Tenaga kebersihan lainnya memiliki peran penting dalam menjaga kebersihan, keamanan, kenyamanan, dan kelayakan suatu tempat. Pekerjaan ini sering terlihat sederhana dari luar, tetapi sebenarnya membutuhkan ketelitian, stamina, kedisiplinan, serta pemahaman terhadap alat dan bahan pembersih yang digunakan.
Dalam praktiknya, tenaga kebersihan lainnya dapat bekerja di berbagai lingkungan, seperti gedung perkantoran, pusat perbelanjaan, hotel, rumah sakit, sekolah, pabrik, apartemen, fasilitas olahraga, kolam renang, gudang, laboratorium, hingga area publik. Mereka dapat menangani pekerjaan pembersihan umum maupun pekerjaan yang lebih khusus, seperti membersihkan karpet, dinding, tangki, sistem pendingin, permukaan tertentu, atau area dengan standar kebersihan khusus.
Karena cakupan pekerjaannya luas, pembahasan tentang gaji tenaga kebersihan lainnya tidak cukup hanya melihat satu angka rata-rata. Besaran gaji dapat dipengaruhi oleh lokasi kerja, sistem kerja, pengalaman, jenis fasilitas yang dibersihkan, risiko pekerjaan, jam kerja, status hubungan kerja, serta apakah pekerja bekerja langsung di perusahaan atau melalui vendor alih daya.
Artikel ini membahas kisaran gaji tenaga kebersihan lainnya di Indonesia, tugas utama, skill yang dibutuhkan, faktor yang memengaruhi upah, hak kerja yang perlu dipahami, serta prospek pekerjaan di bidang kebersihan.
Daftar Isi
Berapa Gaji Tenaga Kebersihan Lainnya di Indonesia Tahun 2026?
Berdasarkan data gaji terbaru, mayoritas pekerja pada profesi Tenaga Kebersihan Lainnya di Indonesia memperoleh gaji sekitar Rp3.516.293 hingga Rp6.447.464 per bulan pada 2026. Untuk pekerja pada awal karier, kisaran gajinya berada di sekitar Rp3.516.293 hingga Rp4.593.869 per bulan.
Setelah memiliki pengalaman kerja sekitar lima tahun, pendapatan tenaga kebersihan lainnya dapat berada di kisaran Rp4.005.535 hingga Rp4.803.311 per bulan untuk pola kerja 40 jam per minggu. Angka ini menunjukkan bahwa pengalaman tetap dapat memengaruhi kenaikan penghasilan, meskipun peningkatannya mungkin tidak setinggi profesi yang memiliki jalur spesialisasi teknis atau manajerial yang lebih panjang.
| Kategori Pengalaman | Estimasi Kisaran Gaji per Bulan | Catatan |
|---|---|---|
| Entry level / awal karier | Rp3.516.293 – Rp4.593.869 | Umumnya untuk pekerja kebersihan baru, helper cleaning service, atau petugas dengan tugas pembersihan dasar. |
| Pengalaman 1–3 tahun | Rp3.500.000 – Rp5.000.000 | Bisa meningkat jika pekerja menangani area khusus, shift panjang, atau fasilitas dengan standar kebersihan tinggi. |
| Pengalaman sekitar 5 tahun | Rp4.005.535 – Rp4.803.311 | Biasanya sudah lebih terampil menggunakan alat, bahan kimia, dan prosedur kerja yang lebih rapi. |
| Petugas khusus / cleaning specialist | Rp4.500.000 – Rp6.500.000+ | Lebih mungkin untuk pekerjaan seperti pembersihan karpet, kaca, kolam renang, area industri, atau area berisiko. |
| Koordinator / pengawas kebersihan | Bisa lebih tinggi | Biasanya sudah memimpin tim, mengatur jadwal, mengecek kualitas kerja, dan berkoordinasi dengan klien atau manajemen. |
Angka di atas sebaiknya dipahami sebagai gambaran umum. Dalam praktiknya, pekerja kebersihan di wilayah dengan upah minimum tinggi, kawasan industri besar, hotel berbintang, rumah sakit, atau perusahaan multinasional bisa memperoleh kompensasi yang berbeda dibandingkan pekerja di fasilitas kecil.
Untuk perusahaan, informasi gaji ini dapat menjadi bahan awal dalam menyusun struktur dan skala upah yang lebih adil. Sementara bagi pekerja, data ini dapat digunakan untuk membandingkan apakah penghasilan yang diterima sudah sesuai dengan beban kerja, lokasi, dan standar pasar.
Mengapa Gaji Tenaga Kebersihan Lainnya Bisa Berbeda-beda?
Perbedaan gaji tenaga kebersihan lainnya sangat dipengaruhi oleh kondisi kerja. Ada petugas yang membersihkan ruangan kantor biasa, tetapi ada juga yang membersihkan area berisiko, permukaan khusus, bahan kimia tertentu, atau fasilitas yang harus mengikuti standar kebersihan ketat.
Semakin kompleks area kerja, semakin besar pula kebutuhan keterampilan, kehati-hatian, dan tanggung jawab. Berikut beberapa faktor yang membuat gaji tenaga kebersihan dapat berbeda antara satu tempat kerja dan tempat kerja lainnya.
1. Lokasi Kerja dan Upah Minimum
Lokasi menjadi salah satu faktor utama dalam menentukan gaji. Pekerja kebersihan di kota besar atau daerah dengan upah minimum tinggi biasanya memiliki standar gaji yang lebih tinggi dibandingkan daerah dengan upah minimum lebih rendah.
Karena itu, pembahasan gaji petugas kebersihan perlu dikaitkan dengan pengertian upah minimum, UMR, UMP, dan UMK. Untuk pekerja dengan masa kerja kurang dari satu tahun, upah minimum masih menjadi acuan penting dalam memastikan pekerja tidak menerima gaji di bawah standar yang berlaku.
2. Jenis Tempat Kerja
Tenaga kebersihan dapat bekerja di banyak jenis tempat. Membersihkan kantor biasa tentu berbeda dengan membersihkan rumah sakit, laboratorium, pabrik, dapur komersial, hotel, apartemen, atau area publik yang ramai.
Fasilitas seperti rumah sakit, pabrik, dan laboratorium biasanya memiliki standar kebersihan serta keselamatan yang lebih ketat. Pekerja perlu memahami prosedur, alat pelindung diri, bahan pembersih, dan risiko paparan tertentu. Dalam situasi seperti ini, pemahaman tentang keselamatan dan kesehatan kerja menjadi sangat penting.
3. Status Hubungan Kerja
Tenaga kebersihan bisa bekerja sebagai karyawan tetap, karyawan kontrak, pekerja harian, atau pekerja outsourcing. Status hubungan kerja ini dapat memengaruhi gaji, benefit, jam kerja, hak cuti, BPJS, THR, hingga perlindungan kerja.
Banyak pekerjaan kebersihan dijalankan melalui vendor atau perusahaan alih daya. Karena itu, pekerja dan perusahaan perlu memahami konsep pekerja outsourcing atau alih daya, termasuk bagaimana sistem kerja dan hak pekerja diatur.
Jika pekerja menggunakan kontrak waktu tertentu, penting juga memahami ketentuan PKWT dan jenis-jenis pekerjaannya agar hubungan kerja tidak menimbulkan kesalahpahaman di kemudian hari.
4. Jam Kerja dan Sistem Shift
Tenaga kebersihan sering bekerja dengan sistem shift, terutama di hotel, rumah sakit, pusat perbelanjaan, pabrik, gedung publik, dan fasilitas yang beroperasi hampir 24 jam. Sistem shift dapat memengaruhi jadwal istirahat, ritme kerja, dan potensi tambahan upah jika ada lembur.
Bagi perusahaan, pengaturan jadwal perlu dilakukan dengan rapi. Artikel tentang cara efektif HR mengelola shift karyawan dan pembagian shift kerja dapat menjadi referensi penting untuk menghindari jadwal yang tidak adil atau terlalu membebani pekerja.
5. Risiko dan Tingkat Kesulitan Pekerjaan
Tidak semua pekerjaan kebersihan memiliki tingkat risiko yang sama. Membersihkan ruangan kantor biasa berbeda dengan membersihkan kaca gedung, kolam renang, saluran air, tangki, ruang mesin, dapur industri, atau area yang menggunakan bahan kimia tertentu.
Semakin tinggi risiko pekerjaan, semakin penting pelatihan, alat pelindung diri, dan pengawasan kerja. Dalam beberapa kasus, pekerjaan yang membutuhkan keterampilan khusus dan tanggung jawab lebih besar juga dapat memengaruhi nilai upah.
Apa Saja Tugas Tenaga Kebersihan Lainnya?
Secara umum, tenaga kebersihan lainnya bertugas membersihkan permukaan, bahan, dan benda menggunakan alat pembersih serta bahan kimia tertentu. Mereka dapat bekerja sendiri atau dalam tim, tergantung luas area dan standar kebersihan yang harus dipenuhi.
Tugasnya tidak hanya menyapu atau mengepel. Dalam banyak lingkungan kerja, petugas kebersihan harus memahami urutan kerja, penggunaan alat, dosis bahan pembersih, area prioritas, dan standar hasil yang diharapkan.
1. Membersihkan Permukaan dan Area Kerja
Tugas utama tenaga kebersihan adalah membersihkan lantai, dinding, meja, kursi, kaca, toilet, lorong, tangga, area parkir, gudang, atau area lain sesuai kebutuhan tempat kerja. Pekerjaan ini membutuhkan ketelitian karena kebersihan area dapat memengaruhi kenyamanan, keamanan, dan citra perusahaan.
Di tempat tertentu, seperti kantor, hotel, atau gedung komersial, pekerjaan ini beririsan dengan profesi tenaga kebersihan dan juru bantu di kantor, hotel, dan tempat lainnya.
2. Membersihkan Karpet, Furnitur, dan Bahan Khusus
Sebagian tenaga kebersihan menangani material yang membutuhkan alat dan teknik khusus, seperti karpet, sofa, gorden, panel dinding, atau furnitur berbahan tertentu. Pekerjaan seperti ini tidak bisa dilakukan sembarangan karena penggunaan bahan kimia yang salah dapat merusak permukaan.
Petugas perlu memahami jenis bahan, tingkat kotoran, alat yang digunakan, serta prosedur pengeringan agar hasil pembersihan tetap aman dan tidak menimbulkan bau atau jamur.
3. Membersihkan Kaca, Dinding, dan Area Tinggi
Pembersihan kaca, dinding tinggi, atau area luar gedung membutuhkan kehati-hatian lebih besar. Untuk pekerjaan seperti ini, petugas perlu memahami alat bantu, tangga, harness, prosedur keamanan, dan kondisi lingkungan sekitar.
Jenis pekerjaan ini berkaitan dengan profesi tenaga pembersih jendela, terutama jika area yang dibersihkan memiliki risiko ketinggian atau membutuhkan teknik khusus.
4. Membersihkan Kolam Renang dan Area Basah
Tenaga kebersihan juga dapat bertugas membersihkan kolam renang, kamar mandi, ruang ganti, dapur, area cuci, atau area basah lainnya. Area seperti ini membutuhkan perhatian khusus karena lebih mudah licin, lembap, berbau, atau menjadi tempat berkembangnya kuman jika tidak dirawat dengan baik.
Petugas perlu memahami penggunaan bahan kimia, standar kebersihan air, pencegahan lantai licin, serta penggunaan tanda peringatan saat area sedang dibersihkan.
5. Membersihkan Sistem Pendingin atau Area Teknis
Beberapa pekerja kebersihan menangani sistem pendingin, ventilasi, saluran udara, ruang mesin, atau area teknis tertentu. Pekerjaan ini biasanya membutuhkan koordinasi dengan teknisi atau pengelola gedung karena berhubungan dengan peralatan yang tidak boleh dibersihkan secara sembarangan.
Kesalahan dalam membersihkan area teknis dapat mengganggu fungsi peralatan, sehingga pekerja perlu mengikuti instruksi dan standar kerja yang sudah ditentukan.
6. Mengelola Sampah dan Limbah
Tenaga kebersihan juga dapat bertugas memilah, mengumpulkan, dan membuang sampah sesuai prosedur. Di fasilitas tertentu, sampah tidak boleh dicampur karena ada perbedaan antara sampah umum, limbah organik, limbah tajam, limbah kimia, atau limbah khusus lainnya.
Di tempat kerja dengan risiko lebih tinggi, pengelolaan limbah harus mengikuti standar keamanan agar tidak membahayakan pekerja, pengguna fasilitas, maupun lingkungan sekitar.
Skill yang Dibutuhkan Tenaga Kebersihan Lainnya
Walaupun profesi ini sering dikategorikan sebagai pekerjaan yang tidak selalu mensyaratkan pendidikan formal tinggi, bukan berarti pekerjaan kebersihan tidak membutuhkan keterampilan. Justru dalam banyak kasus, pekerja kebersihan perlu memiliki keterampilan praktis yang kuat.
1. Ketelitian dan Konsistensi
Pekerjaan kebersihan membutuhkan ketelitian. Area yang terlihat bersih belum tentu benar-benar bersih jika sudut ruangan, permukaan tersembunyi, atau bagian yang sering disentuh tidak diperhatikan.
Ketelitian juga penting untuk menjaga standar kebersihan tetap konsisten dari hari ke hari, terutama di tempat kerja yang ramai digunakan banyak orang.
2. Kemampuan Menggunakan Alat Pembersih
Tenaga kebersihan perlu memahami cara menggunakan alat seperti mop, vacuum cleaner, floor polisher, sprayer, sikat, scraper, alat pembersih kaca, mesin cuci karpet, atau alat pembersih tekanan tinggi.
Penggunaan alat yang salah dapat membuat hasil kerja kurang maksimal, merusak permukaan, atau menimbulkan risiko kecelakaan kerja.
3. Pemahaman Bahan Kimia Pembersih
Bahan kimia pembersih harus digunakan dengan hati-hati. Petugas perlu memahami dosis, cara pencampuran, permukaan yang boleh dibersihkan, serta risiko jika bahan digunakan secara berlebihan atau dicampur dengan bahan lain.
Dalam pekerjaan yang melibatkan bahan kimia, penggunaan sarung tangan, masker, sepatu anti-slip, atau pelindung mata dapat menjadi bagian penting dari prosedur kerja.
4. Stamina dan Kedisiplinan
Pekerjaan kebersihan membutuhkan stamina karena sering dilakukan sambil berdiri, berjalan, mengangkat peralatan, mendorong troli, membungkuk, atau bekerja dalam durasi cukup panjang.
Kedisiplinan juga penting karena pekerjaan kebersihan biasanya harus selesai sebelum jam operasional tertentu, sebelum tamu datang, sebelum karyawan masuk, atau sebelum fasilitas digunakan kembali.
5. Komunikasi Dasar yang Baik
Petugas kebersihan sering berinteraksi dengan supervisor, karyawan, penghuni gedung, tamu, atau pengguna fasilitas. Komunikasi yang baik membantu pekerjaan berjalan lebih lancar, terutama ketika ada area yang harus diprioritaskan, fasilitas rusak, atau kondisi yang perlu segera dilaporkan.
Hak Kerja yang Perlu Dipahami Tenaga Kebersihan
Tenaga kebersihan tetap memiliki hak sebagai pekerja. Hak tersebut mencakup upah yang layak, jam kerja yang wajar, perlindungan sosial, keselamatan kerja, hak cuti, dan pembayaran lembur jika memenuhi ketentuan.
Karena banyak pekerja kebersihan bekerja dalam sistem kontrak, harian, atau outsourcing, pemahaman terhadap hak kerja menjadi sangat penting agar pekerja tidak dirugikan.
1. Upah Minimum
Upah tenaga kebersihan perlu memperhatikan ketentuan upah minimum yang berlaku di wilayah kerja. Untuk pekerja yang memenuhi ketentuan sebagai buruh atau karyawan, perusahaan tidak boleh mengabaikan prinsip pengupahan yang berlaku.
Artikel tentang sistem upah ketenagakerjaan di Indonesia dan pengupahan dapat menjadi bacaan lanjutan untuk memahami dasar-dasar penentuan upah.
2. Komponen Gaji
Gaji petugas kebersihan dapat terdiri dari gaji pokok, tunjangan tetap, tunjangan tidak tetap, uang makan, uang transportasi, lembur, insentif, atau benefit lain sesuai kebijakan perusahaan.
Untuk memahami struktur penghasilan secara lebih lengkap, pekerja dan HR dapat membaca panduan tentang komponen gaji karyawan serta cara menghitung gaji pegawai secara praktis.
3. Upah Lembur
Jika tenaga kebersihan bekerja melebihi jam kerja yang ditentukan dan memenuhi syarat lembur, maka pekerja berhak mendapatkan upah lembur sesuai ketentuan. Hal ini sering terjadi pada fasilitas yang membutuhkan pembersihan tambahan setelah acara, renovasi, pembersihan besar, atau pekerjaan mendadak.
Perusahaan perlu memahami ketentuan upah lembur karyawan atau pegawai agar perhitungan lembur dilakukan secara tepat dan tidak menimbulkan masalah di kemudian hari.
4. BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan
Tenaga kebersihan juga perlu mendapatkan perlindungan sosial sesuai ketentuan. Dalam pekerjaan yang membutuhkan aktivitas fisik dan memiliki risiko kecelakaan kerja, perlindungan BPJS Ketenagakerjaan menjadi sangat penting.
Perusahaan dapat membaca panduan tentang manfaat dan iuran BPJS Ketenagakerjaan untuk memahami program perlindungan yang relevan bagi pekerja.
5. Cuti dan Istirahat
Tenaga kebersihan yang berstatus sebagai karyawan juga perlu memahami hak cuti dan waktu istirahat. Pekerjaan fisik yang dilakukan terus-menerus tanpa pengaturan istirahat yang baik dapat meningkatkan risiko kelelahan dan kecelakaan kerja.
Dalam hal ini, pembahasan tentang cuti tahunan dapat membantu pekerja dan HR memahami hak cuti yang berlaku dalam hubungan kerja.
Jenis Pekerjaan Kebersihan yang Masih Berkaitan
Tenaga kebersihan lainnya merupakan kategori yang cukup luas. Di dalamnya terdapat beberapa pekerjaan yang memiliki karakteristik mirip, tetapi dengan fokus yang berbeda.
1. Petugas Kebersihan Kendaraan
Petugas kebersihan kendaraan berfokus pada pembersihan mobil, bus, truk, kendaraan operasional, atau kendaraan umum. Pekerjaan ini membutuhkan pemahaman terhadap bahan interior, eksterior, cairan pembersih, serta standar hasil yang diinginkan.
Pembahasan terkait profesi ini dapat dilihat pada artikel petugas kebersihan kendaraan.
2. Petugas Kebersihan Rumah Tangga
Petugas kebersihan rumah tangga biasanya bekerja di rumah pribadi, apartemen, atau hunian tertentu. Tugasnya dapat mencakup membersihkan ruangan, mencuci, merapikan perabot, dan membantu pekerjaan rumah tangga lainnya.
Profesi ini berkaitan dengan artikel tenaga kebersihan dan juru bantu rumah tangga.
3. Pengawas Kebersihan
Setelah memiliki pengalaman, tenaga kebersihan dapat berkembang menjadi koordinator atau pengawas. Tugasnya tidak hanya membersihkan, tetapi juga mengatur jadwal, membagi tugas, mengecek hasil kerja, mengelola stok alat, dan melaporkan kondisi area.
Jalur ini berkaitan dengan profesi pengawas kebersihan dan kerumahtanggaan di kantor, hotel, dan bangunan lainnya.
Komponen Penghasilan Tenaga Kebersihan
Selain gaji pokok, tenaga kebersihan dapat menerima beberapa komponen penghasilan lain, tergantung kebijakan perusahaan dan status hubungan kerja. Komponen ini penting dipahami agar pekerja tidak hanya melihat angka gaji dasar, tetapi juga total kompensasi yang diterima.
- Gaji pokok bulanan.
- Uang makan atau uang transportasi.
- Tunjangan shift, jika berlaku.
- Upah lembur, jika bekerja melebihi jam kerja yang ditentukan.
- THR sesuai ketentuan yang berlaku.
- BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan.
- Seragam kerja dan alat pelindung diri.
- Insentif atau bonus tertentu, jika diatur perusahaan.
Jika pekerja berstatus harian, cara perhitungannya bisa berbeda dengan karyawan bulanan. Karena itu, artikel tentang pekerja harian, manfaat, dan perhitungan pajaknya dapat menjadi referensi tambahan.
Apakah Tenaga Kebersihan Bisa Mendapatkan THR?
Tenaga kebersihan yang memenuhi ketentuan hubungan kerja dapat memperoleh THR sesuai aturan yang berlaku. Besarannya bergantung pada masa kerja dan status hubungan kerja pekerja tersebut.
Karena THR sering menjadi pertanyaan bagi pekerja kontrak, outsourcing, maupun pekerja dengan masa kerja belum genap satu tahun, HR dan pekerja dapat membaca panduan tentang perhitungan tunjangan hari raya.
Tips untuk Meningkatkan Gaji sebagai Tenaga Kebersihan
Meskipun pekerjaan kebersihan sering dianggap sebagai pekerjaan dasar, pekerja tetap dapat meningkatkan nilai dirinya. Caranya adalah dengan memperkuat keterampilan, menjaga reputasi kerja, dan mengambil tanggung jawab yang lebih besar.
1. Pelajari Teknik Pembersihan Khusus
Keterampilan khusus seperti pembersihan karpet, kaca, kolam renang, lantai marmer, area industri, atau area dengan bahan kimia tertentu dapat membuat pekerja memiliki nilai lebih tinggi dibandingkan petugas kebersihan umum.
2. Pahami Standar Keselamatan Kerja
Pekerja yang memahami keselamatan kerja akan lebih dipercaya menangani area berisiko. Hal ini penting terutama untuk pekerjaan yang menggunakan bahan kimia, alat listrik, mesin pembersih, tangga, atau area basah.
3. Bangun Rekam Jejak Disiplin
Kedisiplinan sangat penting dalam pekerjaan kebersihan. Datang tepat waktu, menyelesaikan area sesuai standar, menjaga alat kerja, dan melaporkan masalah dengan cepat dapat meningkatkan peluang dipercaya menjadi koordinator atau pengawas.
4. Tingkatkan Kemampuan Komunikasi
Petugas kebersihan yang mampu berkomunikasi dengan baik akan lebih mudah bekerja sama dengan supervisor, pengguna fasilitas, dan rekan kerja. Skill ini penting jika ingin naik ke posisi pengawas.
5. Cari Lingkungan Kerja dengan Standar Lebih Baik
Fasilitas besar seperti hotel, rumah sakit, gedung perkantoran premium, kawasan industri, atau perusahaan multinasional biasanya memiliki standar operasional yang lebih jelas. Lingkungan seperti ini dapat membuka peluang belajar dan jenjang karier yang lebih baik.
Prospek Kerja Tenaga Kebersihan Lainnya
Prospek kerja tenaga kebersihan masih tetap dibutuhkan karena hampir semua fasilitas memerlukan layanan kebersihan. Gedung kantor, hotel, rumah sakit, apartemen, pusat perbelanjaan, pabrik, sekolah, dan area publik tidak dapat beroperasi dengan baik tanpa pekerja kebersihan.
Namun, standar kerja di bidang kebersihan semakin berkembang. Perusahaan tidak hanya membutuhkan pekerja yang bisa membersihkan, tetapi juga pekerja yang memahami kebersihan higienis, keselamatan kerja, penggunaan alat, efisiensi waktu, dan pelayanan yang profesional.
Di sisi lain, penggunaan mesin pembersih dan sistem kerja yang lebih modern dapat membuat pekerjaan kebersihan menjadi lebih efisien. Pekerja yang mampu mengikuti perubahan ini akan memiliki peluang lebih baik dibandingkan pekerja yang hanya mengandalkan cara kerja manual tanpa peningkatan keterampilan.
Kesimpulan
Gaji tenaga kebersihan lainnya di Indonesia pada 2026 berada pada kisaran sekitar Rp3.516.293 hingga Rp6.447.464 per bulan. Untuk level awal, gaji biasanya berada di kisaran Rp3.516.293 hingga Rp4.593.869 per bulan, sedangkan setelah pengalaman sekitar lima tahun dapat berada di kisaran Rp4.005.535 hingga Rp4.803.311 per bulan.
Perbedaan gaji dipengaruhi oleh lokasi kerja, upah minimum daerah, jenis fasilitas, risiko pekerjaan, sistem shift, status hubungan kerja, pengalaman, dan keterampilan khusus. Pekerja yang mampu menangani area khusus, memahami alat dan bahan pembersih, serta menjaga standar kerja biasanya memiliki peluang penghasilan dan karier yang lebih baik.
Bagi pekerja, penting untuk memahami hak kerja seperti upah minimum, lembur, BPJS, cuti, THR, dan keselamatan kerja. Bagi perusahaan, tenaga kebersihan perlu diperlakukan sebagai bagian penting dari operasional, bukan sekadar tenaga pendukung. Lingkungan kerja yang bersih, aman, dan tertib sangat bergantung pada kualitas pekerjaan mereka.
Referensi Eksternal