Analis sistem adalah salah satu profesi penting dalam dunia teknologi informasi. Profesi ini berperan menghubungkan kebutuhan bisnis dengan solusi teknologi. Di banyak perusahaan, analis sistem membantu memahami masalah operasional, menganalisis kebutuhan pengguna, menyusun spesifikasi sistem, berkoordinasi dengan developer, serta memastikan sistem yang dibuat benar-benar sesuai dengan kebutuhan bisnis.
Dalam era digital, kebutuhan terhadap analis sistem semakin besar. Perusahaan tidak hanya membutuhkan aplikasi atau software, tetapi juga membutuhkan sistem yang efisien, mudah digunakan, aman, terintegrasi, dan dapat mendukung pengambilan keputusan. Karena itu, profesi analis sistem sering ditemukan di perusahaan teknologi, bank, asuransi, e-commerce, manufaktur, rumah sakit, logistik, pemerintahan, konsultan IT, hingga startup.
Bagi pencari kerja, informasi tentang gaji analis sistem penting untuk memahami potensi karier di bidang ini. Bagi HR dan manajemen, informasi ini juga berguna untuk menyusun struktur upah, menentukan rentang gaji, dan membandingkan kompensasi dengan pasar kerja. Pembahasan ini berkaitan dengan topik BlogHRD lain seperti profesi analis sistem, pengembang dan analis perangkat lunak, serta gaji pemrogram aplikasi.
Daftar Isi
Apa Itu Analis Sistem?
Analis sistem adalah profesional yang bertugas melakukan riset, analisis, evaluasi, dan perancangan kebutuhan sistem informasi. Mereka membantu organisasi memahami masalah bisnis, mengidentifikasi kebutuhan pengguna, dan menerjemahkannya menjadi rancangan sistem yang dapat dikembangkan oleh tim teknis.
Dalam praktiknya, analis sistem tidak hanya bekerja dengan kode atau dokumentasi teknis. Mereka juga perlu memahami proses bisnis, alur kerja pengguna, kebutuhan data, risiko implementasi, prioritas proyek, dan dampak perubahan sistem terhadap operasional perusahaan.
Misalnya, ketika perusahaan ingin membangun sistem payroll, aplikasi absensi, sistem inventory, CRM, dashboard laporan, atau aplikasi layanan pelanggan, analis sistem akan membantu menggali kebutuhan pengguna, menyusun alur proses, membuat dokumen kebutuhan, dan memastikan sistem yang dibuat sesuai tujuan bisnis.
Kisaran Gaji Analis Sistem di Indonesia
Berdasarkan data pasar kerja terbaru, gaji analis sistem di Indonesia berada pada rentang yang cukup luas. Untuk posisi system analyst, data Indeed mencatat rata-rata gaji sekitar Rp8.103.489 per bulan. Rentang umumnya berada di sekitar Rp4.603.809 hingga Rp14.263.521 per bulan, tergantung pengalaman, lokasi, industri, dan perusahaan yang merekrut.
Sementara itu, WageIndicator 2026 mencatat kelompok profesi analis dan pengembang perangkat lunak lain-lain berada pada kisaran Rp4.371.218 hingga Rp21.896.583 per bulan. Untuk pekerja di awal karier, kisarannya berada di sekitar Rp4.371.218 hingga Rp10.919.800 per bulan. Setelah memiliki pengalaman sekitar 5 tahun, kisarannya dapat meningkat menjadi sekitar Rp5.807.936 hingga Rp19.303.540 per bulan.
Angka tersebut perlu dipahami sebagai gambaran umum, bukan standar mutlak. Gaji analis sistem dapat berbeda cukup jauh antara perusahaan kecil, startup, perusahaan enterprise, bank, konsultan IT, dan perusahaan multinasional.
| Level Karier | Perkiraan Kisaran Gaji per Bulan | Keterangan |
|---|---|---|
| Junior System Analyst | Rp4.500.000 – Rp8.000.000 | Biasanya untuk fresh graduate atau kandidat dengan pengalaman kurang dari 2 tahun. |
| System Analyst | Rp8.000.000 – Rp14.000.000 | Sudah mampu menangani requirement, dokumentasi, koordinasi developer, dan testing. |
| Senior System Analyst | Rp14.000.000 – Rp22.000.000+ | Menangani sistem kompleks, integrasi antar sistem, stakeholder senior, dan proyek berskala besar. |
| Lead Analyst / Solution Analyst | Rp18.000.000 – Rp30.000.000+ | Lebih banyak terlibat dalam desain solusi, arsitektur proses, strategi sistem, dan koordinasi lintas tim. |
Untuk perusahaan, rentang gaji tersebut sebaiknya digunakan sebagai salah satu acuan saja. HR tetap perlu menyusun struktur kompensasi berdasarkan level jabatan, kompetensi, tanggung jawab, dan kemampuan perusahaan. Panduan terkait dapat dibaca pada artikel cara membuat struktur dan skala upah di Indonesia serta struktur dan skala upah.
Faktor yang Mempengaruhi Gaji Analis Sistem
Gaji analis sistem tidak hanya ditentukan oleh jabatan. Ada banyak faktor yang memengaruhi besar kecilnya penghasilan, mulai dari pengalaman, industri, skill teknis, hingga kompleksitas sistem yang ditangani.
1. Pengalaman Kerja
Semakin banyak pengalaman yang dimiliki, semakin tinggi nilai seorang analis sistem. Kandidat junior biasanya masih fokus pada dokumentasi requirement, pembuatan flow sederhana, dan membantu user acceptance test. Sementara analis sistem senior biasanya sudah mampu memimpin diskusi kebutuhan, mengelola perubahan requirement, memahami integrasi sistem, dan memberi rekomendasi teknis kepada manajemen.
2. Industri Tempat Bekerja
Industri juga sangat memengaruhi gaji. Analis sistem yang bekerja di bank, fintech, asuransi, telekomunikasi, e-commerce, perusahaan software, dan konsultan IT biasanya memiliki potensi gaji lebih tinggi karena sistem yang ditangani lebih kompleks dan berdampak langsung pada operasional bisnis.
Sementara itu, analis sistem di perusahaan kecil atau organisasi yang baru mulai melakukan transformasi digital mungkin mendapat gaji lebih rendah, tetapi memiliki peluang belajar yang luas karena terlibat langsung dalam banyak proses.
3. Lokasi Kerja
Lokasi kerja juga memengaruhi gaji. Kota besar seperti Jakarta, Tangerang, Bekasi, Bandung, Surabaya, Yogyakarta, Batam, dan kota dengan aktivitas teknologi tinggi dapat menawarkan peluang yang berbeda. Posisi remote dari perusahaan besar juga dapat memiliki rentang gaji yang lebih kompetitif.
Dalam menentukan gaji, perusahaan tetap perlu memperhatikan ketentuan pengupahan, standar pasar, serta struktur internal. Pembaca dapat memahami dasar pengupahan melalui artikel prinsip dasar upah menurut peraturan pemerintah, pengupahan, dan perbedaan upah dan gaji.
4. Skill Teknis
Analis sistem yang memahami database, API, SQL, UML, BPMN, software testing, cloud, integrasi sistem, keamanan aplikasi, dan metodologi agile biasanya memiliki nilai lebih tinggi. Mereka tidak harus selalu menjadi programmer, tetapi harus cukup memahami bahasa teknis agar dapat berkomunikasi dengan developer, QA, DevOps, dan tim infrastruktur.
5. Kemampuan Bisnis dan Komunikasi
Analis sistem sering menjadi jembatan antara tim bisnis dan tim teknis. Karena itu, kemampuan komunikasi, problem solving, negosiasi, dan dokumentasi sangat penting. Analis sistem yang mampu menggali kebutuhan user dengan baik akan membantu proyek IT berjalan lebih efektif.
6. Sertifikasi dan Standar Kompetensi
Sertifikasi bukan satu-satunya penentu gaji, tetapi dapat menjadi nilai tambah. Di Indonesia, konteks kompetensi analis sistem juga berkaitan dengan SKKNI bidang teknologi informasi, termasuk Software Requirements Analysis and Design. Selain itu, sertifikasi seperti business analysis, agile, scrum, project management, data analysis, atau software testing dapat membantu meningkatkan daya saing.
Tugas dan Tanggung Jawab Analis Sistem
Tugas analis sistem dapat berbeda antara satu perusahaan dengan perusahaan lain. Namun, secara umum profesi ini berhubungan dengan analisis kebutuhan, perancangan solusi, dokumentasi sistem, dan koordinasi pengembangan aplikasi.
Melakukan Analisis Kebutuhan Pengguna
Analis sistem perlu memahami kebutuhan pengguna atau stakeholder. Mereka menggali masalah, mencatat alur kerja, mengidentifikasi kebutuhan sistem, dan memastikan kebutuhan tersebut realistis untuk dikembangkan.
Menganalisis Proses Bisnis
Sebelum membuat rancangan sistem, analis sistem perlu memahami proses bisnis yang berjalan. Misalnya alur approval, pencatatan data, pembuatan laporan, integrasi antar departemen, atau hambatan operasional yang selama ini terjadi.
Menyusun Dokumen Requirement
Salah satu tugas penting analis sistem adalah menyusun dokumen kebutuhan. Dokumen ini dapat berupa Business Requirement Document, Functional Specification Document, Software Requirement Specification, user story, use case, flowchart, atau dokumen teknis lain sesuai metodologi perusahaan.
Membuat Rancangan Alur Sistem
Analis sistem dapat membuat diagram alur proses, wireframe sederhana, data flow diagram, entity relationship diagram, user journey, atau rancangan proses lain agar kebutuhan lebih mudah dipahami oleh developer dan user.
Berkoordinasi dengan Developer dan QA
Analis sistem perlu menjelaskan kebutuhan kepada developer, membantu menjawab pertanyaan teknis, serta memastikan hasil pengembangan sesuai dengan requirement. Mereka juga bekerja sama dengan quality assurance dalam menyusun skenario testing.
Mendampingi User Acceptance Test
User Acceptance Test atau UAT adalah proses penting sebelum sistem digunakan secara penuh. Analis sistem dapat membantu menyusun skenario UAT, mendampingi user saat pengujian, mencatat temuan, dan memastikan perbaikan dilakukan sebelum sistem dirilis.
Membantu Implementasi Sistem
Setelah sistem selesai dikembangkan, analis sistem dapat membantu proses implementasi, pelatihan pengguna, migrasi data, dokumentasi manual, dan evaluasi pasca-rilis.
Skill yang Dibutuhkan untuk Menjadi Analis Sistem
Analis sistem membutuhkan kombinasi antara kemampuan teknis, pemahaman bisnis, dan komunikasi. Profesi ini cocok untuk orang yang mampu berpikir terstruktur, senang memecahkan masalah, dan dapat menjembatani kebutuhan user dengan solusi teknologi.
Skill Teknis
- Memahami konsep sistem informasi.
- Mampu membaca dan membuat flowchart.
- Memahami database dan SQL dasar.
- Memahami konsep API dan integrasi sistem.
- Mampu membuat use case dan user story.
- Memahami dasar UI/UX dan wireframe.
- Memahami software development life cycle.
- Memahami testing dan UAT.
- Mampu menggunakan tools dokumentasi seperti Jira, Confluence, Trello, Notion, Figma, Draw.io, atau Microsoft Visio.
Skill Analitis
- Mampu memetakan masalah bisnis.
- Mampu mengidentifikasi akar masalah.
- Mampu membandingkan beberapa opsi solusi.
- Mampu membaca data operasional.
- Mampu berpikir logis dan sistematis.
- Mampu melihat risiko dari perubahan sistem.
Skill Komunikasi
- Mampu berkomunikasi dengan user non-teknis.
- Mampu menjelaskan kebutuhan bisnis kepada tim teknis.
- Mampu memfasilitasi meeting requirement.
- Mampu menulis dokumentasi yang jelas.
- Mampu mengelola ekspektasi stakeholder.
- Mampu menyampaikan rekomendasi dengan bahasa yang mudah dipahami.
Profesi analis sistem juga memiliki keterkaitan dengan beberapa profesi IT lain. Misalnya ahli jaringan komputer, teknisi jaringan dan sistem komputer, profesional database dan jaringan, serta teknisi pengoperasian teknologi informasi dan komunikasi.
Kualifikasi Pendidikan Analis Sistem
Untuk menjadi analis sistem, perusahaan biasanya mencari kandidat dengan latar belakang pendidikan teknologi informasi, sistem informasi, ilmu komputer, teknik informatika, manajemen informatika, rekayasa perangkat lunak, atau bidang lain yang relevan.
Namun, profesi ini juga terbuka bagi kandidat dari latar belakang bisnis atau manajemen yang memiliki pengalaman kuat dalam proses bisnis dan mampu memahami teknologi. Misalnya, seorang business analyst di bidang perbankan dapat berkembang menjadi system analyst jika memahami sistem core banking, integrasi data, dan kebutuhan aplikasi.
Pendidikan yang Umum Dicari
- S1 Sistem Informasi.
- S1 Teknik Informatika.
- S1 Ilmu Komputer.
- D3/D4 Manajemen Informatika.
- D3/D4 Rekayasa Perangkat Lunak.
- Latar belakang bisnis atau manajemen dengan pengalaman sistem informasi.
Sertifikasi yang Dapat Menjadi Nilai Tambah
- Business Analysis certification.
- Agile atau Scrum certification.
- Project Management certification.
- Software Testing certification.
- Database atau SQL certification.
- Cloud fundamental certification.
- Data analytics certification.
Dalam konteks standar kompetensi, SKKNI membantu memberikan gambaran kemampuan kerja yang mencakup pengetahuan, keterampilan, keahlian, dan sikap kerja. Karena itu, pelatihan berbasis kompetensi dapat membantu kandidat memahami standar kerja yang dibutuhkan industri.
Komponen Penghasilan Analis Sistem
Gaji analis sistem biasanya tidak hanya terdiri dari gaji pokok. Di banyak perusahaan, total kompensasi dapat mencakup tunjangan, bonus, insentif, BPJS, dan manfaat lain.
Gaji Pokok
Gaji pokok adalah komponen utama yang dibayarkan setiap bulan. Besarannya dipengaruhi oleh level jabatan, pengalaman, lokasi kerja, industri, dan kebijakan perusahaan. Pembahasan dasar mengenai komponen ini dapat dibaca dalam artikel pengertian gaji pokok dan UMK.
Tunjangan Tetap
Tunjangan tetap dapat berupa tunjangan jabatan, tunjangan komunikasi, tunjangan transportasi, atau tunjangan lain yang dibayarkan secara rutin. Untuk posisi analis sistem, tunjangan komunikasi atau internet dapat diberikan jika pekerja banyak melakukan koordinasi jarak jauh.
Tunjangan Tidak Tetap
Tunjangan tidak tetap dapat berupa uang makan, transportasi berdasarkan kehadiran, insentif proyek, atau tunjangan perjalanan dinas. Beberapa analis sistem juga mendapatkan reimbursement untuk kebutuhan kerja tertentu.
Bonus dan Insentif Proyek
Perusahaan tertentu memberikan bonus berdasarkan performa proyek, pencapaian target, atau kontribusi terhadap implementasi sistem. Misalnya, bonus diberikan setelah sistem berhasil go-live atau setelah proyek selesai tepat waktu.
BPJS dan Jaminan Sosial
Jika analis sistem bekerja sebagai karyawan, perusahaan perlu mengelola BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan sesuai ketentuan. Pembahasan terkait dapat dibaca pada artikel manfaat dan iuran BPJS Ketenagakerjaan serta cara menghitung iuran BPJS Kesehatan karyawan.
THR dan Cuti
Analis sistem yang memenuhi ketentuan masa kerja juga berhak menerima Tunjangan Hari Raya. Selain itu, hak cuti tahunan perlu diatur sesuai ketentuan perusahaan dan hukum ketenagakerjaan. Pembahasan lebih lanjut dapat dilihat pada artikel ketentuan pembayaran THR karyawan dan jenis cuti karyawan.
Contoh Simulasi Gaji Analis Sistem
Berikut contoh simulasi sederhana penghasilan analis sistem. Angka ini hanya ilustrasi dan bukan standar resmi.
| Komponen | Nominal |
|---|---|
| Gaji pokok | Rp9.000.000 |
| Tunjangan transportasi | Rp700.000 |
| Tunjangan komunikasi/internet | Rp300.000 |
| Insentif proyek | Rp1.000.000 |
| Total penghasilan bruto | Rp11.000.000 |
| Potongan BPJS dan PPh 21 | Disesuaikan ketentuan |
| Gaji bersih | Bergantung hasil perhitungan payroll |
Dalam praktik payroll, gaji bersih analis sistem dipengaruhi oleh PPh 21, BPJS, status PTKP, potongan lain yang sah, serta kebijakan perusahaan. Untuk membuat simulasi lebih rapi, HR dapat membaca panduan cara menghitung gaji bersih di Excel dan contoh slip gaji karyawan sederhana dan modern.
Pajak PPh 21 untuk Analis Sistem
Jika analis sistem bekerja sebagai pegawai, penghasilannya dapat menjadi objek PPh 21. Pajak ini biasanya dipotong oleh perusahaan sebagai pemberi kerja dan dilaporkan sesuai ketentuan perpajakan.
Besarnya PPh 21 bergantung pada penghasilan bruto, status PTKP, komponen pengurang, dan tarif yang berlaku. Sejak 2024, perhitungan PPh 21 untuk banyak kasus pegawai menggunakan skema Tarif Efektif Rata-rata atau TER untuk masa pajak bulanan tertentu. Pembahasan lebih lengkap dapat dibaca pada artikel dasar pengenaan dan pemotongan DPP PPh 21 pegawai dan cara perhitungan PPh 21.
Perbedaan Analis Sistem, Business Analyst, dan Programmer
Dalam dunia kerja, istilah analis sistem, business analyst, dan programmer sering digunakan berdekatan. Ketiganya saling berhubungan, tetapi memiliki fokus kerja yang berbeda.
| Profesi | Fokus Utama | Output Kerja |
|---|---|---|
| Analis Sistem | Menerjemahkan kebutuhan bisnis menjadi rancangan sistem | Requirement, flow sistem, spesifikasi teknis/fungsional, skenario UAT |
| Business Analyst | Menganalisis kebutuhan bisnis, proses, dan dampak perubahan | Business requirement, process mapping, rekomendasi bisnis |
| Programmer / Developer | Membangun aplikasi berdasarkan spesifikasi | Kode program, fitur aplikasi, integrasi teknis |
Dalam beberapa perusahaan, satu orang dapat menjalankan lebih dari satu peran, terutama di tim kecil. Namun, pada perusahaan besar, fungsi ini biasanya dipisahkan agar proses pengembangan sistem lebih terstruktur.
Pembaca yang ingin membandingkan profesi IT lainnya dapat membaca artikel tentang ahli penjualan teknologi informasi dan komunikasi, pelatih teknologi informasi, serta aplikasi berbasis web.
Prospek Kerja Analis Sistem
Prospek kerja analis sistem cukup baik karena hampir semua industri membutuhkan sistem informasi. Transformasi digital membuat perusahaan semakin bergantung pada aplikasi, data, workflow otomatis, dashboard, integrasi sistem, dan layanan digital.
Perusahaan Teknologi
Perusahaan software, startup, dan konsultan IT membutuhkan analis sistem untuk memahami kebutuhan klien, menyusun requirement, dan memastikan produk yang dibuat sesuai kebutuhan pengguna.
Perbankan dan Keuangan
Bank, fintech, asuransi, dan perusahaan pembiayaan memiliki sistem yang kompleks. Analis sistem dibutuhkan untuk mendukung core system, aplikasi mobile, sistem pembayaran, risk management, data reporting, dan integrasi layanan.
Manufaktur dan Logistik
Perusahaan manufaktur dan logistik membutuhkan sistem ERP, inventory, warehouse management, procurement, produksi, dan distribusi. Analis sistem membantu memastikan proses bisnis diterjemahkan ke dalam sistem yang efisien.
Rumah Sakit dan Layanan Kesehatan
Sektor kesehatan membutuhkan sistem rekam medis, billing, appointment, farmasi, laboratorium, dan klaim. Analis sistem membantu menghubungkan kebutuhan operasional rumah sakit dengan sistem informasi.
Pemerintahan dan Layanan Publik
Digitalisasi layanan publik juga membuka peluang bagi analis sistem, terutama dalam pengembangan aplikasi pelayanan, integrasi data, dashboard monitoring, dan sistem administrasi.
Jenjang Karier Analis Sistem
Karier analis sistem dapat berkembang ke beberapa arah. Ada yang tetap mendalami analisis sistem, ada yang bergerak ke manajemen proyek, arsitektur solusi, produk digital, atau kepemimpinan tim teknologi.
- Junior System Analyst.
- System Analyst.
- Senior System Analyst.
- Business Analyst.
- Product Owner.
- IT Project Manager.
- Solution Analyst.
- Solution Architect.
- Application Manager.
- IT Manager.
Untuk naik level, analis sistem perlu memperkuat kemampuan teknis, memahami bisnis lebih dalam, mampu mengelola stakeholder, dan terbiasa menangani proyek yang lebih kompleks.
Tips Meningkatkan Gaji sebagai Analis Sistem
Perkuat Kemampuan Requirement Gathering
Kemampuan menggali kebutuhan adalah inti dari pekerjaan analis sistem. Semakin baik seseorang memahami masalah user, semakin baik pula sistem yang dapat dirancang.
Kuasai Dokumentasi yang Rapi
Dokumentasi yang jelas akan memudahkan developer, QA, user, dan manajemen. Analis sistem yang mampu membuat dokumen ringkas tetapi lengkap biasanya lebih dihargai.
Pelajari Database dan API
Walaupun tidak selalu harus menjadi programmer, analis sistem perlu memahami database dan API agar mampu berdiskusi dengan tim teknis. Skill ini sangat membantu ketika sistem yang dirancang perlu terhubung dengan sistem lain.
Pahami Agile dan Product Development
Banyak perusahaan menggunakan metode agile. Memahami backlog, sprint, user story, acceptance criteria, dan product roadmap akan membantu analis sistem bekerja lebih efektif.
Bangun Portofolio Proyek
Catat proyek yang pernah ditangani, jenis sistem, peran, tantangan, dan hasilnya. Portofolio proyek dapat menjadi bukti pengalaman saat melamar kerja atau negosiasi gaji.
Ikuti Sertifikasi atau Pelatihan
Sertifikasi business analysis, agile, scrum, project management, SQL, data analytics, atau cloud fundamental dapat membantu memperkuat profil profesional.
Tips HR dalam Menentukan Gaji Analis Sistem
Bagi HR, menentukan gaji analis sistem perlu dilakukan secara hati-hati karena profesi ini berada di antara bisnis dan teknologi. Kesalahan menentukan level jabatan dapat membuat gaji terlalu rendah atau terlalu tinggi dibanding tanggung jawab sebenarnya.
Bedakan Level Junior, Middle, dan Senior
Junior system analyst biasanya masih membutuhkan arahan. Middle-level analyst sudah dapat menangani requirement dan koordinasi lintas tim. Senior analyst mampu menangani sistem kompleks, mengelola stakeholder, dan memberi rekomendasi solusi.
Perhatikan Kompleksitas Sistem
Analis sistem yang menangani aplikasi internal sederhana tentu berbeda dengan analis yang menangani core system, ERP, sistem pembayaran, integrasi API, atau migrasi data besar.
Gunakan Benchmark Pasar
Bandingkan gaji dengan data pasar, lowongan kerja, industri sejenis, dan lokasi kerja. Namun, jangan hanya mengikuti angka rata-rata. Perhatikan juga kualitas kandidat dan kebutuhan strategis perusahaan.
Masukkan Komponen Retensi
Jika analis sistem memegang pengetahuan penting tentang proses bisnis dan sistem internal, kehilangan karyawan dapat berdampak besar. Perusahaan dapat mempertimbangkan bonus proyek, jalur karier, pelatihan, atau benefit tambahan.
Evaluasi Kenaikan Gaji Secara Berkala
Kenaikan gaji sebaiknya tidak hanya berdasarkan masa kerja. Faktor seperti keberhasilan proyek, kualitas dokumentasi, kepuasan user, kemampuan problem solving, dan kontribusi terhadap efisiensi sistem perlu dipertimbangkan. Artikel hal yang menentukan kenaikan gaji karyawan dapat menjadi referensi tambahan.
Kesimpulan
Analis sistem adalah profesi penting yang menghubungkan kebutuhan bisnis dengan solusi teknologi. Mereka bertugas menganalisis kebutuhan pengguna, memetakan proses bisnis, menyusun dokumentasi sistem, berkoordinasi dengan developer, mendampingi testing, dan membantu implementasi sistem.
Gaji analis sistem di Indonesia bervariasi tergantung pengalaman, industri, lokasi, skill, kompleksitas sistem, dan tanggung jawab proyek. Data terbaru menunjukkan kisaran umum profesi ini dapat dimulai dari sekitar Rp4 jutaan per bulan untuk level awal dan meningkat hingga belasan juta atau lebih untuk level berpengalaman dan senior.
Bagi pekerja, cara terbaik meningkatkan nilai gaji adalah memperkuat skill analisis, dokumentasi, komunikasi, database, API, agile, dan pemahaman bisnis. Bagi perusahaan, penentuan gaji analis sistem perlu dilakukan secara adil dengan mempertimbangkan kompetensi, dampak pekerjaan, kompleksitas sistem, dan standar pasar kerja.
Referensi External
- WageIndicator Indonesia – Pekerjaan dan Gaji Analis dan Pengembang Perangkat Lunak dan Aplikasi YTDL
- Indeed Indonesia – Gaji System Analyst di Indonesia
- Indeed Indonesia – Gaji IT Analyst di Indonesia
- JDIH Kemnaker – Kepmenaker Nomor 44 Tahun 2017 tentang SKKNI Software Requirements Analysis and Design
- Kemnaker – Apa Itu SKKNI?
- JDIH Kemnaker – Kepmenaker Nomor 282 Tahun 2016 tentang SKKNI Software Development Subbidang Pemrograman
- BPS – Klasifikasi Baku Jabatan Indonesia 2014
- LSP Informatika – Skema Sertifikasi Analis Sistem