UMP/UMK Jatim Terbaru Lengkap 38 Kabupaten/Kota

Berapa UMP dan UMK Jatim terbaru? Informasi ini penting bagi karyawan, HRD, payroll, finance, dan pemilik usaha yang beroperasi di wilayah Jawa Timur. Upah Minimum Provinsi atau UMP dan Upah Minimum Kabupaten/Kota atau UMK menjadi acuan penting dalam pengupahan, terutama untuk pekerja dengan masa kerja kurang dari satu tahun.

Pada tahun 2026, Pemerintah Provinsi Jawa Timur menetapkan UMP Jawa Timur sebesar Rp2.446.880,68. Selain itu, pemerintah juga menetapkan UMK untuk 38 kabupaten/kota di Jawa Timur. Dari daftar tersebut, Kota Surabaya menjadi daerah dengan UMK tertinggi, sedangkan Kabupaten Situbondo menjadi daerah dengan UMK terendah.

Bagi perusahaan, pembaruan UMP dan UMK tidak boleh dianggap sebagai informasi tahunan semata. Angka upah minimum berdampak langsung pada payroll, struktur gaji, perjanjian kerja, perhitungan lembur, THR, BPJS, PPh 21, hingga penyusunan anggaran tenaga kerja.

Karena itu, HR perlu memahami prinsip dasar upah menurut peraturan pemerintah agar penerapan upah minimum tidak hanya mengikuti angka terbaru, tetapi juga sesuai dengan ketentuan pengupahan yang berlaku.

Apa Itu UMP?

UMP adalah singkatan dari Upah Minimum Provinsi. UMP merupakan standar upah minimum yang berlaku di tingkat provinsi dan ditetapkan oleh gubernur sesuai ketentuan pengupahan yang berlaku.

Dalam praktiknya, UMP menjadi acuan dasar bagi seluruh wilayah dalam satu provinsi. Namun, jika suatu kabupaten/kota telah memiliki UMK, maka perusahaan perlu menggunakan UMK karena cakupannya lebih spesifik sesuai lokasi kerja karyawan.

Untuk memahami istilah upah minimum secara lebih luas, pembaca dapat melihat artikel tentang arti UMR, UMK, UMP, dan upah minimum di Indonesia.

Apa Itu UMK?

UMK adalah singkatan dari Upah Minimum Kabupaten/Kota. UMK berlaku pada wilayah kabupaten atau kota tertentu. Karena cakupannya lebih spesifik, nilai UMK dapat berbeda antara satu daerah dengan daerah lain dalam provinsi yang sama.

Misalnya, UMK Kota Surabaya berbeda dari UMK Kabupaten Gresik, Kabupaten Sidoarjo, Kabupaten Pasuruan, Kabupaten Mojokerto, Kota Malang, maupun Kabupaten Situbondo. Perbedaan tersebut terjadi karena kondisi ekonomi, produktivitas, kebutuhan hidup, sektor usaha, dan rekomendasi daerah dapat berbeda.

Bagi HR, lokasi kerja karyawan menjadi hal penting. Jika perusahaan memiliki cabang di beberapa kabupaten/kota di Jawa Timur, HR tidak boleh menggunakan satu angka upah minimum untuk semua lokasi tanpa memeriksa UMK masing-masing daerah.

Apakah Istilah UMR Masih Digunakan?

Istilah UMR atau Upah Minimum Regional masih sering digunakan dalam percakapan sehari-hari. Banyak karyawan menyebut “gaji UMR” untuk menggambarkan standar upah minimum di suatu daerah. Namun, dalam istilah formal, UMR sudah tidak lagi menjadi istilah utama.

Istilah yang lebih tepat digunakan adalah UMP untuk tingkat provinsi dan UMK untuk tingkat kabupaten/kota. Karena itu, dalam dokumen resmi perusahaan, HR sebaiknya menggunakan istilah UMP atau UMK, bukan UMR.

Penggunaan istilah yang tepat penting agar tidak terjadi salah tafsir dalam perjanjian kerja, kebijakan payroll, surat keputusan kenaikan gaji, maupun komunikasi resmi kepada karyawan.

Apa Itu UMSK?

Selain UMP dan UMK, Jawa Timur juga menetapkan Upah Minimum Sektoral Kabupaten/Kota atau UMSK untuk sektor tertentu. UMSK adalah standar upah minimum yang berlaku khusus untuk sektor usaha tertentu di wilayah kabupaten/kota.

UMSK perlu diperhatikan karena nilainya dapat berbeda dari UMK umum. Jika perusahaan masuk ke sektor yang ditetapkan memiliki UMSK, maka payroll perlu mengacu pada UMSK yang berlaku untuk sektor dan wilayah tersebut.

Pada tahun 2026, Jawa Timur menetapkan UMSK untuk sejumlah kabupaten/kota, antara lain Kota Surabaya, Kabupaten Sidoarjo, Kabupaten Gresik, Kabupaten Pasuruan, Kabupaten Mojokerto, Kabupaten Tuban, Kabupaten Madiun, Kabupaten Malang, Kabupaten Banyuwangi, Kabupaten Bangkalan, dan Kabupaten Probolinggo.

Dasar Hukum UMP dan UMK Jawa Timur 2026

Penetapan UMP dan UMK Jawa Timur 2026 tidak dilakukan secara sembarangan. Ada beberapa dasar hukum dan dokumen penetapan yang perlu dipahami oleh HR dan perusahaan.

1. PP 36 Tahun 2021 tentang Pengupahan

PP Nomor 36 Tahun 2021 merupakan salah satu dasar hukum penting dalam sistem pengupahan di Indonesia. Aturan ini membahas kebijakan pengupahan, upah minimum, struktur dan skala upah, bentuk dan cara pembayaran upah, upah kerja lembur, serta sanksi administratif.

Untuk memahami ketentuan upah dalam kerangka hukum ketenagakerjaan, HR dapat membaca pembahasan tentang pasal yang mengatur upah dalam peraturan undang-undang.

2. PP 49 Tahun 2025

PP Nomor 49 Tahun 2025 mengubah sebagian ketentuan dalam PP 36 Tahun 2021 tentang Pengupahan. Aturan ini menjadi penting karena berkaitan dengan penyesuaian upah minimum tahun 2026, jenis upah minimum, struktur dan skala upah, serta formula penetapan upah minimum.

Dalam aturan terbaru, upah minimum dapat mencakup UMP, UMK dengan syarat tertentu, upah minimum sektoral provinsi, dan upah minimum sektoral kabupaten/kota dengan syarat tertentu. Karena itu, HR perlu melihat apakah wilayah dan sektor usahanya memiliki ketentuan khusus.

3. Keputusan Gubernur Jawa Timur Nomor 100.3.3.1/934/013/2025

Keputusan Gubernur Jawa Timur Nomor 100.3.3.1/934/013/2025 menetapkan Upah Minimum Provinsi Jawa Timur Tahun 2026. Dalam keputusan ini, UMP Jawa Timur 2026 ditetapkan sebesar Rp2.446.880,68 dan mulai berlaku pada 1 Januari 2026.

4. Keputusan Gubernur Jawa Timur Nomor 100.3.3.1/937/013/2025

Keputusan Gubernur Jawa Timur Nomor 100.3.3.1/937/013/2025 menetapkan Upah Minimum Kabupaten/Kota di Jawa Timur Tahun 2026. Keputusan ini memuat daftar UMK untuk 38 kabupaten/kota di Jawa Timur.

Dalam keputusan tersebut juga ditegaskan bahwa UMK hanya berlaku bagi pekerja yang memiliki masa kerja kurang dari satu tahun. Untuk pekerja dengan masa kerja satu tahun atau lebih, perusahaan perlu menyusun dan menerapkan struktur dan skala upah.

5. Keputusan Gubernur Jawa Timur Nomor 100.3.3.1/938/013/2025

Keputusan Gubernur Jawa Timur Nomor 100.3.3.1/938/013/2025 menetapkan Upah Minimum Sektoral Kabupaten/Kota di Jawa Timur Tahun 2026. Dokumen ini penting bagi perusahaan yang bergerak pada sektor-sektor tertentu di daerah yang memiliki UMSK.

UMP Jawa Timur 2026

Berikut ringkasan UMP Jawa Timur terbaru.

Provinsi UMP 2025 UMP 2026 Kenaikan Persentase Kenaikan Dasar Penetapan
Jawa Timur Rp2.305.985,00 Rp2.446.880,68 Rp140.895,68 Sekitar 6,11% Keputusan Gubernur Jawa Timur Nomor 100.3.3.1/934/013/2025

UMP ini menjadi acuan provinsi. Namun, karena Jawa Timur memiliki UMK untuk 38 kabupaten/kota, perusahaan perlu menggunakan UMK sesuai lokasi kerja karyawan jika UMK wilayah tersebut sudah ditetapkan.

Daftar UMK Jawa Timur 2026 Lengkap 38 Kabupaten/Kota

Berikut daftar UMK Jawa Timur 2026 berdasarkan Keputusan Gubernur Jawa Timur Nomor 100.3.3.1/937/013/2025.

No Kabupaten/Kota UMK 2026
1 Kota Surabaya Rp5.288.796,00
2 Kabupaten Gresik Rp5.195.401,00
3 Kabupaten Sidoarjo Rp5.191.541,00
4 Kabupaten Pasuruan Rp5.187.681,00
5 Kabupaten Mojokerto Rp5.176.101,00
6 Kabupaten Malang Rp3.802.862,00
7 Kota Malang Rp3.736.101,00
8 Kota Batu Rp3.562.484,00
9 Kota Pasuruan Rp3.555.301,00
10 Kabupaten Jombang Rp3.320.770,00
11 Kabupaten Tuban Rp3.229.092,00
12 Kota Mojokerto Rp3.208.556,00
13 Kabupaten Lamongan Rp3.196.328,00
14 Kabupaten Probolinggo Rp3.164.526,00
15 Kota Probolinggo Rp3.045.172,00
16 Kabupaten Jember Rp3.012.197,00
17 Kabupaten Banyuwangi Rp2.989.145,00
18 Kota Kediri Rp2.742.806,00
19 Kabupaten Bojonegoro Rp2.685.983,00
20 Kabupaten Kediri Rp2.651.603,00
21 Kota Blitar Rp2.639.518,00
22 Kabupaten Tulungagung Rp2.628.190,00
23 Kota Madiun Rp2.588.794,00
24 Kabupaten Lumajang Rp2.578.320,00
25 Kabupaten Blitar Rp2.567.744,00
26 Kabupaten Nganjuk Rp2.564.627,00
27 Kabupaten Ngawi Rp2.556.815,00
28 Kabupaten Magetan Rp2.553.866,00
29 Kabupaten Sumenep Rp2.553.688,00
30 Kabupaten Madiun Rp2.553.221,00
31 Kabupaten Bangkalan Rp2.550.274,00
32 Kabupaten Ponorogo Rp2.549.876,00
33 Kabupaten Trenggalek Rp2.530.313,00
34 Kabupaten Pamekasan Rp2.528.004,00
35 Kabupaten Pacitan Rp2.514.892,00
36 Kabupaten Bondowoso Rp2.496.886,00
37 Kabupaten Sampang Rp2.484.443,00
38 Kabupaten Situbondo Rp2.483.962,00

UMK Tertinggi dan Terendah di Jawa Timur 2026

Berdasarkan daftar UMK Jawa Timur 2026, daerah dengan UMK tertinggi adalah Kota Surabaya sebesar Rp5.288.796,00. Sementara itu, daerah dengan UMK terendah adalah Kabupaten Situbondo sebesar Rp2.483.962,00.

Perbedaan nilai UMK ini menunjukkan bahwa setiap wilayah memiliki kondisi ekonomi dan ketenagakerjaan yang berbeda. Kota besar dan kawasan industri biasanya memiliki nilai upah minimum lebih tinggi karena aktivitas ekonomi, kebutuhan tenaga kerja, produktivitas, dan biaya hidup juga berbeda.

Kategori Daerah UMK 2026
UMK tertinggi Kota Surabaya Rp5.288.796,00
UMK terendah Kabupaten Situbondo Rp2.483.962,00

Top 10 UMK Tertinggi di Jawa Timur 2026

Berikut 10 daerah dengan UMK tertinggi di Jawa Timur tahun 2026.

Peringkat Kabupaten/Kota UMK 2026
1 Kota Surabaya Rp5.288.796,00
2 Kabupaten Gresik Rp5.195.401,00
3 Kabupaten Sidoarjo Rp5.191.541,00
4 Kabupaten Pasuruan Rp5.187.681,00
5 Kabupaten Mojokerto Rp5.176.101,00
6 Kabupaten Malang Rp3.802.862,00
7 Kota Malang Rp3.736.101,00
8 Kota Batu Rp3.562.484,00
9 Kota Pasuruan Rp3.555.301,00
10 Kabupaten Jombang Rp3.320.770,00

Mengapa UMK Jawa Timur Berbeda-beda?

UMK Jawa Timur berbeda-beda karena kondisi setiap kabupaten/kota juga berbeda. Daerah industri seperti Surabaya, Gresik, Sidoarjo, Pasuruan, dan Mojokerto memiliki dinamika ekonomi yang berbeda dari daerah lain seperti Situbondo, Sampang, Bondowoso, Pacitan, atau Pamekasan.

Penetapan upah minimum mempertimbangkan banyak faktor, termasuk kondisi ekonomi, ketenagakerjaan, inflasi, pertumbuhan ekonomi, produktivitas, serta saran dan pertimbangan dewan pengupahan. Karena itu, angka UMK tidak bisa disamaratakan untuk seluruh wilayah Jawa Timur.

Bagi perusahaan yang memiliki banyak cabang, perbedaan ini perlu dicatat dengan teliti. Lokasi kerja karyawan harus menjadi dasar dalam menentukan acuan upah minimum.

Bagaimana dengan UMSK Jawa Timur 2026?

Jawa Timur juga menetapkan Upah Minimum Sektoral Kabupaten/Kota atau UMSK untuk sektor tertentu. UMSK berlaku di wilayah dan sektor usaha yang ditetapkan dalam keputusan gubernur.

Beberapa kabupaten/kota yang memiliki UMSK Jawa Timur 2026 antara lain Kota Surabaya, Kabupaten Sidoarjo, Kabupaten Gresik, Kabupaten Pasuruan, Kabupaten Mojokerto, Kabupaten Tuban, Kabupaten Madiun, Kabupaten Malang, Kabupaten Banyuwangi, Kabupaten Bangkalan, dan Kabupaten Probolinggo.

Artinya, perusahaan di wilayah tersebut tidak cukup hanya melihat UMK umum. HR perlu memeriksa apakah KBLI atau sektor usahanya termasuk dalam cakupan UMSK. Jika termasuk, maka standar upah minimum sektoral yang perlu digunakan.

Contoh Situasi

Misalnya, sebuah perusahaan berada di Kabupaten Gresik dan sektor usahanya termasuk dalam daftar sektor yang memiliki UMSK. Dalam kondisi tersebut, HR perlu membandingkan UMK umum Kabupaten Gresik dengan UMSK yang berlaku untuk sektor tersebut. Jika UMSK berlaku, maka pengupahan pekerja pada sektor tersebut perlu mengikuti UMSK.

Apakah UMK Sama dengan Gaji Pokok?

UMK tidak selalu sama dengan gaji pokok. Ini adalah salah satu hal yang sering disalahpahami oleh karyawan maupun perusahaan. Upah minimum dapat terdiri dari upah tanpa tunjangan atau upah pokok termasuk tunjangan tetap.

Sementara itu, gaji pokok adalah imbalan dasar yang dibayarkan kepada pekerja berdasarkan tingkat atau jenis pekerjaan. Jika perusahaan menggunakan komponen gaji pokok dan tunjangan tetap, maka total keduanya harus memenuhi upah minimum yang berlaku.

Untuk pembahasan lebih praktis, baca artikel tentang pengertian gaji pokok dan UMK. HR juga perlu memahami komponen gaji dalam sistem pengupahan agar tidak salah menentukan dasar pembayaran karyawan.

Contoh Sederhana Penerapan UMK

Misalnya, perusahaan berada di Kota Surabaya dengan UMK 2026 sebesar Rp5.288.796,00. Perusahaan dapat membayar karyawan baru dengan salah satu skema berikut:

  • Gaji pokok Rp5.288.796,00 tanpa tunjangan tetap.
  • Gaji pokok Rp4.500.000,00 ditambah tunjangan tetap Rp788.796,00.
  • Gaji pokok di atas UMK, misalnya Rp5.800.000,00.

Namun, jika menggunakan gaji pokok dan tunjangan tetap, perusahaan tetap perlu memperhatikan ketentuan komposisi upah pokok. Untuk memahami perbedaannya, HR dapat membaca artikel tentang perbedaan tunjangan tetap dan tidak tetap.

Siapa yang Berhak Mendapat Upah Minimum?

Upah minimum pada prinsipnya berlaku bagi pekerja atau buruh dengan masa kerja kurang dari satu tahun pada perusahaan yang bersangkutan. Untuk pekerja dengan masa kerja satu tahun atau lebih, perusahaan perlu menyusun dan menerapkan struktur dan skala upah.

Artinya, pekerja lama sebaiknya tidak terus-menerus hanya mengikuti angka UMK. Perusahaan perlu mempertimbangkan masa kerja, jabatan, kompetensi, pendidikan, produktivitas, dan tanggung jawab pekerjaan.

Untuk itu, HR perlu memiliki struktur dan skala upah. Struktur ini membantu perusahaan menetapkan upah secara lebih adil, objektif, dan tidak hanya bergantung pada angka minimum tahunan.

Apakah Perusahaan Boleh Membayar di Bawah UMK?

Perusahaan dilarang membayar upah lebih rendah dari upah minimum yang berlaku, kecuali terdapat ketentuan khusus untuk pelaku usaha mikro dan kecil sesuai aturan. Jika perusahaan membayar di bawah UMK tanpa dasar yang sah, perusahaan dapat berisiko menghadapi sanksi dan persoalan hubungan industrial.

Selain risiko hukum, pembayaran upah di bawah UMK juga dapat berdampak pada kepercayaan karyawan. Karyawan dapat merasa haknya tidak dipenuhi, produktivitas menurun, dan hubungan kerja menjadi tidak sehat.

Karena itu, HR dan manajemen perlu memastikan kebijakan pengupahan sudah selaras dengan Undang-Undang Ketenagakerjaan di Indonesia dan aturan turunannya.

Apakah Perusahaan Boleh Membayar di Atas UMK?

Perusahaan tentu boleh membayar upah di atas UMK. Upah minimum adalah batas bawah, bukan batas atas. Perusahaan yang memiliki kemampuan finansial lebih baik dapat memberikan upah lebih tinggi untuk menarik, mempertahankan, dan memotivasi karyawan.

Selain itu, perusahaan yang sudah memberikan upah lebih tinggi dari upah minimum dilarang mengurangi atau menurunkan upah pekerjanya hanya karena ada penetapan upah minimum baru. Jika perusahaan ingin menata ulang struktur gaji, prosesnya perlu mengikuti aturan dan komunikasi yang jelas.

Dalam praktik HR, pembayaran di atas UMK dapat menjadi bagian dari strategi kompensasi. Perusahaan dapat mempertimbangkan jabatan, kompetensi, pengalaman, risiko kerja, dan produktivitas untuk menentukan rentang gaji yang lebih adil.

Apakah UMK Berlaku untuk Semua Jenis Pekerja?

UMK berlaku sebagai standar minimum untuk pekerja atau buruh dalam hubungan kerja, terutama yang masa kerjanya kurang dari satu tahun. Namun, HR tetap perlu memperhatikan status hubungan kerja dan jenis pekerjaan agar penerapan upah lebih tepat.

Status hubungan kerja dapat berupa PKWT, PKWTT, pekerja harian, atau bentuk hubungan kerja lain sesuai ketentuan. Untuk memahami dasar status kerja, pembaca dapat membaca artikel tentang status hubungan kerja dalam UU Ketenagakerjaan.

Jika perusahaan menggunakan karyawan kontrak, pastikan perjanjian dan haknya juga sesuai aturan. Artikel tentang Perjanjian Kerja Waktu Tertentu atau PKWT dapat menjadi referensi tambahan.

Bagaimana dengan Karyawan Probation?

Karyawan probation tetap tidak boleh dibayar di bawah upah minimum yang berlaku. Masa percobaan bukan alasan untuk memberikan upah lebih rendah dari UMP, UMK, atau UMSK yang berlaku.

Perusahaan boleh menerapkan masa percobaan untuk hubungan kerja tertentu sesuai ketentuan, tetapi hak upah minimum tetap harus diperhatikan. Jika karyawan bekerja di Kota Surabaya, misalnya, maka acuan upah minimum yang perlu diperhatikan adalah UMK Kota Surabaya 2026 atau UMSK jika sektor usahanya termasuk cakupan sektoral.

Dalam praktiknya, HR perlu memastikan masa percobaan dicantumkan secara benar dalam perjanjian kerja dan tidak digunakan untuk mengurangi hak dasar pekerja. Untuk memahami konteksnya, baca artikel tentang aturan masa percobaan probation dalam perjanjian kerja.

Dampak UMP/UMK Jawa Timur 2026 terhadap Payroll

Kenaikan UMP dan UMK berdampak langsung pada payroll. Perusahaan tidak hanya perlu menyesuaikan gaji pokok atau total upah, tetapi juga komponen lain yang dihitung berdasarkan upah.

1. Penyesuaian Gaji Karyawan Baru

Jika perusahaan merekrut karyawan baru dengan masa kerja kurang dari satu tahun, upah yang diberikan harus mengikuti UMK yang berlaku di lokasi kerja. Untuk kabupaten/kota yang sudah memiliki UMK, perusahaan perlu mengacu pada UMK daerah tersebut.

2. Penyesuaian Payroll Bulanan

HR dan payroll perlu memastikan data gaji di sistem sudah diperbarui sejak periode berlakunya upah minimum terbaru. Jika tidak, perusahaan berisiko salah membayar gaji pada bulan berjalan.

Pengelolaan ini berkaitan erat dengan siklus penggajian. HR perlu menentukan cut-off, review data, approval, pembayaran, dan arsip payroll dengan rapi.

3. Perhitungan Lembur

Upah lembur dihitung berdasarkan upah sebulan. Karena itu, jika upah karyawan naik mengikuti UMK, nilai upah lembur juga dapat berubah. HR perlu memperbarui dasar perhitungan lembur agar tidak terjadi kekurangan pembayaran.

Untuk memahami rumusnya, baca panduan waktu kerja lembur dan cara menghitung upah lembur karyawan masuk kerja di hari Sabtu dan Minggu.

4. Perhitungan THR

THR juga berkaitan dengan upah. Jika perusahaan melakukan penyesuaian gaji sebelum periode THR, HR perlu memastikan dasar perhitungan THR sudah mengikuti data upah terbaru sesuai ketentuan.

Pembahasan lebih lengkap dapat dilihat pada artikel ketentuan pembayaran THR karyawan.

5. Perhitungan BPJS

Perubahan upah juga dapat memengaruhi dasar perhitungan iuran jaminan sosial. HR perlu memastikan data upah yang digunakan untuk BPJS Ketenagakerjaan dan BPJS Kesehatan sudah sesuai ketentuan yang berlaku.

Untuk administrasi jaminan sosial, HR dapat membaca artikel tentang iuran BPJS Ketenagakerjaan.

6. Perhitungan PPh 21

Kenaikan upah dapat memengaruhi penghasilan bruto karyawan dan berpengaruh pada perhitungan PPh 21. HR dan payroll perlu memastikan perubahan gaji, tunjangan, lembur, THR, dan bonus masuk ke perhitungan pajak dengan benar.

Untuk memahami pajak karyawan, pembaca dapat melihat artikel tentang cara menghitung PPh 21 dengan tarif TER.

Bagaimana HR Menyesuaikan Gaji Berdasarkan UMK Jawa Timur 2026?

Setiap awal tahun, HR perlu melakukan review payroll agar upah karyawan tidak berada di bawah standar minimum terbaru. Berikut langkah-langkah yang dapat dilakukan.

1. Petakan Lokasi Kerja Karyawan

Langkah pertama adalah memetakan lokasi kerja karyawan. Perusahaan dengan kantor cabang di beberapa daerah Jawa Timur harus memastikan setiap karyawan menggunakan acuan UMK sesuai lokasi kerjanya.

Misalnya, karyawan yang bekerja di Kota Surabaya menggunakan UMK Kota Surabaya. Karyawan yang bekerja di Kabupaten Gresik menggunakan UMK Kabupaten Gresik. Jangan menyamaratakan seluruh karyawan dengan satu angka UMP jika wilayahnya sudah memiliki UMK.

2. Periksa Apakah Ada UMSK

Jika perusahaan berada di daerah dan sektor yang memiliki UMSK, HR perlu memeriksa angka sektoral yang berlaku. UMSK dapat menjadi acuan yang lebih spesifik dibandingkan UMK umum.

3. Identifikasi Karyawan dengan Masa Kerja Kurang dari Satu Tahun

Upah minimum terutama berlaku untuk pekerja dengan masa kerja kurang dari satu tahun. HR perlu mengidentifikasi karyawan baru atau karyawan yang belum genap satu tahun bekerja, lalu memastikan upahnya tidak lebih rendah dari UMK yang berlaku.

4. Review Karyawan dengan Masa Kerja Lebih dari Satu Tahun

Untuk karyawan dengan masa kerja satu tahun atau lebih, perusahaan perlu menggunakan struktur dan skala upah. Tujuannya agar pekerja lama tidak hanya disamakan dengan pekerja baru yang menerima upah minimum.

5. Periksa Komponen Gaji

HR perlu memeriksa apakah gaji karyawan terdiri dari upah pokok saja, upah pokok dan tunjangan tetap, atau ada tunjangan tidak tetap. Komponen ini penting karena upah minimum tidak selalu identik dengan gaji pokok.

6. Hitung Dampak terhadap Biaya Tenaga Kerja

Kenaikan UMK dapat memengaruhi total biaya tenaga kerja. Selain gaji bulanan, perusahaan perlu menghitung dampak terhadap lembur, THR, BPJS, PPh 21, dan komponen lain yang berbasis upah.

7. Perbarui Sistem Payroll

Setelah data final, HR perlu memperbarui sistem payroll. Penggunaan software payroll dapat membantu perusahaan menghitung gaji, tunjangan, lembur, BPJS, PPh 21, dan slip gaji dengan lebih akurat.

Bagaimana Jika Perusahaan Memiliki Cabang di Banyak Daerah Jawa Timur?

Perusahaan dengan beberapa cabang di Jawa Timur perlu lebih hati-hati. Setiap kabupaten/kota memiliki UMK yang berbeda. Perusahaan yang memiliki cabang di Kota Surabaya, Kabupaten Gresik, Kabupaten Sidoarjo, Kabupaten Malang, dan Kabupaten Situbondo harus menerapkan acuan upah minimum sesuai lokasi kerja masing-masing.

Kesalahan acuan wilayah dapat menyebabkan perusahaan membayar upah di bawah ketentuan untuk cabang tertentu. Karena itu, HR perlu membuat mapping lokasi kerja dan acuan UMK dalam sistem payroll.

Contoh Mapping Cabang

Cabang Lokasi Kerja Acuan Upah Minimum 2026
Cabang A Kota Surabaya Rp5.288.796,00
Cabang B Kabupaten Gresik Rp5.195.401,00
Cabang C Kabupaten Sidoarjo Rp5.191.541,00
Cabang D Kabupaten Malang Rp3.802.862,00
Cabang E Kabupaten Situbondo Rp2.483.962,00

Hubungan UMP/UMK Jatim dengan Perjanjian Kerja

Upah merupakan salah satu unsur penting dalam hubungan kerja. Karena itu, ketentuan upah perlu dicantumkan dengan jelas dalam perjanjian kerja, baik untuk karyawan tetap maupun karyawan kontrak.

Perusahaan perlu memastikan nominal upah, komponen gaji, tunjangan tetap, tunjangan tidak tetap, waktu pembayaran, lokasi kerja, dan kebijakan perubahan upah tertulis secara jelas. Jika ada penyesuaian UMP atau UMK, HR perlu memperbarui data payroll dan dokumen pendukung jika diperlukan.

Untuk memahami hubungan kerja secara lebih lengkap, pembaca dapat melihat artikel tentang aturan perjanjian kerja dan perjanjian kerja waktu tidak tertentu atau PKWTT.

Hubungan UMP/UMK dengan Absensi, Lembur, dan Slip Gaji

Upah minimum tidak hanya berdampak pada gaji pokok. Dalam praktik payroll, perubahan upah juga perlu dihubungkan dengan absensi, lembur, dan slip gaji.

1. Absensi

Data absensi membantu perusahaan mengetahui kehadiran, keterlambatan, izin, cuti, dan lembur karyawan. Jika data absensi tidak akurat, payroll juga dapat salah.

Untuk mengelola data kehadiran lebih rapi, perusahaan dapat menggunakan absensi online karyawan.

2. Lembur

Jika karyawan bekerja melebihi waktu kerja normal, perusahaan perlu menghitung upah lembur berdasarkan dasar upah yang berlaku. Karena UMK dapat memengaruhi upah bulanan, perubahan UMK juga dapat memengaruhi nilai lembur.

3. Slip Gaji

Slip gaji perlu menampilkan komponen penghasilan dan potongan secara transparan. Dengan slip gaji yang jelas, karyawan dapat memahami gaji pokok, tunjangan, lembur, BPJS, pajak, dan potongan lain.

Untuk referensi, HR dapat membaca artikel tentang contoh cara membuat slip gaji di Excel.

Checklist HR untuk Menyesuaikan UMP/UMK Jawa Timur 2026

Berikut checklist yang dapat digunakan HR dan payroll untuk menyesuaikan UMP/UMK Jawa Timur 2026.

  • Pastikan menggunakan data UMP dan UMK Jawa Timur 2026 dari sumber resmi.
  • Petakan lokasi kerja seluruh karyawan di Jawa Timur.
  • Tentukan acuan UMK untuk setiap kabupaten/kota tempat karyawan bekerja.
  • Periksa apakah sektor usaha memiliki UMSK.
  • Identifikasi karyawan dengan masa kerja kurang dari satu tahun.
  • Pastikan upah karyawan tidak berada di bawah UMK atau UMSK yang berlaku.
  • Review struktur dan skala upah untuk karyawan dengan masa kerja satu tahun atau lebih.
  • Periksa komponen gaji pokok, tunjangan tetap, dan tunjangan tidak tetap.
  • Hitung dampak kenaikan upah terhadap lembur, THR, BPJS, dan PPh 21.
  • Perbarui sistem payroll dan slip gaji.
  • Komunikasikan perubahan upah kepada karyawan yang terdampak.
  • Simpan arsip keputusan gubernur dan dokumen payroll.

Kesalahan yang Sering Terjadi dalam Menerapkan UMK

Walaupun daftar UMK terlihat sederhana, penerapannya di perusahaan sering menimbulkan kesalahan. Berikut beberapa hal yang perlu dihindari.

1. Menggunakan UMP Padahal Daerah Memiliki UMK

Kesalahan umum pertama adalah menggunakan UMP untuk semua wilayah, padahal seluruh kabupaten/kota di Jawa Timur sudah memiliki UMK. Jika perusahaan berada di wilayah yang memiliki UMK, maka UMK tersebut perlu menjadi acuan.

2. Menganggap UMK Sama dengan Gaji Pokok

UMK tidak selalu sama dengan gaji pokok. Perusahaan perlu melihat apakah upah terdiri dari gaji pokok saja atau gaji pokok ditambah tunjangan tetap.

3. Tidak Memeriksa UMSK

Jika perusahaan berada di sektor yang memiliki upah minimum sektoral, HR perlu memperhatikan UMSK. Mengabaikan UMSK dapat membuat perusahaan salah menerapkan standar upah minimum.

4. Tidak Memperbarui Payroll Sejak Januari

Upah minimum baru mulai berlaku sejak 1 Januari 2026. Jika payroll tidak diperbarui tepat waktu, perusahaan dapat membayar gaji di bawah ketentuan pada periode tertentu.

5. Mengabaikan Struktur dan Skala Upah

Perusahaan yang hanya mengikuti UMK tanpa struktur dan skala upah dapat menimbulkan ketimpangan. Karyawan lama bisa merasa tidak dihargai jika gajinya terlalu dekat dengan karyawan baru.

6. Tidak Menghitung Dampak ke Komponen Lain

Kenaikan upah minimum dapat berdampak pada lembur, THR, BPJS, dan PPh 21. Jika hanya menaikkan gaji tanpa memperbarui komponen lain, payroll tetap bisa salah.

Peran HRIS dan Payroll Software dalam Mengelola UMK Jawa Timur

Mengelola UMP, UMK, dan UMSK secara manual dapat menjadi rumit, terutama untuk perusahaan dengan banyak cabang, banyak status karyawan, sistem shift, dan komponen upah yang berbeda. Kesalahan input kecil dapat berdampak pada gaji, lembur, BPJS, pajak, dan slip gaji.

Dengan sistem payroll yang terintegrasi, perusahaan dapat memperbarui acuan UMK berdasarkan lokasi kerja, menghitung perubahan gaji, membuat slip gaji, dan mengurangi risiko human error.

Selain itu, penggunaan Human Resource Information System atau HRIS dapat membantu HR menyimpan data karyawan, lokasi kerja, masa kerja, jabatan, status hubungan kerja, absensi, cuti, dan payroll secara terpusat.

Sistem payroll juga membantu HR melakukan simulasi biaya tenaga kerja. Simulasi ini penting karena kenaikan UMK tidak hanya berdampak pada gaji pokok, tetapi juga pada komponen lain seperti lembur, THR, iuran jaminan sosial, dan pajak karyawan.

Kesimpulan

UMP Jawa Timur 2026 ditetapkan sebesar Rp2.446.880,68. Sementara itu, UMK Jawa Timur 2026 untuk 38 kabupaten/kota memiliki nilai yang berbeda-beda. UMK tertinggi berada di Kota Surabaya sebesar Rp5.288.796,00, sedangkan UMK terendah berada di Kabupaten Situbondo sebesar Rp2.483.962,00.

Bagi karyawan, informasi UMP dan UMK penting untuk memahami hak dasar atas upah. Bagi perusahaan, data ini menjadi dasar untuk menyesuaikan payroll, gaji karyawan baru, struktur dan skala upah, lembur, THR, BPJS, dan PPh 21.

Perusahaan tidak boleh membayar upah lebih rendah dari upah minimum yang berlaku, kecuali terdapat ketentuan khusus untuk pelaku usaha mikro dan kecil sesuai aturan. Jika perusahaan berada di sektor yang memiliki UMSK, HR perlu memastikan standar upah sektoral juga diterapkan dengan benar.

Dengan pengelolaan data yang rapi, HRIS, dan payroll software yang tepat, perusahaan dapat menerapkan UMP/UMK Jawa Timur 2026 secara lebih akurat, transparan, dan sesuai ketentuan.

Referensi Eksternal


Putri Ayudhia

Putri Ayudhia

Putri Ayudhia adalah seorang penulis konten SEO dan blogger paruh waktu yang telah bekerja secara profesional selama lebih dari 7 tahun. Dia telah membantu berbagai perusahaan di Indonesia untuk menulis konten yang berkualitas, SEO-friendly, dan relevan dengan bidang HR dan Psikologi. Ayudhia memiliki pengetahuan yang kuat dalam SEO dan penulisan konten. Dia juga memiliki pengetahuan mendalam tentang HR dan Psikologi, yang membantu dia dalam menciptakan konten yang relevan dan berbobot. Dia memiliki keterampilan dalam melakukan riset pasar dan analisis, yang membantu dia dalam menciptakan strategi konten yang efektif.
https://bloghrd.com