Tukang sapu dan YBDI adalah pekerja yang bertugas menyapu, membersihkan, merapikan, dan menjaga kebersihan area publik maupun area kerja tertentu. Istilah YBDI berarti “yang berhubungan dengan itu”, sehingga kelompok pekerjaan ini dapat mencakup buruh kebersihan, penyapu jalan, petugas kebersihan taman, petugas kebersihan fasilitas umum, dan pekerja kebersihan lain yang memiliki tugas serupa.
Pekerjaan ini sering dianggap sederhana, padahal perannya sangat penting. Jalan raya, taman, stasiun, terminal, bandara, gedung perkantoran, sekolah, rumah sakit, pusat belanja, kawasan industri, dan fasilitas umum lain membutuhkan pekerja kebersihan agar tetap aman, nyaman, sehat, dan layak digunakan masyarakat.
Tanpa tukang sapu dan pekerja kebersihan, lingkungan kerja maupun ruang publik dapat cepat kotor, licin, berdebu, berbau, tidak sehat, bahkan berisiko menimbulkan kecelakaan. Karena itu, pembahasan mengenai gaji upah tukang sapu dan YBDI tidak hanya perlu melihat angka gaji, tetapi juga beban kerja, jam kerja, risiko K3, lokasi kerja, status hubungan kerja, sistem outsourcing, dan perlindungan jaminan sosial.
Bagi HR, vendor cleaning service, pengelola gedung, instansi pemerintah, maupun perusahaan swasta, memahami kisaran upah profesi ini penting saat menghitung gaji pegawai, menyusun kontrak kerja, menentukan struktur upah, dan memastikan pekerja kebersihan mendapatkan hak yang layak.
Daftar Isi
Ringkasan Gaji Tukang Sapu dan YBDI 2026
Berdasarkan data pasar kerja terbaru, kisaran gaji tukang sapu dan YBDI di Indonesia berada pada rentang yang cukup luas. Data terbaru mencatat bahwa sebagian besar pekerja pada profesi ini memperoleh gaji sekitar Rp3.432.864 hingga Rp16.176.989 per bulan pada 2026.
Untuk pekerja pada awal karier, kisaran gaji bersih bulanan biasanya berada di sekitar Rp3.432.864 hingga Rp14.562.043. Setelah memiliki pengalaman kerja sekitar 5 tahun, pendapatan dapat meningkat menjadi sekitar Rp3.998.190 hingga Rp15.576.361 per bulan untuk standar kerja 40 jam per minggu.
Namun, angka tersebut perlu dibaca secara hati-hati. Dalam praktiknya, upah tukang sapu dapat sangat berbeda tergantung lokasi kerja, jenis pemberi kerja, status hubungan kerja, apakah bekerja di sektor publik atau swasta, apakah melalui vendor outsourcing, jam kerja, shift, lembur, tunjangan, dan kebijakan pengupahan masing-masing perusahaan atau instansi.
| Kategori Pekerja | Estimasi Kisaran Gaji 2026 | Catatan |
|---|---|---|
| Tukang sapu pemula | Sekitar Rp3,4 juta hingga Rp14,5 juta per bulan | Biasanya menangani pekerjaan kebersihan dasar seperti menyapu, mengumpulkan sampah, dan menjaga area tetap rapi. |
| Tukang sapu berpengalaman | Sekitar Rp3,9 juta hingga Rp15,5 juta per bulan | Dipengaruhi pengalaman, lokasi kerja, jenis fasilitas, jam kerja, dan tanggung jawab tambahan. |
| Petugas kebersihan senior | Dapat lebih tinggi dari level pelaksana | Bisa bertugas mengawasi area, membantu pembagian tugas, atau menangani area khusus. |
| Koordinator cleaning service | Dapat berada di level lebih tinggi | Bertanggung jawab pada jadwal tim, kualitas kebersihan, stok alat, dan laporan kerja. |
Total pendapatan tukang sapu dapat terdiri dari gaji pokok, tunjangan makan, tunjangan transportasi, tunjangan shift, uang lembur, BPJS, dan benefit lain. Karena itu, perusahaan perlu memahami komponen gaji karyawan agar perhitungan upah pekerja kebersihan tidak sekadar mengikuti angka minimum tanpa memperhatikan beban kerja dan risiko.
Apa Itu Tukang Sapu dan YBDI?
Tukang sapu adalah pekerja yang melakukan pekerjaan pembersihan dengan aktivitas utama menyapu, mengumpulkan sampah, membersihkan debu, merapikan area, dan menjaga kebersihan lingkungan. Pekerjaan ini dapat dilakukan di ruang terbuka maupun tertutup.
Dalam konteks yang lebih luas, tukang sapu dan YBDI dapat masuk dalam kelompok pekerja kebersihan atau cleaning service. Mereka dapat bekerja secara langsung untuk perusahaan, instansi pemerintah, pengelola fasilitas, sekolah, rumah sakit, perumahan, kawasan wisata, atau melalui perusahaan penyedia jasa kebersihan.
Contoh Tempat Kerja Tukang Sapu
Tukang sapu dan pekerja kebersihan dapat bekerja di berbagai lokasi, seperti:
- Jalan raya dan trotoar.
- Taman kota.
- Terminal, stasiun, dan bandara.
- Gedung perkantoran.
- Pusat perbelanjaan.
- Sekolah dan kampus.
- Rumah sakit dan klinik.
- Hotel dan apartemen.
- Pabrik dan kawasan industri.
- Tempat wisata dan fasilitas umum.
Mengapa Pekerjaan Ini Penting?
Pekerjaan kebersihan berdampak langsung pada kenyamanan, kesehatan, keselamatan, dan citra suatu tempat. Gedung yang bersih membuat pekerja lebih nyaman. Jalan yang bersih membantu mengurangi risiko kecelakaan dan penyumbatan drainase. Fasilitas umum yang terawat meningkatkan kualitas layanan publik.
Karena itu, pekerjaan tukang sapu tidak boleh dipandang rendah. Mereka adalah bagian penting dari sistem layanan publik dan operasional perusahaan.
Tugas Tukang Sapu dan Pekerja Kebersihan
Tugas tukang sapu dapat berbeda tergantung area kerja. Tukang sapu jalan memiliki tantangan berbeda dari petugas kebersihan gedung, taman, rumah sakit, atau pabrik. Namun, secara umum, tugasnya berkaitan dengan menjaga kebersihan, keamanan, dan kerapian area.
1. Menyapu Area Kerja
Tugas utama tukang sapu adalah menyapu area yang menjadi tanggung jawabnya. Area tersebut dapat berupa jalan, halaman, taman, koridor, lobby, ruang tunggu, tempat parkir, atau area umum lainnya.
Pekerjaan menyapu tidak selalu ringan. Di ruang terbuka, tukang sapu dapat bekerja di bawah panas, hujan, debu, asap kendaraan, dan lalu lintas. Di area dalam gedung, pekerja perlu menjaga agar area tetap bersih tanpa mengganggu aktivitas penghuni atau pengunjung.
2. Mengumpulkan dan Memilah Sampah
Tukang sapu biasanya juga bertugas mengumpulkan sampah dari area kerja. Di beberapa tempat, mereka perlu memisahkan sampah organik, anorganik, kertas, plastik, dan limbah khusus sesuai kebijakan fasilitas.
Jika bekerja di area tertentu seperti rumah sakit, pabrik, atau laboratorium, pekerja kebersihan perlu memahami perbedaan sampah umum dan limbah berbahaya. Penanganan limbah yang salah dapat membahayakan pekerja maupun orang lain.
3. Membersihkan Debu dan Kotoran
Selain menyapu, pekerja kebersihan dapat membersihkan debu di meja, kursi, rak, pegangan pintu, kaca, dinding, atau fasilitas umum lain. Di gedung perkantoran, pekerjaan ini sering dilakukan sebelum jam kerja atau setelah aktivitas kantor selesai.
4. Mengepel atau Membersihkan Lantai
Beberapa tukang sapu juga bertugas mengepel lantai, membersihkan noda, mengeringkan area basah, atau memasang tanda lantai licin. Pekerjaan ini penting untuk mencegah terpeleset dan kecelakaan kerja.
5. Menjaga Kebersihan Toilet atau Area Khusus
Dalam beberapa fasilitas, petugas kebersihan bertugas menjaga toilet, mushola, pantry, ruang ganti, atau area khusus lain. Area seperti ini membutuhkan standar kebersihan lebih tinggi karena berhubungan langsung dengan kesehatan pengguna.
6. Melaporkan Kerusakan atau Kondisi Berbahaya
Tukang sapu sering menjadi pekerja yang paling sering berkeliling area. Karena itu, mereka dapat menjadi pihak pertama yang menemukan kerusakan, genangan, kaca pecah, lampu mati, sampah menumpuk, atau kondisi berbahaya lain. Laporan mereka penting untuk menjaga fasilitas tetap aman.
Faktor yang Mempengaruhi Gaji Tukang Sapu
Gaji tukang sapu tidak selalu sama. Ada pekerja yang menerima upah mendekati upah minimum, ada yang memperoleh tambahan karena shift, lembur, lokasi, status kerja, atau tanggung jawab khusus.
1. Lokasi Kerja
Lokasi kerja sangat memengaruhi upah. Pekerja kebersihan di kota besar, kawasan industri, bandara, pelabuhan, pusat belanja, rumah sakit, atau gedung perkantoran premium dapat memiliki standar upah berbeda dari pekerja di area kecil atau informal.
Perusahaan tetap perlu memperhatikan upah minimum yang berlaku di wilayah kerja. Jika masih menggunakan istilah UMR dalam komunikasi internal, HR dapat membaca panduan BlogHRD tentang cara menghitung gaji karyawan sesuai UMR dan potongannya.
2. Jenis Tempat Kerja
Tukang sapu yang bekerja di jalan umum memiliki risiko berbeda dari petugas kebersihan gedung. Pekerja di rumah sakit dapat menghadapi risiko infeksi. Pekerja di pabrik dapat menghadapi debu, bahan kimia, atau mesin. Pekerja di pusat belanja dapat bekerja dengan tuntutan pelayanan yang lebih tinggi.
Semakin kompleks area kerja, semakin penting perusahaan mempertimbangkan pelatihan, APD, beban kerja, dan tambahan kompensasi yang adil.
3. Status Hubungan Kerja
Sebagian tukang sapu bekerja langsung pada perusahaan atau instansi. Sebagian lain bekerja melalui vendor cleaning service atau alih daya. Status hubungan kerja ini dapat memengaruhi administrasi gaji, BPJS, kontrak, penempatan, dan pengawasan kerja.
Jika menggunakan sistem alih daya, perusahaan perlu memahami aturan mengenai pekerja outsourcing atau alih daya dan outsourcing karyawan sesuai UU Ketenagakerjaan.
4. Pengalaman Kerja
Pengalaman dapat memengaruhi gaji. Pekerja yang sudah berpengalaman biasanya lebih memahami standar kebersihan, penggunaan alat, bahan pembersih, pengelolaan sampah, dan cara bekerja aman.
Pekerja berpengalaman juga dapat dipercaya menangani area khusus, menjadi koordinator, atau melatih pekerja baru.
5. Sistem Shift dan Jam Kerja
Petugas kebersihan sering bekerja dalam sistem shift, terutama di gedung, rumah sakit, pusat belanja, stasiun, bandara, hotel, dan fasilitas 24 jam. Ada yang bekerja pagi, siang, malam, atau dini hari agar area sudah bersih sebelum digunakan publik.
Karena itu, perusahaan perlu memperhatikan jam kerja, istirahat, dan cuti. Jika pekerja bekerja melebihi jam kerja yang ditentukan, HR juga perlu memahami waktu kerja lembur dan ketentuan upah lembur karyawan.
6. Kompetensi dan Pelatihan
Pekerjaan kebersihan kini semakin profesional. Pekerja perlu memahami teknik pembersihan, penggunaan bahan kimia, pemilahan sampah, penggunaan mesin kebersihan, pelayanan pelanggan, dan prosedur K3.
Kepmenaker 106/2024 tentang SKKNI bidang jasa kebersihan menunjukkan bahwa pekerjaan cleaning service memiliki standar kompetensi. Ini berarti profesi kebersihan tidak bisa lagi dipandang sekadar pekerjaan tanpa keterampilan.
Komponen Gaji Tukang Sapu dan YBDI
Total penghasilan tukang sapu dapat terdiri dari beberapa komponen. Komposisinya berbeda tergantung pemberi kerja, lokasi, dan sistem kerja.
Gaji Pokok
Gaji pokok adalah komponen utama yang dibayarkan secara rutin. Besarannya dipengaruhi oleh lokasi kerja, standar perusahaan, jenis pekerjaan, dan status hubungan kerja.
Tunjangan Makan
Beberapa perusahaan memberikan tunjangan makan, terutama jika pekerja bekerja dalam shift panjang atau berada di lokasi yang sulit mengakses makanan.
Tunjangan Transportasi
Tunjangan transportasi dapat diberikan jika pekerja harus datang sangat pagi, pulang malam, atau bekerja di lokasi yang jauh dari akses umum.
Tunjangan Shift
Jika pekerja bekerja pada shift malam atau jadwal khusus, perusahaan dapat memberikan tunjangan shift sesuai kebijakan internal.
Uang Lembur
Jika pekerja bekerja melebihi jam kerja normal, upah lembur perlu dihitung sesuai aturan. Untuk detail, HR dapat membaca artikel BlogHRD tentang perhitungan lembur.
BPJS dan Jaminan Sosial
Tukang sapu yang bekerja dalam hubungan kerja formal perlu mendapatkan perlindungan jaminan sosial, termasuk BPJS Ketenagakerjaan dan BPJS Kesehatan.
Benefit Tambahan
Benefit tambahan dapat berupa seragam, sepatu kerja, sarung tangan, masker, alat kerja, pelatihan, bonus kehadiran, atau fasilitas lain sesuai kebijakan perusahaan.
Kualifikasi untuk Menjadi Tukang Sapu
Profesi tukang sapu umumnya tidak mensyaratkan pendidikan tinggi. Namun, bukan berarti pekerjaan ini tidak membutuhkan kemampuan. Pekerja kebersihan yang baik perlu disiplin, teliti, kuat secara fisik, memahami instruksi, dan mampu bekerja aman.
Pendidikan
Banyak posisi tukang sapu atau petugas kebersihan dapat diisi oleh lulusan SD, SMP, SMA, atau sederajat, tergantung kebutuhan tempat kerja. Untuk fasilitas tertentu, perusahaan dapat mensyaratkan kemampuan membaca instruksi, memahami label bahan kimia, atau mengisi laporan sederhana.
Kondisi Fisik
Pekerjaan ini membutuhkan stamina karena pekerja dapat berdiri lama, berjalan jauh, mengangkat sampah, mendorong troli, bekerja di luar ruangan, atau membersihkan area luas.
Kedisiplinan
Kebersihan harus dijaga secara rutin. Pekerja perlu datang tepat waktu, mengikuti jadwal, dan menyelesaikan area kerja sesuai standar.
Pelatihan Dasar Cleaning Service
Pelatihan dapat mencakup teknik menyapu, mengepel, membersihkan kaca, membersihkan toilet, menggunakan bahan kimia, memilah sampah, memakai APD, dan menangani keluhan pengguna fasilitas.
Untuk pengembangan kompetensi, pembaca dapat membaca artikel BlogHRD tentang metode pelatihan kerja dan lembaga pelatihan kerja.
Skill Penting Tukang Sapu dan Petugas Kebersihan
Tukang sapu yang profesional tidak hanya membersihkan area. Mereka juga menjaga standar kebersihan, keselamatan, dan kenyamanan pengguna fasilitas.
1. Ketelitian
Pekerja perlu teliti melihat debu, sampah kecil, genangan, noda, atau area yang sering luput dibersihkan. Ketelitian sangat penting di area publik, rumah sakit, kantor, dan fasilitas premium.
2. Manajemen Waktu
Pekerjaan kebersihan biasanya memiliki jadwal. Misalnya, area harus bersih sebelum jam kantor, sebelum pengunjung datang, atau setelah acara selesai. Pekerja perlu mampu mengatur prioritas.
3. Pemahaman Alat dan Bahan Pembersih
Pekerja perlu memahami penggunaan sapu, pel, vacuum cleaner, mesin poles lantai, cairan disinfektan, pembersih kaca, dan bahan kimia lain. Penggunaan yang salah dapat merusak permukaan atau membahayakan kesehatan.
4. Pelayanan dan Komunikasi
Petugas kebersihan sering bertemu pengguna fasilitas. Mereka perlu mampu berkomunikasi sopan, menjawab pertanyaan sederhana, dan melaporkan masalah kepada atasan.
5. Kedisiplinan K3
Pekerja harus menggunakan APD, memasang tanda lantai basah, berhati-hati dengan benda tajam, dan memahami risiko bahan kimia. K3 adalah bagian penting dari pekerjaan kebersihan.
Keselamatan dan Kesehatan Kerja Tukang Sapu
Pekerjaan tukang sapu memiliki risiko yang sering tidak terlihat. Pekerja dapat terpapar debu, asap kendaraan, cuaca panas, hujan, benda tajam, pecahan kaca, limbah, bahan kimia pembersih, lantai licin, dan risiko tertabrak kendaraan jika bekerja di jalan.
Karena itu, perusahaan atau instansi perlu menerapkan keselamatan dan kesehatan kerja secara serius. Pekerja kebersihan tidak boleh dibiarkan bekerja tanpa alat pelindung yang layak.
Risiko Umum dalam Pekerjaan Kebersihan
- Terpeleset saat mengepel atau membersihkan lantai basah.
- Terluka karena pecahan kaca, jarum, paku, atau benda tajam.
- Terpapar debu, asap, atau bau menyengat.
- Iritasi kulit akibat bahan kimia pembersih.
- Nyeri punggung karena mengangkat sampah berat.
- Dehidrasi saat bekerja di luar ruangan.
- Tertabrak kendaraan saat membersihkan jalan atau area parkir.
- Terpapar limbah berbahaya jika bekerja di fasilitas kesehatan atau industri.
APD yang Perlu Disediakan
APD yang dibutuhkan dapat berbeda tergantung area kerja. Secara umum, pekerja kebersihan dapat membutuhkan sarung tangan, masker, sepatu anti-slip, rompi reflektif, topi, kacamata pelindung, apron, dan alat pelindung lain sesuai risiko.
Permenaker tentang APD menekankan bahwa alat pelindung diri digunakan untuk melindungi sebagian atau seluruh tubuh dari potensi bahaya di tempat kerja. Karena itu, APD perlu dipilih sesuai risiko, bukan sekadar formalitas.
Sistem Manajemen K3
Perusahaan sebaiknya memiliki prosedur K3 untuk pekerjaan kebersihan, seperti pelatihan penggunaan bahan kimia, prosedur pembersihan lantai basah, penanganan benda tajam, pemilahan limbah, inspeksi alat, dan pelaporan insiden. Pembaca dapat memahami konsep ini melalui artikel BlogHRD tentang sistem manajemen K3.
Cleaning Service dan Profesionalisasi Pekerjaan Kebersihan
Pekerjaan kebersihan kini semakin profesional. Di gedung perkantoran, hotel, rumah sakit, pusat belanja, dan fasilitas industri, petugas kebersihan tidak hanya menyapu, tetapi juga menjalankan standar layanan.
Kepmenaker 106/2024 tentang SKKNI jasa kebersihan memperkuat bahwa pekerjaan cleaning service memiliki standar kompetensi. Standar tersebut mencakup keterampilan teknis, prosedur K3, penggunaan peralatan, penanganan keluhan, hingga pembersihan area khusus.
Perbedaan Tukang Sapu dan Cleaning Service
Istilah tukang sapu biasanya lebih umum dan sering merujuk pada pekerja yang menyapu area publik. Sementara itu, cleaning service biasanya merujuk pada layanan kebersihan yang lebih terstruktur, dengan SOP, jadwal, peralatan, supervisor, dan standar kualitas tertentu.
Namun, keduanya sama-sama penting. Perbedaannya lebih banyak pada lingkup kerja, sistem pengelolaan, dan standar layanan.
Peluang Sertifikasi Kompetensi
Dengan adanya standar kompetensi, pekerja kebersihan memiliki peluang untuk meningkatkan nilai profesional melalui pelatihan dan sertifikasi. Sertifikasi dapat membantu pekerja mendapatkan posisi yang lebih baik, terutama di fasilitas yang membutuhkan standar kebersihan tinggi.
Jenjang Karier Tukang Sapu dan Pekerja Kebersihan
Profesi tukang sapu dapat berkembang seiring pengalaman, kedisiplinan, dan kemampuan tambahan. Pekerja yang awalnya bertugas menyapu area dapat naik menjadi petugas senior, koordinator, atau supervisor kebersihan.
Tukang Sapu atau Petugas Kebersihan Pemula
Pada tahap awal, pekerja biasanya menangani area dasar seperti menyapu, mengumpulkan sampah, mengepel, dan membersihkan area umum sesuai jadwal.
Petugas Kebersihan Berpengalaman
Setelah berpengalaman, pekerja dapat dipercaya menangani area khusus, menggunakan alat tertentu, atau bekerja di fasilitas dengan standar kebersihan lebih tinggi.
Senior Cleaner
Senior cleaner dapat membantu memantau kualitas kerja, membimbing pekerja baru, dan memastikan area kerja selesai sesuai standar.
Koordinator Area
Koordinator area bertugas membagi pekerjaan, memantau jadwal, memeriksa hasil pembersihan, dan melaporkan kebutuhan alat atau bahan kepada supervisor.
Supervisor Cleaning Service
Supervisor bertanggung jawab mengelola tim, jadwal, absensi, stok bahan, kualitas layanan, komunikasi dengan klien, dan penanganan keluhan.
Cara Meningkatkan Gaji Tukang Sapu
Tukang sapu dan pekerja kebersihan dapat meningkatkan penghasilan dengan memperkuat keterampilan, pengalaman, dan tanggung jawab kerja.
1. Kuasai Teknik Pembersihan yang Lebih Luas
Pekerja yang hanya bisa menyapu mungkin memiliki peluang terbatas. Jika mampu mengepel dengan standar baik, membersihkan kaca, menggunakan mesin poles, vacuum cleaner, dan menangani area khusus, nilai kerjanya meningkat.
2. Pahami Penggunaan Bahan Kimia
Bahan pembersih harus digunakan sesuai instruksi. Pekerja yang memahami dosis, risiko, dan cara penyimpanan bahan kimia lebih aman dan lebih profesional.
3. Ikuti Pelatihan Cleaning Service
Pelatihan membantu pekerja memahami SOP, K3, pelayanan, penggunaan alat, dan standar kebersihan. Ini dapat membuka peluang naik jabatan.
4. Jaga Rekam Jejak Kehadiran dan Kedisiplinan
Pekerjaan kebersihan sangat bergantung pada konsistensi. Pekerja yang disiplin, jarang absen, dan bertanggung jawab biasanya lebih mudah dipercaya menjadi senior atau koordinator.
5. Belajar Menjadi Koordinator
Kemampuan mengatur jadwal, membagi tugas, mencatat stok, dan memeriksa kualitas kerja dapat membantu pekerja naik menjadi koordinator atau supervisor.
6. Pahami Faktor Kenaikan Gaji
Pekerja dapat memahami faktor yang menentukan kenaikan gaji, seperti kedisiplinan, pengalaman, tanggung jawab, kemampuan teknis, dan kontribusi. Untuk HR, evaluasi dapat dibuat lebih objektif dengan referensi rumus kenaikan gaji karyawan.
Cara HR Menentukan Gaji Tukang Sapu dan Cleaning Service
HR dan vendor cleaning service perlu menentukan gaji tukang sapu secara adil. Pekerjaan ini sering berada di level dasar dalam struktur organisasi, tetapi tetap memiliki risiko, beban fisik, dan kontribusi besar terhadap operasional.
Gunakan Struktur dan Skala Upah
Perusahaan sebaiknya memiliki struktur dan skala upah yang membedakan petugas kebersihan pemula, petugas berpengalaman, senior cleaner, koordinator, dan supervisor.
Bedakan Area Kerja Berdasarkan Risiko
Membersihkan area kantor biasa berbeda dari membersihkan jalan, area parkir, rumah sakit, pabrik, atau area dengan limbah khusus. Area dengan risiko lebih tinggi sebaiknya mendapatkan perhatian lebih dalam penentuan upah dan APD.
Perjelas Status Hubungan Kerja
Tukang sapu dapat bekerja sebagai karyawan tetap, kontrak, harian, atau melalui vendor. Status ini perlu dijelaskan dalam perjanjian kerja. Jika menggunakan kontrak, HR perlu memahami Perjanjian Kerja Waktu Tertentu atau PKWT. Jika pekerja tetap, perusahaan dapat merujuk pada Perjanjian Kerja Waktu Tidak Tertentu atau PKWTT.
Pastikan Vendor Memenuhi Hak Pekerja
Jika perusahaan menggunakan vendor cleaning service, perusahaan pengguna tetap perlu memastikan vendor menjalankan kewajiban ketenagakerjaan dengan baik. Jangan sampai pekerja kebersihan bekerja di fasilitas perusahaan, tetapi haknya tidak jelas.
Untuk konteks pengupahan alih daya, pembaca dapat membaca artikel BlogHRD tentang menghitung gaji karyawan outsourcing secara adil.
Penuhi Hak Normatif Pekerja
Tukang sapu tetap memiliki hak sebagai pekerja, termasuk upah, istirahat, cuti, BPJS, lembur, APD, keselamatan kerja, dan perlindungan dari perlakuan tidak adil. Pembaca dapat merujuk artikel BlogHRD tentang hak dan kewajiban pekerja menurut UU Ketenagakerjaan.
Tantangan Profesi Tukang Sapu
Pekerjaan tukang sapu memiliki tantangan yang sering tidak terlihat. Karena dianggap pekerjaan dasar, risiko dan beban kerjanya kadang kurang diperhatikan.
1. Beban Fisik Tinggi
Tukang sapu dapat berjalan jauh, berdiri lama, mengangkat sampah, mendorong troli, atau bekerja di bawah cuaca ekstrem. Beban fisik ini dapat menyebabkan kelelahan jika tidak diatur dengan baik.
2. Risiko Paparan Kotoran dan Limbah
Pekerja dapat menemukan sampah tajam, limbah makanan, sampah medis, cairan kimia, atau benda yang tidak aman. Tanpa APD, risiko luka dan infeksi meningkat.
3. Kurangnya Pengakuan
Pekerjaan kebersihan sering kurang dihargai, padahal dampaknya besar. Lingkungan bersih baru terasa penting ketika kebersihan tidak terjaga.
4. Jam Kerja yang Tidak Selalu Ideal
Beberapa tukang sapu bekerja sangat pagi, malam, atau saat tempat lain belum buka. Jadwal ini perlu diatur agar pekerja tetap mendapat istirahat cukup.
5. Risiko Kecelakaan di Area Publik
Pekerja yang menyapu jalan, area parkir, atau terminal berisiko tertabrak kendaraan. Rompi reflektif, rambu, dan pengaturan area kerja sangat penting.
Perbandingan dengan Profesi Kebersihan Lain
Tukang sapu sering disamakan dengan cleaning service, office boy, housekeeper, atau petugas sampah. Padahal masing-masing memiliki fokus kerja yang berbeda.
Tukang Sapu vs Cleaning Service
Tukang sapu biasanya fokus pada penyapuan dan pembersihan area tertentu. Cleaning service memiliki cakupan lebih luas, mulai dari menyapu, mengepel, membersihkan kaca, toilet, area khusus, hingga layanan kebersihan terjadwal.
Tukang Sapu vs Office Boy
Office boy biasanya bekerja di kantor dan dapat membantu kebersihan, penyajian minuman, fotokopi, pengiriman dokumen, dan kebutuhan operasional kecil. Tukang sapu lebih fokus pada kebersihan area.
Tukang Sapu vs Petugas Sampah
Petugas sampah lebih fokus pada pengumpulan, pengangkutan, dan pemindahan sampah. Tukang sapu lebih fokus membersihkan area dari sampah dan kotoran.
Tukang Sapu vs Housekeeper
Housekeeper biasanya bekerja di hotel, apartemen, atau fasilitas akomodasi dan memiliki standar layanan kamar, linen, amenities, serta kebersihan ruangan yang lebih spesifik.
FAQ Seputar Gaji Upah Tukang Sapu dan YBDI
Berapa gaji tukang sapu di Indonesia?
Berdasarkan data pasar kerja 2026, gaji tukang sapu dan YBDI di Indonesia berada di kisaran sekitar Rp3,4 juta hingga Rp16,1 juta per bulan. Untuk awal karier, kisarannya sekitar Rp3,4 juta hingga Rp14,5 juta, sedangkan setelah 5 tahun pengalaman berada di sekitar Rp3,9 juta hingga Rp15,5 juta per bulan.
Apa tugas utama tukang sapu?
Tugas utama tukang sapu adalah menyapu, membersihkan, mengumpulkan sampah, merapikan area, menjaga kebersihan lingkungan, dan melaporkan kondisi berbahaya atau kerusakan di area kerja.
Apakah tukang sapu membutuhkan pendidikan tinggi?
Tidak. Pekerjaan ini umumnya tidak membutuhkan pendidikan tinggi. Namun, pekerja tetap membutuhkan kedisiplinan, kondisi fisik yang baik, pemahaman instruksi, serta pelatihan dasar kebersihan dan K3.
Apakah tukang sapu termasuk pekerja tidak terampil?
Dalam data pekerjaan, tukang sapu sering dikategorikan sebagai pekerjaan tidak terampil. Namun, dalam praktik modern, pekerjaan kebersihan semakin membutuhkan standar kompetensi, terutama jika bekerja di gedung, rumah sakit, fasilitas publik, atau area industri.
Apakah tukang sapu berhak mendapatkan BPJS?
Jika bekerja dalam hubungan kerja formal, tukang sapu berhak mendapatkan perlindungan jaminan sosial sesuai ketentuan, termasuk BPJS Ketenagakerjaan dan BPJS Kesehatan.
Apakah tukang sapu mendapat uang lembur?
Jika bekerja melebihi jam kerja normal dan memenuhi ketentuan lembur, maka pekerja berhak atas upah lembur sesuai aturan.
Bagaimana cara meningkatkan gaji sebagai tukang sapu?
Pekerja dapat meningkatkan gaji dengan mengikuti pelatihan cleaning service, menguasai penggunaan alat kebersihan, memahami K3, menjaga kedisiplinan, menangani area khusus, dan naik menjadi senior cleaner, koordinator, atau supervisor.
Apa risiko kerja tukang sapu?
Risikonya meliputi terpeleset, luka akibat benda tajam, paparan debu, bahan kimia pembersih, cuaca ekstrem, limbah, beban fisik tinggi, dan risiko tertabrak kendaraan jika bekerja di jalan atau area parkir.
Kesimpulan
Tukang sapu dan YBDI adalah profesi penting yang membantu menjaga kebersihan, kenyamanan, kesehatan, dan keselamatan lingkungan. Mereka bekerja di jalan, taman, gedung, terminal, bandara, sekolah, rumah sakit, pusat belanja, kawasan industri, dan berbagai fasilitas umum lain.
Dari sisi gaji, pada 2026 tukang sapu dan YBDI di Indonesia memiliki kisaran upah sekitar Rp3,4 juta hingga Rp16,1 juta per bulan. Penghasilan dapat berbeda tergantung lokasi kerja, jenis fasilitas, status hubungan kerja, pengalaman, shift, lembur, tunjangan, dan kebijakan perusahaan atau instansi.
Bagi pekerja, peningkatan penghasilan dapat dilakukan dengan memperkuat skill cleaning service, memahami K3, mengikuti pelatihan, menjaga kedisiplinan, dan mengambil tanggung jawab tambahan. Bagi HR dan perusahaan, penentuan gaji tukang sapu perlu mempertimbangkan upah minimum, risiko kerja, APD, jam kerja, BPJS, sistem outsourcing, serta struktur jabatan yang adil.
Pekerjaan kebersihan mungkin terlihat sederhana, tetapi dampaknya besar. Lingkungan yang bersih dan aman tidak terjadi dengan sendirinya. Ada pekerja yang setiap hari menjaga ruang publik dan tempat kerja agar tetap layak digunakan.
Referensi Eksternal
- WageIndicator/Gajimu – Pekerjaan dan Gaji Tukang Sapu dan YBDI
- JDIH Kemnaker – Kepmenaker Nomor 106 Tahun 2024 tentang SKKNI Bidang Jasa Kebersihan
- JDIH Kemnaker – Kepmenaker Nomor 210 Tahun 2016 tentang SKKNI Cleaning Service
- JDIH Kemnaker – Permenakertrans PER.08/MEN/VII/2010 tentang Alat Pelindung Diri
- JDIH Kemnaker – Permenaker Nomor 5 Tahun 2018 tentang K3 Lingkungan Kerja
- Peraturan.go.id – Permenaker Nomor 5 Tahun 2018 tentang Keselamatan dan Kesehatan Kerja Lingkungan Kerja
- Kemnaker – Apa Itu SKKNI?
- Kemnaker – Layanan SKKNI
- Kemnaker – Rekapitulasi Dokumen SKKNI