pengalaman dan kemampuan kerja

Pekerja yang menguasai SOP, mampu membuat laporan akurat, memahami proses pemeriksaan mutu, dan dapat melatih rekan memiliki peluang berkembang. Pengaruhnya terhadap remunerasi tetap bergantung pada evaluasi kinerja serta struktur dan skala upah yang diterapkan oleh pemberi kerja. Aspek faktor yang menentukan kenaikan gaji juga dapat dipertimbangkan ketika membahas pengembangan karier.

Sistem shift dan kondisi operasional

Operasional kandang memerlukan pengawasan pada waktu-waktu tertentu, termasuk akhir pekan atau hari libur berdasarkan pola pemeliharaan. Tetapi bekerja dengan sistem shift tidak otomatis berarti seluruh jam kerja masuk perhitungan lembur. Jadwal perlu diatur dengan memperhatikan jenis jadwal kerja karyawan dan ketentuan istirahat.

Hak Pekerja Peternakan Unggas yang Menjalin Hubungan Kerja

Upah dan bukti pembayaran

Pekerja berhak menerima penghasilan sesuai kesepakatan serta peraturan pengupahan yang relevan. Dokumen penghasilan perlu menjelaskan upah pokok, tunjangan jika ada, tambahan pembayaran, potongan, dan jumlah yang diterima. Bagi pekerja, membaca contoh slip gaji karyawan membantu memeriksa apakah unsur yang dijanjikan telah dibayarkan dengan benar.

Perjanjian kerja dan status karyawan

Status PKWT atau PKWTT ditentukan oleh sifat pekerjaan serta persyaratan hukumnya, bukan sekadar keinginan perusahaan untuk menetapkan semua pekerja kandang sebagai kontrak. Jika menggunakan perjanjian kerja waktu tertentu (PKWT), pemberi kerja dan pekerja harus memahami durasi, karakter pekerjaan, kompensasi, serta akibat ketika kontrak berakhir.

Lembur, istirahat, dan hari libur

Pelaksanaan kerja melebihi waktu kerja normal mengikuti ketentuan lembur yang berlaku, dengan memperhatikan pengecualian pada sektor atau pekerjaan tertentu jika memang ditetapkan hukum. HR perlu mencatat jam kerja dan memastikan ketentuan upah lembur dilaksanakan secara tepat, termasuk persyaratan persetujuan dan pembayaran.

Jaminan sosial dan perlindungan kecelakaan

Program jaminan sosial yang berlaku harus dilaksanakan berdasarkan status hubungan kerja dan ketentuan kepesertaan. Risiko kerja di peternakan menegaskan pentingnya perlindungan yang tepat. Pembaca dapat memahami manfaat dan iuran BPJS Ketenagakerjaan untuk meninjau pengelompokan program, iuran, dan manfaat secara umum.

Hak THR bagi pekerja yang memenuhi persyaratan

THR keagamaan bukan bonus sukarela ketika pekerja memenuhi syarat menurut peraturan yang berlaku. Perusahaan perlu mendokumentasikan masa kerja dan komponen upah untuk menghitung hak. Untuk rincian, lihat aturan pembayaran THR agar perhitungan tidak hanya didasarkan pada kebiasaan internal.

Prospek Karier dan Peluang Peningkatan Kompetensi

Pekerja peternakan unggas berkesempatan berkembang melalui penguasaan tata laksana kandang, pencatatan digital, standar biosekuriti, pengelolaan alat, serta koordinasi operasional. Jalur karier bisa menuju petugas senior, pengawas unit, administrasi produksi, atau pekerjaan teknis lain jika memenuhi kompetensi serta persyaratan jabatan.

Pendidikan dan pelatihan tambahan dapat membantu, tetapi tidak setiap pekerja harus menjadi manajer. Peningkatan kualitas kerja yang terukur, kedisiplinan, dan kemampuan menerapkan prosedur keselamatan adalah bekal yang tetap bermanfaat pada berbagai jalur karier.

Tips Melamar Pekerjaan di Peternakan Unggas

1. Pahami jenis pekerjaan yang dilamar

Periksa apakah pekerjaan berkaitan dengan perawatan harian, pemantauan hasil, operasional peralatan, atau supervisi. Identifikasi lokasi kandang dan pola jam kerja sebelum menilai tawaran.

2. Susun CV yang menjelaskan kemampuan praktis

Pelamar pemula dapat menuliskan pengalaman organisasi, pekerjaan lapangan, pencatatan inventaris, atau kegiatan merawat hewan secara relevan tanpa mengklaim kompetensi yang belum dimiliki. Panduan informasi penting pada CV dapat membantu menyusun dokumen secara ringkas dan jelas.

3. Siapkan contoh jawaban wawancara

Pemberi kerja mungkin menanyakan tindakan saat sarana air minum tidak berfungsi atau ketika pekerja menemukan kondisi unggas tidak biasa. Jawaban yang tepat menjelaskan tindakan aman sesuai SOP dan pelaporan kepada penanggung jawab, bukan tindakan medis tanpa kewenangan. Latih komunikasi menggunakan tips menghadapi wawancara kerja.

4. Verifikasi rincian tawaran kerja

Tanyakan upah pokok, tunjangan, pola kerja, kontrak, jaminan sosial, perlengkapan perlindungan, akomodasi jika diberikan, serta mekanisme pengaduan. Hindari lowongan yang meminta biaya perekrutan tidak jelas atau mengharuskan menyerahkan dokumen pribadi tanpa alasan yang dapat diverifikasi.

Pertanyaan Umum tentang Gaji Pekerja Peternakan Unggas

Berapa gaji pekerja peternakan ayam pada 2026?

Menurut WageIndicator, sebagian besar pekerja dalam kelompok peternakan unggas berada pada kisaran estimasi Rp3.598.902–Rp7.636.152 per bulan pada 2026. Itu adalah kisaran profesi, bukan angka resmi untuk setiap lowongan peternakan ayam.

Berapa gaji pekerja peternakan unggas dengan pengalaman lima tahun?

WageIndicator mencantumkan estimasi Rp4.162.943–Rp8.285.453 per bulan untuk pekerja setelah sekitar lima tahun, dengan acuan minggu kerja 40 jam. Angka tersebut tidak berarti semua pekerja pasti mencapai nominal tersebut setelah lima tahun.

Apakah petugas kandang sama dengan pemilik peternakan?

Tidak. Petugas kandang merupakan jabatan kerja dengan tugas tertentu, sedangkan pemilik peternakan menjalankan usaha yang pendapatannya berupa penerimaan dikurangi berbagai biaya. Kategori poultry producers dalam klasifikasi pekerjaan dapat mencakup kegiatan produksi dan pengelolaan usaha, sehingga definisinya perlu dibaca secara cermat.

Apakah lulusan baru bisa bekerja di peternakan unggas?

Bisa pada posisi yang menerima pelamar pemula, selama syarat pemberi kerja dipenuhi. Pelatihan awal, pemahaman SOP, ketelitian, kesiapan bekerja lapangan, serta kepatuhan terhadap biosekuriti menjadi bekal penting.

Apakah peternakan wajib menyediakan perlindungan keselamatan kerja?

Pengelolaan risiko keselamatan dan kesehatan kerja harus mengikuti peraturan yang relevan dengan jenis usaha serta status hubungan kerja. Kewajiban konkret mencakup pengendalian risiko dan perlindungan sesuai pekerjaan, bukan hanya penyediaan perlengkapan tanpa pelatihan.

Apakah angka upah WageIndicator berlaku sebagai UMP/UMK?

Tidak. WageIndicator menyajikan estimasi penghasilan berdasarkan kelompok profesi. UMP, UMK, dan pengaturan upah minimum lain yang berlaku ditetapkan melalui mekanisme hukum tersendiri. Pembaca harus memeriksa keputusan daerah yang sesuai.

Kesimpulan

Gaji pekerja peternakan unggas pada 2026 menurut WageIndicator diperkirakan Rp3.598.902–Rp7.636.152 per bulan untuk sebagian besar pekerja. Rentang untuk pekerja baru dan pekerja dengan pengalaman lima tahun tercantum terpisah pada halaman sumber. Semua angka tersebut merupakan estimasi, bukan jaminan pendapatan per orang atau laba pemilik peternakan.

Untuk membangun karier yang baik, pekerja perlu memahami tugas kandang, pencatatan hasil, pengendalian risiko, biosekuriti, dan hak hubungan kerja. Perusahaan perlu memastikan desain pekerjaan jelas, pelatihan tersedia, serta kebijakan pengupahan dan keselamatan diterapkan secara konsisten. Pendekatan ini lebih berguna daripada membandingkan angka gaji tanpa memahami status dan tanggung jawab pekerja.

Referensi Eksternal


Putri Ayudhia

Putri Ayudhia

Putri Ayudhia adalah seorang penulis konten SEO dan blogger paruh waktu yang telah bekerja secara profesional selama lebih dari 7 tahun. Dia telah membantu berbagai perusahaan di Indonesia untuk menulis konten yang berkualitas, SEO-friendly, dan relevan dengan bidang HR dan Psikologi. Ayudhia memiliki pengetahuan yang kuat dalam SEO dan penulisan konten. Dia juga memiliki pengetahuan mendalam tentang HR dan Psikologi, yang membantu dia dalam menciptakan konten yang relevan dan berbobot. Dia memiliki keterampilan dalam melakukan riset pasar dan analisis, yang membantu dia dalam menciptakan strategi konten yang efektif.
https://bloghrd.com