Iklan lowongan pekerjaan adalah salah satu pintu pertama yang menghubungkan perusahaan dengan kandidat. Bagi jobseeker, iklan lowongan kerja menjadi sumber informasi untuk menilai apakah sebuah posisi sesuai dengan kemampuan, minat, ekspektasi gaji, lokasi kerja, dan rencana karier mereka. Bagi perusahaan, iklan lowongan kerja adalah alat penting untuk menarik kandidat yang tepat, membangun citra employer brand, dan mempercepat proses rekrutmen.
Karena itu, HRD tidak bisa membuat iklan lowongan pekerjaan secara asal. Iklan yang terlalu umum, tidak jelas, terlalu panjang, tidak mencantumkan informasi penting, atau memuat syarat yang tidak relevan dapat membuat kandidat berkualitas ragu untuk melamar. Sebaliknya, iklan yang ditulis jelas, profesional, informatif, dan sesuai kebutuhan posisi dapat membantu perusahaan mendapatkan pelamar yang lebih relevan.
Dalam praktik modern, iklan lowongan kerja juga perlu memperhatikan aspek digital. Lowongan yang dipasang di website perusahaan, job portal, LinkedIn, media sosial, atau platform rekrutmen sebaiknya ditulis dengan struktur yang mudah dibaca, menggunakan judul yang dicari kandidat, mencantumkan lokasi dan tipe kerja, menjelaskan benefit, serta memiliki batas waktu lamaran yang jelas.
Artikel bloghrd.com ini akan membahas cara membuat iklan lowongan pekerjaan yang menarik, informatif, profesional, ramah kandidat, dan tetap memperhatikan kepatuhan rekrutmen di Indonesia.
Daftar Isi
Apa Itu Iklan Lowongan Pekerjaan?
Iklan lowongan pekerjaan adalah pengumuman yang dibuat oleh perusahaan untuk menginformasikan adanya kebutuhan tenaga kerja pada posisi tertentu. Iklan ini biasanya berisi nama jabatan, profil singkat perusahaan, deskripsi pekerjaan, kualifikasi kandidat, lokasi kerja, jenis hubungan kerja, benefit, cara melamar, dan batas akhir pengiriman lamaran.
Iklan lowongan kerja dapat dipublikasikan melalui berbagai media, seperti website perusahaan, portal karier, job portal, media sosial, email, grup komunitas profesional, papan pengumuman kampus, hingga media cetak. Namun, saat ini sebagian besar proses rekrutmen sudah bergerak ke kanal digital karena lebih cepat, mudah diukur, dan dapat menjangkau kandidat yang lebih luas.
Bagi HR, iklan lowongan bukan hanya pengumuman administratif. Iklan ini juga menjadi bagian dari proses personalia atau sumber daya manusia, karena berkaitan dengan rekrutmen, seleksi, employer branding, pengelolaan kandidat, hingga kebutuhan tenaga kerja perusahaan.
Mengapa HR Harus Membuat Iklan Lowongan Kerja dengan Baik?
Membuat iklan lowongan kerja yang baik dapat membantu perusahaan menghemat waktu, biaya, dan tenaga dalam proses rekrutmen. Jika informasi lowongan tidak jelas, HR akan menerima banyak lamaran yang tidak sesuai. Akibatnya, proses screening menjadi lebih lama dan peluang mendapatkan kandidat terbaik bisa menurun.
1. Menarik Kandidat yang Lebih Tepat
Kandidat biasanya membaca judul, lokasi, jenis pekerjaan, gaji atau benefit, dan kualifikasi sebelum memutuskan melamar. Jika informasi tersebut jelas, kandidat dapat menilai sendiri apakah mereka sesuai dengan kebutuhan perusahaan.
Dengan begitu, HR dapat menerima lamaran yang lebih relevan dan proses seleksi menjadi lebih efisien.
2. Mengurangi Lamaran yang Tidak Sesuai
Iklan lowongan yang terlalu umum sering menarik pelamar dari latar belakang yang tidak sesuai. Misalnya, perusahaan mencari “Digital Marketing Specialist”, tetapi hanya menulis “Staff Marketing”. Akibatnya, pelamar yang masuk bisa berasal dari bidang sales lapangan, admin marketing, social media, performance ads, hingga event marketing tanpa kejelasan fokus.
Semakin jelas iklan lowongan, semakin mudah kandidat memahami posisi tersebut.
3. Meningkatkan Citra Profesional Perusahaan
Iklan lowongan kerja juga mencerminkan profesionalisme perusahaan. Jika iklan ditulis dengan bahasa yang rapi, struktur jelas, informasi lengkap, dan kanal komunikasi resmi, kandidat akan lebih percaya bahwa perusahaan tersebut serius dalam mencari karyawan.
Sebaliknya, iklan yang penuh typo, terlalu singkat, tidak mencantumkan nama perusahaan, menggunakan kontak pribadi yang mencurigakan, atau tidak menjelaskan pekerjaan dengan baik dapat membuat kandidat ragu.
4. Mendukung Employer Branding
Iklan lowongan kerja adalah salah satu touchpoint pertama antara perusahaan dan calon karyawan. Dari iklan tersebut, kandidat bisa menilai budaya perusahaan, cara perusahaan berkomunikasi, dan value yang ditawarkan.
Karena itu, HR perlu memastikan iklan lowongan selaras dengan strategi employer branding untuk mempertahankan loyalitas pegawai.
5. Membantu Perencanaan Rekrutmen
Dengan mencantumkan deadline, tahapan seleksi, dan kualifikasi yang jelas, HR dapat menyusun timeline rekrutmen dengan lebih rapi. Hal ini penting agar proses pencarian kandidat tidak berlarut-larut dan kebutuhan tenaga kerja dapat dipenuhi tepat waktu.
Rekrutmen yang baik juga berkaitan dengan siklus SDM perusahaan. Anda dapat membaca artikel siklus penggajian dalam perusahaan untuk memahami hubungan antara rekrutmen, data karyawan, payroll, dan evaluasi kerja.

Informasi Wajib dalam Iklan Lowongan Pekerjaan
Tidak ada format tunggal yang wajib digunakan semua perusahaan. Namun, iklan lowongan kerja yang baik sebaiknya memuat beberapa informasi dasar agar kandidat tidak bingung.
1. Judul Posisi
Judul posisi harus jelas, spesifik, dan mudah dipahami kandidat. Gunakan istilah yang umum dicari kandidat, bukan hanya istilah internal perusahaan.
Contoh judul yang jelas:
- Accounting Manager
- Digital Marketing Specialist
- Customer Service Representative
- HR Generalist
- Warehouse Supervisor
- Payroll Staff
Contoh judul yang kurang jelas:
- Rockstar Admin
- Marketing Ninja
- Staff Serbaguna
- Team Support
- Manager Hebat
Judul yang terlalu kreatif memang terlihat menarik, tetapi sering tidak sesuai dengan cara kandidat mencari pekerjaan di job portal atau mesin pencari.
2. Profil Singkat Perusahaan
Profil perusahaan membantu kandidat memahami siapa perusahaan yang membuka lowongan. Bagian ini tidak perlu terlalu panjang, tetapi cukup menjelaskan bidang usaha, produk atau layanan, lokasi, dan nilai utama perusahaan.
Informasi yang bisa dicantumkan:
- Nama perusahaan.
- Bidang usaha atau industri.
- Produk atau layanan utama.
- Lokasi kantor atau area operasional.
- Website resmi.
- Gambaran budaya kerja secara singkat.
Jika perusahaan masih baru, profil singkat menjadi kesempatan untuk memperkenalkan bisnis kepada kandidat. Jika perusahaan sudah dikenal, bagian ini membantu memperkuat citra profesional dan kepercayaan kandidat.
3. Deskripsi Pekerjaan
Deskripsi pekerjaan atau job description menjelaskan tugas utama yang akan dilakukan kandidat jika diterima. Bagian ini harus ditulis spesifik, tidak terlalu panjang, dan fokus pada tanggung jawab yang benar-benar relevan.
Untuk memahami konsepnya lebih luas, Anda dapat membaca artikel job description dalam perusahaan dan job analysis untuk kebutuhan SDM.
Contoh deskripsi pekerjaan yang jelas:
- Mengelola pencatatan transaksi harian perusahaan.
- Membuat laporan keuangan bulanan.
- Melakukan rekonsiliasi bank.
- Mengarsipkan dokumen invoice dan bukti pembayaran.
- Bekerja sama dengan tim pajak untuk menyiapkan data pelaporan.
Contoh deskripsi pekerjaan yang terlalu umum:
- Membantu pekerjaan kantor.
- Mengerjakan tugas sesuai arahan atasan.
- Bertanggung jawab terhadap administrasi.
Deskripsi yang terlalu umum membuat kandidat sulit menilai apakah pengalaman mereka sesuai.
4. Kualifikasi Kandidat
Kualifikasi menjelaskan kemampuan, pengalaman, pendidikan, sertifikasi, atau keahlian yang dibutuhkan untuk menjalankan pekerjaan. HR perlu membedakan antara kualifikasi wajib dan kualifikasi tambahan.
Contoh kualifikasi wajib:
- Memiliki pengalaman minimal 2 tahun di bidang accounting.
- Mampu menggunakan Microsoft Excel untuk pengolahan data.
- Memahami dasar jurnal akuntansi dan rekonsiliasi bank.
- Teliti dan mampu bekerja dengan deadline bulanan.
Contoh kualifikasi tambahan:
- Memiliki pengalaman menggunakan software akuntansi.
- Memahami dasar perpajakan perusahaan.
- Pernah bekerja di industri retail atau distribusi.
Dengan pemisahan ini, kandidat yang potensial tidak langsung mundur hanya karena merasa belum memenuhi seluruh kriteria tambahan.
5. Lokasi Kerja dan Sistem Kerja
Lokasi kerja perlu dicantumkan dengan jelas. Kandidat akan mempertimbangkan jarak, biaya transportasi, sistem kerja, dan fleksibilitas sebelum melamar.
Informasi yang sebaiknya dicantumkan:
- Lokasi kantor atau area kerja.
- Apakah pekerjaan dilakukan onsite, hybrid, remote, atau mobile.
- Jika mobile, jelaskan area kerja utama.
- Jika shift, jelaskan pola shift secara umum.
Jika posisi menggunakan sistem shift, perusahaan juga bisa mengarahkan kandidat untuk memahami pembagian shift kerja atau menjelaskan pola shift secara singkat dalam iklan.
6. Jenis Hubungan Kerja
Kandidat perlu mengetahui apakah posisi yang dibuka bersifat karyawan tetap, kontrak, magang, freelance, harian lepas, part-time, atau outsourcing. Informasi ini penting karena berhubungan dengan ekspektasi durasi kerja, benefit, dan hak karyawan.
Dalam konteks Indonesia, HR juga perlu memahami perbedaan Perjanjian Kerja Waktu Tertentu atau PKWT dan Perjanjian Kerja Waktu Tidak Tertentu atau PKWTT.
7. Gaji dan Benefit
Gaji dan benefit sering menjadi salah satu pertimbangan utama kandidat. Jika memungkinkan, cantumkan kisaran gaji agar proses rekrutmen lebih efisien. Transparansi gaji membantu kandidat menilai kesesuaian sejak awal dan membantu perusahaan menyaring kandidat dengan ekspektasi kompensasi yang sejalan.
Benefit yang bisa dicantumkan:
- Gaji pokok.
- BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan.
- Tunjangan transportasi.
- Tunjangan makan.
- Asuransi tambahan jika ada.
- Bonus atau insentif.
- Program pelatihan.
- Jenjang karier.
- Fasilitas kerja.
- Hybrid atau remote working jika berlaku.
Untuk menyusun informasi kompensasi dengan lebih baik, HR dapat membaca artikel komponen gaji, tunjangan kerja karyawan, dan software payroll sesuai sistem penggajian Indonesia.
8. Cara Melamar
Cantumkan cara melamar dengan jelas. Kandidat perlu tahu apakah lamaran dikirim melalui email, form website, job portal, aplikasi rekrutmen, atau datang langsung ke kantor.
Informasi yang sebaiknya ada:
- Alamat email resmi HR.
- Format subject email jika diperlukan.
- Link formulir lamaran.
- Dokumen yang perlu dilampirkan.
- Portofolio jika posisi membutuhkan bukti karya.
- Batas akhir pengiriman lamaran.
Hindari meminta kandidat mengirim data pribadi yang tidak relevan sejak tahap awal. Fokus pada CV, portofolio, pengalaman, dan informasi yang benar-benar dibutuhkan untuk screening.
9. Deadline Lamaran
Batas waktu lamaran membantu kandidat mengetahui urgensi posisi. Bagi HR, deadline juga membantu menyusun jadwal screening, interview, tes, offering, dan onboarding.
Jika tidak ada deadline, kandidat bisa mengira lowongan masih dibuka terus-menerus, padahal posisi sudah terisi. Hal ini dapat menciptakan pengalaman kandidat yang kurang baik.
10. Tahapan Seleksi Singkat
Jika memungkinkan, jelaskan tahapan seleksi secara singkat. Kandidat biasanya menghargai proses yang transparan.
Contoh tahapan seleksi:
- Screening CV.
- Interview HR.
- Tes teknis atau psikotes jika diperlukan.
- Interview user.
- Offering.
- Onboarding.
Setelah kandidat diterima, perusahaan juga perlu menyiapkan proses onboarding yang baik. Anda dapat membaca artikel cara mempersiapkan orientasi karyawan baru.

Lakukan Hal Ini Saat Membuat Iklan Lowongan Pekerjaan
Berikut langkah-langkah penting yang sebaiknya dilakukan HRD saat membuat iklan lowongan kerja.
1. Buat Judul Iklan Lowongan Kerja yang Spesifik
Judul adalah bagian pertama yang dilihat kandidat. Karena itu, gunakan judul yang langsung menunjukkan posisi yang dibuka. Hindari judul yang terlalu umum, ambigu, atau hanya menarik perhatian tetapi tidak menjelaskan pekerjaan.
Contoh judul yang tepat:
- Accounting Staff – Jakarta Selatan
- Digital Marketing Specialist – Hybrid
- Sales Executive B2B – Surabaya
- HR Payroll Officer – Bandung
- Warehouse Supervisor – Bekasi
Contoh judul yang sebaiknya dihindari:
- Dibutuhkan Segera!
- Lowongan Kerja Menarik!
- Admin Serbaguna
- Staff Kantor
- Marketing Hebat
Judul yang spesifik membantu kandidat menemukan lowongan sesuai minatnya. Ini juga membantu lowongan lebih mudah muncul di pencarian job portal atau Google Jobs jika perusahaan menggunakan website karier sendiri.
2. Sertakan Informasi Singkat tentang Perusahaan
Iklan lowongan kerja bukan hanya menjual posisi, tetapi juga memperkenalkan perusahaan. Kandidat yang baik biasanya tidak hanya melihat pekerjaan, tetapi juga menilai apakah perusahaan memiliki reputasi, budaya kerja, dan arah bisnis yang sesuai dengan mereka.
Tulis profil perusahaan secara singkat dan jujur. Tidak perlu terlalu panjang, tetapi cukup memberi gambaran tentang siapa perusahaan, bergerak di bidang apa, dan mengapa kandidat perlu mempertimbangkan posisi tersebut.
Contoh profil perusahaan singkat:
“PT Sinar Retail Indonesia adalah perusahaan retail kebutuhan rumah tangga yang memiliki 25 cabang di Jabodetabek. Kami sedang memperkuat tim finance untuk mendukung ekspansi cabang baru dan pengembangan sistem operasional yang lebih efisien.”
Profil seperti ini lebih informatif dibanding hanya menulis “Perusahaan berkembang membutuhkan kandidat terbaik”.
3. Jelaskan Posisi, Tanggung Jawab, dan Target Peran
Jelaskan pekerjaan yang akan dilakukan kandidat secara konkret. Kandidat perlu tahu aktivitas harian, tanggung jawab utama, dan ukuran keberhasilan posisi tersebut.
Contoh deskripsi untuk posisi HR Recruitment Staff:
- Mengelola proses posting lowongan di job portal dan media sosial.
- Melakukan screening CV dan shortlisting kandidat.
- Mengatur jadwal interview dengan user.
- Menghubungi kandidat dan memberikan update proses seleksi.
- Membantu proses offering dan administrasi onboarding.
- Menyusun laporan pipeline kandidat setiap minggu.
Deskripsi seperti ini membantu kandidat memahami pekerjaan dengan lebih jelas. HR juga akan lebih mudah menyaring pelamar karena kandidat yang tidak sesuai cenderung tidak melamar.
4. Tulis Kualifikasi yang Relevan dan Tidak Berlebihan
Kualifikasi harus disusun berdasarkan kebutuhan pekerjaan, bukan berdasarkan “daftar impian” yang terlalu tinggi. Persyaratan yang berlebihan dapat membuat kandidat potensial mundur sebelum melamar.
Tips menulis kualifikasi:
- Bedakan antara wajib dan nilai tambah.
- Gunakan pengalaman kerja yang realistis.
- Jangan mencantumkan skill yang tidak digunakan dalam pekerjaan.
- Hindari syarat yang tidak relevan dengan kemampuan kerja.
- Gunakan bahasa yang mudah dipahami.
Misalnya, jika posisi admin hanya membutuhkan penggunaan Excel dasar, jangan menulis “wajib menguasai advanced Excel, SQL, dan Python” hanya karena terdengar lebih profesional. Syarat yang tidak relevan justru dapat mengurangi jumlah kandidat yang cocok.
5. Jelaskan Benefit yang Akan Diterima Karyawan
Kandidat tidak hanya mempertimbangkan pekerjaan, tetapi juga kompensasi dan benefit. Jika perusahaan memiliki benefit menarik, cantumkan secara jelas. Benefit yang transparan dapat meningkatkan minat kandidat dan mengurangi pertanyaan berulang saat proses screening.
Contoh benefit yang bisa ditulis:
- Gaji kompetitif sesuai pengalaman.
- BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan.
- Tunjangan makan dan transportasi.
- Bonus berdasarkan performa.
- Program training internal.
- Jenjang karier yang jelas.
- Kesempatan mengikuti sertifikasi profesional.
Untuk perusahaan yang ingin menonjolkan pengembangan karyawan, hubungkan benefit dengan program pelatihan dan pengembangan SDM.
6. Cantumkan Batas Waktu Pengiriman Lamaran
Deadline membantu perusahaan dan kandidat sama-sama memiliki ekspektasi yang jelas. HR bisa menentukan kapan screening dimulai, kapan interview dilakukan, dan kapan offering ditargetkan.
Contoh penulisan deadline:
“Kirimkan CV dan portofolio Anda paling lambat 30 September 2026 melalui email [email protected] dengan subject: Digital Marketing Specialist – Nama Anda.”
Jika lowongan bersifat urgent, tuliskan dengan tetap profesional. Hindari gaya yang terlalu menekan seperti “harus bisa kerja besok” tanpa penjelasan yang jelas.
7. Gunakan Bahasa yang Inklusif dan Tidak Diskriminatif
HR perlu berhati-hati saat menulis syarat dalam iklan lowongan. Hindari persyaratan yang tidak relevan dengan pekerjaan dan berpotensi diskriminatif, seperti batas usia, jenis kelamin, status pernikahan, agama, suku, ras, penampilan fisik, atau kondisi tertentu yang tidak memiliki hubungan langsung dengan kemampuan menjalankan pekerjaan.
Jika ada persyaratan khusus, pastikan persyaratan tersebut benar-benar berhubungan dengan karakter pekerjaan. Misalnya, persyaratan fisik hanya boleh dicantumkan jika memang relevan dengan tugas utama dan keselamatan kerja.
Pemahaman ini penting karena ketenagakerjaan di Indonesia menekankan kesempatan kerja tanpa diskriminasi. HR dapat membaca artikel peraturan ketenagakerjaan di Indonesia dan Undang-Undang Ketenagakerjaan di Indonesia.
8. Hindari Informasi yang Terlalu Sedikit atau Terlalu Panjang
Iklan lowongan kerja yang terlalu singkat dapat membuat kandidat bingung. Namun, iklan yang terlalu panjang juga bisa membuat kandidat kehilangan minat. Usahakan setiap bagian ditulis ringkas, tetapi tetap informatif.
Struktur yang disarankan:
- Judul posisi.
- Profil singkat perusahaan.
- Ringkasan peran.
- Tanggung jawab utama.
- Kualifikasi wajib.
- Kualifikasi tambahan.
- Benefit.
- Lokasi dan sistem kerja.
- Cara melamar.
- Deadline.
9. Tulis Informasi Kontak Resmi
Gunakan alamat email perusahaan, website resmi, atau platform rekrutmen resmi. Hindari menggunakan kontak pribadi yang terlihat kurang profesional, kecuali memang perusahaan memiliki prosedur khusus untuk rekrutmen lapangan.
Contoh kontak yang profesional:
- [email protected]
- [email protected]
- Formulir karier di website perusahaan
- Profil perusahaan di job portal resmi
Jika menggunakan WhatsApp untuk koordinasi, pastikan nomor tersebut resmi dan hanya digunakan untuk komunikasi rekrutmen, bukan untuk meminta data sensitif yang tidak relevan.
10. Pastikan Iklan Sesuai dengan Proses Seleksi yang Sebenarnya
Jangan menulis informasi yang tidak sesuai kenyataan. Misalnya, iklan menyebutkan “hybrid”, tetapi ternyata semua karyawan wajib masuk kantor penuh. Atau iklan menyebutkan “gaji kompetitif”, tetapi saat interview angka yang ditawarkan jauh di bawah standar posisi.
Ketidaksesuaian antara iklan dan proses seleksi dapat merusak kepercayaan kandidat dan reputasi perusahaan.

Kesalahan yang Sering Terjadi Saat Membuat Iklan Lowongan Kerja
1. Judul Posisi Tidak Sesuai Pekerjaan
Judul posisi yang tidak sesuai membuat kandidat salah memahami peran. Misalnya, posisi sebenarnya adalah sales canvassing, tetapi ditulis sebagai business development tanpa menjelaskan aktivitas lapangan. Hal ini dapat membuat kandidat kecewa saat interview.
2. Terlalu Banyak Syarat yang Tidak Relevan
Beberapa iklan lowongan menuliskan syarat panjang yang tidak semuanya dibutuhkan. Misalnya, posisi admin diminta menguasai desain grafis, digital marketing, accounting, customer service, dan social media sekaligus. Syarat yang terlalu banyak membuat posisi terlihat tidak fokus.
3. Tidak Mencantumkan Lokasi Kerja
Lokasi kerja adalah informasi penting. Kandidat perlu menghitung waktu perjalanan, biaya transportasi, dan kesesuaian dengan domisili. Jika lokasi tidak dicantumkan, banyak kandidat akan menunda melamar atau bertanya ulang kepada HR.
4. Tidak Menjelaskan Sistem Kerja
Perusahaan perlu menjelaskan apakah pekerjaan onsite, hybrid, remote, full-time, part-time, freelance, kontrak, atau shift. Sistem kerja memengaruhi ekspektasi kandidat terhadap jam kerja dan cara kerja.
5. Tidak Menyebutkan Benefit Sama Sekali
Benefit bukan hanya alat menarik kandidat, tetapi juga membantu kandidat menilai kesesuaian. Jika perusahaan tidak bisa mencantumkan angka gaji, setidaknya jelaskan benefit utama seperti BPJS, tunjangan, bonus, pelatihan, atau jenjang karier.
6. Bahasa Terlalu Kaku atau Terlalu Santai
Bahasa iklan lowongan sebaiknya profesional, jelas, dan sesuai karakter perusahaan. Bahasa yang terlalu kaku bisa terasa tidak ramah. Bahasa yang terlalu santai bisa terlihat tidak serius, terutama untuk posisi profesional.
7. Menggunakan Istilah Internal Perusahaan
Kandidat di luar perusahaan belum tentu memahami istilah internal. Misalnya, “PIC Area Growth Squad” mungkin terdengar menarik, tetapi kandidat perlu tahu apakah pekerjaan itu sales, marketing, operational, atau account management.
8. Tidak Ada Deadline dan Timeline Seleksi
Tanpa deadline, kandidat tidak tahu kapan lowongan ditutup. Tanpa gambaran timeline seleksi, kandidat juga tidak tahu kapan harus menunggu kabar lanjutan.
9. Tidak Mobile-Friendly
Banyak kandidat membaca lowongan dari ponsel. Jika iklan terlalu panjang, paragraf terlalu padat, atau informasi penting tersembunyi, kandidat bisa melewatkan detail penting.
10. Tidak Dioptimalkan untuk Mesin Pencari dan Job Portal
Jika perusahaan memposting lowongan di website sendiri, pastikan halaman lowongan mudah ditemukan, memiliki judul yang jelas, dan jika memungkinkan menggunakan structured data JobPosting agar lebih mudah dipahami mesin pencari.
Contoh Struktur Iklan Lowongan Pekerjaan yang Baik
Berikut struktur yang bisa digunakan HR saat membuat iklan lowongan kerja.
Judul Posisi
HR Recruitment Staff – Jakarta Selatan
Tentang Perusahaan
PT Contoh Maju Bersama adalah perusahaan distribusi produk FMCG yang melayani pelanggan retail dan grosir di wilayah Jabodetabek. Saat ini kami sedang mengembangkan tim HR untuk mendukung pertumbuhan bisnis dan kebutuhan rekrutmen cabang baru.
Ringkasan Posisi
HR Recruitment Staff bertanggung jawab membantu proses rekrutmen end-to-end, mulai dari posting lowongan, screening CV, mengatur jadwal interview, berkoordinasi dengan user, hingga membantu proses offering dan onboarding kandidat terpilih.
Tanggung Jawab
- Membuat dan mempublikasikan iklan lowongan kerja di job portal dan media sosial.
- Melakukan screening CV berdasarkan kualifikasi posisi.
- Menghubungi kandidat dan mengatur jadwal interview.
- Berkoordinasi dengan user untuk kebutuhan posisi.
- Membantu proses administrasi offering dan onboarding.
- Membuat laporan rekrutmen mingguan.
Kualifikasi Wajib
- Pendidikan minimal S1 Psikologi, Manajemen SDM, atau bidang terkait.
- Memiliki pengalaman minimal 1 tahun di bidang rekrutmen.
- Mampu melakukan interview dasar dan screening CV.
- Terbiasa menggunakan job portal dan spreadsheet.
- Komunikatif, teliti, dan mampu bekerja dengan deadline.
Nilai Tambah
- Pernah menangani rekrutmen massal.
- Memahami administrasi onboarding karyawan.
- Memiliki pengalaman menggunakan HRIS atau ATS.
Benefit
- Gaji kompetitif sesuai pengalaman.
- BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan.
- Tunjangan transportasi dan makan.
- Program pelatihan HR internal.
- Kesempatan pengembangan karier di tim HR.
Lokasi dan Sistem Kerja
Penempatan di Jakarta Selatan dengan sistem kerja onsite, Senin-Jumat pukul 09.00-18.00.
Cara Melamar
Kirimkan CV terbaru ke [email protected] dengan subject email: HR Recruitment Staff – Nama Anda. Lamaran diterima paling lambat 30 September 2026.
Template Iklan Lowongan Pekerjaan Siap Pakai
HR dapat menggunakan format berikut sebagai dasar dan menyesuaikannya dengan kebutuhan perusahaan.
Template Umum
<h2>Lowongan Kerja: [Nama Posisi]</h2>
<p>[Nama Perusahaan] adalah perusahaan yang bergerak di bidang [bidang usaha]. Saat ini kami membuka kesempatan untuk bergabung sebagai [nama posisi] yang akan berperan dalam [ringkasan tanggung jawab utama].</p>
<h3>Tanggung Jawab</h3>
<ul>
<li>[Tanggung jawab 1]</li>
<li>[Tanggung jawab 2]</li>
<li>[Tanggung jawab 3]</li>
</ul>
<h3>Kualifikasi Wajib</h3>
<ul>
<li>[Kualifikasi wajib 1]</li>
<li>[Kualifikasi wajib 2]</li>
<li>[Kualifikasi wajib 3]</li>
</ul>
<h3>Nilai Tambah</h3>
<ul>
<li>[Kualifikasi tambahan 1]</li>
<li>[Kualifikasi tambahan 2]</li>
</ul>
<h3>Benefit</h3>
<ul>
<li>[Benefit 1]</li>
<li>[Benefit 2]</li>
<li>[Benefit 3]</li>
</ul>
<h3>Lokasi dan Sistem Kerja</h3>
<p>[Lokasi kerja], [onsite/hybrid/remote], [jam kerja atau sistem shift jika ada].</p>
<h3>Cara Melamar</h3>
<p>Kirimkan CV ke [email/link formulir] dengan subject [format subject]. Lamaran diterima paling lambat [tanggal deadline].</p>Tips Membuat Iklan Lowongan Kerja agar Lebih Menarik Kandidat
1. Gunakan Bahasa yang Dipakai Kandidat
Gunakan istilah yang umum dicari kandidat. Jika perusahaan mencari performance marketing, jangan hanya menulis “staff promosi digital”. Jika mencari payroll officer, tuliskan posisi tersebut dengan jelas agar kandidat yang sesuai mudah menemukannya.
2. Tulis Ringkasan Peran di Awal
Sebelum daftar tanggung jawab, berikan satu paragraf ringkas tentang peran tersebut. Ini membantu kandidat memahami gambaran umum pekerjaan sebelum membaca detail.
3. Fokus pada Kebutuhan Utama Posisi
Jangan memasukkan semua tugas kecil ke dalam iklan. Fokus pada tanggung jawab utama dan skill yang benar-benar dibutuhkan.
4. Tampilkan Value Perusahaan
Kandidat yang baik tidak hanya mencari gaji, tetapi juga lingkungan kerja, peluang belajar, stabilitas, budaya, dan prospek karier. Jika perusahaan memiliki nilai lebih, tampilkan secara singkat.
5. Jelaskan Peluang Karier
Jika posisi memiliki jenjang karier, jelaskan. Misalnya, “berpeluang berkembang menjadi Store Supervisor” atau “jalur karier menuju Senior Payroll Specialist”.
6. Berikan Informasi yang Membantu Kandidat Memutuskan
Semakin lengkap informasi dasar yang diberikan, semakin mudah kandidat memutuskan apakah akan melamar. Hal ini juga mengurangi pertanyaan berulang kepada HR.
7. Gunakan Bullet Point
Bullet point membuat iklan lebih mudah dibaca, terutama di ponsel. Hindari paragraf panjang untuk daftar tanggung jawab dan kualifikasi.
8. Periksa Typo dan Konsistensi Bahasa
Typo kecil bisa membuat iklan terlihat kurang profesional. Periksa kembali nama posisi, lokasi, email, deadline, dan istilah teknis sebelum dipublikasikan.
Checklist Sebelum Mempublikasikan Iklan Lowongan Kerja
- Apakah judul posisi sudah spesifik dan mudah dicari kandidat?
- Apakah profil perusahaan sudah jelas dan tidak terlalu panjang?
- Apakah deskripsi pekerjaan menjelaskan tugas utama?
- Apakah kualifikasi wajib dan tambahan sudah dipisahkan?
- Apakah persyaratan yang dicantumkan relevan dengan pekerjaan?
- Apakah iklan bebas dari syarat diskriminatif yang tidak relevan?
- Apakah lokasi kerja sudah dicantumkan?
- Apakah sistem kerja sudah jelas?
- Apakah status kerja sudah disebutkan?
- Apakah gaji atau benefit sudah dicantumkan jika memungkinkan?
- Apakah cara melamar sudah jelas?
- Apakah email atau link lamaran sudah benar?
- Apakah deadline lamaran sudah dicantumkan?
- Apakah tahapan seleksi dijelaskan secara singkat?
- Apakah iklan sudah nyaman dibaca di ponsel?
- Apakah iklan sudah dicek ulang oleh user atau hiring manager?
Aspek Kepatuhan yang Perlu Diperhatikan HR
Selain menarik kandidat, iklan lowongan kerja juga perlu memperhatikan aturan dan etika rekrutmen. HR harus memastikan bahwa iklan lowongan tidak mencantumkan syarat yang berpotensi diskriminatif atau tidak relevan dengan pekerjaan.
1. Hindari Batas Usia yang Tidak Relevan
Jika usia tidak berhubungan langsung dengan kemampuan menjalankan pekerjaan, sebaiknya tidak dicantumkan sebagai syarat. Fokuslah pada kompetensi, pengalaman, sertifikasi, dan kemampuan kerja.
2. Hindari Syarat Jenis Kelamin Jika Tidak Diperlukan
Syarat jenis kelamin sebaiknya tidak digunakan kecuali benar-benar berkaitan dengan karakter pekerjaan tertentu dan memiliki dasar yang jelas. Untuk sebagian besar posisi administrasi, marketing, finance, HR, IT, dan operasional kantor, kemampuan kerja lebih relevan daripada gender.
3. Hindari Syarat Penampilan yang Subjektif
Frasa seperti “berpenampilan menarik” sering terlalu subjektif. Jika posisi memang membutuhkan kemampuan komunikasi dengan pelanggan, tuliskan secara lebih objektif, misalnya “mampu berkomunikasi dengan baik dan menjaga sikap profesional saat berinteraksi dengan pelanggan”.
4. Jangan Meminta Data Pribadi Berlebihan di Tahap Awal
Di tahap awal rekrutmen, HR biasanya cukup membutuhkan CV, portofolio, dan informasi pengalaman kerja. Data sensitif seperti dokumen keluarga, rekening, atau informasi pribadi lain sebaiknya hanya diminta jika sudah masuk tahap administrasi yang relevan.
5. Sesuaikan Janji Benefit dengan Kebijakan Perusahaan
Jangan mencantumkan benefit yang belum pasti diberikan. Jika benefit masih bergantung pada masa kerja, status karyawan, atau performa, jelaskan dengan jujur.
Hubungan Iklan Lowongan Kerja dengan Proses Rekrutmen
Iklan lowongan kerja adalah tahap awal rekrutmen. Setelah lowongan dipublikasikan, HR perlu menyiapkan proses seleksi yang rapi agar kandidat mendapatkan pengalaman yang baik.
1. Screening CV
Screening CV dilakukan untuk menilai kesesuaian kandidat dengan kualifikasi posisi. Jika iklan lowongan sudah jelas, proses screening akan lebih mudah karena kandidat yang masuk cenderung lebih relevan.
2. Interview HR
Interview HR biasanya digunakan untuk menilai motivasi, komunikasi, ekspektasi gaji, pengalaman umum, dan kesesuaian kandidat dengan budaya perusahaan.
3. Tes Teknis atau Psikotes
Beberapa posisi membutuhkan tes teknis, psikotes, tes kemampuan bahasa, atau studi kasus. Pastikan tes yang diberikan relevan dengan pekerjaan.
4. Interview User
User interview dilakukan oleh atasan atau tim yang akan bekerja langsung dengan kandidat. Pada tahap ini, perusahaan dapat menilai kompetensi teknis dan kesesuaian dengan kebutuhan tim.
5. Offering dan Negosiasi
Jika kandidat cocok, perusahaan dapat memberikan offering. Informasi gaji, benefit, status kerja, tanggal mulai kerja, dan masa percobaan harus dijelaskan dengan jelas.
Jika perusahaan menerapkan masa percobaan, HR perlu memahami aturan masa percobaan atau probation.
6. Onboarding
Setelah kandidat menerima offering, HR perlu menyiapkan onboarding. Proses ini membantu karyawan baru memahami perusahaan, tugas, aturan kerja, sistem absensi, payroll, dan budaya kerja.
Hubungan Iklan Lowongan Kerja dengan Job Description dan KPI
Iklan lowongan kerja sebaiknya tidak dibuat terpisah dari job description dan KPI. Jika HR hanya menulis iklan berdasarkan kebutuhan mendadak, perusahaan bisa mendapatkan kandidat yang tidak sesuai dengan target kerja sebenarnya.
1. Job Description sebagai Dasar Iklan
Job description membantu HR memahami tugas utama posisi. Dari dokumen ini, HR dapat menyusun bagian tanggung jawab dalam iklan lowongan kerja.
2. Job Specification sebagai Dasar Kualifikasi
Job specification menjelaskan kualifikasi yang dibutuhkan kandidat, seperti pendidikan, pengalaman, skill, sertifikasi, dan karakter kerja.
3. KPI sebagai Dasar Ekspektasi Performa
KPI membantu perusahaan menjelaskan output yang diharapkan dari posisi tersebut. Misalnya, sales executive diharapkan mencapai target penjualan, customer service menjaga response time, atau payroll officer menyelesaikan payroll tepat waktu.
Untuk menyusun indikator kerja yang lebih jelas, HR dapat membaca artikel peran KPI atau Key Performance Indicator dan evaluasi kinerja karyawan.
Contoh Iklan Lowongan Kerja Berdasarkan Posisi
Contoh 1: Accounting Staff
<h2>Lowongan Kerja: Accounting Staff - Jakarta Barat</h2>
<p>PT Berkah Niaga Mandiri adalah perusahaan distribusi produk rumah tangga yang sedang berkembang di wilayah Jabodetabek. Kami membuka kesempatan bagi kandidat yang teliti dan memiliki pemahaman dasar akuntansi untuk bergabung sebagai Accounting Staff.</p>
<h3>Tanggung Jawab</h3>
<ul>
<li>Mencatat transaksi keuangan harian perusahaan.</li>
<li>Membantu proses rekonsiliasi bank.</li>
<li>Mengarsipkan invoice, bukti pembayaran, dan dokumen transaksi.</li>
<li>Membantu penyusunan laporan keuangan bulanan.</li>
<li>Berkoordinasi dengan tim pajak untuk kebutuhan data pelaporan.</li>
</ul>
<h3>Kualifikasi Wajib</h3>
<ul>
<li>Pendidikan minimal D3/S1 Akuntansi.</li>
<li>Memiliki pengalaman minimal 1 tahun di bidang accounting.</li>
<li>Memahami jurnal dasar dan rekonsiliasi bank.</li>
<li>Teliti, rapi, dan mampu bekerja dengan deadline.</li>
</ul>
<h3>Benefit</h3>
<ul>
<li>Gaji kompetitif sesuai pengalaman.</li>
<li>BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan.</li>
<li>Tunjangan makan dan transportasi.</li>
</ul>
<h3>Cara Melamar</h3>
<p>Kirimkan CV ke [email protected] dengan subject Accounting Staff - Nama Anda. Lamaran diterima paling lambat 30 September 2026.</p>Contoh 2: Digital Marketing Specialist
<h2>Lowongan Kerja: Digital Marketing Specialist - Hybrid</h2>
<p>PT Kreatif Digital Nusantara adalah perusahaan jasa pemasaran digital yang membantu brand lokal meningkatkan performa online melalui SEO, paid ads, social media, dan content marketing. Kami mencari Digital Marketing Specialist untuk mengelola campaign digital klien secara terukur.</p>
<h3>Tanggung Jawab</h3>
<ul>
<li>Menyusun dan menjalankan strategi digital marketing untuk klien.</li>
<li>Mengelola campaign Meta Ads dan Google Ads.</li>
<li>Menganalisis performa campaign dan membuat laporan bulanan.</li>
<li>Berkoordinasi dengan tim content dan desain.</li>
<li>Memberikan rekomendasi optimasi berdasarkan data.</li>
</ul>
<h3>Kualifikasi Wajib</h3>
<ul>
<li>Memiliki pengalaman minimal 2 tahun di digital marketing.</li>
<li>Memahami paid ads, analytics, dan funnel marketing.</li>
<li>Mampu membaca data performa campaign.</li>
<li>Terbiasa membuat laporan digital marketing.</li>
</ul>
<h3>Nilai Tambah</h3>
<ul>
<li>Memiliki sertifikasi Google Ads atau Meta Blueprint.</li>
<li>Memahami dasar SEO dan conversion tracking.</li>
</ul>
<h3>Benefit</h3>
<ul>
<li>Gaji kompetitif.</li>
<li>Hybrid working setelah masa adaptasi.</li>
<li>Budget pelatihan dan sertifikasi.</li>
<li>BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan.</li>
</ul>
<h3>Cara Melamar</h3>
<p>Kirimkan CV dan portofolio campaign ke [email protected] dengan subject Digital Marketing Specialist - Nama Anda.</p>Tips Menulis Iklan Lowongan untuk Media Sosial
Jika lowongan dipublikasikan di Instagram, LinkedIn, Facebook, TikTok, atau WhatsApp, formatnya perlu dibuat lebih ringkas karena audiens biasanya membaca dengan cepat.
1. Gunakan Headline yang Jelas
Contoh: “We’re Hiring: Payroll Officer – Jakarta Selatan”. Headline seperti ini lebih jelas dibanding “Kesempatan Karier Terbaru!”.
2. Tampilkan Informasi Utama dalam Gambar
Jika menggunakan desain poster, masukkan informasi penting seperti posisi, lokasi, sistem kerja, deadline, dan cara melamar. Detail lengkap bisa diletakkan di caption atau link.
3. Jangan Memasukkan Semua Detail ke Poster
Poster yang terlalu penuh sulit dibaca. Gunakan poster sebagai ringkasan, lalu arahkan kandidat ke halaman karier atau caption untuk detail lengkap.
4. Gunakan Caption yang Terstruktur
Caption sebaiknya memuat tanggung jawab, kualifikasi, benefit, dan cara melamar. Gunakan bullet point agar mudah dibaca.
5. Pastikan Link Lamaran Mudah Diakses
Jika kandidat harus mengisi form, pastikan link aktif, tidak terlalu panjang, dan bisa dibuka dari ponsel.
Tips Membuat Halaman Lowongan di Website Perusahaan
Jika perusahaan memiliki website, sebaiknya lowongan kerja juga dipublikasikan di halaman karier resmi. Halaman ini membantu meningkatkan kepercayaan kandidat karena informasi berasal langsung dari perusahaan.
1. Buat URL yang Jelas
Gunakan URL yang mudah dipahami, misalnya:
https://namaperusahaan.com/career/accounting-staff-jakarta2. Gunakan Struktur Heading yang Rapi
Gunakan heading untuk memisahkan bagian tanggung jawab, kualifikasi, benefit, lokasi, dan cara melamar. Struktur ini memudahkan kandidat membaca dan membantu mesin pencari memahami halaman.
3. Tambahkan Structured Data JobPosting
Jika memungkinkan, gunakan structured data JobPosting agar mesin pencari lebih mudah memahami informasi lowongan. Elemen yang biasanya digunakan mencakup judul pekerjaan, tanggal publikasi, batas berlaku, organisasi perekrut, lokasi kerja, tipe pekerjaan, dan gaji jika tersedia.
4. Tutup atau Perbarui Lowongan yang Sudah Tidak Berlaku
Lowongan yang sudah kadaluwarsa sebaiknya ditutup atau diperbarui. Jika halaman lowongan lama tetap aktif tanpa informasi terbaru, kandidat bisa kecewa karena melamar posisi yang sebenarnya sudah terisi.
5. Gunakan Form Lamaran yang Sederhana
Jangan membuat kandidat mengisi terlalu banyak data di tahap awal. Form yang terlalu panjang dapat menurunkan jumlah pelamar. Cukup minta data penting seperti nama, email, nomor kontak, CV, portofolio jika ada, dan posisi yang dilamar.
Hubungan Iklan Lowongan Kerja dengan Biaya Rekrutmen
Membuat iklan lowongan kerja juga berkaitan dengan biaya rekrutmen. Perusahaan mungkin perlu membayar job portal, iklan media sosial, employer branding campaign, tes kandidat, psikotes, atau jasa headhunter.
1. Iklan yang Jelas Mengurangi Biaya Screening
Jika iklan sudah menyaring kandidat sejak awal, HR tidak perlu memproses terlalu banyak lamaran yang tidak relevan. Ini menghemat waktu dan biaya.
2. Iklan yang Buruk Bisa Memperpanjang Time to Hire
Lowongan yang tidak menarik atau tidak jelas dapat membuat posisi sulit terisi. Semakin lama posisi kosong, semakin besar dampaknya terhadap produktivitas tim.
3. Employer Branding Membantu Menarik Kandidat Pasif
Kandidat terbaik sering kali tidak aktif mencari kerja. Namun, mereka dapat tertarik jika melihat perusahaan memiliki reputasi baik, budaya kerja sehat, dan peluang karier menarik.
4. Data Rekrutmen Perlu Dievaluasi
HR sebaiknya mencatat sumber kandidat, jumlah pelamar, jumlah kandidat lolos screening, jumlah interview, jumlah offering, dan jumlah kandidat diterima. Data ini membantu mengevaluasi efektivitas iklan lowongan.
Evaluasi seperti ini dapat dikaitkan dengan KPI HR, misalnya time to hire, cost per hire, quality of hire, dan offer acceptance rate.
Checklist Evaluasi Performa Iklan Lowongan Kerja
- Berapa jumlah kandidat yang melamar?
- Berapa persen kandidat yang sesuai kualifikasi?
- Dari kanal mana kandidat terbaik berasal?
- Apakah kandidat memahami deskripsi pekerjaan?
- Apakah banyak kandidat mundur karena gaji tidak sesuai?
- Apakah banyak kandidat bertanya hal yang seharusnya sudah ada di iklan?
- Apakah deadline lamaran cukup jelas?
- Apakah judul posisi sudah sesuai dengan pencarian kandidat?
- Apakah iklan terlalu panjang atau terlalu singkat?
- Apakah iklan perlu diperbaiki sebelum diposting ulang?
Pertanyaan yang Sering Ditanyakan tentang Iklan Lowongan Kerja
Apakah gaji wajib dicantumkan dalam iklan lowongan kerja?
Di Indonesia, tidak semua perusahaan mencantumkan gaji dalam iklan lowongan kerja. Namun, mencantumkan kisaran gaji dapat membantu menyaring kandidat lebih awal dan mengurangi risiko ketidaksesuaian ekspektasi saat offering.
Apakah boleh mencantumkan batas usia?
HR perlu berhati-hati. Jika batas usia tidak relevan dengan pekerjaan, sebaiknya tidak dicantumkan. Fokuslah pada kompetensi, pengalaman, kemampuan fisik yang benar-benar dibutuhkan, dan hasil kerja yang diharapkan.
Apakah boleh mencantumkan jenis kelamin?
Sebaiknya hindari syarat jenis kelamin jika tidak ada dasar pekerjaan yang kuat. Untuk sebagian besar posisi, kemampuan kerja lebih relevan dibanding gender.
Apa bedanya job description dan iklan lowongan kerja?
Job description adalah dokumen internal yang menjelaskan tugas dan tanggung jawab suatu jabatan. Iklan lowongan kerja adalah versi publik yang dibuat untuk menarik kandidat. Iklan lowongan biasanya lebih ringkas, komunikatif, dan menonjolkan informasi yang dibutuhkan kandidat.
Berapa panjang ideal iklan lowongan kerja?
Tidak ada angka baku. Namun, iklan sebaiknya cukup lengkap untuk menjawab pertanyaan utama kandidat, tetapi tetap ringkas. Gunakan heading dan bullet point agar mudah dibaca.
Apakah iklan lowongan kerja perlu mencantumkan budaya perusahaan?
Ya, tetapi cukup singkat dan konkret. Hindari kalimat umum seperti “lingkungan kerja menyenangkan” tanpa penjelasan. Lebih baik tuliskan hal yang nyata, seperti “budaya kerja kolaboratif, evaluasi rutin, dan program mentoring untuk karyawan baru”.
Kesimpulan
Membuat iklan lowongan pekerjaan yang baik adalah bagian penting dari proses rekrutmen. Iklan yang jelas, spesifik, informatif, dan profesional membantu perusahaan menarik kandidat yang lebih tepat, mengurangi lamaran yang tidak relevan, mempercepat screening, dan membangun citra perusahaan sebagai tempat kerja yang terpercaya.
Beberapa hal penting yang perlu dicantumkan dalam iklan lowongan kerja antara lain judul posisi, profil perusahaan, deskripsi pekerjaan, kualifikasi wajib, kualifikasi tambahan, lokasi kerja, sistem kerja, status hubungan kerja, benefit, cara melamar, deadline, dan tahapan seleksi singkat.
HR juga perlu memperhatikan aspek kepatuhan dan inklusivitas. Hindari syarat yang tidak relevan dan berpotensi diskriminatif. Fokuslah pada kompetensi, pengalaman, tanggung jawab, dan kebutuhan pekerjaan yang sebenarnya.
Dengan iklan lowongan yang ditulis rapi dan strategi rekrutmen yang terukur, perusahaan dapat menemukan kandidat yang lebih sesuai tanpa menghabiskan terlalu banyak waktu dan biaya.
Referensi Eksternal
- JDIH Kemnaker – Surat Edaran Menteri Ketenagakerjaan Nomor M/6/HK.04/V/2025 tentang Larangan Diskriminasi Dalam Proses Rekrutmen Tenaga Kerja
- BPK RI – UU No. 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan
- BPK RI – PP No. 35 Tahun 2021 tentang PKWT, Alih Daya, Waktu Kerja, Waktu Istirahat, dan PHK
- Google Search Central – Job Posting Structured Data
- Google Search Central – General Structured Data Guidelines
- Indeed for Employers – How to Write Effective Job Titles and Descriptions
- Indeed for Employers – How to Write a Job Description
- SHRM – Learn How to Write Inclusive Job Postings
- SHRM – Avoid Biased Language in Job Postings
- International Labour Organization – Employment