Petugas Stasiun Pengisian Bahan Bakar atau petugas SPBU adalah pekerja yang bertugas melayani pengisian bahan bakar, membantu transaksi pelanggan, menjaga area pompa tetap tertib, serta memastikan proses pelayanan berjalan aman dan sesuai prosedur. Profesi ini sering juga disebut operator SPBU, penjaga pusat pelayanan, petugas pompa bensin, atau frontliner SPBU.
Peran petugas SPBU terlihat sederhana dari luar, tetapi sebenarnya membutuhkan ketelitian, kecepatan, kedisiplinan, kemampuan komunikasi, dan kepatuhan tinggi terhadap standar keselamatan. Mereka bekerja langsung dengan bahan bakar yang mudah terbakar, melayani pelanggan dalam jumlah besar, menangani transaksi uang tunai atau non-tunai, serta menjaga area kerja agar tetap aman bagi kendaraan dan konsumen.
Karena itu, pembahasan mengenai gaji upah petugas stasiun pengisian bahan bakar tidak cukup hanya melihat angka gaji bulanan. Perlu juga dipahami faktor lokasi, upah minimum, sistem shift, lembur, tunjangan, status kerja, pengalaman, risiko kerja, dan standar pelayanan yang harus dipenuhi.
Bagi HR, pemilik SPBU, maupun perusahaan pengelola retail bahan bakar, memahami kisaran upah petugas SPBU juga penting saat menghitung gaji pegawai, menyusun jadwal shift, membuat struktur kompensasi, dan memastikan hak pekerja terpenuhi.
Daftar Isi
Ringkasan Gaji Petugas Stasiun Pengisian Bahan Bakar 2026
Berdasarkan data pasar kerja terbaru, gaji petugas stasiun pengisian bahan bakar di Indonesia berada pada kisaran yang cukup bervariasi. WageIndicator/Gajimu mencatat bahwa sebagian besar pekerja pada profesi ini memperoleh gaji sekitar Rp3.259.827 hingga Rp6.199.237 per bulan pada 2026.
Untuk pekerja pada awal karier, kisaran gaji bulanan biasanya berada di sekitar Rp3.259.827 hingga Rp6.716.752. Setelah memiliki pengalaman kerja sekitar 5 tahun, pendapatan dapat meningkat menjadi sekitar Rp3.657.121 hingga Rp7.413.905 per bulan untuk standar kerja 40 jam per minggu.
Namun, angka tersebut bukan standar tunggal yang berlaku sama di semua SPBU. Dalam praktiknya, gaji petugas SPBU dipengaruhi oleh lokasi kerja, upah minimum daerah, jenis perusahaan pengelola, sistem shift, kebijakan tunjangan, pengalaman, performa pelayanan, serta aturan pengupahan yang diterapkan perusahaan.
| Kategori Petugas SPBU | Estimasi Kisaran Gaji 2026 | Catatan |
|---|---|---|
| Petugas SPBU pemula | Sekitar Rp3,2 juta hingga Rp6,7 juta per bulan | Umumnya mulai dari tugas pelayanan pompa, transaksi, kebersihan area, dan pengenalan SOP. |
| Petugas SPBU berpengalaman | Sekitar Rp3,6 juta hingga Rp7,4 juta per bulan | Dipengaruhi pengalaman, lokasi kerja, shift, performa, dan tanggung jawab tambahan. |
| Senior operator atau kepala shift | Dapat lebih tinggi dari petugas pelaksana | Bertanggung jawab mengatur operator, setoran, laporan shift, dan pengawasan pelayanan. |
| Supervisor SPBU | Dapat berada di level lebih tinggi | Mengawasi operasional, stok, keselamatan, pelayanan, administrasi, dan koordinasi tim. |
Dalam praktik payroll, total pendapatan petugas SPBU dapat terdiri dari gaji pokok, tunjangan shift, tunjangan makan, tunjangan transportasi, insentif pelayanan, uang lembur, BPJS, dan benefit lain. Karena itu, HR perlu memahami komponen gaji karyawan agar perhitungan upah tidak keliru.
Apa Itu Petugas Stasiun Pengisian Bahan Bakar?
Petugas stasiun pengisian bahan bakar adalah pekerja yang melayani penjualan bahan bakar, pelumas, dan produk otomotif lain di area SPBU. Mereka juga dapat membantu layanan tambahan seperti membersihkan kaca kendaraan, mengecek tekanan ban jika fasilitas tersedia, membantu pelanggan memahami jenis BBM, serta menjaga kebersihan dan ketertiban area pompa.
Dalam istilah pekerjaan, profesi ini termasuk pekerjaan semi-terampil. Artinya, pekerja tidak selalu membutuhkan pendidikan tinggi, tetapi tetap membutuhkan pelatihan, keterampilan pelayanan, pemahaman keselamatan, ketelitian transaksi, dan disiplin terhadap SOP.
Istilah Lain yang Sering Digunakan
Di lapangan, profesi ini dapat disebut dengan beberapa istilah, antara lain:
- Operator SPBU.
- Petugas pompa bensin.
- Penjaga pusat pelayanan.
- Frontliner SPBU.
- Petugas stasiun pengisian bahan bakar.
- Petugas layanan BBM.
Meski istilahnya berbeda, inti pekerjaannya sama, yaitu melayani pengisian bahan bakar secara aman, akurat, cepat, dan sesuai standar pelayanan perusahaan.
Tugas Petugas SPBU
Tugas petugas SPBU tidak hanya mengisi bahan bakar ke kendaraan pelanggan. Mereka juga bertanggung jawab menjaga keamanan area, akurasi transaksi, kebersihan, pelayanan pelanggan, dan kepatuhan terhadap prosedur keselamatan.
1. Melayani Pengisian Bahan Bakar
Tugas utama petugas SPBU adalah mengisi bahan bakar ke kendaraan pelanggan sesuai permintaan. Petugas perlu memastikan jenis BBM yang dipilih sesuai, nominal pengisian benar, nozzle digunakan dengan aman, dan proses pengisian dilakukan tanpa tumpahan.
Dalam pelayanan, petugas juga perlu memastikan pengisian dimulai dari angka nol agar pelanggan merasa aman dan percaya. Ketelitian ini penting karena kesalahan kecil dapat menimbulkan komplain atau kerugian.
2. Melayani Transaksi Pembayaran
Petugas SPBU dapat menerima pembayaran tunai, kartu debit, kartu kredit, QRIS, aplikasi digital, atau metode lain yang disediakan perusahaan. Mereka harus teliti menghitung uang, memberi kembalian, mencetak struk jika diperlukan, dan menjaga agar transaksi sesuai dengan pengisian.
3. Menjaga Kebersihan Area Pompa
Area pompa harus bersih, rapi, dan bebas dari benda yang dapat mengganggu keselamatan. Petugas perlu memastikan tidak ada tumpahan BBM, sampah, genangan, atau barang yang menghalangi jalur kendaraan.
4. Mengingatkan Pelanggan tentang Keselamatan
Petugas SPBU perlu mengingatkan pelanggan agar mematikan mesin, tidak merokok, tidak menggunakan api terbuka, dan mengikuti aturan keselamatan di area SPBU. Dalam situasi tertentu, petugas juga perlu menolak pelayanan jika tindakan pelanggan berisiko membahayakan keselamatan.
5. Menjual Produk Tambahan
Beberapa SPBU juga menjual pelumas, cairan kendaraan, produk otomotif, atau produk retail lain. Petugas dapat membantu menawarkan produk tersebut sesuai kebutuhan pelanggan, tetapi tetap harus menjaga etika pelayanan.
6. Membuat Laporan Shift
Petugas atau kepala shift biasanya membuat laporan penjualan, setoran uang, stok, kendala operasional, dan kejadian penting selama shift. Laporan ini penting untuk kontrol operasional dan audit internal.
Faktor yang Mempengaruhi Gaji Petugas SPBU
Gaji petugas SPBU dapat berbeda antara satu lokasi dan lokasi lain. Dua petugas dengan pekerjaan yang terlihat sama bisa memiliki penghasilan berbeda karena faktor daerah, perusahaan, pengalaman, jam kerja, dan benefit.
1. Lokasi Kerja dan Upah Minimum
Lokasi kerja sangat memengaruhi gaji petugas SPBU. SPBU di kota besar, kawasan industri, jalan tol, atau area dengan biaya hidup tinggi biasanya memiliki standar gaji berbeda dibanding SPBU di daerah lain.
Perusahaan juga perlu memperhatikan upah minimum yang berlaku di wilayah kerja. Jika perusahaan masih menggunakan istilah UMR, pembaca dapat memahami perbedaannya melalui artikel tentang cara menghitung gaji karyawan sesuai UMR dan potongannya.
2. Jenis Pengelola SPBU
SPBU dapat dikelola oleh perusahaan besar, mitra, badan usaha swasta, atau pengelola lokal. Perbedaan model pengelolaan dapat memengaruhi struktur gaji, tunjangan, insentif, dan fasilitas pekerja.
Beberapa SPBU memiliki sistem operasional yang lebih formal, lengkap dengan SOP, pelatihan, evaluasi kinerja, dan jalur karier. Sementara itu, SPBU yang lebih kecil mungkin memiliki struktur upah yang lebih sederhana.
3. Sistem Shift
SPBU sering beroperasi dari pagi hingga malam, bahkan ada yang 24 jam. Karena itu, petugas SPBU umumnya bekerja dalam sistem shift. Sistem shift dapat memengaruhi total penghasilan jika perusahaan memberikan tunjangan shift, insentif malam, atau uang lembur.
HR perlu memahami cara efektif mengelola shift karyawan dan pembagian shift kerja agar jadwal petugas tidak mengganggu hak istirahat dan keselamatan kerja.
4. Pengalaman Kerja
Petugas pemula biasanya memulai dari pelayanan pompa, pengenalan produk, dan latihan transaksi. Setelah berpengalaman, petugas dapat dipercaya menjadi senior operator, kepala shift, kasir, atau supervisor.
Pengalaman penting karena petugas SPBU perlu menghadapi berbagai tipe pelanggan, antrean panjang, transaksi cepat, komplain, dan kondisi darurat. Semakin matang pengalaman kerja, semakin besar peluang memperoleh tanggung jawab dan gaji lebih baik.
5. Kinerja dan Kedisiplinan
Kinerja petugas SPBU tidak hanya diukur dari kecepatan melayani. Faktor lain seperti keramahan, ketelitian transaksi, kepatuhan SOP, kebersihan area, keselamatan kerja, dan kemampuan menghadapi pelanggan juga berpengaruh.
Petugas yang disiplin, jarang melakukan kesalahan transaksi, dan mampu menjaga kualitas layanan biasanya lebih mudah mendapatkan kepercayaan untuk naik jabatan.
6. Lembur dan Jam Kerja Tambahan
Jika petugas SPBU bekerja melebihi jam kerja normal, perusahaan perlu memperhatikan waktu kerja lembur dan ketentuan upah lembur karyawan. Pengelola SPBU tidak boleh mengabaikan hak lembur hanya karena pekerjaan dilakukan dengan sistem shift.
Pengaturan waktu kerja juga perlu mengikuti ketentuan jam kerja, istirahat, dan cuti, terutama untuk SPBU yang beroperasi 24 jam.
Komponen Gaji Petugas SPBU
Total pendapatan petugas SPBU dapat terdiri dari beberapa komponen. Setiap perusahaan dapat memiliki kebijakan berbeda, tetapi komponen berikut umum ditemukan dalam praktik kerja.
Gaji Pokok
Gaji pokok adalah komponen utama yang dibayarkan secara rutin. Besarannya biasanya dipengaruhi oleh lokasi, upah minimum, masa kerja, jabatan, dan kebijakan perusahaan.
Tunjangan Makan dan Transportasi
Beberapa perusahaan memberikan tunjangan makan dan transportasi, terutama jika lokasi SPBU cukup jauh, jam kerja bergilir, atau petugas bekerja dalam shift panjang.
Tunjangan Shift
Petugas yang bekerja pada shift malam atau jadwal tertentu dapat menerima tunjangan shift jika diatur oleh perusahaan. Tunjangan ini tidak selalu wajib dalam bentuk yang sama, tetapi sering digunakan untuk mengompensasi beban kerja di luar jam kerja umum.
Insentif Pelayanan atau Penjualan
Beberapa SPBU memberikan insentif berdasarkan kinerja, penjualan produk tambahan, target pelayanan, atau hasil evaluasi tertentu. Namun, insentif sebaiknya tidak membuat petugas mengabaikan keselamatan atau memaksa pelanggan membeli produk yang tidak diperlukan.
Uang Lembur
Jika petugas bekerja melebihi jam kerja yang ditentukan, upah lembur perlu dihitung sesuai aturan. Untuk memahami perhitungannya, HR dapat membaca artikel BlogHRD mengenai perhitungan lembur.
BPJS dan Jaminan Sosial
Petugas SPBU sebagai pekerja formal perlu mendapatkan perlindungan jaminan sosial. Perusahaan perlu memperhatikan kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan dan BPJS Kesehatan, terutama karena pekerjaan ini memiliki risiko keselamatan dan kesehatan kerja.
Perbedaan Gaji dan Upah
Dalam komunikasi sehari-hari, istilah gaji dan upah sering digunakan bergantian. Namun, HR perlu memahami perbedaan upah dan gaji agar pencatatan payroll, slip gaji, dan perjanjian kerja lebih tertib.
Kualifikasi untuk Menjadi Petugas SPBU
Petugas SPBU umumnya termasuk pekerjaan semi-terampil. Perusahaan biasanya tidak selalu mensyaratkan pendidikan tinggi, tetapi tetap membutuhkan kandidat yang disiplin, teliti, komunikatif, dan siap bekerja dalam sistem shift.
Pendidikan
Banyak lowongan petugas SPBU mensyaratkan pendidikan minimal SMP, SMA, SMK, atau sederajat. Untuk posisi kasir, admin, atau supervisor, perusahaan dapat meminta pengalaman atau kemampuan administratif tambahan.
Kemampuan Berhitung dan Transaksi
Petugas SPBU perlu teliti dalam menghitung transaksi, menerima pembayaran, memberi kembalian, dan mencocokkan nominal pengisian. Kesalahan transaksi dapat merugikan pelanggan, perusahaan, atau petugas itu sendiri.
Kemampuan Komunikasi
Karena berinteraksi langsung dengan pelanggan, petugas SPBU harus mampu berkomunikasi dengan sopan, jelas, dan tenang. Kemampuan ini penting saat melayani antrean, menghadapi pelanggan terburu-buru, atau menangani komplain.
Kedisiplinan terhadap SOP
SPBU adalah area berisiko karena berhubungan dengan bahan bakar mudah terbakar. Karena itu, petugas harus disiplin mengikuti SOP, termasuk penggunaan alat, pengisian BBM, larangan merokok, pengendalian tumpahan, dan prosedur darurat.
Kesiapan Fisik
Petugas SPBU sering berdiri dalam waktu lama, bekerja di area terbuka, menghadapi cuaca panas atau hujan, serta melayani kendaraan secara terus-menerus. Kondisi fisik yang cukup baik sangat membantu dalam menjalankan pekerjaan ini.
Keselamatan Kerja Petugas SPBU
Keselamatan kerja adalah bagian paling penting dalam pekerjaan petugas SPBU. Area SPBU memiliki risiko kebakaran, ledakan, tumpahan bahan bakar, paparan uap BBM, pergerakan kendaraan, dan potensi konflik dengan pelanggan.
Karena itu, perusahaan perlu menerapkan keselamatan dan kesehatan kerja secara serius. Petugas juga perlu memahami bahwa pelayanan cepat tidak boleh mengalahkan keselamatan.
Risiko Kerja di SPBU
Beberapa risiko kerja yang perlu diperhatikan antara lain:
- Kebakaran akibat api terbuka atau percikan.
- Ledakan akibat uap bahan bakar dan sumber api.
- Tumpahan BBM yang dapat menyebabkan licin dan bahaya kebakaran.
- Paparan uap bahan bakar dalam jangka panjang.
- Tertabrak atau tersenggol kendaraan di area pompa.
- Konflik dengan pelanggan yang melanggar aturan keselamatan.
- Kelelahan akibat shift panjang atau shift malam.
Prosedur Keselamatan Dasar
Petugas SPBU perlu memahami prosedur keselamatan dasar, seperti memastikan mesin kendaraan dimatikan saat pengisian, melarang merokok di area pompa, menghindari penggunaan api terbuka, memastikan nozzle digunakan dengan benar, dan mengetahui lokasi alat pemadam api ringan.
Selain itu, petugas juga perlu memahami tindakan awal saat terjadi tumpahan BBM, kebakaran kecil, antrean tidak tertib, atau pelanggan memaksa melakukan tindakan yang tidak sesuai standar keselamatan.
APD dan Perlengkapan Kerja
Perlengkapan kerja petugas SPBU dapat mencakup seragam, sepatu kerja, tanda pengenal, sarung tangan jika diperlukan, alat komunikasi, serta perlengkapan keselamatan lain sesuai kebijakan perusahaan. Jika area kerja memiliki potensi bahaya, perusahaan perlu menyediakan alat pelindung diri yang sesuai.
Sistem Manajemen K3
Pengelola SPBU sebaiknya memiliki sistem keselamatan yang terdokumentasi, termasuk pelatihan, inspeksi area, audit keselamatan, simulasi tanggap darurat, dan evaluasi rutin. Pembaca dapat memahami konsep ini melalui artikel BlogHRD tentang sistem manajemen K3.
Pelatihan yang Dibutuhkan Petugas SPBU
Petugas SPBU perlu mendapatkan pelatihan sebelum bekerja langsung di area pompa. Pelatihan tidak hanya tentang cara mengisi BBM, tetapi juga pelayanan, transaksi, keselamatan, dan penanganan situasi darurat.
Pelatihan Pelayanan Pelanggan
Pelayanan pelanggan penting karena petugas SPBU adalah wajah pertama yang dilihat konsumen. Sikap ramah, sopan, cepat, dan jelas dapat meningkatkan kepercayaan pelanggan.
Pelatihan Transaksi
Petugas perlu memahami sistem pembayaran, kasir, struk, setoran, pencatatan, dan prosedur saat terjadi selisih transaksi. Ketelitian menjadi kunci dalam bagian ini.
Pelatihan Keselamatan
Pelatihan keselamatan mencakup risiko BBM, penggunaan APAR, prosedur tumpahan, evakuasi, larangan di area pompa, dan langkah awal saat terjadi kebakaran atau gangguan keselamatan.
Pelatihan Produk
Petugas perlu memahami jenis bahan bakar, pelumas, dan produk pendukung yang dijual. Dengan begitu, mereka dapat menjawab pertanyaan pelanggan tanpa memberikan informasi yang keliru.
Untuk pengembangan kompetensi, pembaca dapat melihat artikel BlogHRD mengenai metode pelatihan kerja dan lembaga pelatihan kerja.
Jenjang Karier Petugas SPBU
Profesi petugas SPBU memiliki peluang karier yang dapat berkembang jika pekerja menunjukkan kedisiplinan, kejujuran, pelayanan baik, dan kemampuan memimpin. Banyak pekerja memulai sebagai operator lalu naik ke posisi yang lebih tinggi.
Petugas atau Operator SPBU
Ini adalah posisi awal yang bertugas melayani pengisian BBM, membantu transaksi, menjaga area pompa, dan mengikuti SOP pelayanan.
Senior Operator
Senior operator biasanya memiliki pengalaman lebih lama dan dapat membantu membimbing petugas baru, menangani pelanggan, serta mendukung kepala shift.
Kepala Shift
Kepala shift bertanggung jawab mengatur operator dalam satu jadwal kerja, memantau setoran, memeriksa laporan, memastikan area aman, dan menjadi penghubung dengan supervisor.
Supervisor SPBU
Supervisor mengawasi operasional harian, memastikan pelayanan sesuai standar, memantau stok, mengatur jadwal, mengevaluasi kinerja, dan menangani masalah operasional.
Manajer atau Kepala SPBU
Pada level lebih tinggi, pekerja dapat berkembang menjadi kepala SPBU atau manajer operasional yang bertanggung jawab atas keseluruhan pelayanan, keuangan, stok, keselamatan, dan kinerja tim.
Cara Meningkatkan Gaji Petugas SPBU
Bagi pekerja, peningkatan gaji tidak hanya bergantung pada lama bekerja. Kedisiplinan, ketelitian, pelayanan, kejujuran, dan kemampuan mengambil tanggung jawab lebih besar juga sangat berpengaruh.
1. Jaga Ketelitian Transaksi
Petugas yang jarang melakukan kesalahan transaksi akan lebih dipercaya. Ketelitian dalam menerima pembayaran, memberi kembalian, dan mencatat setoran dapat menjadi nilai tambah.
2. Tingkatkan Kemampuan Pelayanan
Pelanggan datang dengan berbagai karakter. Petugas yang mampu tetap ramah, sabar, dan profesional dalam kondisi ramai memiliki peluang lebih baik untuk dinilai positif.
3. Pahami SOP Keselamatan
Petugas yang disiplin terhadap SOP keselamatan sangat dibutuhkan. Keselamatan adalah aspek utama di SPBU, sehingga rekam jejak kerja aman dapat menjadi modal untuk naik jabatan.
4. Ambil Tanggung Jawab Tambahan
Petugas yang mampu membantu laporan shift, membimbing petugas baru, atau menangani komplain dapat dipertimbangkan untuk posisi senior operator atau kepala shift.
5. Pahami Faktor Kenaikan Gaji
Pekerja dapat memahami faktor yang menentukan kenaikan gaji, seperti kinerja, kompetensi, kedisiplinan, masa kerja, dan tanggung jawab. Untuk HR, evaluasi dapat dilakukan lebih terukur dengan referensi rumus kenaikan gaji karyawan.
Cara HR Menentukan Gaji Petugas SPBU
HR atau pengelola SPBU perlu menentukan gaji petugas secara adil dan sesuai aturan. Pekerjaan ini melibatkan pelayanan, transaksi, risiko keselamatan, dan sistem shift, sehingga penentuan upah tidak sebaiknya hanya berdasarkan angka minimum.
Gunakan Struktur dan Skala Upah
Perusahaan sebaiknya memiliki struktur dan skala upah yang membedakan petugas pemula, senior operator, kepala shift, supervisor, dan kepala SPBU. Struktur ini membantu perusahaan memberi kompensasi secara lebih adil.
Sesuaikan dengan Upah Minimum Daerah
Gaji pokok perlu memperhatikan upah minimum daerah. Jika petugas bekerja penuh waktu, perusahaan harus memastikan upah tidak melanggar ketentuan minimum yang berlaku.
Perhitungkan Shift dan Risiko Kerja
Petugas yang bekerja malam, menangani transaksi besar, atau berada di lokasi ramai memiliki beban kerja yang berbeda. Perusahaan dapat mempertimbangkan tunjangan shift, insentif, atau benefit lain sesuai kebijakan internal.
Pastikan Hak Normatif Terpenuhi
Petugas SPBU tetap memiliki hak sebagai pekerja, termasuk upah, jam kerja, istirahat, cuti, BPJS, keselamatan kerja, dan lembur jika memenuhi syarat. Pembaca dapat merujuk artikel tentang hak dan kewajiban pekerja menurut UU Ketenagakerjaan.
Perbandingan dengan Profesi Operasional Lain
Petugas SPBU termasuk profesi operasional yang menggabungkan pelayanan pelanggan, transaksi, dan keselamatan kerja. Berbeda dengan penjaga keamanan yang fokus pada pengamanan area, petugas SPBU harus melayani pelanggan sambil menjaga keselamatan operasional bahan bakar.
Profesi ini juga berbeda dari operator produksi yang lebih banyak bekerja di lini pabrik. Petugas SPBU bekerja di area publik, berinteraksi langsung dengan pelanggan, dan menghadapi risiko dari kendaraan serta bahan bakar mudah terbakar.
FAQ Seputar Gaji Petugas Stasiun Pengisian Bahan Bakar
Berapa gaji petugas SPBU di Indonesia?
Berdasarkan data pasar kerja 2026, gaji petugas stasiun pengisian bahan bakar berada di kisaran sekitar Rp3,2 juta hingga Rp6,1 juta per bulan. Untuk pekerja berpengalaman, kisaran dapat meningkat hingga sekitar Rp7,4 juta per bulan, tergantung lokasi, pengalaman, shift, dan kebijakan perusahaan.
Apakah petugas SPBU mendapatkan gaji UMR?
Gaji petugas SPBU umumnya perlu memperhatikan upah minimum daerah jika pekerja bekerja penuh waktu dalam hubungan kerja formal. Namun, total pendapatan dapat berbeda karena adanya tunjangan, shift, insentif, atau lembur.
Apa saja tugas petugas SPBU?
Tugas petugas SPBU meliputi melayani pengisian BBM, menerima pembayaran, menjaga kebersihan area pompa, mengingatkan pelanggan tentang keselamatan, menjual produk tambahan, dan membuat laporan shift jika diperlukan.
Apakah petugas SPBU bekerja dengan sistem shift?
Ya, banyak SPBU menerapkan sistem shift karena operasional berlangsung dari pagi hingga malam atau 24 jam. Sistem shift dapat memengaruhi jadwal kerja, istirahat, dan potensi tunjangan.
Apakah pekerjaan petugas SPBU berisiko?
Ya. Petugas SPBU bekerja di area dengan bahan bakar mudah terbakar, kendaraan bergerak, potensi tumpahan BBM, dan risiko kebakaran. Karena itu, kepatuhan terhadap SOP keselamatan sangat penting.
Apakah petugas SPBU mendapatkan BPJS?
Jika bekerja dalam hubungan kerja formal, petugas SPBU perlu mendapatkan perlindungan jaminan sosial sesuai ketentuan, termasuk BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan.
Bagaimana cara naik gaji sebagai petugas SPBU?
Petugas dapat meningkatkan gaji dengan menjaga kedisiplinan, meningkatkan pelayanan, teliti dalam transaksi, mematuhi SOP keselamatan, mengikuti pelatihan, dan mengambil tanggung jawab lebih besar seperti senior operator atau kepala shift.
Kesimpulan
Petugas stasiun pengisian bahan bakar memiliki peran penting dalam pelayanan energi sehari-hari. Mereka tidak hanya mengisi BBM, tetapi juga menjaga keselamatan, melayani transaksi, mengatur antrean, menjaga kebersihan area, dan memastikan pelanggan mendapatkan pelayanan yang aman serta tertib.
Dari sisi gaji, profesi ini memiliki kisaran upah yang bervariasi. Pada 2026, gaji petugas SPBU berada di sekitar Rp3,2 juta hingga Rp6,1 juta per bulan, dan dapat meningkat seiring pengalaman, lokasi kerja, shift, tanggung jawab, serta kebijakan perusahaan.
Bagi pekerja, kunci meningkatkan nilai tawar adalah kedisiplinan, ketelitian, pelayanan yang baik, dan kepatuhan terhadap keselamatan. Bagi perusahaan, penentuan gaji petugas SPBU perlu memperhatikan upah minimum, sistem shift, lembur, BPJS, risiko kerja, dan struktur jabatan agar hubungan kerja berjalan adil serta sesuai aturan.
Referensi Eksternal
- WageIndicator/Gajimu – Pekerjaan dan Gaji Petugas Stasiun Pengisian Bahan Bakar
- Kementerian ESDM – Sosialisasi Pedoman Teknis Keselamatan Peralatan dan Instalasi serta Pengoperasian Instalasi SPBU
- Ditjen Migas ESDM – Pedoman Teknis Keselamatan Peralatan dan Instalasi serta Pengoperasian Instalasi SPBU
- Kementerian ESDM – Ini Deretan Aturan Jamin Keselamatan Migas
- Ditjen Migas ESDM – Surat Edaran Penyaluran BBM oleh BU BBM dan Penyalur 2021
- JDIH Kemnaker – Permenaker PER.08/MEN/VII/2010 tentang Alat Pelindung Diri
- Indeed Indonesia – Ulasan Operator SPBU Pertamina
- Okezone Economy – Apakah Operator SPBU Gajinya UMR?